Home >Documents >Petunjuk Praktikum Biokimia

Petunjuk Praktikum Biokimia

Date post:01-Dec-2015
Category:
View:378 times
Download:8 times
Share this document with a friend
Description:
Untuk kegiatan praktikum biokimia mahasiswa Biologi FMIPA UM
Transcript:
  • iii

    PENGANTAR DAN PROSEDUR

    PRAKTIKUM BIOKIMIA

    Oleh: Ir. R. M. Prijo Utomo

    Drs. Widjajanto Prijosoedjono Drs. I Wayan Sumberartha

    UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    JURUSAN BIOLOGI 1999

  • i

    KATA PENGANTAR

    Buku Pengantar dan Prosedur Praktikum Biokimia ini disusun berdasarkan hasil pengumpulan dari berbagai bahan bacaan yang terdapat di perpustakaan ataupun koleksi perorangan. Rangkaian percobaan diatur sedemikian rupa sehingga mudah dilaksanakan dan dimengerti oleh para praktikan. Selain itu juga diberikan dasar-dasar teori yang membekali mahasiswa sebelum melakuka praktikum. Pada umumnya percobaan-percobaan yang ada ini banyak bersifat kualitatif, sedangkan untuk yang bersifat kuantitatif baru akan kami susulkan kemudian. Jenis-jenis percobaan dalam buku ini dipilihkan yang sederhana, terutama dari segi peralatan dan bahan kimia yang digunakan. Oleh sebab itu diharapkan dengan ketelitian kerja, keahlian, dan pengalaman, kesederhanaan ini dapat terimbangi dengan baik sehingga percobaan-percobaan ini dapat dipertanggungjawbkan secara ilmiah. Akhirnya kami sebagai penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk terbitnya buku penuntun ini. Buku Pengantar dan Prosedur Praktikum Biokimia ini dipergunakan untuk kepentingan lingkup sendiri. Mengingat dalam penyusunan ini masih ada yang mengalami kekurangan, maka penyusun mengharap kritik serta saran yang bersifat membangun.

    Tim Biokimia

  • ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR ......................................................................................... i DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii BAGIAN I KARBOHIDRAT ......................................................................... 1 Klasifikasi Karbohidrat ............................................................... 1 Monosakarida ............................................................................. 1 Disakarida .................................................................................. 3 Oligosakarida ............................................................................. 3 Polisakarida ................................................................................ 3 Praktikum Karbohidrat ................................................................ 5 BAGIAN II LEMAK/LIPIDA ........................................................................... 9 Klasifikasi Lipida ......................................................................... 9 Sifat-Sifat Umum Lemak ............................................................ 11 Praktikum Lemak dan Minyak .................................................... 13 BAGIAN III ASAM AMINO, PEPTIDA, DAN PROTEIN ................................. 15 Asam Amino ............................................................................... 15 Klasifikasi Asam Amino .............................................................. 15 Peptida ....................................................................................... 16 Protein ........................................................................................ 16 Klasifikasi Protein ....................................................................... 17 Sifat-Sifat Umum Protein ............................................................ 18 Sifat-Sifat Protein yang Memberi Reaksi Warna ......................... 19 Sifat-Sifat Protein yang Memberi Reaksi Pengendapan ............. 20 Denaturasi Protein...................................................................... 21 Praktikum Protein ....................................................................... 22 Skema Identifikasi Zat Protein yang Tidak Diketahui .................. 27 APPENDIX Pereaksi untuk Praktikum Biokimia ............................................ 28

  • 1

    BAGIAN I KARBOHIDRAT

    Sebagian besar zat-zat organik alam adalah golongan karbohidrat. Bila ditinjau dari strukturnya, karbohidrat merupakan derivate aldehid atau keton dari alkohol polihidris atau senyawa turunannya sebagai hidrolisanya, contoh pati dan gula yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Fungsi dari karbohidrat adalah sebagai bahan baku atau bahan-bahan sumber energi, baik itu untuk tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Pektin, selulosa, dan hemiselulosa merupakan bahan baku pembentuk organ tumbuh-tumbuhan. Disamping itu amilum (pati), sukrosa, dan fruktosa juga berasal dari tumbuh-tumbuhan, yang mana diperoleh dari hasil fotosintesis; sedangkan hasil fotosintesissendiri berasal dari bahan dasar CO2 dan H2O dengan pertolongan sinar matahari. Glikogen sendiri yang bahan penyusunnya D-glukosa merupakan bahan dan sumber energi yang terdapat pada hati dan otot hewan. Ada zat penetral racun dalam tubuh suatu organisme yang disintesis dari glukosa, zat ini disebut asam glukuronat. Asam glukuronat ini berkonjugasi dengan racun kemudian dibuang keluar melalui urine; disamping masih ada yang lain yaitu asam amino glisin. Klasifikasi Karbohidrat

    1. Monosakarida (gula sederhana): karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis tanpa kehilangan sifat gulanya.

    2. Disakarida: sakar yang bila dihidrolisis menghasilkan dua monosakarida yang sama atau berbeda.

    3. Oligosakarida: sakar yang bila dihidrolisis menghasilkan 3-10 monosakarida. 4. Polisakarida: sakar yang bila dihidrolisis menghasilkan lebih dari 10 monosakarida.

    1. Monosakarida Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana dan mempunyai rasa manis. Golongan yang termasuk monosakarida ini adalah: triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, dan heptosa. Gula ini dapat sebagai gula aldehid (aldosa) atau gula keton (ketosa). a. Diosa Satu-satunya diosa yang dikenal adalah etilen glikol atau dikenal pula sebagai glikol aldehid. Diosa ini penting dalam metabolisme pentosa. b. Triosa Dikenal dua macam:

    sebagai aldotriosa adalah D-gliseraldehida.

    sebagai ketotriosa adalah dihidroksi aseton. c. Tetrosa yang terpenting di antaranya yaitu:

    sebagai aldotetrosa adalah eritrosa.

    sebagai ketotetrosa adalah eritrulosa. d. Pentosa Yang terpenting dari pentosa adalah ribosa dan deoksiribosa. D-ribosa terdapat pada RNA, koenzim, ATP, NAD+, NADP+, dan lain sebagainya. Sedangkan D-deoksiribosa terdapat pada DNA di dalam inti sel dan mitokondria. Pentosa yang berbentuk sebagai aldopentosa

  • 2

    adalah D-arabinosa, D-silosa, dan D-liksosa. Yang berbentuk sebagai ketopentosa adalah ribulosa. e. Heksosa yang terpenting dari heksosa adalah D-glukosa, D-fruktosa, D-galaktosa, dan D-manosa. D-glukosa banyak terdapat dalam buah yang rasanya manis, juga merupakan hasil hidrolisis amilum, sukrosa, maltosa, dan laktosa. Glukosa juga terdapat dalam darah sebagai sumber energi dan bila kandungannya naik terus dapat menimbulkan kencing manis, dan bila terdapat dalam urine disebut glukonuria. Glukosa dengan rotasi yang spesifik +111 disebut -glukosa dan sebaliknya bila mengalami pergeseran menjadi +19 disebut -glukosa. D-fruktosa banyak terdapat pada buah-buahan, madu, atau hasil hidrolisis dari sukroa atau inulin. Dalam usus atau hepar fruktosa diubah menjadi glukosa. Demikian pula galaktosa, merupakan hasil hidrolisis laktosa. Di dalam hati diubah menjadi glukosa. Galaktosa merupakan bagian penting dari glikolipid dan glikoprotein. f. Heptosa

    Yang perlu diketahui adalah sedoheptulosa, zat ini terdapat sebagai zat antara dalam metabolisme karbohidrat. Sifat-Sifat Monosakarida a. Sifat mereduksi dalam alkali Gugus karbonil bebas (gugus aldehid atau gugus keton) dalam larutan alkalis menjadi

    bentuk enol yang reaktif dan mudah dioksidasi. b. Reduksi dari gula

    Glukosa direduksi menjadi sorbital.

    Mannosa direduksi menjadi mannital.

    Fruktosa direduksi menjadi campuran sorbital dan mannital.

    Galaktosa direduksi dulsital. c. Pengaruh asam Pentosa dengan asam pekat dan pemanasan menjadi furfural, sedangkan heksosa

    dengan asam pekat dan pemanasan menjadi hidroksimetilfurfural. d. Pengaruh alkali Dalam larutan alkali aldosa dan tetrosa menjadi bentuk enol yang reaktif. Bentuk enol

    glukosa, fruktosa, dan mannosa adalah sama. Bila larutan alkalis salah satu gula didiamkan maka akan diperoleh campuran glukosa, fruktosa, dan mannosa.

    e. Pembentukan osazon Fenilhidrazin dengan monosakarida dan beberapa sakarida lain akan membentuk osazon,

    yaitu kristal kuning yang tidak larut dalam air dan bentuknya khas untuk setiap macam gula. Dengan demikian uji ini dapat dipergunakan unuk identifikasi. Osazon dari glukosa dan fruktosa adalah sama, sedangkan sukrosa tidak membentuk osazon.

    f. Persenyawaan dengan iodium aldosa bila dipanaskan dengan asam iodida pekat oksigennya akan dilepas, dan

    membentuk senyawa iodida. Sebagai contoh glukosa dengan asam iodida pekat akan membentuk iodoheksana.

    g. Asetilasi Kemampuan gula untuk membentuk ester, misalnya asetilasi dengan asetil-klorida

    menunjukkan adanya gugus alkohol. Jumlah gugus asil yang dapat diikat dapat digunakanuntuk menghitung banyaknya gugus alkohol. Gula dengan 5 gugus hidroksil (misalnya glukosa) akan menghasilkan penta asetat.

  • 3

    h. Oksidasi Oksidasi aldosa akan menghasilkan asam aldonat. Bila gugus aldehid tidak mengalami

    perubahan maka disebut asam uronat. 2. Disakarida Disakarida yang terpenting adalah sukrosa, matosa, laktosa, dan trehalosa. Sukrosa Hidrolisis dengan asam akan menghasilkan glukosa dan fruktosa dengan jumlah seimbang yang biasa disebut gula invert. Sifat lain dari sukrosa yaitu tidak mereduksi, tidak dapat membentuk osazon, tetapi dapat difermentasikan/diragikan. Maltosa Diperoleh dari hasil hidrolisis

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended