Home >Documents >PERAN EKSTRAK TEMPE TERHADAP KINERJA ORGAN .Pada hewan jantan, sel interstitial (sel Leydig) pada

PERAN EKSTRAK TEMPE TERHADAP KINERJA ORGAN .Pada hewan jantan, sel interstitial (sel Leydig) pada

Date post:18-Mar-2019
Category:
View:225 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

PERAN EKSTRAK TEMPE TERHADAP KINERJA ORGAN

TESTIS ANAK TIKUS USIA PRAPUBERTAS

RESYA SOFFIANA BINTI YASSIN

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Peran Ekstrak Tempe

terhadap Kinerja Organ TestisAnak Tikus Usia Prapubertas adalah benar karya

saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk

apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau

dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah

disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir

skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari skripsi saya kepada Institut

Pertanian Bogor.

Bogor, April 2014

Resya Soffiana Yassin

NIM B04088014

ABSTRAK

RESYA SOFFIANA YASSIN. Peran Ekstrak Tempe terhadap Kinerja Organ

TestisAnak Tikus Usia Prapubertas. Dibimbing oleh NASTITI KUSUMORINI

dan ARYANI SISMIN SATYANINGTIJAS.

Tempe merupakan produk olahan kedelai hasil fermentasi Rhizopus sp., dan

mengandung fitoestrogen yang berasal dari kelompok isoflavon. Penelitian ini

dilakukan untuk melihat potensi pemberian ekstrak tempe terhadap perkembangan

reproduksi tikus jantan (Rattus norvegicus) usia prapubertas. Tikus dibagi menjadi

dua kelompok, yaitu kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan dan

kelompok perlakuan yang diberi esktrak tempe sebanyak 0.25g/kgBB/haridari

umur 21 hari sampai 48 hari. Pada saat berumur 28, 42, dan 56 hari diambil

sampel dari testis, dan darah tikus jantan. Parameter yang diamati meliputi bobot

basah, bobot kering organ reproduksi jantan, total kadar DNA dan RNA, serta

konsentrasi testosteron. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan t-test

dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan

hormon testosteron pada umur 42 dan 56 hari, total kadar RNA pada umur 28 dan

42 hari, tetapi terjadi penurunan total kadar DNA pada tikus yang diberikan

fitoestrogen.

Kata kunci: fitoestrogen, tempe, testis, testosteron, total DNA dan RNA

ABSTRACT

RESYA SOFFIANA YASSIN. The Role of Tempe Extract Treatment

inPrepuberty RatsTestesPerformance.Supervised by NASTITI KUSUMORINI

and ARYANI SISMIN SATYANINGTIJAS.

Tempe is a fermented soy product from Rhizopus sp., and it contain

phytoestrogens derived from the isoflavones group. This research was conducted

to study the potential of tempe extract to the reproduction performance of

prepuberty male rats (Rattus norvegicus). Rats were divided into two groups,

which were control group without given any therapy and treatment group that has

been given 0.25 g/kgBW/day of tempe extract from the age of 21-days old until 48

days-old. At the age of 28, 42, and 56 days, samples of testes, and blood were

collected from male rats. The parameters observed were the wet and dry weight,

the total of DNA and RNA, and testosterone concentration. Data were analysed

using an Independent Samples T-Test method with 95% confidence interval.

Results showed that increasing of the rates of testosterone hormone at the age of

42 and 56 days, increasing in total of RNA at the age 28 and 42 days, but

decreasing in total of DNA rats given phytoestrogen therapy.

Keywords: phytoestrogens, tempe, testes, testosterone, total of DNA and RNA

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Kedokteran Hewan

pada

Fakultas Kedokteran Hewan

PERAN EKSTRAK TEMPE TERHADAP KINERJA ORGAN

TESTISANAK TIKUS USIA PRAPUBERTAS

RESYA SOFFIANA BINTI YASSIN

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

Judul Skripsi: Peran Ekstrak Tempe terhadap Kinerja Organ TestisAnak Tikus Usia Prapubertas

Nama : Resya Soffiana Yassin NIM : B04088014

Oisetujui oleh

Dr Ora Nastiti Kusumorini Dr Drh Aryani Sismin Satyaningtijas. M.Sc Pembimbing I Pembimbing II

APVet

29 APR 2014Tanggal Lulus :

Judul Skripsi : Peran Ekstrak Tempe terhadap Kinerja Organ TestisAnak Tikus

Usia Prapubertas

Nama : Resya Soffiana Yassin

NIM : B04088014

Disetujui oleh

Dr Dra Nastiti Kusumorini

Pembimbing I

Dr Drh Aryani Sismin Satyaningtijas. M.Sc

Pembimbing II

Diketahui oleh

Drh Agus Setiyono, MS, PhD, APVet

Wakil Dekan

Tanggal Lulus:

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa taala atas

segala karunia-Nya sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Penelitian

dilaksanakan sejak bulan Januari Juni 2013 dengan judul Peran Ekstrak Tempe

terhadap Kinerja Organ Testis Anak Tikus Usia Prapubertas.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Ibu Dr Dra Nastiti

Kusumorini selaku dosen pembimbing skripsi dan akademik serta Ibu Dr Drh

Aryani Sismin S, MSc selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membimbing,

mengarahkan dan memberi saran positif kepada penulis selama penelitian dan

penyusunan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada

Ibu Ida, Ibu Sri, dan Pak Edi yang telah banyak membantu dalam penelitian ini.

Ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada

ayahanda Yassin, ibunda Wan Masamah, kakanda Lisa Sabrina, adinda Alfi dan

Nadeem, seluruh keluarga tercinta, teman-teman Geochelone, dan teman-teman

PKPMI atas segala doa dan kasih sayangnya. Penghargaan penulis sampaikan

kepada teman satu penelitian Novia Puspitasari, Noorsyakilah, dan ST. Nurul

Muslinah, yang telah banyak membantu selama pengumpulan data, serta sahabat

terbaik penulis Farhan, Syamimi, Sufi, Ashley, Dela, Farah, Hani, Mimi, Zati, dan

Adib .

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, April 2014

Resya Soffiana

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL x

DAFTAR GAMBAR x

DAFTAR LAMPIRAN x

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Tujuan Penelitian 2

Manfaat Penelitian 2

TINJAUAN PUSTAKA 2

Biologi Umum Tikus 2

Isoflavon pada Tempe 3

Estrogen dalam Reproduksi Jantan 3

METODE 4

Waktu dan Lokasi Penelitian 4

Bahan dan Alat 4

Materi Penelitian 4

Prosedur Analisis Data 4

Parameter yang Diamati dan Teknik Pengukuran 5

Analisis Statistik 6

HASIL DAN PEMBAHASAN 6

Pengaruh Pemberian Ekstrak Tempe terhadap Kinerja Organ Testis Anak

Tikus Usia 28 Hari 6

Pengaruh Pemberian Ekstrak Tempe terhadap Kinerja Organ Testis Anak

Tikus Usia 42 Hari 7

Pengaruh Pemberian Ekstrak Tempe terhadap Kinerja Organ Testis Anak

Tikus Usia 56 Hari 9

SIMPULAN DAN SARAN 11

Simpulan 11

Saran 11

DAFTAR PUSTAKA 11

LAMPIRAN 16

RIWAYAT HIDUP 23

DAFTAR TABEL

1 Bobot basah, bobot kering, total DNA dan RNA organ testis serta

konsentrasi testosteron anak tikus usia 28 hari 6

2 Bobot basah, bobot kering, total DNA dan RNA organ testis serta

konsentrasi testosteron anak tikus usia 42 hari 8

3 Bobot basah, bobot kering, total DNA dan RNA organ testis serta

konsentrasi testosteron anak tikus usia 56 hari 10

DAFTAR GAMBAR

1 Bagan Prosedur Penelitian 5

DAFTAR LAMPIRAN

2 Metode penentuan kadar DNA 16

3 Metode penentuan kadar RNA 16

4 Hasil analisis kinerja organ testis anak tikus usia 28 hari 17

5 Hasil analisis kinerja organ testis anak tikus usia 42 hari 19

6 Hasil analisis kinerja organ testis anak tikus usia 56 hari 21

file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc330897741file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485136

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Reproduction merupakan gabungan kata dari re yaitu kembali, dan

production berarti membuat atau menghasilkan, sehingga reproduksi mempunyai

arti suatu proses kehidupan manusia maupun hewan dalam menghasilkan

keturunan demi kelestarian hidup (Efendi dan Makhfudli 2009). Proses ini

dimulai dengan bersatunya sel telur dari betina dan sel spermatozoa dari jantan

yang membentuk zigot. Anak kemudian akan lahir dari pertumbuhan zigot selama

masa kebuntingan. Saat melakukan fungsinya, sistem reproduksi memerlukan

kehadiran hormon yaituhormon steroid yang dihasilkan oleh testis dan

ovariumseperti testosteron dan estrogen.

Pada hewan jantan, sel interstitial (sel Leydig) pada testis akan

menghasilkan hormon testosteron yang penting dalam merangsang pertumbuhan

dan perkembangan organ reproduksi serta ciri seks sekunder (Cochran 2004).

Umur pubertas dan perkembangan testis sangat dipengaruhi oleh produksi

testosteron.Fungsi testosteron yaitu menimbulkan kelakuan kelamin (libido),

selain itu juga berpengaruh terhadap kemampuan hewan jantan untuk ereksi dan

ejakulasi (Hastono 2007). Testosteron diproduksi sebagai respon terhadap LH

(Lut