Home >Documents >Petunjuk Praktikum SPH_2

Petunjuk Praktikum SPH_2

Date post:05-Jul-2018
Category:
View:709 times
Download:66 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    1/45

    PETUNJUK PRAKTIKUM

    STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN

    Disusun oleh:

    TIM LABORATORIUM

    BIOLOGI STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN

    LAB. BIOLOGI STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN

    JUR. BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA

    UNIVERSITAS DIPONEGORO

    APRIL, 2014

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    2/45

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga buku Petunjuk Praktikum ini dapat diselesaikan oleh Tim Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Hewan, Fakultas Sains dan Matematika Undip. Buku Petunjuk Praktikum ini berisi materi yang dilengkapi dengan gambar untuk membantu mempermudah praktikan dalam memahami materi praktikum.

    Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan buku petunjuk praktikum ini.

    Semoga buku petunjuk ini bermanfaat bagi kalangan akademisi maupun pihak-pihak yang membutuhkan.

    Semarang, April 2014

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    3/45

    TATA TERTIB

    1. Semua praktikan wajib mempersiapkan diri sebelum kegiatan praktikum dimulai dan mempelajari materi yang

    berkaitan dengan acara praktikum

    2. Praktikan harus memakai pakaian yang rapi dan tidak

    diperbolehkan memakai kaos oblong dan sandal.

    3. Praktikan wajib menggunakan jas praktikum setiap

    melakukan acara praktikum di laboratorium.

    4. Praktikan harus hadir di laboratorium 10 menit sebelum

    acara dimulai.

    5. Setiap acara praktikum selalu diawali dengan  pretest . Bagi

    praktikan yang terlambat, tidak ada penambahan waktu

    untuk pretest .

    6. Praktikan harus hadir pada setiap acara praktikum. Bagi

    praktikan yang tidak bisa hadir harus menunjukkan surat

    keterangan tertulis yang disertai dengan lampiran/bukti

    yang menguatkan.

    7. Praktikan yang tidak hadir harus inhal  (mengganti hari

    praktikum) dengan konsekuensi semua biaya untuk

    pembelian bahan dan pelaksanaan praktikum ditanggung

    praktikan yang bersangkutan.

    8. Laboratorium menyediakan lembar laporan sementara

    untuk setiap praktikan yang digunakan untuk mencatat hasil

    pengamatan setiap acara praktikum. Laporan sementara

    dari praktikan harus disahkan oleh asisten masing-masing.

    9. Setiap praktikan wajib membuat laporan resmi praktikum

    dengan format yang sudah ditentukan oleh Tim

    Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Hewan. Laporan

    resmi wajib dikumpulkan satu minggu setelah pelaksanaan

    praktikum.

    10. Praktikan wajib menjaga ketenangan dan ketertiban selama

    pelaksanaan praktikum

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    4/45

    11. Praktikan yang memecahkan atau merusakkan peralatan

    praktikum, diwajibkan mengganti dengan peralatan yang

    sama. 12. Setiap praktikan wajib mengikuti responsi (ujian akhir

    praktikum) setelah menjalankan semua acara praktikum.

    13. Praktikum dinyatakan selesai setelah semua praktikan

    mengikuti semua acara praktikum dan responsi.

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    5/45

    FORMAT LAPORAN

    Laporan resmi praktikum memiliki format sebagai berikut:

    I. Judul Acara

    II. Tujuan

    III. Tinjauan Pustaka

    IV. Metodologi (Alat, Bahan, dan Cara Kerja)

    V. Hasil dan Pembahasan

    VI. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    6/45

    DAFTAR ISI

    Hal HALAMAN JUDUL............................................................. 1

    KATA PENGANTAR.......................................................... 2

    TATA TERTIB PRAKTIKUM.............................................. 3

    FORMAT LAPORAN.......................................................... 4

    DAFTAR ISI....................................................................... 6

     ACARA I PERKEMBANGAN EMBRIO KATAK........ 7

     ACARA II PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM......... 12

     ACARA III STRUKTUR ORGAN TURUNAN EKTODERM..........................

    22

     ACARA IV STRUKTUR ORGAN TURUNAN

    MESODERM.........................

    30

     ACARA V STRUKTUR ORGAN TURUNAN

    ENDODERM.........................

    40

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    7/45

    ACARA I

    PERKEMBANGAN EMBRIO KATAK

    Kompetensi Dasar

    Setelah mengikuti kegiatan praktikum dengan acara ini,

    praktikan diharapkan dapat mengenal dan menjelaskan

    tahapan perkembangan embrio katak dengan benar.

    DASAR TEORI

    Perkembangan/Ontogeni Katak Ontogeni atau ontogenesis/morfogenesis adalah proses

    perkembangan organisme mulai dari fertilisasi, zigot sampai

    terbentuk organisme dewasa yang memiliki sistem tubuh

    dengan sel-sel yang matang fungsional. Ontogeni pada katak

    dapat dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:

    1. Peleburan sifat-sifat genetik yang berasal dari sel gamet

     jantan (spermatozoa) dengan sel telur (ovum) yang

    menghasilkan zigot 2. Embriogenesis: tahap perkembangan lanjutan dari zigot

    yang terdiri dari pembelahan, gastrulasi, dan dilanjutkan

    dengan organogenesis.

    Pembelahan (cleavage) merupakan tahap awal dari

    perkembangan zigot yang ditandai dengan terjadinya beberapa

    kali pembelahan mitosis secara cepat. Sitoplasma dari zigot

    akan dibagi secara proporsional ke dalam beberapa sel hasil

    proses pembelahan. Pembelahan katak dikenal dengan istilah radial

    holoblastik/holoblastic unequal . Telur katak memiliki kuning

    telur (yolk ) yang lebih banyak dan terkonsentrasi pada bagian

    kutub vegetal (vegetal pole). Hasil pembelahan blastomer di

    daerah kutub animalis (animal pole) akan menghasilkan

    mikromer (sel yang berukuran kecil), sedangkan di daerah

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    8/45

    kutub vegetal akan menghasilkan makromer (sel yang

    berukuran lebih besar).

    Gambar 1. Tahap pembelahan dan gastrulasi embrio katak

    Pembelahan pertama pada embrio katak terjadi secara

    meredional melalui bagian tengah gray crescent . Pembelahan

    kedua juga terjadi secara meredional dan tegak lurus dengan

    bidang pembelahan pertama. Pembelahan pertama dan kedua

    terjadi di dekat kutub vegetal dan mengalami perlambatan

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    9/45

    karena adanya yolk yang banyak. Pembelahan ketiga terjadi

    secara equatorial   lebih dekat ke kutub anima yang

    menghasilkan 4 mikromer dan 4 makromer di daerah kutub vegetal. Selanjutnya, tahap pembelahan ini akan menghasilkan

    sel-sel mikromer yang banyak di kutub anima dan sel-sel

    makromer yang lebih sedikit di kutub vegetal. Sel-sel embrio

    akan terus membelah dan memasuki tahap morula. Embrio

    morula pada katak terdiri atas 16-64 sel yang kemudian akan

    terus berkembang memasuki tahap blastula (128 sel). Tahap

    blastula ditandai dengan terjadinya kompaksi sel-sel hasil

    pembelahan (blastomer) ke bagian tepi (kortek) yang diikuti sekresi bahan-bahan spesifik ke dalam rongga yang terbentuk

    di bagian dalam embrio. Tahap pembelahan juga dikenal

    dengan tahap pembentukan rongga embrio/blastosul yang

    disebut kavitasi (cavitation).

    Gastrulasi merupakan tahap perkembangan lanjutan dari

    embrio blastula. Tahap ini ditandai dengan terjadinya

    penurunan kecepatan mitosis dari blastomer, migrasi dan

    perubahan tata letak dari blastomer untuk membentuk tiga lapisan bakal benih ( primordial germ cell ), yaitu ektoderm,

    mesoderm, dan endoderm. Ektoderm adalah lapisan yang

    terletak di bagian luar, sedangkan mesoderm dan endoderm,

    berturut-turut terletak di bagian tengah dan dalam embrio.

    Tahap ini juga ditandai dengan terbentuknya peta nasib ( fate

    mape) dari ketiga lapisan germinal tersebut. Lapisan ektoderm

    akan berkembang lebih lanjut membentuk sel-sel epidermis

    dan sel-sel saraf, lapisan mesoderm berkembang membentuk

    beberapa organ, seperti jantung, ginjal, jaringan otot, tulang,

    dan sel-sel darah. Lapisan endoderm akan berkembang

    membentuk dinding saluran pencernaan, dan jaringan

    turunannya, seperti hati dan pankreas. Akhir dari tahap ini juga

    ditandai dengan adanya gastrosol yang akan berkembang

    lebih lanjut membentuk rongga perut primitif.

  • 8/15/2019 Petunjuk Praktikum SPH_2

    10/45

    10 

    Gambar 2. Ontogeni perkembangan katak.

    Perkembangan lanjutan dari gastrulasi adalah

    organogenesis. Proses ini ditandai dengan neurulasi

    (pembentukan bumbung neural). Sel-sel pada lapisan germinal

    (ektoderm, mesoderm, endoderm) yang terbentuk pada akhir

    gastrulasi akan melakukan interaksi satu dengan lainnya untuk

    membentuk organ-organ tubuh. Organogenesis dimulai

    dengan terjadinya interaksi antara sel-sel mesoderm di daerah

    tertentu dengan lapisan ektoderm di sebelah luarnya sehingga

    terbentuk tabung/bumbung neural (neural tube) yang

    merupakan bakal dari sistem saraf. Proses ini di sebut

    neurulasi. Akhir dari organogenesis akan dihasilkan beberapa

    organ tubuh dengan sel-sel spesifik yang

Embed Size (px)
Recommended