Home >Documents >PETUNJUK PRAKTIKUM

PETUNJUK PRAKTIKUM

Date post:23-Oct-2015
Category:
View:61 times
Download:12 times
Share this document with a friend
Transcript:

I. Cara Menentukan Umur Ternak berdasarkan gigi1. PENDAHULUAN

Umur ternak memegang peranan yang penting dalam penilaian produktivitas ternak. Dilapangan kita sering dihadapkan kepada masalah dimana catatan (recording) terhadap umur ternak belum sepenuhnya dilakukan dengan baik oleh peternak. Berdasarkan kepentingannya umur ternak dapat bagi menjadi umur fisiologis dan umur kronologis. Umur fisiologis dilakukan berdasarkan waktu (t), sehingga perlu dilakukan recording yang baik (catatan tanggal kelahiran). Sedangkan umur kronologis merupakan umur ternak yang dilakukan berdasarkan urutan kejadian (phase), misalnya phase stater, phase grower dan phase finiher. Menurut Esminger (2002) penentuan umur ternak dapat dilakukan dengan melihat struktur gigi2. Alat dan BahanJenis ternak yang digunakan adalah 5 ekor sapi potong, 5 ekor domba dan 5ekor kambing umur 1-4 tahun. Alat yang digunakan berupa camera, tali (tambang), alat penusuk hidung sapi (alat kelu), kandang jepit, pensil dan buku lembar kerja pratikum.

3. Prosedur Kerja

a. Pilih sapi, kambing dan domba masing-masng sebanyak 5 ekor

b. Sapi yang masih liar sebaiknya di kelu (ditusuk bagian hidung) terlebih dahulu di dalam kandang jepit supaya jinak. c. Untuk melihat struktur gigi, buka mulut (moncong) sapi, kambing dan domba dengan cara membukanya bagian pangkal bibir.

d. Setelah terbuka perhatikan dengan seksama struktur gigi bagian rahang bawah

e. Hitung jumlah gigi seri yang menjadi gigi tetap dan gambarkan dalam lembar kerja pratikum

f. Foto dengan menggunakan kamera bagian gigi.

g. Tentukan umur ternakLembar kerja Pratikum.

A. SapiNo sapiJumlah gigi seri ke gigi tetapUmur sapiGambar dengan pensil struktuir gigiHasil foto camera struktur gigi

1

2

3

4

5

Kambing

No kambingJumlah gigi seri ke gigi tetapUmur sapiGambar dengan pensil struktuir gigiHasil foto camera struktur gigi

1

2

3

4

5

No DombaJumlah gigi seri ke gigi tetapUmur sapiGambar dengan pensil struktuir gigiHasil foto camera struktur gigi

1

2

3

4

5

Pembahasan.II. Cara Mengukur Bagian Tubuh Ternak

I. PENDAHULUAN

Pertumbuhan menurut Williams (1982) adalah perubahan bentuk atau ukuran seekor ternak yang dapat dinyatakan dengan panjang, volume ataupun massa. Menurut Swatland (1984) dan Aberle et al.(2001) pertumbuhan dapat dinilai sebagai peningkatan tinggi, panjang, ukuran lingkar dan bobot yang terjadi pada seekor ternak muda yang sehat serta diberi pakan, minum dan mendapat tempat berlindung yang layak. Menurut Soeparno (2005) bahwa selama pertumbuhan dan perkembangan, bagian organ dan komponen tubuh mengalami pertumbuhan maksimal dengan kecepatan yang berbeda. Selama periode postnatal, tulang tumbuh lebih awal dibandingkan dengan pertumbuhan otot dan lemak, sedangkan rusuk merupakan tulang yang perkembangannya paling akhir. Peningkatan sedikit saja ukuran tubuh akan menyebabkan peningkatan yang proporsional dari bobot tubuh, karena bobot tubuh merupakan fungsi dari volume. Pertumbuhan mempunyai dua aspek yaitu: menyangkut peningkatan massa persatuan waktu, dan pertumbuhan yang meliputi perubahan bentuk dan komposisi sebagai akibat dari pertumbuhan diferensial komponen-komponen tubuh. Pertumbuhan dimulai sejak terjadinya pembuahan, dan berakhir pada saat dicapainya kedewasaan. Pertumbuhan ternak dapat dibedakan menjadi pertumbuhan sebelum kelahiran (prenatal) dan pertumbuhan setelah terjadi kelahiran (postnatal) . Pertumbuhan prenatal dapat dibagi menjadi tiga periode yaitu periode ovum, periode embrio dan periode fetus.II. ALAT DAN BAHAN

Peralatan yang digunakan untuk mata acara pratikum mengukur tubuh ternak antara lain : pita ukur, mistar ukur, caliper, timbangan ternak, kandang jepit. Bahan yang digunakan antara lain : 5 ekor sapi potong, 5 ekor sapi perah, 5 ekor kambing potong dan 5 ekor domba potong.III. PROSEDUR KERJA

1. Pilih ternak yang digunakan untuk bahan pratikum di dalam kandang dengan kondisi yang sehat masing-msing sebanya 5 ekor

2. Pilih jenis kelamin dan umur yang sama (umur 3-4 tahun)

3. Ternak tidak dalam kondisi bunting

4. Handle ternak dengan baik (lakukan bersama 2-3 orang), bagi ternak yang liar masukan ke dalam kandang jepit, sehingga ternak tidak dapat bergerak dengan bebas5. Ukur bagian tubuh ternak dengan menggunakan alat yang disediakan

6. Foto dengan menggunakan kamera saat proses pengukuran tubuh ternak.Bagian bagian tubuh ternak yang diukur antara lain :

a. Tinggi Pundak (TP), jarak tertinggi pundak sampai tanah, diukur dengan menggunakan mistar ukur (satuan dalam cm).b. Tinggi Gumba (TG), jarak tertinggi gumba sampai lantai diukur dengan menggunakan mistar ukur ( satuan Cm)c. Panjang badan (PB), jarak garis lurus dari tepi depan luar tulang Scapula sampai benjolan tulang tapis (tulang duduk / os ischium), diukur dengan menggunakan mistar ukur (satuan dalam cm).

d. Lingkar dada (LD), diukur melingkar rongga dada di belakang sendi tulang bahu (os scapula) menggunakan pita ukur (satuan dalam cm).

e. Dalam dada (DD), jarak antara titik tertinggi pundak dan tulang dada, diukur dengan mistar ukur (satuan dalam cm).f. Lebar Pinggang (LeP), jarak antara tuber coxae kirin dan kanan, diukur dengan menggunakan kaliper (satuan cm)g. Lebar dada (LeD), bagian tengah tulang dada kiri dan kanan diukur dengan kaliper (satuan dalam cm).h. Lebar kepala (LeK), jarak antara kedua tanduk diukur dengan menggunakan pita ukur (satuan dalam cm)i. Panjang kepala (PK), jarak antara cermin hidung tegak lurus ke jarak antara dua tanduk, diukur dengan menggunakan pita ukur (satuan cm)

j. Panjang puting(PPt), jarak antara pangkal punting dengan ujung puting diukur dengan mistar ukur (satuan cm)

k. Lingkar puting (LPt), dukur dengan cara melingkari puting dengan menggunakan pita ukur (satuan cm)

l. Tinggi ambing (TAm), jarak antara pangkal ambing dengan pangkal puting, diukur dengan mistar ukur (satuan cm)m. Lingkar ambing (Lam), diukur dengan cara melingkarkan ambing dengan menggunakan pita ukur (satuan cm)

Gambar 1. Cara mengukur lingkar dada dan panjang badan ternak sapi

Gambar 2. Anatomi kerangka pada dokaHubungan antara ukuran tubuh dengan bobot badana. Sapi Dewasa

BB (kg) = (LD + 22)2/100

Atau

BB(kg) = (PB x LD2/1040

b. Pada Domba

BB(lb)= LD(inc)2 x PB (inc)/300

IV. LEMBAR KERJA

1. Sapi PotongNOUkuran tubuh (CM)TERNAK POTONG

JANTANBETINA

1TG

2PB

3LD

4LeD

5DD

6LP

7LeK

8PK

2. SAPI PERAH

NOUkuran tubuh (CM)TERNAK PERAH

JANTANBETINA

1TG

2PB

3LD

4LeD

5DD

6LP

7LeK

8PK

9TPt-

10LPt-

11Tam-

12Lam-

L. testis-

V. Pembahasan

III. Tilik Ternak Sapi potongI. PENDAHULUANPembibitan sapi potong saat ini masih berbasis pada peternakan rakyat yang berciri skala usaha kecil, manajemen sederhana, pemanfaatan teknologi seadanya, lokasi tidak terkonsentrasi dan belum menerapkan sistem dan usaha agribisnis. Kebijakan pengembangan usaha pembibitan sapi potong diarahkan pada suatu kawasan, baik kawasan khusus maupun terintegrasi dengan komoditi lainnya serta terkonsentrasi di suatu wilayah untuk mempermudah pembinaan, bimbingan, dan pengawasan dalam pengembangan usaha pembibitan sapi potong yang baik (Good breeding practice). Sapi potong yang masuk kedalam sumber daya genetic local antara lain sapi bali, sapi sumba ongole, sapi peranakan ongol, sapimadura dan sapi aceh.II. ALAT DAN BAHAN

Peralatan yang digunakan untuk mata acara pratikum tilik pada sapi potong lokal antara lain : alat tulis, pita ukur, mistar ukur, caliper, timbangan ternak, kamera. Bahan yang digunakan antara lain : 5 ekor sapi potong betina dan 5 ekor sapi potong jantan.III.PROSEDUR KERJA

1. Amati sapi dalam keadaan berdiri jarak 3-5 m dari depan, samping kiri dan kanan, belakang (ambil foto dengan kamera)2. Pengamatan dari arah depan untuk mengamati bentuk kepala, kondisi mulut, hidung, mata serta keserasian leher

3. Pengamatan dari arah belakang bagaimana perototan kaki belakang, lipatan antara kedua kaki, bagian paha apakah penuh dengan daging kondisi tetis (jantan) dan ambing (betina)4. Pengamatan bagian samping bagaimana bentuk badannya (segiempat atau travesium), kondisi tulang rusuk, bagian punggung, perut.5. lihat ciri-ciri kualitatif pada secara keseluruan 6. Catatlah identitas ternak seperti nama ternak, nomor ternak, nama pemilik, jenis kelamin,umur ternak, tipe dan bangsa ternak

7. Lakukan palpasi dengan perabaan bagian tubuh untuk memperkirakan kemampuan produksi

8. lakukan pengukuran terhadap ukuran-ukuran tubuh

9. catat semua data atau informasi ke kartu penilai (lembar kerja)

IV. LEMBAR KERJATanggal penilaian

Nama sapi1.

2

3

4

5Cirri-ciri khusus1

2

3

4

5.

Nomor sapi1.2

3

4

5Nama pemilik12

3

4

5

Bangsa/tipe..Nama perusahaan

Umur/TL..Alamat.

NILAI

NOBAGIAN TUBUHURAIANBOBOTNILAI

1Bentuk umum38.......

Berat badanSesuai dengan umur10..

Keadaan badanKompak,punggung lurus, ideal, tenang10

KualitasKulit licin, halus,cerah, sehat8

KondisiKokoh, bulat kokoh10

2Kepala dan leher6.

Mulut dan hidungLebar, besar dan terbuka1..

MukaPendek, rahang kuat1

MataBesar, terang dan tenang1

DahiLebar, telinga sedang1

LeherPendek, kokoh, gemuk dan licin2

3Seperempat bagian depan8

Pem

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended