Home >Documents >Petunjuk Praktikum - Modul 1-4 (Matlab)

Petunjuk Praktikum - Modul 1-4 (Matlab)

Date post:24-Nov-2015
Category:
View:231 times
Download:13 times
Share this document with a friend
Description:
wew
Transcript:
  • BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM

    KOMUNIKASI DATA

    BIDANG STUDI TELEKOMUNIKASI MULTIMEDIA

    JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

    FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA

    Maret 2012

  • Daftar Isi

    Kata Pengantar iii

    Pengenalan Matlab 1-7

    Modul 1 : PHYSICAL LAYER 8-11

    Modul 2 : DATA LINK LAYER 12-16

  • ii

    Kata Pengantar

    Praktikum ini disusun sebagai pendukung dua mata kuliah, yaitu Komunikasi Data dan

    Pengolahan Sinyal Digital. Praktikum ini terdiri dari empat modul percobaan dan satu modul

    tambahan sebelum empat modul tersebut. Modul tambahan merupakan pengenalan Matlab

    karena pada praktikum-praktikum selanjutnya, karena Matlab adalah program yang akan

    banyak digunakan. Modul tambahan ini harus dikerjakan di awal 30-45 menit pertama

    sebelum mulai mengerjakan modul pertama. Modul pertama merupakan praktikum yang

    mendukung mata kuliah Komunikasi Data dalam pembahasan mengenai lapisan fisik

    (physical layer) dari model referensi ISO. Modul kedua merupakan kelanjutannya, di mana

    modul yang disusun berdasarkan pada layer kedua model ISO yaitu data link layer. Dua

    modul praktikum ini selanjutnya akan diteruskan dengan dua modul lain yang membahas

    mengenai Pengolahan Sinyal Digital.

    Selamat belajar.

    Tim Penyusun Petunjuk Praktikum Komunikasi Data dan Pengolahan Sinyal

    Digital

  • PENGENALAN MATLAB

    Matlab adalah suatu bahasa pemrograman dengan mengandalkan perhitungan matriks dan aritmatika kompleks yang mudah digunakan. Matlab mempunyai banyak paket software(toolbox) dengan kemampuan yang terintegrasi serta menjadi alat standar dalam bidang science dan teknik. Selain itu gambar baik dua maupun tiga dimensi akann mudah di plot.

    Matlab memiliki dua cara untuk menjalankan suatu perintah : mode interaktif dan mode batch. Dalam mode interaktif, perintah ditulis (di cut, atau di paste) ke dalam command window. Dalam mode batch, beberapa perintah disimpan dalam file teks (menggunakan editor Matlab yang sudah ada atau menggunakan editor lain seperti Emacs) dengan extensi .m. Perintah batch dalam file kemudian dieksekusi dengan menuliskan nama file pada command prompt Matlab. Keuntungan menggunakan file .m adalah kita dapat melakukan sedikit perubahan pada kode (meski dalam sesi Matlab yang berbeda) tanpa harus mengingat dan menulis ulang sekumpulan perintah yang telah kita masukkan. Selain itu, ketika menggunakan editor Matlab yang built-in, ada alat debug simple yang dapat dipanggil ketika program kita semakin besar dan rumit. Penulisan file .m akan dibahas selanjutnya.

    Variable Skalar dan Operator AritmatikVariabel skalar ditetapkan dengan cara :

    >> x = 7x =

    7

    Tanda >> adalah command prompt untuk Matlab. Perhatikan bahwa Matlab memperlihatkan kembali tugas (task) yang telah kita buat. Terkadang ini dapat membantu, tapi kebanyakanmenyulitkan terutama jika menggunakan vektor atau matriks. Dengan menempatkan tanda semicolon (;) pada akhir perintah, kita dapat menghindari masalah ini.

    >> x = 7 ;

    Variabel dalam Matlab mengikuti standar penamaan biasa. Kombinasi huruf, angka dan garis bawah (_) dapat digunakan, selama karakter pertama adalah huruf. Perhatikan juga bahwa nama variable bias sensitive (X berbeda dengan x).

    Semua operator aritmatik skalar juga tersedia :

    >> 2 * xans =

    14

    >> x^2ans =

    49

    Perhatikan bahwa operasi perkalian tidak dapat diterapkan pada beberapa kondisi perhitungan dan operator * harus dispesifikasikan terlebih dahulu (penulisan >>2x akan menghasilkan error). Matlab dapat mengingat perintah yang telah kita masukkan dan kita dapat menggunakan tombol arah atas-bawah untuk memunculkan perintah itu kembali dan

  • 4dapat di edit untuk perintah yang baru. Hal ini sangat berguna, terutama jika kita harus membuat sedikit perubahan pada line perintah yang panjang secara berulang.

    Ada beberapa variabel yang telah didefinisikan dalam Matlab yang akan sering kita gunakan : pi, i, dan j. i dan j didefinisi sebagai akar pangkat dua dari -1 dan pi sebagai 3.1416 . Variabel ini dapat didefinisikan sebagai nilai lain, seperti :

    >> pi = 4;

    Perlu hati-hati untuk menghindari perubahan suatu variable yang telah terdefinisi dan tidak merubahnya kembali. Hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap pi, tetapi i dan j keduanya merupakan variable yang sering digunakan sebagai indikasi dan keduanya sering berubah-ubah. Perintah yang sangat berguna adalah clear atau clear all. Menuliskan salah satu dari kedua perintah tersebut akan menghapus semua variabel yang ada, dari memori Matlab dan mereset variabel terdefinisi kembali ke nilai aslinya. Perintah clear dapat juga menghapus variabel secara spesifik, seperti misalnya:

    >> clear x

    hanya akan menghapus variabel dengan nama x dari memori Matlab.

    Variabel Matrik dan Operator AritmatikPerintah Matlab lain yang berguna adalah whos, yang akan memperlihatkan nama dan dimensi dari semua variabel yang ada dalam memori Matlab. Setelah menuliskan perintah tersebut, pada prompt dapat kita lihat :

    >> whosName Size Bytes ClassX 1x1 8 double array

    Grand total is 1 elements using 8 bytes

    Yang perlu dicatat adalah ukuran yang diberikan 1x1. Matlab di desain untuk bekerja dengan vektor dan matrik, dan variabel skalar merupakan dimensi vector 1x1. Untuk menetapkan sebuah vektor berisi 5 integer pertama dari variabel dalam x, kita dapat menulis perintah :

    >> x = [ 1 2 3 2^2 2*3-1 ]x =

    1 2 3 4 5

    Untuk membuat matriks 2D, kita dapat menggunakan perintah seperti :

    >> A = [ 1 2 3 ; 4 5 6 ]A =

    1 2 34 5 6

    Untuk membuat vektor yang lebih besar dari contoh diatas (integer lebih dari 100), kita perlu memasukkan angka yang lebih banyak. Selain itu, ada cara yang lebih mudah untuk membuat vektor sebagai contoh membuat vektor dengan 5 elemen, kita dapat menuliskan :

  • 5>> x = [1:5]x =

    1 2 3 4 5

    Operator colon (:) menghasilkan sebuah vektor dengan jarak yang sama antara setiap elemen serta nilai awal dan nilai akhir sebagaimana diberikan. Dengan kata lain, [b:s:e]menghasilkan vektor [b b+s b+2*s . . . e]. Jika jarak tiap elemen tidak didefinisikan (seperti contoh diatas), maka jarak diasumsikan bernilai 1. Maka, perintah [1:2:10] akan menghasilkan vektor dengan integer ganjil kurang dari 10, [1 3 5 7 9]dan perintah [1:3:10] akan menghasilkan vector dengan elemen [1 4 7 10].

    Membuat vector dengan elemen ganjil :

    >> x_odd = [1:2:10]x_odd =

    1 3 5 7 9

    Elemen vektor dapat diakses dengan cara memberi indeks nama vector dengan parenthesis (proses indeksasi dimulai dari satu bukan dimulai dari nol seperti beberapa bahasa pemprograman). Sebagai contoh untuk mengakses elemen ke-3, kita dapat mengetikkan:

    >> x_odd (3)ans =

    5

    Kita dapat juga mengakses beberapa element (sebuah subset dari vector asli) dengan menggunakan operator colon dan memberikan indeks awal dan akhir:

    >> x_odd (2:4)ans =

    3 5 7

    Jika menginginkan aritmatika sederhana pada vector dan scalar, maka akan menjadi:

    >> 3+[1 2 3]ans = 4 5 6

    >> 3*[1 2 3]ans = 3 6 9

    Penambahan dan pengurangan matriks hanya dapat dilakukan selama ukuran dari matrik tersebut sama:

    >> [1 2 3]+[4 5 6]ans = 5 7 9

    Operator * dan / merepresentasikan perkalian dan pembagian matrik yang pada dasarnya jarang dipergunakan. Tugas yang biasa dipergunakan adalah dengan membentuk sebuah

  • 6vector baru dengan mengalikan (atau membagi) elemen-elemen dari dua buah vector yang berbeda, dengan operator .* dan ./

    >> [ 1 2 3].*[4 5 6]ans = 4 10 18

    >> [1 2 3]./[4 5 6]ans = 0.2500 0.4000 0.5000

    operator ^ merupakan jalan pintas (shortcut) untuk melakukan beberapa kali perkalian matrik (*), di mana operator .^ merupakan jalan pintas untuk beberapa kali perkalian elemen demi elemen (.*). Dengan demikian pangkat untuk semua elemen pada sebuah vector, dapat menggunakan:

    >> [1 2 3].^2ans = 1 4 9

    Built-in CommandsMatlab memiliki banyak built-in commands baik untuk operasi perhitungan matematika dasar maupun perhitungan scientific yang kompleks. Perintah help akan sangat berguna untuk mempelajari fungsi dari built-in commands. Dengan mengetikkan kata help pada command prompt, maka akan didapat daftar kategori yang berbeda-beda dari Matlab Commands, misalnya umum (general), dasar operasi matriks (elementary matrix operations), dasar fungsi matematika (elementary math functions), grafik (graphics) dll. Perlu juga diperhatikan bahwa ada beberapa toolbox yang sudah termasuk dalam paket Matlab dimana mempunyai fungsi khusus seperti pemrosesan sinyal (signal processing). Untuk melihat semua command dengan topik yang tertentu, dapat mengetikkam help topic. Untuk mendapatkan deskripsi dari command tertentu, ketik help command. Perintahlookfor juga merupakan command yang sama pentingnya. Command ini dipergunakan untuk mencari command yang berkaitan dengan kata kunci yang diketikkan pada kata setelah lookfor. Sebagai contoh, dengan mengetikkan lookfor sound, maka semua command yang berkaitan dengan sound akan ditampilkan di layar. Selanjutnya dengan help command deskripsi serta cara pemakaian command tersebut dapat dipergunakan.

    Beberapa contoh commands: perintah akar pangkat 2 (square-root), sqrt. Untuk menghitung akar pangkat dua dari sebuah bilangan, ketik:

    >> sqrt (2)ans = 1.4142

    Untuk menunjukkan pengertian bilangan kompleks pada Matlab, kita dapat menghitung akar pangkat dua dari sebuah bilangan negatif:

    >> sqrt (-9)ans =

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended