Home >Documents >PETUNJUK PRAKTIKUM NEUROEMBRIOGENESIS

PETUNJUK PRAKTIKUM NEUROEMBRIOGENESIS

Date post:08-Dec-2015
Category:
View:494 times
Download:26 times
Share this document with a friend
Description:
neurosains
Transcript:

PETUNJUK PRAKTIKUMNEUROEMBRIOGENESIS

I. Dasar Teori

Pengamatan embriologi neurosensoris dalam praktikum ini dilakukan pada preparat awetan embrio ayam. Meskipun pengamatan perkembangan embrio ini diamati dari organisme ayam, tetapi contoh yang diberikan secara umum dapat mewakili perkembangan embrio vertebrata atau secara khusus pada manusia. Neurulasi Neurulasi embryo ayam termasuk tipe lipatan. Dataran lamina neuralis (neural plate) yang terletak di sebelah anterior nodus Hensen membentuk lipatan sepasang. Dikanan kiri linea mediana terbentuk lipatan neural neural fold atau torus medullaris dan diantaranya terdapat neural groove atau sulcus neuralis. Puncak lipatan tumbuh ke medial dan bertemu pertama kali ketika embryo mempunyai 8 pasang somit atau 27 jam dalam pengeraman. Tempat pertemuan/peleburan pertama lipatan neural menjadi bagian mesencephalon. Peleburan menjalar ke anterior dan posterior dengan demikian terbentuklah canalis neuralis, crista neuralis juga terbentuk. Neuroporus anterior terjadi apabila penutupan canalis neuralis di sebelah anterior belum sempurna. Peleburan epidermal mengikuti peleburan bagian daerah di atas canalis neuralis sehingga canalis neuralis sendiri berada di bawah lapisan epidermal. Peleburan canalis neuralis di sebelah posterior tejadi dengan lambat. Torus medullaris di sebelah posterior masih melebar dan lubang canalis neuralis di sini disebut neuroporus posterior. Di linea mediana di antara ujung torus medullaris posterior terdapat lekukan yang disebut sinus rhomboidalis dan di dasar cekungan itu terdapat stria primitiva yang terus terdesak ke posterior. Lubang neuroporus posterior masih tetap ada sampai embryo umur 40 jam dalam pengeraman. Akhirnya penutupan canalis neuralis sempurna setelah umur 48 jam dalam pengeraman. Enteron dibentuk dari lembaran entodermal pipih, tetapi mekanismenya belum diketahui dengan jelas. Enteron depan foregut terbentuk akibat pertumbuhan memanjang lipatan kepala yang diikuti oleh pertumbuhan enteron ke anterior dan masuk dalam lipatan kepala itu. Rongga enteron depan ini pipih dan berhubungan dengan enteron tengah midgut melalui pintu enteron depan (portal intestinal anterior). Enteron depan mulai terbentuk bersamaan dengan pembentukan somit yang pertama atau sebelum canalis neuralis terbentuk. Enteron depan juga mengadakan penonjolan ke arah dorsal sebagai enteron kepala (preoral gut) dan tonjolan ke ventral sebagai kantong-kantong pharynx. Enteron tengah permulaannya hanya mempunyai dinding dorsal saja. Dinding lateral entodermal tumbuh ke arah medial sehingga bagian kanan dan kiri makin mendekat. Dengan demikian dinding enteron lateral terbentuk sehingga enteron tengah mempunyai dinding dorsal dan lateral. Sebelum dinding ventral terbentuk sempurna entodermal melanjutkan perkembangan sebagai kantong vitellus. Dinding ventral memerlukan waktu lama sekali untuk menutup atau terbentuk sempurna setelah vitellus habis. Pembentukan enteron belakang terjadi setelah embryo mempunyai somit banyak sekali yaitu setelah terbentuk lipatan ekor atau setelah 48 jam dalam pengeraman. Enteron bagian belakang tumbuh memanjang masuk dalam lipatan ekor sebagai enteron ekor. Evaginasi ke arah ventral yang terletak di sebelah anterior adalah evaginasi yang pertama dan akan membentuk allantois. Allantois timbul setelah umur 72 jam dalam pengeraman. Enteron belakang berhubungan dengan enteron tengah melalui pintu enteron belakang (portal intestinal posterior). Dalam pengeraman posisi embrio adalah pipih dorso-ventral. Dalam pengeraman 40 jam mulai terjadi torsi di ujung anterior. Torsi menjalar ke posterior dan pada umur 48 jam sudah setengah bagian anterior mengalami torsi sehingga di bagian anterior sudah terjadi posisi miring sedang di bagian posterior masih tetap dengan posisi dorso-ventral. Bagian kiri embryo di bawah dan bagian kanan di atas. Torsi terus ke posterior dan pada umur 72 jam dalam pengeraman semua bagian tubuh embryo ada pada posisi miring. Pada embryo mammalia arah torsi berlawanan dengan embryo ayam. Bagian kiri di atas sedang bagian kanan di bawah. Torsi pada embryo mammalia terjadi berkali-kali sehingga tali plasenta (umbilikalis) tampak spiral.

Latihan 1. Preparat : Embrio ayam umur 18 jam whole mount (utuh)Pada tahap ini embrio ayam berada pada tahap gastrula yaitu ditandai dengan pembentukan stria primitif. Head process tersusun oleh entoderm dan ektoderm yang tampak sebagai sebuah garis halus, terdiri atas sel-sel yang berfoliferasi mulai dari Nodus Hensen meluas ke arah anterior membentuk lipatan kepala head fold. Mesoderm , meluas ke arah anterior dan lateral. Disebelah anterior dari batas mesoderm terdapat daerah bening yaitu proamniom

Gambar 1. Whole Mount embrio ayam umur 18 jam

Amati : 1. Blastoderm ( embrio) tampak muncul dari area pellucida berupa daerah jernih dan bebas vitellus, disebelah luar area pellucida tampak area opaca vitellina terpulas lebih tua penuh vitellus; kemudian area opaca vasculosa ditandai dengan adanya pulau-pulau darah 2. Stria primitiv : yang terletak di sepanjang sumbu tengah, merupakan titik-titik terpulas tua terdiri atas alur primitive/ primitive groove dan lipatan primitive/primitive fold 3. Primitive knot/ Nodus Hensen: suatu simpul di ujung anterior stria primitiva,homolog dengan bibir dorsal pada blastula katak 4. Head fold, merupakan lipatan kepala yang meluas ke anterior mulai dari nodus Hensen.5. Lamina neuralis6. Proamnion, merupakan daerah bening di sebelah anterior head fold yang belum dimasuki oleh sel-sel mesoderm

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Tanggal :Nama asisten :Nama :

Latihan 2. Preparat : Irisan sagital embrio ayam umur 18 jam melalui primitif knot (nodus Hensen)

Gambar 2. Penampang sayatan sagital embrio ayam umur 18 jam

Amati : 1.struktur nodus Hensen; 2. ektoderm; 3. entoderm; 4. mesoderm; 5. canalis chorda dorsalis; 6. neural plate; 7. area opaca

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Tanggal :Nama asisten :Nilai :

Latihan 3. Preparat: Embrio ayam umur 24 jam ( whole mount)

Gambar 3 . Whole mount embrio ayam umur 24 jam

Amati : Pada tahap ini mulai terbentuk sistem saraf pusat.1. Neural plate telah menebal menjadi lipatan neural (neural fold). Pada arah anterior (daerah kepala) lipatan neural membentuk lipatan semi sirkular disebut head fold (lipatan kepala). Lipatan ini merupakan lipatan ektoderm dan endoderm anterior, dan selanjutnya akan menjadi struktur kepala2. Neuroporus anterior, celah di anterior yang terbentuk diantara head fold yang akan membentuk tabung neural (bumbung neural) 3. Neural groove, lekukan di antara neural fold4. Somit, merupakan perluasan mesoderm di kanan-kiri chorda dorsalis. Mesoderm adalah derivat atau turunan stria primitif dan bermigrasi secara anterior antara ektoderm dan endoderm. Jumlah somit dapat menentukan umur embrio ayam. Umur embrio ayam = 19 + jumlah somit

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Tanggal :Nama asisten :Nilai :

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Tanggal :Nama asisten :Nilai :

Latihan 4.Preparat : Irisan melintang embrio ayam umur 25 jam melalui somit

Gambar 4. Irisan melintang embrio ayam umur 25 jam melalui somit

Amati : 1.ektoderm; 2. endoderm; 3. somit; 4. neural groove (lekukan neural); 5. neural fold (lipatan neural); 6. mesoderm lateral (perluasan mesoderm kearah lateral); 7.notochorda (aggregasi sel membentuk bulatan kecil diantara foregut dan tabung neural)

Latihan 5.Preparat: Irisan melintang embrio ayam umur 33 jam melalui jantung

Pada ini tahap ujung lipatan neural telah bersatu membentuk tabung neural. Di daerah kepala lipatan kepala telah membentuk tonjolan kepala yang disebut prosenchepalon (otak depan) dan rongga tabung neural di bagian dalam disebut prosocoel. Tonjolan kepala yang berada di ujung anterior notochord akan melekuk kebagian ventral (fleksi) dan selanjutnya membentuk vesikula otak tengah (mesocoel, mesencephalon), otak belakang (rhombencepalon). Bagian cephalic dari sistem saraf pusat ini dikenal sebagai Encephalon. Lipatan neural akan melebar ke daerah lateral membentuk vesikula optik. Jantung pada tahap ini masih berbentuk kantung tubular yang menonjol kearah kanan keluar, dan dari badan dikiri-kanan dilokasikan dua vena besar, vena omphalomesenterica yang akan bersatu menjadi sinus venosus dan terus berlanjut kebagian posterior dari bulbus jantung menjadi atrium. Anterior dari jantung dindingnya lebih tebal dan ini akan menjadi ventrikel, mengarah ke depan ke ventral cabang aorta menjadi arcus aorticus yang melewati foregut secara dorsal. Aorta dorsal terletak posterior di bawah somit dan tumbuh ke arah kuning telur. Di area vasculosa pulau-pulau darah bersatu membentuk pembuluh darah dan selanjutnya membesar menjadi sinus terminalis. Mesoderm lateral tumbuh membentuk dua bagian dan diantaranya terdapat rongga besar yang disebut embrionyic coelom yang selanjutnya akan menjadi rongga badan ekstra embrio. Mesoderm di bagian luar disebut mesoderm somatik dan yang di bagian dalam disebut mesoderm splanknik. Sebagian dari mesoderm splanknik akan membentuk jaringan otot jantung yang disebut miokardium. Invaginasi ektoderm di daerah oral plate atau penyatuan dari intestinal portal akan menjadi stomodeum dan pelebaran rongga dibagian dalamnya akan menjadi faring.

Gambar 5. Irisan melintang embrio ayam umur 33 jam melalui jantung

Amati : 1.neuroporus anterior; 2. prosencephalon; 3. mesencephalon; 4. rhombencephalon; 5. anterior intestinal portal; 6.stria primitiva; 7. aorta dorsal.

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Tanggal :Nama asisten :Nilai :

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Tanggal :Nama asisten :Nilai :

Latihan 6.Preparat: embrio ayam 48 jam (27 somit)

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended