Home >Career >Perlukah Saya Kerja

Perlukah Saya Kerja

Date post:07-Nov-2014
Category:
View:3,163 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. Perlukah Saya Kerja Perlu Nggak Ya?
  • 2. Prakata Perlukah seseorang bekerja? Perlukah anda bekerja? Perlukah saya bekerja? Jawaban yang diberikan kepada kita biasanya adalah iya. Tetapi ini bisa menjadi jawaban yang masuk akal atau tidak masuk akal, tergantung pada situasi orang tersebut. Karena itu kita harus tahu terlebih dahulu situasi orang tersebut. Misal, apakah seseorang yang sedang tidur perlu bekerja? Apakah seseorang yang baru pulang kerja musti bekerja lagi? Apakah seseorang dibenarkan bekerja malas-malasan? Apakah baik seseorang terlalu banyak bekerja tanpa istirahat? Kita harus melihat definisi bekerja dulu. Jika bekerja diartikan melakukan sesuatu, maka ini terlalu umum, sehingga setiap orang pasti bekerja. Bahkan orang yang mengupil pun melakukan sesuatu. Jika bekerja diartikan melakukan sesuatu yang bermanfaat, ini juga masih rancu, apakah misalnya, pembunuh bayaran, pelacur, dan bandar narkoba termasuk pekerja, atau tidak? Karena apa yang mereka lakukan toh bermanfaat untuk mereka sendiri (mendapat uang, dan mungkin si pembunuh bayaran memang hobi membunuh jadi ia sekalian saja kerja sebagai pembunuh bayaran, dan mungkin si pelacur memang seksmania jadi sekalian saja dapat uang) dan klien mereka, tapi sungguh tidak bermanfaat bagi orang-orang lain yang mendapat getah pekerjaan mereka (orang yang dibunuh pembunuh bayaran, istri yang dapat penyakit kelamin dari suaminya yang berhubungan seks dengan pelacur yang tidak sadar terinfeksi penyakit kelamin dari klien sebelumnya, dan keluarga orang yang ngobat). Jika mereka tidak bekerja, lalu mereka itu lagi ngapain? Bukan nganggur kan?
  • 3. Jika bekerja diartikan melakukan sesuatu yang menghasilkan uang, ini juga tidak sepenuhnya tepat. Apa berarti jutaan budak-budak sepanjang sejarah manusia yang tidak dibayar yang membuat piramid, yang membuat Taj Mahal, yang membuat Tembok Besar Cina, sampai yang membuat puluhan istana kerajaan Eropa dan juga White House di Washington D.C. dan juga orang-orang Indonesia yang membuat rel kereta api untuk Belanda sampai banyak yang mati semuanya bukan pekerja dan tidak bekerja? Belum ditambah dengan ratusan juta ibu rumah tangga yang memasak, mencuci, membersihkan rumah, membantu PR anaknya, semua tanpa dapat uang, atau kakek nenek yang menjaga cucunya kala si orangtua pergi ke kantor atau kemana saja. Bagaimana dengan jutaan orang yang menjadi relawan menjadi guru di pedalaman, membuat rumah orang yang terkena gempa bumi, atau saya sendiri yang banyak menulis dan mempublikasikan di internet tanpa mendapat bayaran apapun padahal sudah keluar banyak uang (listrik), waktu (yang bisa dihabiskan untuk hal lain), dan tenaga (capek kan ngetik dan duduk lama itu bikin pegal). Jika bekerja diartikan pergi ke kantor, ini juga menghina ratusan juta orang yang kerjanya dari rumah, toko, supir taxi, bus, masinis kereta, pilot, pramugari, bintang film, musisi, pemain bola, supir F1, pemain tenis, astronot yang diluar angkasa sampai ke tukang mie ayam, bubur ayam, tukang sayur, tukang cuci, pembantu, kuli, dan satpam perumahan. Sedangkan orang yang pergi ke kantor juga kadang malah tidak ada kerjaan di kantor kan? Banyak saya lihat kantor-kantor itu orang di dalamnya kok malah pada santai-santai, ngerokok, ngopi, ngobrol tidak penting padahal lagi jam kerja! Lha nanti pas jam istirahat pada ngapain ya?
  • 4. Sedangkan kalau bekerja diartikan sebaliknya tidak pergi ke kantor yah ratusan juta orang yang bekerja di dalam kantor baik si tukang lap sampai Dirut pada komplain dong. Jadi nggak gampang kan sebenarnya mengartikan bekerja itu? Bisa jadi seseorang itu terlihat bekerja padahal nggak kerja, dan bisa jadi orang yang dianggap nggak kerja justru bekerja jauh lebih banyak. Jadi gimana nih sebenarnya, perlukah saya bekerja? Ini tergantung dari beberapa faktor latar belakang yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelum kita bisa membuat penilaian yang tepat (proper assessment) tentang perlu tidaknya anda bekerja. 1. Apakah anda punya financial support? 2. Bagaimana status keuangan anda? 3. Berapa umur anda? 4. Apakah anda ingin atau harus bekerja? 5. Apakah anda seorang perempuan atau laki-laki? 6. Anda tinggal di negara mana dan kota mana? 7. Apakah hubungan anda dengan orangtua anda baik-baik? 8. Seberapa besar dan banyak kebutuhan dasar anda? 9. Seberapa besar dan banyak barang-barang yang anda mau beli? 10.Seberapa lama anda ingin hidup? Nah, karena prakata ini sudah kepanjangan, kita jeda dulu, nanti kita sambung di beberapa halaman berikutnya ya
  • 5. Karya ini dibuat hari Jumat, 19 Maret 2010, dari jam 07.37 pagi sampai jam 12.02 siang oleh Aidil Rizali. Segera karya ini saya jadikan public domain yang berarti Anda bisa mengaksesnya tanpa memperdulikan hak-hak saya sebagai penulis dan berarti karya ini sama sekali tidak dilindungi undang- undang negara manapun. Saya mendukung Copyleft. dan Knowledge Should Be Free Movement seperti yang diadvokasikan oleh Komisi Eropa.
  • 6. Tulisan sederhana ini saya dedikasikan kepada ratusan juta umat manusia yang dianggap tidak bekerja padahal mereka bekerja lebih banyak dan lebih baik daripada kebanyakan mereka yang menyandang status pekerja. You know who you are Kepada ratusan juta umat manusia yang bekerja tetapi kecewa terhadap fasiltas kerja, situasi kerja, atasan, bawahan, rekan. Semoga keadaan lebih baik Kepada pembaharu zaman yang diam-diam sedang ikut revolusi budaya untuk membuat dunia yang lebih sadar lingkungan, tidak konsumerisme, dan tidak berlebihan
  • 7. Daftar Isi Definisi kerja Jenis kerja Tempat kerja Waktu kerja Kerja dengan apa Hasil kerja Upah kerja Teman kerja Musuh kerja Keluarga kerja Apakah anda punya financial support? Bagaimana status keuangan anda? Berapa umur anda? Apakah anda ingin atau harus bekerja? Apakah anda seorang perempuan atau laki-laki? Anda tinggal di negara mana dan kota mana? Apakah hubungan anda dengan orangtua anda baik-baik? Seberapa besar dan banyak kebutuhan dasar anda? Seberapa besar dan banyak barang-barang yang anda mau beli? Seberapa lama anda ingin hidup?
  • 8. Definisi kerja Seperti sudah dibahas di depan, tidak ada yang bisa memberikan definisi kerja yang disetujui semua orang. Tetapi saya mengartikan bekerja sebagai segala sesuatu tindakan yang langsung mempunyai dampak yang baik bagi diri sendiri dan lingkungan secara mental, emosional dan fisikal, baik itu tindakan dibayar dengan uang atau dibayar dengan perasaan telah berbuat sesuatu yang berharga atau apapun juga (seks, makanan, apalah, asal bukan malah dibunuh tapi banyak juga yang kerja rodi mati dibunuh atau kecapekan). Meskipun begitu ini bukanlah definisi satu-satunya cara saya mendefinisikan kata kerja di tulisan ini.
  • 9. Jenis kerja Kerja bisa berarti apa saja. Ada jenis kerja yang sungguh kejam bagi mata dan hidung manusia: menjadi tukang sampah. Tukang sampah ini sebenarnya profesi yang sangat penting dan terhormat. Penting karena tanpa mereka sampah dirumah kita akan terus menumpuk dan akhirnya sampah jadi sarang penyakit. Terhormat karena mereka berani terjun ke dunia najis ini, merekalah pahlawan kebersihan tanpa tanda jasa. Ada jenis kerja yang sungguh kejam bagi intelek manusia yaitu menjadi kasir atau penjaga toko. Setiap kali saya pergi ke mall-mall, apalagi mall level dua seperti ITC, aduh kasihan sekali melihat penjaganya ada dua tiga orang dengan tatapan kosong karena tidak ada pembeli. Mereka juga sudah malas ngobrol dengan temannya karena buang-buang bacot saja, sudah kehabisan bahan obrolan, sudah capek hati karena sudah berapa jam buka yang datang baru lima atau enam orang, itu pun nggak ada yang beli. Kebanyakan dari mereka ya diam saja seperti itu atau baca yang mudah dibaca, jadinya stimulasi untuk pengembangan otak sangat terbatas. Begitu juga dengan supir bajaj yang berjejer menunggu penumpang, ya mereka diam saja di bajajnya, sambil ngerokok. Ada jenis kerja yang justru kebalikannya: penuh intelek. Tetapi ini pun bisa sekedar asumsi tetapi di kenyataan bisa iya bisa tidak, yaitu menjadi profesor, menjadi dosen, menjadi peneliti. Karena kadang hanya titel tetapi mereka karena disibukkan mengajar justru tidak sempat atau tidak mampu membaca buku-buku terbaru dibidang mereka. Walhasil yang mereka ajarkan hanyalah apa yang mereka dapat dari studi mereka puluhan atau belasan tahun lalu. Jadi peneliti bukan berarti pintar juga dalam artian
  • 10. menemukans sesuatu yang baru secara efektif dan efisien, bisa saja peneliti itu ya teliti saja. Ada jenis kerja yang membuat barang, mengirim barang (jasa antar), mendistribusikan barang (toko), memperbaiki barang (reparasi), mengambil sampah, merecycle sampah, dst. Kerja adalah apapun yang anda dengar, lihat, sentuh dan rasakan. Karena semua itu pasti ada yang buat dari mulai hal remeh seperti bungkus permen sampai gedung bertingkat, dari kapur sampai mobil Rolls-Royce.
  • 11.
Popular Tags:
Embed Size (px)
Recommended