Home >Documents >Petunjuk Praktikum

Petunjuk Praktikum

Date post:12-Dec-2014
Category:
View:322 times
Download:24 times
Share this document with a friend
Description:
farmako
Transcript:

Petunjuk Praktikum Bentuk sediaan obat

Oleh Enny Kusumastuti

Blok 12 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya 2012

RESEP YANG LENGKAP Suatu resep disebut lengkap apabila terdapat : 1. Nama, alamat, dan nomor izin praktek serta hari praktek dan jam praktek, bila ada nomor telepon. 2. Nama kota serta tanggal resep tersebut ditulis. 3. Superscriptio : tanda R/, singkatan dari recipe yang berarti harap diambil. 4. Inscriptio : nama obat yang diberikan dan jumlahnya. Apabila obat yang diminta berupa racikan maka terdapat : a. Remedium cardinale atau obat pokok, dapat terdiri dari satu atau lebih bahan obat. b. Remedium adjuvans yaitu bahan yang membantu bahan obat pokok, tidak selalu ada dalam resep racikan. c. Corrigens yaitu bahan yang digunakan untuk memperbaiki rasa, bau, atau warna (corrigens saporis, odoris, dan coloris). d. Vehiculum atau constituents yaitu bahan pembawa atau pelarut misalnya air pada sediaan larutan. 5. Subscriptio : cara pembuatan atau bentuk sediaan yang dikehendaki, ditulis mfla (misce fac lege artis) yang berarti campur dan buatlah sesuai dengan aturan. 6. Signatura : aturan pakai, umumnya ditulis dengan singkatan latin. 7. Pro : nama penderita yang merupakan identitas penderita, sebaiknya dilengkapi umur dan berat badan terutama untuk bayi dan anak-anak serta alamat penderita. 8. Tanda tangan atau paraf dokter : untuk menjadikan suatu resep otentik, sedangkan obat-obat narkotika harus dilengkapi tanda tangan dokter. CONTOH RESEP YANG LENGKAP 1. Resep pribadi

2. Resep Rumah sakit Rumah Sakit Muh. Husin Plg Dokter : Devy Bagian : Anak Tanggal : 2 11-2012 R/ Amoksisilin sirup btl S t dd cth I ac R/ Panadol sirup btl S t dd cth I prn Pro : Dinda (3 th) I I

dr. Dyah MPP. SIP : 123/ID/2004 Praktek : Senin-Jumat Jl. Mahakam B/5 Tlp. 810394 PlgPlg, 2-10-2012 R/ Eritromisin mg 100 Laktosa qs Mfla pulv dtd no. XV S t dd p I Pro : Bima (2 th)

PERHITUNGAN DOSIS OBAT UNTUK ANAK Untuk menghitung dosis obat yang diberikan kepada penderita terutama anak-anak, ada beberapa rumus yang dapat digunakan. Perhitungan dengan rumus-rumus tersebut berdasarkan perbandingan umur anak dengan umur dewasa, perbandingan berat badan, perbandingan luas permukaan tubuh. Dari beberapa rumus tersebut yang sering digunakan adalah rumus Young (untuk anak umur 12 tahun ke bawah) dan rumus Dilling (untuk anak umur 12 tahun ke atas) serta rumus Clark (berdasarkan berat badan anak) n Rumus Young: Rumus Dilling: DMa = n + 12 n DMa = x DM n : umur (tahun) 20 DMa : dosis maksimum anak DM Rumus Clark : : dosis maksimum dewasa (dapat dilihat di Farmakope Indonesia III) w anak DMa = w dewasa Ketentuan umum : 1. Umur orang dewasa adalah 20 tahun 2. Berat badan orang dewasa adalah 70 kg Bentuk sediaan padat. Perhitungan dosis pada bentuk sediaan padat umumnya diperlukan untuk pemakaian dalam kecuali bila dinyatakan lain. Terutama digunakan bila akan menghitung dosis obat pada resep racikan bentuk serbuk (pulveres) untuk anak-anak. Contoh : 1. R/ Aminofilin Mfla pulv. dtd No. XII S. tdd pulv I Pro: Norma (3 thn) Dosis maksimum anak : sekali : 3/ (12 + 3) x 500 mg = 100 mg sehari : 3/ (12 + 3) x 1500 mg = 300 mg Dosis sekali pakai Aminofilin adalah 100 mg dan sehari 3 x 100 mg = 300 mg Perhitungan persen dosis pakai terhadap dosis maksimum: Sekali : 60 mg / 100 mg x 100% = 60% (< dosis maksimum) Sehari : 3x60 mg / 300 mg x 100% = 60% (< dosis maksimum) mg 60 Dosis maksimum dewasa : sekali 500 mg sehari 1500 mg x DM w : berat badan (kg) x DM

2. R/ Rifampisin

3

mfla pulv. No. XV S. 1dd pulv. I m.a.c Pro: Bona (4 tahun) Diketahui: Dosis maksimum Rifampisin 25 mg/kgBB, perhitungan dosis pakai anak berdasarkan berat badan individu anak, misal berat badan anak (Bona) =14 kg. Maka D.M.A. berdasarkan perhitungan berat individu adalah = 14 x 25 mg = 350 mg. Pada resep tersebut Rifampisin sebanyak 3000 mg untuk 15 bungkus , sedangkan pemberian obat adalah satu kali sehari, sehingga: Dosis satu kali / sehari: 3000 mg / 15 = 200 mg Persen dosis pakai obat satu kali atau satu hari adalah : 200/350 x 100% = 62.8% Pada resep nomor 2, dosis yang diberikan tidak melebihi dosis maksimum, tetapi untuk mengetahui berapa dosis pakai pada penderita, prosentase dosis harus dihitung. Bentuk sediaan setengah padat Sediaan setengah padat umumnya digunakan untuk pemakaian luar. Ada beberapa bahan obat yang digunakan untuk pemakaian luar yang mempunyai dosis maksimum antara lain: kreosol, -naftol, guaiacol, resorcinol. Untuk sediaan yang mengandung bahan tersebut harus diperhitungkan dosis pakainya.,contoh : 1. R/ Beta naftol Asam salisilat Vaselin ad Mfla ungt. S b dd part 1/10 Pro: Dono (4 tahun) DM anak = 4/(4 +12) x 500 mg/1000 mg = 125 mg/250 mg Jumlah beta naftol dalam resep adalah 5% dari 20 gram = 1 gram =1000 mg Dosis satu kali pakai = 1000 mg/10 = 100 mg, satu hari = 2 x 100 mg = 200 mg Dosis Pakai -naftol satu kali = 100/125 x 100% = 80% dan satu hari 100 x2 /250 x 100% = 80% Untuk sediaan luar yang mempunyai dosis maksimum harus jelas aturan pakainya, misalnya seperti contoh diatas ditulis s b dd part 1/10, tidak ditulis s.u.c (signa usus cognitus) 2. R/ -naftol As. Salisilat Vaselin Mfla ungt. S bdd 1gram ue Pro: Doni (4 tahun) Aturan pakai resep di atas : dua kali sehari, untuk satu kali pakai satu gram. 5.0% 2.0% ad 20 5.0% 2.0% 20 D.M. -naftol untuk pemakaian luar 500mg/ 1000 mg (Ph. Belanda V)

Dosis pakai -naftol: Satu kali: 1 / 20 x 1000 mg = 50 mg; sehari 3 x 50 mg = 150 mg Persen dosis pakai : Satu kali Sehari 50 mg/ 125 mg x 100% = 40% 150 mg/ 250 mg x 100% = 60%

Sediaan yang dibuat diserahkan sudah terbagi dalam 20 bungkus masing-masing 1 gram, sehingga dosis pakai tidak melebihi dosis maksimum. Bentuk sediaan cair Jumlah sediaan cair dalam resep dapat dinyatakan dalam volume (ml) atau dalam berat (gram) dan % (persen), contoh : 1. R/ Luminal mg 240 2. R/ Luminal mg 240 Aqua ad Mf susp. S. tdd cth I Pro: Lury (4 tahun) Perhitungan dosis: a. Carilah dosis maksimum dari luminal/fenobarbital. Dosis maksimum dewasa : satu kali 300 mg ; satu hari 600 mg (FI III) b. Hitung dosis maksimum untuk anak. Satu kali : Satu hari : 4 / 4 + 12 x 300 mg = 75 mg 600 mg = 150 mg 4 / 4 + 12 x ml 60 Aqua ad Mf susp. S. tdd cth I Pro: Asti (4 tahun) 60

c. Hitung dosis pakai dari resep di atas untuk pemakaian satu kali dan satu hari . Aturan pakai: Sehari tiga kali satu sendok teh. Satu sendok teh = 5 ml , sehingga : satu hari 3 x 5 ml = 15 ml. Dalam hal ini untuk resep 1 dan 2 tidak ditambahkan bahan-bahan yang kental yang dapat mengubah kekentalan sediaan,maka berat jenis dari sediaan tersebut adalah 1.0. Pada resep no. 2 jumlah akhir sediaan dinyatakan dalam berat (gram), sehingga volume dari sediaan tersebut : 60/1 =60 ml. Dosis pakai Luminal untuk resep 1 dan 2 : Satu kali pakai : 5 ml / 60 ml Satu hari Satu kali Satu hari x 240 mg = 20 mg : 15 ml/ 60 ml x 240 mg = 60 mg : 20 mg/ 75 mg x 100% = 26,66% : 60 mg/150 mg x 100% = 40%

Persentase dosis pakai terhadap dosis maksimum anak:

Dosis pakai resep 1 dan 2 tidak melebihi dosis maksimum .

3. R/ Luminal Sirupus simpleks Aqua ad Mf susp. S. tdd cth I Pro: Sinta (4 tahun)

mg 240 ml 60 20

Pada sediaan di atas ditambahkan sirupus simpleks sebanyak 20 ml atau sepertiga dari jumlah sediaan. Apabila dalam sediaan ditambahkan sirupus simpleks sejumlah lebih dari seperenam bagian dari volume atau berat akhir sediaan, maka berat jenis sediaan menjadi lebih dari 1.0. Dalam hal ini berat jenis sediaan = 1.3, sehingga perhitungan dosis menjadi: Dosis pakai satu kali : satu sendok teh = 5.0 ml = 5.0 ml x 1.3 g/ml = 6.5 g. Jumlah Luminal dalam satu sendok teh = 6.5 g/ 60 g x 240 mg = 26 mg Persen dosis luminal satu kali = 26/75 x 100% = 34,66% Dosis pakai Luminal satu hari : 3 x satu sendok teh = 3 x 26 mg = 78 mg Dosis pakai Luminal sehari = 78/150 x 100% = 52% 4. R/ Eritromisin Mf. Susp. S tdd gtt X Pro: Andi (2 tahun) Bila cara pemakaian dinyatakan dalam tetesan, maka perlu diperhitungkan volumenya. Dalam hal ini digunakan acuan tetesan internasional yaitu 1.0 ml = 20 tetes untuk cairan dengan berat jenis = 1.0. Sehingga perhitungan dosis untuk resep no. 4 sbb: a. Dosis maksimum dewasa : satu kali 500 mg ; satu hari 4 g (Farmakope Indonesia III) b. Dosis anak : c. Dosis pakai: Aturan pakai : Tiga kali sehari 10 tetes Satu kali = 10 tetes = 0.5 ml = 0,5 ml / 20 ml x 2000 mg = 50 mg Satu hari = 3 x 10 tetes = 1.5 ml = 1.5 ml / 20 ml x 2000 mg = 150 mg Persentase dosis pakai terhadap dosis maksimum: Satu kali = 50 mg / 71.5 mg x 100% = 69.93% (< dosis maksimum) Satu hari = 150 mg / 571 mg x 100% = 26.26% (< dosis maksimum) Satu kali = 2 / (12 + 2) x 500 mg = 71.5 mg Satu hari = 2 / (12 + 2) x 4000 mg = 571 mg ad ml 20 2.0 Sirupus simpleks ml 5

CARA MENYELESAIKAN SEBUAH RESEP (OBAT RACIKAN) Sebelum kita mengerjakan suatu resep, hal yang perlu diperhatikan dari resep tersebut adalah: 1. Kelengkapan resep: apakah sudah memenuhi syarat sebuah resep yang lengkap. 2. Komposisi obat: apakah mengandung obat paten, obat jadi, atau obat standar. 3. Interaksi obat: apakah terdapat interaksi baik secara fisika, kimia atau farmakologi. 4. Ada tidaknya obat narkotika dan/atau obat keras. Apabila resep yang akan dibuat telah diteliti sebagaimana disebut di atas, langkah selanjutnya adalah: 1. Lengkapilah resep tersebut apabila ada kekurangan dalam penulisan misalkan: jumlah obat, tanggal, signa/aturan pakai. 2. Komposisi dari obat paten, obat jadi, atau obat standar dapat dilihat dalam bukubuku antara lain: Daftar Obat Indonesia (DOI), Informasi Spesialite Obat Indonesia (ISO), Indonesia Index of Medical Specialities (IIMS), Formularium Nasional . 3. Apabila terdapat interaksi dalam resep tersebut, maka harus dicari cara pengatasannya. Bahan-bahan yang dapat berinteraksi misalkan: dipisahkan, diganti, atau dikeluarkan. 4. Resep yang mengandung obat narkotika atau obat keras harus dih

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended