Home >Documents >Petunjuk Praktikum Farmakologi

Petunjuk Praktikum Farmakologi

Date post:27-Dec-2015
Category:
View:76 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
kedokteran
Transcript:

Petunjuk Praktikum

Petunjuk Praktikum

Farmasi Blok 12Bentuk sediaan obat

Oleh

Enny Kusumastuti

Fakultas Kedokteran

Universitas Sriwijaya2013TATA TERTIB PRAKTIKUM

1. Pembagian grup : satu kelompok praktikan dibagi menjadi beberapa grup , setiap grup terdiri dari 5-6 praktikan.

2. Tata tertib laboratorium :

a. Praktikan diharuskan memakai jas laboratorium dan sandal yang bersih.

b. Membawa peralatan khusus untuk pembersihan yaitu serbet/lap bersih.

c. Kehadiran 100%, apabila berhalangan harus ada keterangan resmi.

d. Tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan selama praktikum.

e. Tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi (HP) selama praktikum.

f. Tidak diperbolehkan pindah grup atau pindah kelompok .

3. Disiplin kerja :

a. Datang 5 menit sebelum praktikum dimulai.

b. Pekerjaan dilakukan grup.

c. Tanggung jawab pengerjaan tugas merupakan tanggung jawab bersama.

d. Semua peralatan harus bersih baik sebelum dan sesudah praktikum.

e. Kehilangan atau kerusakan alat praktikum menjadi tanggung jawab yang bersangkutan atau grup.

4. Tugas praktikan :

a. Masing-masing peserta praktikum mengerjakan tugas yang telah diberikan.

b. Hasil akhir sediaan obat harus diserahkan kepada pembimbing praktikum.

c. Setiap peserta praktikum harus membuat jurnal praktikum dan membuat laporan hasil praktikum .

PERATURAN UMUM

PENGGUNAAN ALAT DAN BAHAN DI LABORATORIUM

FARMASI KEDOKTERAN1. Berat bahan obat yang dapat ditimbang minimum 50 mg. Apabila diperlukan bahan kurang dari 50 mg, maka dilakukan pengenceran dengan bahan inert atau bahan pembawa yang sesuai.

2. Alat-alat yang digunakan harus bersih dan kering.

3. Pada saat menimbang, kedua piring timbangan harus diberi alas kertas untuk menimbang.

4. Pada penimbangan bahan, saat menambah atau mengurangi bahan , timbangan harus dalam keadaan off.

5. Sebelum dan sesudah menimbang bahan, etiket pada wadah/botol agar dibaca untuk menghindari kesalahan pengambilan bahan.

6. Bahan obat yang sudah selesai ditimbang agar dikembalikan ke tempatnya.7. Untuk bahan berbentuk cair, setiap menuang dari wadah, etiket harus di sebelah atas.8. Sebelum dicampur, bahan-bahan harus digerus terlebih dahulu, terutama untuk bentuk sediaan padat dan setengah padat.

9. Penggunaan etiket disesuaikan : warna putih untuk obat dalam dan warna biru untuk obat luar.

10. Penggunaan label disesuaikan dengan sifat bentuk sediaan misal : KOCOK DAHULU untuk suspensi dan emulsi.

RESEP YANG LENGKAP

Suatu resep disebut lengkap apabila terdapat :

1. Nama, alamat, dan nomor izin praktek serta hari praktek dan jam praktek, bila ada nomor telepon.

2. Nama kota serta tanggal resep tersebut ditulis.

3. Superscriptio : tanda R/, singkatan dari recipe yang berarti harap diambil.4. Inscriptio : nama obat yang diberikan dan jumlahnya. Apabila obat yang diminta berupa racikan maka terdapat :

a. Remedium cardinale atau obat pokok, dapat terdiri dari satu atau lebih bahan obat.

b. Remedium adjuvans yaitu bahan yang membantu bahan obat pokok, tidak selalu ada dalam resep racikan.

c. Corrigens yaitu bahan yang digunakan untuk memperbaiki rasa, bau, atau warna (corrigens saporis, odoris, dan coloris).

d. Vehiculum atau constituents yaitu bahan pembawa atau pelarut misalnya air pada sediaan larutan.

5. Subscriptio : cara pembuatan atau bentuk sediaan yang dikehendaki, ditulis mfla (misce fac lege artis) yang berarti campur dan buatlah sesuai dengan aturan.

6. Signatura : aturan pakai, umumnya ditulis dengan singkatan latin.

7. Pro : nama penderita yang merupakan identitas penderita, sebaiknya dilengkapi umur dan berat badan terutama untuk bayi dan anak-anak serta alamat penderita.

8. Tanda tangan atau paraf dokter : untuk menjadikan suatu resep otentik, sedangkan obat-obat narkotika harus dilengkapi tanda tangan dokter.

CONTOH RESEP YANG LENGKAP

1. Resep pribadi 2. Resep Rumah sakit

PERHITUNGAN DOSIS OBAT UNTUK ANAK

Untuk menghitung dosis obat yang diberikan kepada penderita terutama anak-anak, ada beberapa rumus yang dapat digunakan. Perhitungan dengan rumus-rumus tersebut berdasarkan perbandingan umur anak dengan umur dewasa, perbandingan berat badan, perbandingan luas permukaan tubuh. Dari beberapa rumus tersebut yang sering digunakan adalah rumus Young (untuk anak umur 12 tahun ke bawah) dan rumus Dilling (untuk anak umur 12 tahun ke atas) serta rumus Clark (berdasarkan berat badan anak)

n

Rumus Young: DMa = x DM

n + 12

n

Rumus Dilling: DMa = x DM n : umur (tahun)

20

DMa : dosis maksimum anak

DM : dosis maksimum dewasa (dapat dilihat di Farmakope Indonesia III)

w anak

Rumus Clark : DMa = x DM

w dewasa w : berat badan (kg)

Ketentuan umum : 1. Umur orang dewasa adalah 20 tahun

2. Berat badan orang dewasa adalah 70 kg

Bentuk sediaan padat.

Perhitungan dosis pada bentuk sediaan padat umumnya diperlukan untuk pemakaian dalam kecuali bila dinyatakan lain. Terutama digunakan bila akan menghitung dosis obat pada resep racikan bentuk serbuk (pulveres) untuk anak-anak.

Contoh :

1. R/ Aminofilin mg 60 Dosis maksimum dewasa :

Mfla pulv. dtd No. XII sekali 500 mg

S. tdd pulv I sehari 1500 mg

Pro: Norma (3 thn)

Dosis maksimum anak : sekali : 3/ (12 + 3) x 500 mg = 100 mg

sehari : 3/ (12 + 3) x 1500 mg = 300 mg

Dosis sekali pakai Aminofilin adalah 100 mg dan sehari 3 x 100 mg = 300 mg

Perhitungan persen dosis pakai terhadap dosis maksimum:

Sekali : 60 mg / 100 mg x 100% = 60% (< dosis maksimum)

Sehari : 3x60 mg / 300 mg x 100% = 60% (< dosis maksimum)

2. R/ Rifampisin 3

mfla pulv. No. XV

S. 1dd pulv. I m.a.c

Pro: Bona (4 tahun)

Diketahui: Dosis maksimum Rifampisin 25 mg/kgBB, perhitungan dosis pakai anak berdasarkan berat badan individu anak, misal berat badan anak (Bona) =14 kg.

Maka D.M.A. berdasarkan perhitungan berat individu adalah = 14 x 25 mg = 350 mg.

Pada resep tersebut Rifampisin sebanyak 3000 mg untuk 15 bungkus, sedangkan pemberian obat adalah satu kali sehari, sehingga: Dosis satu kali / sehari: 3000 mg / 15 = 200 mg

Persen dosis pakai obat satu kali atau satu hari adalah : 200/350 x 100% = 62.8%

Pada resep nomor 2, dosis yang diberikan tidak melebihi dosis maksimum, tetapi untuk mengetahui berapa dosis pakai pada penderita, prosentase dosis harus dihitung.

Bentuk sediaan setengah padat

Sediaan setengah padat umumnya digunakan untuk pemakaian luar. Ada beberapa bahan obat yang digunakan untuk pemakaian luar yang mempunyai dosis maksimum antara lain: kreosol, (-naftol, guaiacol, resorcinol. Untuk sediaan yang mengandung bahan tersebut harus diperhitungkan dosis pakainya.,contoh :

1. R/ Beta naftol 5.0% D.M. (-naftol untuk pemakaian luar 500mg/ 1000 mg

Asam salisilat 2.0% (Ph. Belanda V)

Vaselin ad 20

Mfla ungt.

S b dd part 1/10 Pro: Dono (4 tahun)

DM anak = 4/(4 +12) x 500 mg/1000 mg = 125 mg/250 mg

Jumlah beta naftol dalam resep adalah 5% dari 20 gram = 1 gram =1000 mg

Dosis satu kali pakai = 1000 mg/10 = 100 mg, satu hari = 2 x 100 mg = 200 mg

Dosis Pakai -naftol satu kali = 100/125 x 100% = 80% dan satu hari 100 x2 /250 x 100% = 80% Untuk sediaan luar yang mempunyai dosis maksimum harus jelas aturan pakainya, misalnya seperti contoh diatas ditulis s b dd part 1/10, tidak ditulis s.u.c (signa usus cognitus)

2. R/ (-naftol 5.0%

As. Salisilat 2.0%

Vaselin ad 20

Mfla ungt.

S bdd 1gram ue

Pro: Doni (4 tahun)

Aturan pakai resep di atas : dua kali sehari, untuk satu kali pakai satu gram.

Dosis pakai -naftol: Satu kali: 1 / 20 x 1000 mg = 50 mg; sehari 3 x 50 mg = 150 mg

Persen dosis pakai : Satu kali 50 mg/ 125 mg x 100% = 40%

Sehari 150 mg/ 250 mg x 100% = 60%

Sediaan yang dibuat diserahkan sudah terbagi dalam 20 bungkus masing-masing 1 gram, sehingga dosis pakai tidak melebihi dosis maksimum.

Bentuk sediaan cair

Jumlah sediaan cair dalam resep dapat dinyatakan dalam volume (ml) atau dalam berat (gram) dan % (persen), contoh :1. R/ Luminal 0, 24 2. R/ Luminal mg 240

Aqua ad ml 60

Embed Size (px)
Recommended