Home >Documents >Perjanjian Pokok Interkoneksi 2014

Perjanjian Pokok Interkoneksi 2014

Date post:12-Jan-2017
Category:
View:213 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • DRAFT PERJANJIAN POKOK INTERKONEKSI

  • Daftar Isi i

    Daftar Isi

    PERJANJIAN POKOK INTERKONEKSI

    A. Perjanjian Pokok B. Dokumen Pendukung A Perencanaan dan Operasi :

    1. Ketentuan Informasi Jaringan

    2. Ketentuan tentang Sentral Gerbang Yang Diinterkoneksikan

    3. Ketentuan Prinsip Routing

    4. Arsitektur Link Interkoneksi

    5. Ketentuan Penyediaan Kapasitas

    6. Ketentuan Forecast Trafik

    7. Pemeasanan Kapasitas Di muka (ACO)

    8. Ketentuan Penyediaan dan Pengujian Kapasitas

    9. Ketentuan Jangka Waktu Penyediaan Kapasitas

    10. Ketentuan Penomoran

    11. Pertemuan Teknis

    12. Uji Integrasi

    13. Transmisi dan Signalling

    14. Standard Kinerja

    15. Ketentuan Pengoperasian

    16. Layanan Tambahan

    17. Lampiran :

    Lampiran A1 Informasi Jaringan 14

    Lampiran A2 Aspek Bisnis 21

    Lampiran A3 AMD

    Lampiran A4 Tanggung Jawab atas Jenis Trafik 27

    Lampiran A5 STP Working Lampiran A5 STP Working

    1

    1

    2

    2

    2

    4

    5

    6

    7

    8

    8

    9

    10

    11

    11

    13

    15

    22

    26

    28

    36

  • Daftar Isi ii

    C. Dokumen Pendukung B Penagihan dan Pembayaran 1. Perhitungan Hak dan Kewajiban Keuangan

    2. Sistim Billing Interkoneksi

    3. Sumber Data Billing

    4. Parameter Rating

    5. Formula Perhitungan

    6. Durasi

    7. Parameter Tarif

    8. Daftar Titik Pembebanan

    9. Pembulatan

    10. Proses Settlement

    11. Rekonsiliasi

    12. Peningkatan Kualitas Perhitungan

    13. Prosedur Penagihan Hak Interkonekasi

    14. Pelaksanaan Pembayaran Biaya Interkoneksi

    15. Perpajakan

    16. Denda Keterlambatan Pembayaran

    17. Penyelesaian Perselisihan

    18. Perubahan pada File Tagihan

    19. Lampiran :

    Lampiran B1 Paramater dan Format CDR 9

    Lampiran B2 Berita Acara Settlement Final 12

    Lampiran B3 - Berita Acara Settlement Sementara 13

    Lampiran B4 Berita Acara Rekonsiliasi 14

    Lampiran B5 Nota Perhitungan Keuangan 15

    Lampiran B6 Volume Compare Summary 17

    Lampiran B7 Volume Compare Detail 18

    1

    1

    1

    2

    2

    2

    3

    3

    3

    3

    5

    6

    6

    7

    7

    8

    8

    8

    9

    12

    13

    14

    15

    17

    18

  • Daftar Isi iii

    D. Dokumen Pendukung C Daftar Layanan Interkoneksi I Daftar Layanan Interkoneksi Gabungan II Daftar Layanan Interkoneksi PT Hutchison 3 Indonesia

    (Penyedia Akses)

    a. Layanan Interkoneksi Teleponi Dasar 1

    b. Layanan Tambahan 7

    III Daftar Layanan Interkoneksi Pencari Akses 7

    E. Dokumen Pendukung D Spesifikasi Teknis a. Spesifikasi Generik Interface Fisik dan Kelistrikan 1

    b. Spesifikasi Interface Signalling CCS#7 2

    c. Spesifikasi Interface Transmisi 2

    d. Spesifikasi Interface SDH 5

    e. Spesifikasi PDH 5

    f. Spesifikasi Interface Transmisi Satelit 6

    F. Dokumen Pendukung E Definisi G. Dokumen Pendukung F Fasilitas Penting Interkoneksi 1

  • Perjanjian Pokok Interkoneksi Halaman 1 dari 26

    PERJANJIAN POKOK INTERKONEKSI ANTARA

    PT. HUTCHISON 3 INDONESIA DENGAN

    PT. PENCARI AKSES Perjanjian Pokok Interkoneksi dibuat dan ditandatangani pada tanggal ____________ bulan ________ tahun dua ribu ____ ( - -201X_) oleh dan antara:

    1. PT. HUTCHISON 3 INDONESIA, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia, berkedudukan di Menara Mulia Lantai 10, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 9-11, Jakarta Selatan 12930, dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah oleh Randeep Singh Sekhon dalam jabatannya sebagai Presiden Direktur, selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut H3I, dan

    2. PT. PENCARI AKSES, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum

    Republik Indonesia, berkedudukan di ______, dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah oleh ______, jabatan ______, untuk selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut Pencari Akses.

    H3I dan Pencari Akses secara sendiri-sendiri disebut Pihak dan secara bersama-sama disebut Para Pihak. Para Pihak terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : a. BAHWA H3I berdasarkan Keputusan Menteri ______ telah mendapatkan ijin

    Pemerintah Republik Indonesia untuk penyelenggaraan jaringan bergerak telekomunikasi selular;

    b. BAHWA Pencari Akses berdasarkan Keputusan Menteri ________ No. _____ tanggal

    _______ telah dari Pemerintah Republik Indonesia ijin penyelenggaraan _______; c. BAHWA dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil jaringan telekomunikasi dan

    agar dapat memberikan pelayanan jasa telekomunikasi yang handal, berjangkauan luas dan bermutu tinggi, maka jaringan telekomunikasi dari Para Pihak perlu diInterkoneksikan;

    d. Bahwa Para Pihak selanjutnya sepakat untuk mengikatkan diri satu sama lain dalam

    Perjanjian Pokok Interkoneksi.

    Pasal 1 DEFINISI

    1.1. Kecuali diartikan lain dalam hubungan kalimat pasal-pasal Perjanjian, kata-kata dibawah

    berikut ini mempunyai arti sebagai berikut:

    Area Pelayanan atau Area Pembebanan adalah suatu wilayah yang diidentifikasikan sebagi satu kesatuan pelayanan di suatu wilayah yang ditetapkan sebagai cakupan lokal dengan sebuah Titik Pembebanan.

  • Perjanjian Pokok Interkoneksi Halaman 2 dari 26

    Call Data Record atau CDR adalah rekaman data Panggilan Interkoneksi yang diperlukan untuk proses perhitungan Billing Interkoneksi. Call Scenario atau Skenario Panggilan adalah berbagai kemungkinan jenis Pamggilan Interkoneksi yang dapat dilayani oleh Sentral Gerbang. Common Channel Signalling Number 7 (CCS #7) adalah suatu sistem pertukaran informasi yang diperlukan bagi pembentukan dan pemantauan hubungan melalui jaringan (signalling) nomor 7. DDF atau Digital Distribution Frame adalah perangkat yang digunakan sebagai tempat untuk menghubungankan suatu jaringan telekomunikasi dengan jaringan telekomunikasi yang lain. Dimensi Interkoneksi adalah jumlah/kapasitas sirkit/kanal telekomunikasi atau junctor yang digunakan untuk penyaluran trafik Interkoneksi. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Dokumen Pendukung atau Dokumen-Dokumen Pendukung adalah dokumen-dokumen pendukung Perjanjian yang dilampirkan pada Perjanjian, dokumen-dokumen mana yang terdiri dari Dokumen Pendukung A, Dokumen Pendukung B, Dokumen Pendukung C, Dokumen Pendukung D dan Dokumen Pendukung E. Dokumen Penawaran Interkoneksi atau DPI adalah dokumen yang memuat aspek teknis, aspek operasional dan aspek ekonomis dari penyediaan layanan interkoneksi yang ditawarkan oleh H3I kepada Pencari Akses. FTP Nasional adalah FTP atau FTP Nasional (Fundamental Technical Plan Nasional) adalah dokumen yang memuat pengaturan teknis telekomunikasi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2001 tentang Rencana Dasar Teknis Nasional 2000 (Fundamental Technical Plan National 2000) Pembangunan Telekomunikasi Nasional, dan perubahannya dari waktu ke waktu. GSM atau Global System for Mobile Communication adalah sistem telepon bergerak yang menggunakan teknik digital selular yang menggunakan pita frekuensi 900MHZ dan/atau 1800MHZ. Hari Kerja adalah hari-hari selain hari saptu, hari minggu atau hari libur sebagaiamana ditetapkan oleh Pemerintah. Interkoneksi adalah keterhubungan langsung antara jaringan telekomunikasi H3I dengan jaringan telekomunikasi Pencari Akses. Jaringan H3I adalah jaringan telekomunikasi yang digunakan oleh H3I. Jaringan Pencari Akses adalah jaringan telekomunikasi yang digunakan oleh Pencari Akses.

  • Perjanjian Pokok Interkoneksi Halaman 3 dari 26

    Jaminan Keuangan adalah jaminan keuangan dalam bentuk uang jaminan atau jaminan bank (bank guarantee) yang disediakan oleh Pencari Akses kepada H3I untuk menjamin setiap kewajiban Pencari Akses kepada H3I berdasarkan Perjanjian ini. Kejadian Suspensi adalah kejadian yang dapat menimbulkan Suspensi sebagaimana tersebut pada Pasal 22 pada Perjanjian. Ketersambungan adalah ketersambungan antara Jaringan H3I dengan Jaringan Pencari Akses. Layanan Interkoneksi adalah layanan yang diberikan oleh suatu jaringan kepada jaringan lainnya, sehingga memungkinkan mengalirnya trafik telekomunikasi dari jaringan ke jaringan lain. Link adalah saluran/jaringan penghubung antar Jaringan Pencari Akses dengan Jaringan H3I; Menteri adalah Menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang telekomunikasi; MSC atau Mobile Switching Center adalah sentral induk pelayanan yang merupakan gerbang ke jaringan lain, dan langsung berhubungan dengan sentral (gerbang) jaringan lain melalui Titik Interkoneksi; Nota Perhitungan Keuangan atau NPK adalah suatu daftar yang dibuat secara berkala yang berisi perhitungan hak dan kewajiban Interkoneksi masing-masing Pihak yang timbul dari penyaluran trafik; n adalah periode 1 (satu) bulanan; Okupansi adalah tingkat kepadatan trafik pada suatu saluran Interkoneksi; Panggilan Interkoneksi adalah hubungan telekomunikasi yang terjadi antara Pengguna H3I dengan Pengguna Pencari Akses atau sebaliknya; Panggilan Originasi adalah pembangkitan panggilan Interkoneksi dari Pengguna satu Pihak kepada Pengguna Pihak lain; Panggilan Terminasi adalah pengakhiran panggilan Interkoneksi dari Pengguna satu Pihak ke kepada Pengguna Pihak lain; Penyelenggara Jaringan adalah penyelenggara jasa telekomunikasi yang memiliki jaringan dan kode akses; Penyelenggara Jasa adalah penyelenggara jasa telekomunikasi yang memiliki kode akses; Pemberitahuan Suspensi adalah pemberitahuan tertulis

of 110

Embed Size (px)
Recommended