Home >Documents >Persentasi Proposal

Persentasi Proposal

Date post:04-Mar-2016
Category:
View:9 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
kkkk
Transcript:

PowerPoint Presentation

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN IRIGASI PERMUKAANDI DESA WONOMULYO KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

ALFA YON PABISANPM : 09.301010.050HERI HARTONONPM :09.301010.059PROPOSAL SKRIPSIJURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS BORNEO TARAKAN2015Pendahuluan Daerah Irigasi Wonomulyo merupakan salah satu daerah irigasi di Kabupaten Bulungan yang memiliki potensi pengembangan sistem irigasi. Sebagian besar masyarakat di Desa Wonomulyo bermata pencaharian sebagai petani. Daerah Irigasi Wonomulyo terbagi menjadi 2 lahan irigasi yang berbeda yaitu Daerah Irigasi Wonomulyo (Irigasi Permukaan), dan Daerah Irigasi Wonomulyo (Irigasi Pompa). Kedua wilayah irigasi tersebut diatas memiliki beberapa permasalahan, yaitu sistem pengaliran air yang kurang maksimal, Pola Tata Tanam yang tidak tertata dengan baik, Dan Sumber Mata Air yang ada di Desa Wonomulyo tidak Mengaliri Seluruh petak Sawah Dikarenakan Sistem Irigasi yang ada masih kurang efektif.

Latar BelakangPerumusan MasalahBerapa kebutuhan air irigasi DI Wonomulyo?Berapa potensi luas Area irigasi yang dapat dialiri di daerah irigasi Wonomulyo, berdasarkan analisa peta topografi ?Bagaimana perencanaan sistem irigasi yang efisien di daerah irigasi Wonomulyo ?

Manfaat Dan Tujuan Penelitian Tujuan dari studi ini adalah untuk melakukan perencanaan saluran irigasi teknis dengan memanfaatkan mata air di daerah irigasi wonomulyo.

Manfaat dari penelitian ini diharapkan akan didapatkan sebuah perencanaan sistem jaringan irigasi di daerah irigasi Wonomulyo, dan dapat mengetahui potensi luas area irigasi di daerah irigasi wonomulyo.Batasan MasalahBatasan masalah dalam studi ini meliputi.Tidak Memperhatikan Pola Tata Tanam.Tidak Menganalisis Kebutuhan Ekonomi.Menggunakan Data Curah Hujan 10 Tahaun.Memanfaatkan Sumber Mata Air yang ada pada daerah tersebut.

Kajian Pustaka Dan Dasar TeoriPengertian IrigasiYang dimaksud dengan istilah irigasi adalah kegiatan - kegiatan yang bertalian dengan usaha mendapatkan air untuk sawah, ladang, perkebunan dan lain-lain usaha pertanian, rawa - rawa, perikanan (Jhon FK, 2002). Usaha tersebut terutama menyangkut pembuatan sarana dan prasarana untuk membagi-bagikan air ke sawah-sawah secara teratur dan membuang air kelebihan yang tidak diperlukan lagi untuk memenuhi tujuan pertanian.Sistem Irigasi

Sudjarwadi (1990) mendefinisikan irigasi merupakan salah satu factor penting dalam produksi bahan pangan. Sistem irigasi dapat diartikan sebagai satu kesatuan yang tersusun dari berbagai komponen, menyangkut upaya penyediaan, pembagian, pengelolaan dan pengaturan air dalam rangka meningkatkan produksi pertanian. Beberapa komponen dalam sistem irigasi diantaranya adalah :siklus hidrologi (iklim, air atmosferik, air permukaan, air bawah permukaan),kondisi fisik dan kimiawi (topografi, infrastruktur, sifat fisik dan kimiawi lahan),kondisi biologis tanamanaktivitas manusia (teknologi, sosial, budaya, ekonomi).

Jaringan IrigasiJaringan irigasi adalah satu kesatuan saluran dan bangunan yang diperlukan untuk pengaturan air irigasi, mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan penggunaannya. Secara hirarki jaringan irigasi dibagi menjadi jaringan utama dan jaringan tersier. Jaringan utama meliputi bangunan, saluran primer dan saluran sekunder. Sedangkan jaringan tersier terdiri dari bangunan dan saluran yang berada dalam petak tersier. Suatu kesatuan wilayah yang mendapatkan air dari suatu jarigan irigasi disebut dengan Daerah Irigasi (Direktorat Jenderal Pengairan, 1986).Lanjutan

Pembagian Daerah Irigasi.

Pembagian suatu daerah irigasi ke dalam petak-petak lebih kecil diuraikan sebagai berikut:Petak primer terdiri dari beberapa petak sekunder yang mengambil langsung air dari saluran primer. Petak primer dilayani oleh satu saluran primer yang mengambil air langsung dari bangunan penyadap.petak sekunder terdiri dari beberapa petak tersier yang kesemuanya dilayani oleh satu saluran sekunder. Biasanya petak sekunder menerima air dari bangunan bagi yang terletak di saluran primer atau sekunder.Petak tersier terdiri dari beberapa petak kuarter masing-masing seluas kurang lebih 8 sampai dengan 15 hektar. Pembagian air, eksploitasi dan pemeliharaan di petak tersier menjadi tanggung jawab para petani yang mempunyai lahan di petak yang bersangkutan dibawah bimbingan pemerintah. (Direktorat Jenderal Pengairan, 1986).

Saluran IrigasiDirektorat Jenderal Pengairan, 1986) memberikan penjelasan mengenai berbagai saluran yang ada dalam suatu sistem irigasi sebagai berikut :Saluran Primer membawa air dari bangunan sadap menuju saluran sekunder dan ke petak-petak tersier yang diairi. Batas ujung saluran primer adalah pada bangunan bagi yang terakhir.Saluran Sekunder membawa air dari bangunan yang menyadap dari saluran primer menuju petak-petak tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas akhir dari saluran sekunder adalah bangunan sadap terakhir.Saluran Tersier membawa air dari bangunan yang menyadap dari saluran sekunder menuju petak-petak kuarter yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas akhir dari saluran sekunder adalah bangunan boks tersier terakhir.

Bangunan IrigasiKeberadaan bangunan irigasi diperlukan untuk menunjang pengambilan dan pengaturan air irigasi. Beberapa jenis bangunan irigasi yang sering dijumpai dalam praktek irigasi antara lain (1) bangunan utama, (2) bangunan pembawa, (3) bangunan bagi, (4) bangunan sadap, (5) bangunan pengatur muka air, (6) bangunan pembuang dan penguras serta (7) bangunan pelengkap (Direktorat Jenderal Pengairan, 1986).Bangunan utama dimaksudkan sebagai penyadap dari suatu sumber air untuk dialirkan ke seluruh daerah irigasi yang dilayaniDirektorat Jenderal Pengairan (1986) mendefinisikan bangunan bagi merupakan bangunan yang terletak pada saluran primer, sekunder dan tersier yang berfungsi untuk membagi air yang dibawa oleh saluran yang bersangkutan.Bangunan pengatur muka air dimaksudkan untuk dapat mengatur muka air sampai batas-batas yang diperlukan untuk dapat memberikan debit yang konstan dan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Lanjutan Menurut Direktorat Jenderal Pengairan (1986) bangunan drainase dimaksudkan untuk membuang kelebihan air di petak sawah maupun saluran Kelebihan air di petak sawah dibuang melalui saluran pembuang, Bangunan pelengkap berfungsi sebagai pelengkap bangunan-bangunan irigasi yang telah disebutkan sebelumnya. Bangunan pelengkap berfungsi untuk memperlancar para petugas dalam eksploitasi dan pemeliharaan. Bangunan pelengkap dapat juga dimanfaatkan untuk pelayanan umum.Data Untuk Perencanaan IrigasiTerdapat beberapa data yang diperlukan dalam perencanaan irigasi, diantaranya:Data Curah Hujan.Diperlukan untuk menentukan curah hujan rencana dilokasi studi daerah irigasi wonomulyo, yang didapat dari stasiun curah hujan.Data Evapotranspirasi.Data mengenai evapotranspirasi diperlukan untuk menentukan besarnya evaporasi tanaman Data-data yang diperlukan untuk perhitungan ini adalah temperature, kelembaban relative, sinar matahari, angina, dllData Topografi.Diperlukan peta Topografi untuk melihat garis-garis kontur atau ketinggian di lokasi studi daerah irigasi Wonomulyo.

ANALISA HIDROLOGIMaksud dan tujuan dari analisa hidrologi adalah untuk menghitung potensi air yang ada pada lokasi rencana Daerah Irigasi yang akan dimanfaatkan, dikembangkan untuk kepentingan masyarakat sekitarnya. Analisa hidrologi ini sangat penting artinya dalam tahap desain khususnya untuk perencanaan bangunan pengairan.Analisis Data HujanData hujan sangat diperlukan dalam setiap analisis hidrologi untuk menghitung debit banjir rancangan sungai yang melintasi Daerah Irigasi Wonomulyo di Kabupaten Bulungan.

Analisa Ketersediaan AirMetode fj.mock ini menganggap bahwa hujan yang jatuh pada catchment area sebagian akan hilang sebagai evapotranspirasi, sebagian akan langsung menjadi direct run off dan sebagian lagi akan masuk ke dalam tanah (infiltrasi).

Analisia Kebutuhan AirKebutuhan air irigasi merupakan sejumlah air yang diberikan dari suatu bangunan pengambilan (intake) irigasi untuk mengairi satu satuan luas sawah (1 Ha) secara fungsional. Kebutuhan air irigasi dapat dihitung berdasarkan pada kondisi yang terbaik, dimana diperhitungkan adanya tinggi genangan di sawah dan berdasarkan pada neraca (imbangan) air mingguan (Sudjarwadi, 1987:17).Kriteria PerencanaanKriteria perencanaan jaringan irigasi ini membahas berbagai tahap perencanaan yang mengarah kepada penyelesaian jaringan utama irigasi dan menguraikan semua data-data yang diperlukan, serta hasil akhir masing-masing tahap.

Dasar Perencanaan SaluranSaluran adalah bangunan yang berfungsi untuk membawa air dari satu tempat ke tempat lain. Jenis saluran ada 2 macam yaitu:Saluran tanah adalah saluran dimana talud dan dasarnya dari tanahSaluran pasangan adalah saluran dimana taludnya dari pasangan atau talud dan dasarnya dari pasangan.

Saluran pembawa dapat berupa saluran tanah, pasangan batu kosong, pasangan batu kali dan plat beton (lining concrete). Kapasitas rencana saluran dihitung berdasarkan kebutuhan air irigasi dengan amemperhatikan faktor efisiensi dan dimensi saluran yang sudah ada.

Lanjutan

Saluran Pembuang Berfungsi untuk membuang kelebihan air hujan dan air irigasi yang telah digunakan pada lahan sawah.Saluran pembuang direncanakan ditempat-tempat yang rendah.Saluran pembuang dapat berupa saluran tanah, saluran pasangan batu kosong dan batu kali.

Kapasitas Rencana Saluran Induk, Sekunder dan Tersier

Kriteria perencanaan saluran pembawa adalah sebagai berikut:Debit Rencana SaluranQ = q x ADimana:Q= debit saluran (m3/dt)q= debit per ha (m3/dt/ha)A= luas areal irigasi (ha).Demensi SaluranUntuk mendemensi saluran digunakan rumus sebagai berikut:Q = A x VDimana:Q= debit rencana saluran (m3/dt)A= luas penampang basah saluran (m2)V= kecepat

Embed Size (px)
Recommended