Home >Documents >Petunjuk Praktikum IPA 7

Petunjuk Praktikum IPA 7

Date post:12-Oct-2015
Category:
View:98 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Petunjuk

    Praktikum

    ipa kelas VII

    DISUSUN OLEH

    MUKROMIN, S.Pd.

    MTs MIFTAHUL ULUM NGEMPLAK MRANGGEN DEMAK

    2014

  • PRAKTIKUM 1

    Pengukuran dengan Satuan Baku dan Tidak Baku

    Tujuan Memahami pengukuran dengan satuan baku dan tidak baku secara baik dan benar Alat dan bahan Meja dan penggaris Petunjuk Kerja 1. Ukurlah panjang dan lebar meja sebuah meja dengan jengkal tanganmu (jengkal =

    jarak ujung ibu jari sampai ujung jari kelingking). Tulislah hasilnya dalam tabel. 2. Mintalah pada teman sekelompokmu untuk melakukan hal yang sama. Catat hasilnya. 3. Lakukan kegiatan 1 dan 2, tetapi dengan menggunakan alat ukur penggaris/mistar

    plastik. Catat hasilnya dan bandingkan pengukuranmu dengan teman sebangkumu.

    No Nama Jengkal cm 1. 2. 3. 4. 5. dst

    Pertanyaan 1. Satuan manakah (jengkal atau cm) yang mempunyai nilai hasil pengukuran yang

    sama? 2. Mengapa jengkal merupakan satuan tidak baku, sedangkan cm termasuk satuan baku?

  • PRAKTIKUM 2

    Pengukuran Besaran Fisika

    Tujuan Menentukan massa, panjang, dan volume benda Alat dan Bahan 1. Penggaris 2. Jangka Sorong 3. Neraca OHauss tiga lengan 4. Kubus yang terbuat dari: kayu, alumunium, kuningan, baja, dan besi. Petunjuk Kerja 1. Timbanglah massa masing-masing kubus dengan neraca OHauss 2. Ukurlah panjang sisi masing-masing kubus dengan menggunakan penggaris 3. Ulangi langkah 2 dengan pengukuran menggunakan jangka sorong 4. Buatlah tabel hasil pengukuran seperti berikut, dan tulis hasil pengukurannya 5. Berdasarkan data percobaan, hitunglah volume masing-masing kubus. 6. Diskusikan dengan teman sekelompok lebih teliti manakah penggaris dengan jangka

    sorong! Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan di atas? 7. Buatlah laporan hasil kegiatanmu pada kertas folio.

  • PRAKTIKUM 3

    Identifikasi Larutan Asam, Basa, dan Garam Menggunakan Kertas Lakmus

    Tujuan Mengidentifikasi larutan asam, basa, dan garam menggunakan kertas lakmus Alat dan Bahan 1. Gelas plastik/gelas kimia 2. Pelat tetes 3. Pipet tetes 4. Kertas lakmus 5. Bahan-bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari, seperti cuka, air aki, teh, sabun,

    kapur, air sumur, garam, dan air jeruk. Petunjuk Kerja 1. Kumpulkan bahan-bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari yang berupa bahan padat

    atau larutan. 2. Larutkan bahan-bahan yang padat tersebut ke dalam air. 3. Masukkan atau celupkan kertas lakmus ke dalam cekungan-cekungan pelat tetes. 4. Teteskan dengan pipet tetes asam, basa, dan netral dari bahan-bahan tersebut pada

    lakmus yang terdapat di dalam cekungan pelat tetes. 5. Catat hasil pengamatan dalam tabel dan klasifikasikan bahan-bahan tersebut

    berdasarkan sifatnya. 6. Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan dan susunlah laporannya. Tabel 2.5 Hasil Pengamatan Identifikasi Larutan dengan Kertas Lakmus

    Nama bahan Warna kertas lakmus setelah dicelupkan

    Kertas lakmus biru Kertas lakmus merah 1. Larutan cuka 2. Air jeruk 3. Air aki 4. Larutan gula 5. Larutan sabun 6. Larutan kapur 7. Air teh 8. Air sumur 9. Larutan garam dapur

    Pertanyaan 1. Apa yang terjadi pada kertas lakmus jika ditetesi dengan larutan asam, basa, atau

    larutan netral? 2. Mengapa larutan yang netral tidak dapat menunjukkan perubahan warna pada lakmus?

  • PRAKTIKUM 4

    Identifikasi Larutan Asam, Basa, dan Garam dengan Menggunakan Indikator Alami

    Tujuan Mengidentifikasi larutan asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator alami Alat dan Bahan 1. Lumpang dan alu 7. Air kapur 2. Corong 8. Air suling 3. Tabung reaksi 9. Larutan NaOH 4. Pipet tetes 10. Larutan HCl 5. Gelas ukur 11. Larutan garam dapur 6. Bunga berwarna atau bahan alam 12. Larutan cuka Petunjuk Kerja 1. Siapkan bermacam-macam bunga berwarna atau bahan alam (misalnya bunga sepatu,

    bunga mawar, kunyit, bougenvile, dan bunga kana) 2. Siapkan lumpang dan alu. 3. Tumbuklah bahan-bahan tersebut dengan menggerusnya dan tambahkan air 5 ml.

    Kemudian, amati indikator warnanya. 4. Siapkan 5 tabung reaksi yang berisi larutan yang akan diuji 5. Masukkan masing-masing 1 ml ekstrak ke dalam 5 tabung reaksi. 6. Masukkan masing-masing 5 tetes larutan cuka ke dalam tabung reaksi 1, larutan

    natrium klorida ke dalam tabung 2, dan larutan natrium hidroksida ke dalam tabung 3. Amati perubahan warna indikator dalam larutan.

    7. Lakukan dengan cara yang sama untuk ektrak bahan lain dan dalam larutan lainnya. 8. Catat perubahan warna indikator alami tersebut ke dalam tabel 9. Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan, kemudian diskusikan dengan teman atau

    kelompok.

    No Indikator Alami Warna

    Indikator mula-mula

    Warna Indikator dalam larutan

    Asam cuka Garam Sabun

    1. Kunyit

    2. Bunga Sepatu

    3. Bunga Mawar

    4. Jantung Pisang

  • PRAKTIKUM 5

    Unsur-Unsur di Sekitar Kita

    Tujuan Mengamati dan mengenal unsur-unsur di sekitar kita. Alat dan Bahan 1. Daftar nama unsur 2. Bahan-bahan yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar (secukupnya) Petunjuk Kerja 1. Amatilah bahan yang ada. 2. Datalah unsur-unsur yang telah kamu kenal. 3. Catatlah ke dalam tabel. 4. Diskusikan dengan teman sekelompokmu untuk memperoleh kesimpulan kegiatan ini.

    NO Nama unsur Termasuk

    Bisa Dijumpai Di Logam Non Logam

  • PRAKTIKUM 6

    Perubahan Wujud Zat

    Tujuan Mengamati perubahan wujud zat pada paraffin. Alat dan Bahan 1. Beker glas/gelas kimia 2. Bunsen/pemanas spiritus 3. Tripot/kaki tiga beserta kasa asbesnya 4. Parafin/lilin 5. Korek api Petunjuk Kerja 1. Masukkan parafin ke dalam gelas beker. 2. Susunlah peralatan yang sudah disiapkan seperti pada gambar. 3. Nyalakan pemanas spiritus. 4. Amatilah perubahan wujud parafin pada saat dipanaskan 5. Setelah mendidih padamkanlah nyala apinya 6. Amatilah perubahan wujud parafin setelah nyala api dipadamkan. Pertanyaan Berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan, jelaskan perubahan wujud apa sajakah yang terjadi pada parafin?

  • PRAKTIKUM 7

    Kohesi dan Adhesi

    Tujuan Mengamati peristiwa kohesi dan adhesi. Alat dan Bahan 1. Meja kaca 2. Raksa/Minyak goreng 3. Lidi Petunjuk Kerja 1. Siapkan setetes raksa/minyak goreng, kemudian letakkan di permukaan kaca meja. 2. Amatilah bentuk raksa/minyak goreng di permukaan kaca. 3. Ambillah lidi, kemudian gunakan ujungnya untuk menceraikan setetes raksa/minyak goring tersebut menjadi beberapa bagian kecil. 4. Amatilah bentuk butiran-butiran raksa/minyank goreng di permukaan kaca tersebut. Pertanyaan 1. Bagaimana bentuk raksa/minyak goreng di permukaan kaca? 2. Bagaimana bentuk butiran-butiran raksa di permukaan kaca? 3. Samakah bentuk raksa dan butiran-butirannya? Jelaskan mengapa hal itu dapat terjadi!

  • PRAKTIKUM 8

    Pengukuran Massa Jenis Pada Benda Tidak Teratur

    Tujuan Memahami pengukuran massa jenis pada benda yang memiliki bentuk tidak teratur Alat dan Bahan 1. Gelas ukur atau tabung ukur 2. Neraca 3. Batu kali 4. Pecahan genteng 5. Sekrup 6. Kunci pintu Petunjuk Kerja 1. Timbanglah batu kali dengan neraca. Catat hasilnya pada tabel. 2. Isilah gelas ukur atau tabung ukur dengan air. Catat volume air mula-mula (Vo). 3. Masukkan batu kali ke dalam gelas ukur. Catatlah volume air setelah batu kali

    dimasukkan (V1). 4. Ulangi langkah 1 sampai dengan 3 untuk pecahan genteng, sekrup, dan kunci pintu. 5. Dari data yang diperoleh, hitunglah massa jenis masing-masing benda. Pertanyaan Berapakah nilai masing-masing massa jenis benda yang kamu peroleh apabila dinyatakan dalam satuan SI?

  • PRAKTIKUM 9

    Pengamatan Perpindahan Kalor

    Tujuan Mengamati perpindahan kalor dan benda yang dapat melepas dan menerima kalor Alat dan Bahan 1. Gelas 2. Termometer 3. Wadah air 4. Air Petunjuk Kerja 1. Siapkanlah segelas air dingin, segelas air panas, termometer, dan sebuah wadah

    plastik. 2. Ukurlah suhu air pada masing-masing kedua gelas. 3. Campurkan air dari dari kedua gelas tersebut ke dalam wadah air (lihat gambar) 4. Selang beberapa saat, ukurlah suhu air campuran tersebut. Pertanyaan 1. Berapakah suhu air dingin dan suhu air panas dari hasil pengukuranmu? 2. Berapakah suhu air campuran? 3. Samakah suhu air antara sebelum dicampur dan sesudah dicampur? 4. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan tersebut?

  • PRAKTIKUM 10

    Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi)

    Tujuan Menyaring air keruh dengan pasir Alat dan Bahan 1. Botol air mineral 1,5 liter 2. Pasir 3. Kerikil 4. Arang 5. Air keruh 6. Kapas 7. Penyanga Petunjuk Kerja 1. Potong bagian bawah botol air mineral. 2. Cuci pasir dan kerikil hingga bersih. 3. Masukkan bahan-bahan dengan susunan seperti tampak pada Gambar 7.4 4. Masukkan air tanah/air keruh ke dalam botol. Amati warna air sebelum disaring 5. Tampunglah air yang mengalir lewat mulut botol 6. Catat waktu untuk menyaring 100 ml air kotor hingga menjadi air jernih. 7. Amati zat yang tertinggal pada bagian atas botol penyaring. Pertanyaan 1. Sebutkan filtrat dan residu dari hasil kegiatan! 2. Diskusikan 7.1

    Ketika air laut disaring dengan kertas saring, filtrat yang dihasilkan terasa asin. Mengapa demikian?

    3. Apa perbedaan antara filtrat dan residu pada percobaan tersebut?

  • PRAKTIKUM 11

Embed Size (px)
Recommended