Home >Documents >PERSEDIAAN - pdf.nsc.ac.id · PDF file produksi selanjutnya, yaitu persediaan bahan baku,...

PERSEDIAAN - pdf.nsc.ac.id · PDF file produksi selanjutnya, yaitu persediaan bahan baku,...

Date post:23-Jan-2020
Category:
View:25 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • PERSEDIAAN

    Penetapan Harga Pokok

  • PERSEDIAAN

    • Persediaan barang dagang (merchandise inventory) adalah barang2 yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali.

    • Pada perusahaan pabrik, termasuk dalam persediaan adalah barang2 yang akan digunakan untuk proses produksi selanjutnya, yaitu persediaan bahan baku, persediaan dalam proses, & persediaan barang jadi.

    • Persediaan barang dagang pada umumnya dinilai pada harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar atau nilai yang diharapkan dapat direalisasikan. Cara penilaian & metode penetapan harga pokok harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

  • PERSEDIAAN DALAM LAPORAN KEUANGAN

    • Ada saling hubungan antara persediaan dagang di neraca dan laporan laba rugi. Bahkan ada saling hubungan antara persediaan barang dagang pada tahun berjalan dengan tahun sebelumnya, dan tahun yang akan datang. Contoh

    Materi 3.xlsx

  • PENETAPAN HARGA POKOK PERSEDIAAN

    • Terdapat beberapa penilaian persediaan :

     METODE FIFO

     METODE LIFO

     METODE RATA-RATA

  • PENETAPAN HARGA POKOK PERSEDIAAN

    • Nilai persediaan barang ditentukan oleh gabungan 2 faktor, yaitu kuantitas dan harga pokok.

    • Kuantitas persediaan dapat diperoleh melalui perhitungan secara fisik.

    • Harga pokok persediaan adalah harga untuk memperoleh persediaan tersebut.

  • PENETAPAN HARGA POKOK PERSEDIAAN

    • Kesulitan dalam menetapkan harga pokok persediaan adalah apabila selama suatu periode, barang yang sama diperoleh dengan harga yang berbeda. Apabila demikian maka perlu ditentukan harga yang akan digunakan untuk menetapkan harga pokok persediaan.

  • Contoh : PT XYZ baru memulai kegiatannya pada tanggal 1 Januari 200A. Selama bulan Januari 200A pembelian barang dagangan adalah sebagai berikut :

    Tgl Pembelian Bnyknya Pembelian

    Harga Beli/Unit (Rp)

    Total Nilai Pembelian (Rp)

    4 Januari 200A 100 80 8.000

    15 Januari 200A 100 100 10.000

    30 Januari 200A 100 150 15.000

    Jumlah 300 33.000

    HARGA BELI RATA-RATA PER UNIT 110

  • • Anggaplah juga bahwa selama bulan Januari 200A barang yang dijual berjumlah 200 unit. Tidak tersedia info barang mana yang dijual. Untuk menetapkan nilai persediaan yang ada pada 31 Januari 200A (sebanyak 100 unit) dan nilai harga pokok barang yang dijual (sebanyak 200 unit) dapat digunakan beberapa alternatif.

  • Alternatif Pertama (FIFO)

    • Anggapan bahwa barang yang mula2 dibeli akan dijual terlebih dahulu.

    • Pada alternatif ini, 200 unit yang terjual selama bulan Januari 200A terdiri dari unit-unit yang dibeli pada tanggal 4 dan 15 Januari 200A.

    • Persediaan barang dagangan yang ada pada tanggal 31 Januari 200A terdiri dari unit yang dibeli pada 30 Januari 200A.

    • Dengan anggapan demikian, maka harga pokok penjualan pada bulan Januari 200A adalah Rp18.000 (Rp8.000 + Rp10.000)

    • Nilai persediaan barang dagang yang ada pada tanggal tersebut adalah Rp15.000.

  • Alternatif Kedua (LIFO)

    • Anggapan barang yang terakhir dibeli merupakan barang yang pertama dijual.

    • Pada alternatif ini, 200 unit yang terjual selama bulan Januari 200A terdiri dari unit-unit yang dibeli pada tanggal 30 dan 15 Januari 200A.

    • Persediaan barang dagang pada tanggal 31 Januari 200A terdiri dari unit yang dibeli pada tanggal 4 Januari 200A.

    • Harga Pokok penjualan selama bulan Januari 200A adalah Rp25.000 (Rp10.000 + Rp15.000).

    • Nilai persediaan barang dagang pada akhir periode adalah Rp8.000.

  • Alternatif Ketiga (Rata-rata)

    • Beranggapan bahwa biaya yang dibebankan ke laporan laba rugi haruslah harga pokok rata-rata dari seluruh pembelian yang dilakukan selama periode yang bersangkutan.

    • Dengan menggunakan metode ini, nilai harga penjualan selama bulan Januari 200A adalah Rp22.000 (Rp110 x 200).

    • Nilai persediaan barang dagang yang ada pada tanggal 31 Januari 200A adalah Rp11.000 (Rp110 x 100)

  • Contoh II :

    Tanggal Keterangan Kuantitas Harga Pokok/Unit

    (Rp)

    Nilai Harga Pokok (Rp)

    1 Jan 200A Persediaan Awal

    100 80 8.000

    31 Mar 200A Pembelian 1 400 100 40.000

    15 Sep 200A Pembelian 2 300 150 45.000

    18 Nop 200A Pembelian 3 200 200 40.000 125.000

    31 Des 200A Tersedia Dijual 1.000 133.000

    Anggaplah kemudian bahwa menurut penghitungan yang dilakukan tanggal 31 Desember 200A persediaan yang masih tersisa adalah 300 Unit

  • Metode FIFO

    Tgl Pembelian Kuantitas Harga Pokok Per Unit (Rp)

    Total Harga Pokok (Rp)

    18 Nop 200A 200 200 40.000

    15 Sep 200A 100 150 15.000

    Total 300 55.000

  • Metode LIFO

    Tgl Pembelian Kuantitas Harga Pokok Per Unit (Rp)

    Total Harga Pokok (Rp)

    1 Jan 200A 100 80 8.000

    31 Mar 200A 200 100 20.000

    Total 300 28.000

  • METODE RATA-RATA

    HARGA POKOK RATA-

    RATA

    Harga Pokok Persediaan Tersedia

    Dijual

    Kuantitas Persediaan

    Tersedia Dijual

    = :

    133.000 1.000:=

    = 133

  • • Pengaruh perbedaan metode penetapan harga pokok Lihat Excel

    Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx

  • METODE LAIN

    • Selain metode yang kita pelajari diatas, masih terdapat metode yang lain, yaitu :

    Metode Identifikasi Khusus

    Metode Eceran

  • Metode Identifikasi Khusus

    • Harga pokok yg dibebankan ke barang2 yg dijual & yang masih ada dalam persediaan didasarkan atas harga pokok yg dikeluarkan khusus untuk barang2 yg bersangkutan.

    • Metode ini, dalam praktik hanya cocok utk barang2 yang jumlahnya tidak banyak dan nilai per satuannya tinggi, seperti mobil bekas & lukisan.

    • Contoh excel

    Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx

  • Metode Eceran

    • Banyak digunakan oleh perusahaan dagang eceran seperti toko serba ada.

    • Konsep yang mendasari adalah adanya hubungan yang dekat dan konstan antara harga pokok dgn harga jual.

    • Oleh karena itu hubungan antara harga pokok dan harga jual, yang biasanya dinyatakan dalam suatu persentase harus ditetapkan terlebih dahulu.

    • Contoh excel

    Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx Materi 3.xlsx

  • HARGA TERENDAH ANTARA HARGA POKOK DAN HARGA PASAR

    • Persediaan harus dinilai pada harga terendah antara harga pokok dan harga pasar (Lower of Cost Or Market).

    • Apabila persediaan dinilai berdasarkan harga terendah antara harga pokok dan harga pasar, maka harga pokok persediaan (yang telah ditetapkan berdasarkan metode FIFO, LIFO atau rata-rata) dibandingkan dengan harga pasarnya.

    • Harga yang terendah diantara keduanya dipilih untuk penilaian dan digunakan untuk penyajian di laporan keuangan.

  • HARGA TERENDAH ANTARA HARGA POKOK DAN HARGA PASAR

    • Harga Pasar  sebagai harga yang harus dibayar oleh perusahaan pada tanggal neraca apabila dibeli sejumlah tertentu dari sumber yang biasa didapat.

  • Metode Harga Terendah antara Harga Pokok & Harga Pasar dapat diterapkan dengan 3 cara yaitu :

    a) Dengan Cara Individual Masing-Masing Jenis Barang

    b) Dengan Cara Kolektif Untuk Masing- Masing Golongan Barang

    c) Dengan Cara Kolektif Untuk Seluruh Jenis Barang

    Lihat excel

    Materi 3.xlsx

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended