Home >Documents >PETUNJUK PRAKTIKUM

PETUNJUK PRAKTIKUM

Date post:19-Jul-2015
Category:
View:481 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:

DAFTAR ISI

KROMATOGRAFI KERTAS....................................................2 PEMISAHAN CAMPURAN......................................................3 PERUBAHAN MATERI............................................................4 REAKSI DALAM LARUTAN ELEKTROLIT........................... MENENTUKAN SIFAT LARUTAN ASAM & BASA............... 5 6

PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP LAJU REAKSI....................................................................................7 PENGARUH SUHU TERHADAP LAJU REAKSI................... 8

PENGARUH LUAS PERMUKAAN BIDANG SENTUH TERHADAP LAJU REAKSI................................................... 10 PENGARUH KATALIS TERHADAP LAJU REAKSI.............11 REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM............................... SISTEM KOLOID.................................................................... PEMBUATAN KOLOID SECARA DISPERSI......................... LARUTAN POLAR DAN NON POLAR...................................17 (KIMIA 1A NANA SUTRESNA GRAFINDO) LARUTAN PENYANGGA.......................................................19(KIMIA SMA 2B ERLANGGA)

12 13 16

PENGARUH LUAS PERMUKAAN BIDANG SENTUH TERHADAP LAJU REAKSI.......(gula)................................21

KROMATOGRAFI KERTAS Kromatografi adalah pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perembesan (perbedaan koefisien difusi). Pada kegiatan ini akan dilakukan pemisahan zat-zat warna tinta dengan kromatografi kertas. Alat dan Bahan Gelas pembiak (Gelas yang agak tinggi) Kertas saring Lidi Tinta yang larut dalam air (Warna hitam,biru & merah) Air Cara Kerja Siapkan kertas saring dengan ukuran 4 x 14 Cm2. Tarik satu garis dengan pensil kira-kira 1 Cm dari salah satu ujungnya. Buat noda dengan tinta hitam pada garis itu lalu biarkan mengering. Gantungkan kertas itu dengan sebentang lidi pada gelas pembiak. Atur ketingian kertas saring sehingga ujungnya tidak mengenai dasar gelas. Isilah gelas pembiak dengan air kira-kira setinggi 1 Cm ( Permukaan air tidak boleh mengenai noda tinta). Lanjut air akan merambat naik dan menguraikan zat-zat warna tinta. Keluarkan kertas saring dari gelas pembiak jika air sudah sampai keujung atas dan biarkan mengering. Lakukan prosedur yang sama dengan tinta warna yang lain. Pertanyaan Jelaskan mengapa zat-zat warna dalam tinta terpisah pada kromatografi kertas

PEMISAHAN CAMPURAN Campuran terdiri atas dua atau lebih zat tunggal.Pemisahan campuran dapat dilakukan melalui cara-cara fisika. Pemisahan didasarkan pada satu perbedaan sifat komponen campuran, seperti perbedaan ukuran partikel, perbedaan titik didih, perbedaan kelarutan, perbedaan kecepatan perembesan dan lain lain. Pada kegiatan ini akan dilakukan pemisahan campuran melalui penyaringan dan pengkristalan. Alat dan Bahan Gelas kimia Gelas erlenmeyar Corong dan kertas saring Kaki tiga Pembakar spiritus Batang pengaduk Cawan porselain Kristal garam dapur kotor Pasir Cara Kerja Campurkan kira-kira 2 gram garam dapur kotor dengan kira-kira 1 gram pasir dalam gelas kimia kemudian tambahkan air kira-kira 10 ml. Aduk hingga semua garam melarut. Lipat kertas saring kemudian masukkan ke dalam corong. Saringlah campuran pada langkah (1) dan tampung filtratnya didalm gelas erlenmeyer. Perhatikan filtrat yang diperoleh, jernih atau keruh?. Amati juga residu yang terdapat pada kertas saring, zat apakah itu? Tuangkan kiara-kira 5 ml filtrat yang didapat pada langlah (3) kedalam cawan porselain kemudian panaskan dengan pembakar spiritus hingga hampir kering. Kemudian biarkan menjadi dingin.Apakah hasil yang diperoleh? Pertanyaan Mengapa garam tidak dapat dipisahkan dari larutannya dengan cara menyaring?

PERUBAHAN MATERI Perubahan materi dibedakan ats perubanhan fisis dan perubahan kimia. Pada perubahan kimia terbentuk zat baru, sedangkan perubahan fisis hanya merupakan perubahan bentuk atau perubahan wujud. Pad kegiatan ini akan dilakukan pengamatan tentang berbagai jenis perubahan materi. Alat dan Bahan Tabung reaksi dan rak tabung Pembakar spiritus Tang besi Penjepit tabung Spatula baja

Kawat nikrom Lilin Serbuk belerang Gula pasir Pita magnesium

Cara kerja Nyalakan lilin dan amati lilin yang menyala itu. Apakah lilin yang menyala menyerap atau membebaskan kalor? Masukkan spatula baja ke dalam nyala lilin selama beberapa detik. Amatilah spatula itu, apakah terbentuk zat abru pada lilin yang menyala? Masukkan kira-kira 2 gram potongan-potongan lilin kedalam sebuah tabung reaksi. Dengan menggunakan penjepit tabung, panaskanlah tabung itu hingga lilin didalamnya meleleh. Kemudian biarkan tabung beserta isisnya menjadi dingin. Apakah lilin yang meleleh menghasilakan zat baru? Lakukan percobaan 2 di atas dengan serbuk belerang dan gula pasir(gula pasir di panaskan hingga gosong).Amatilah baik-baik apakah pada kedua proses tersebut terbentuk zat baru? Ambillah sedikit serbuk belerang dengan spatula baja, kemudian bakar. Perhatikan belerang yang terbakar. Cium bau gas yang terbentuk. Apakah belerang yang terbakar membentuk zat baru? Panaskan kawat nikrom padsa nyala spiritus hingga pijar, kemudian biarkan menjadi dingin. Periksalah apah kawat nikrom berubah menjadi zat lain? Ambil pita magnesium sepanjang 10 cm. Jepit salah satu ujungnya dengan tang besi. Kemudian bakar ujung yang satu lagi pada nyala spiritus hingga mulai berpijar. Keluarkan pita magnesium yang berpijar dari nyala spiritus. Jangan tatap langsung pita magnesium yang berpijar itu. Setelah pijarnya padam, amatilah abu yang terbentuk. Apakah abu itu sama dengan magnesium mula-mula? Potonglah pita magnesium sepanjang 10 cm kemudian masukkan kedalam sebuah tabung reaksi. Tambahkan 10 ml larutan HCl 1 M kedalamnya. Perhatikan peristiwa yang terjadi. Setelah reaksi berhenti tuanglah larutan dalam tabung reaksi itu dalam cawan porselain, kemudian uapkan hingga kering. Apakah ditemukan logam magnesium kembali? Pertanyaan Kelompokkan proses-proses yang terjadi pada kegiatan diatas kedlama perubahan fisis atau perubahan kimia. Jelaskan alasan anda untuk pengelompokkan yang anda buat itu.

REAKSI DALAM LARUTAN ELEKTROLIT Alat dan Bahan : Gelas ukur 25 ml, 1 buah Gelas kimia 10 ml, 1 buah Pembakar, kasa, kaki tiga Corong, 1 buah Cawan Tabung reaksi corong, pipa penghubung Rak tabung Pengaduk Pipet tetes Kertas saring Neraca Percobaan 1 Masukkan Larutan H2SO4 pekat , 3 cm3 dalam gelas kimia Tambahkan 1,7 gr CuO ke dalam larutan dan panaskan sampai sebagian zat padat larut Saring larutan dan tampung dalam cawan saat masih panas tambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat kedalam filtrat amati apakah terbentuk kristal. Kristal apakah itu? Percobaan 2 masukkan batu pualam kedalam tabung pembuat gas yang sudah berisi HCl 4 M alirkan gas kedalam air kapur. Bagaimana warna kapur sekarang? Percobaan 3 reaksikan larutan NaCl degan larutan KNO3 dan Pb(NO3)2 amati perubahan yang terjadi pada kedua tabung reaksi tersebut bagaimana warna zat setelah dicampurkan Hasil Pengamatan Percobaan ke 1 2 3 Larutan H2SO4 2 M , 20 Cm3 Serbuk CuO 1,7 gr Larutan H2SO4 pekat , 3 cm3 Batu pualam CaCO3 10 butir Larutan HCl 4 M, 20 cm3 Larutan KNO3 20 M, 10 cm3 Larutan Pb(NO3)2 1 M, 10 cm3 Larutan NaCl 2 M, 10 cm 3 Air kapur Ca(OH) 2 10 cm3

Perubahan yang terjadi

Pertanyaan diskusi zat apa yang terbentuk pada reaksi antara CuO dengan H2SO4? Tulis persamaan reaksinya zat apa yang dihasilkan pada : reaksi CaCO3 dan HCl reaksi antara CO2 dan Ca(OH)2 zat apa yang mengendap pada percobaab 3 ? tuliskan reaksinya.

MENENTUKAN SIFAT LARUTAN ASAM DAN BASATUJUAN Mengukur pH larutan asam basa Alat dan Bahan Alat : tabung ukur 10 ml tabung reaksi dan rak Indikator universal Pipet tetes Pisau/alat pemotong Bahan : Jeruk nipis Sabun mandi Belimbing wuluh Pembersih lantai jeruk buah sabun detergen belimbing buah sunlight

Cara Kerja Siapkan tabung reaksi dan letakkan pada rak, isi dengan air suling sebanyak 2 ml. Berilah beberapa tetes zat yang telah tersedia ke dalam tabung reaksi yang telah terisi air suling. Kocok sedikit tabung reaksi agar zat didalamnya tercampur. Tentukan sifat asam basa larutan menggunakan kertas lakmus merah dan biru. (kertas lakmus hanya untuk sekali pemakaian).Catat hasil pengamatan! Celupkan indikator universal kedalam masing-masing tabung reaksi yang telah terisi campuran sampai batas yang ditentukan.(indikator universal hanya untuk sekali pakai) Amati perubahan warna yang terjadi pada indikator universal. Catat berapa pH masing-masing larutan! Data Pengamatan No. 1. 2. 3. 4.

Larutan

pH

5. 6. 7. 8. E. Kesimpulan Percobaan

Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi Tujuan Mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi Alat dan bahan Gelas kimia 100 ml Gelas ukur Erlenmeyer Kertas putih ukuran 15 x 15 cm yang diberi tanda X hitam Stopwatch Larutan HCl 2 M Larutan Na2S2O3 1 M Langkah Kerja Menyiapkan larutan Na2S2O3 Siapkan larutan Na2S2O3 1 M menjadi Na2S2O3 0,5 M; 0,1 M dan 0,05 M masingmasing 50 ml. Siapkan 4 buah gelas kimia yang telah diberi label no.1, 2, 3 dan 4. Masukkan 5 ml larutan HCl 2 M ke dalam gelas kimia nomor 1 Letakkan gelas kimia di atas kertas putih bertanda X Tambahkan 25 ml larutan Na2S2O3 0,05 M ke dalam gelas kimia. Catat waktu yang diperlukan sejak penambahan Na2S2O3sampai tanda X tidak terlihat lagi. Ulangi langkah 1-4 dengan konsentrasi Na2S2O3 yang berbeda. Hasil Pengamatan Gelas 1 2 3 4

[HCl] 2M 2M 2M 2M

[Na2S2O3] 1M 0,5 M 0,1 M 0,05 M

Waktu (s)

Laju Reaksi

Pertanyaan Tuliskan reaksi yang terjadi Buatlah grafik perubahan konsentrasi Na2S2O3 terhadap laju reaksi. Berdasarkan data hasil pengamatan dan grafik, bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi ? Kesimpulan Buatlah kesimpulan mengenai pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berdasarkan kegiatan ini.

PENGARUH SUHU TERHADAP LAJU REAKSITujuan Mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi Alat dan Bahan Kertas putih bertand

Embed Size (px)
Recommended