Home >Automotive >Penjelasan kbk

Penjelasan kbk

Date post:13-Jan-2015
Category:
View:3,566 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI ( Abstraksi dibuat tgl 31 Maret 2006 : 52slides )UNTUK PERGURUAN TINGGI BAHAN DARI BUKU DIREKTORAT PEMBINAAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL2005 Abstraksi ini dibuat oleh Prof. Sudjarwadi dari buku Dikti dengan sedikit modifikasi danilustrasi serta contoh aplikasi khusus dari Prof. Wahyudi T. Kimia UGM Abstraksi oleh Prof. Sudjarwadi dari buku Dikti, refleksi, dan input para kolega, 31 Maret 2006

2. Apa yang dimaksud dengankurikulum pendidikan tinggi?

  • Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaiannya dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi (SK Mendiknas No. 232/U/2000 Ps. 1 butir 6)
  • Kurikulum dipahami sebagai dokumen dan sebagai bahan pembelajaran yang nyata dalam pendidikan tinggi dan menjadi dasar penyelenggaraan program studi dengan cakupan :
    • Kurikulum Inti yang mencirikan kompetensi utama
    • Kurikulum Institusional yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, komplementer dengan Kurikulum Inti, disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan (SK Mendiknas No. 232/U/2000 Ps. 7)

3. Apakah saat ini Depdiknas atau Ditjen Dikti mengeluarkan Kurnas yang dapat digunakan sebagai standar kurikulum program studi PT di Indonesia ? Depdiknas khususnya Ditjen Diktitidak mengeluarkan Kurnasatau (Kurikulum Nasional), namun mengeluarkan pedoman umum dalam penyusunan kurikulum bagi setiap program studi yang ada di PT di seluruh Indonesia dalam bentuk SK Mendiknas No. 232/U/2000. Semangat dari Kepmen tersebut adalah untuk memberikankeleluasaan dan kebebasanberkreasi bagi setiap PT dalam mengembangkan kurikulumnyasesuai dengan minat dan kemampuanpenyelenggaraannya. Setiap program studi dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi seluruh potensi dirinya agarmenjadi yangterbaik, melampaui suatu standar minimal . Rambu-rambu kurikulum inti PT dikeluarkan dalam bentuk SK Mendiknas 045/U/2002. Dengan rambu-rambu tersebutsetiap PT memiliki pola dan patokan yang terukur serta dapat didiskusikan antarpeer groups , sehingga masing-masing PT dapat menonjolkan keunggulannya, namun tetap disertai tanggungjawab khususnya padastakeholder -nya. 4. Apakah tolok ukur yang digunakan dalam proses pengembangan kurikulum saat ini ? Tolok ukur dari pengembangan kurikulum saat ini adalahkualitas (mutu) . Merujuk pada visi pendidikan tinggi seperti yang ditulis padaHELTS ( Higher Education Long Term Strategy )maka kurikulum yang dikembangkan harus mendukung :education that effectively links to student needs, develops student intellectual capability to become responsible citizens, and contributes to the nations competitiveness . Secara teknis, pengembangan kurikulum saat ini memberikan paradigma baru dalam penyusunan kurikulum berbasis kompetensi pada pendidikan tinggi. Jadi kata kuncinya adalahkompetensi . Beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kekhasan pada perancangan kurikulum ke depan adalah mengenai pergeseran dari istilah kurikulum berdasar pada isi ( content based curriculum ) menuju pada kurikulum berdasar pada kompetensi ( competence based curriculum ) atau dikenal sebagai KBK. 5. Nampaknya memang ada perbedaan istilah pada sistem kurikulum baru yang berdasar pada SK Mendiknas No.232/U/2000 dan No. 045/U/2002 tersebut, perbedaan itu apakah sekedar istilah saja atau ada alasan yang menjadi dasar perubahan nama kelompok mata kuliah ? Hal lain yang khas pada pengembangan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) adalah pengistilahan pada kelompok matakuliah. Sebelumnya, kita mengenal MKDU atau MKU (matakuliah umum), MKDK (matakuliah dasar keahlian) dan MKK (matakuliah keahlian) pada sistem kurikulum sebelum SK 232/U/2000. Pada saat ini, pengelompokan mata kuliah mengikuti SK Mendiknas 232/U/2000 menjadi MPK (atmakuliah pengembangan kepribadian, MKK (matakuliah keilmuan dan ketrampilan), MKB (matakuliah berkarya) MPB (matakuliah perilaku berkarya), dan yang terakhir MBB (matakuliah berkehidupan bersama). Pada SK Mendiknas No. 045/U/2002 pengelompokan seperti ini dipertegas bukan sebagai kelompok matakuliah akan tetapi sebagaielemen-elemen kompetensi(pasal 2 ayat 1 dan 2) yang isi dan metode pembelajaran dapat dikreasi secara bebas oleh setiap PT disesuaikan dengan rambu-rambu yang ditetapkan.Sekali lagi, bukan kelompok mata kuliah, tetapi elemen-elemen kompetensi . 6. Terdapat alasan yang dapat dijadikan landasan perubahan. Kurikulum baru melihat konteks pendidikan tinggi secara lebih luas, jika pada kurikulum sebelumnya (sesuai SK Mendiknas 056/U/1994) domain variabel masukan dari proses pendidikan adalah permasalahan internal perguruan tinggi dan kondisi diseputarnya dengantarget keluaran pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi ,namun pada model kurikulum yang baru konteks yang dituju lebih kepada kebudayaan dan pengembangan manusia secara komprehensif . ( Sebagai contoh: UGM memberi makna spesifik pada KBK dan diuraikan ringkas di belakang) Komponen yang menjadi pertimbangan juga lebih menyeluruh dan bersifat mendunia, lebih universal. Dengan kurikulum yang baru tersebut diharapkanperguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang berkebudayaan dan mampu berperan baik secara lokal, regional, dan juga tidak canggung untuk berperan secara internasional . Rujukan yang menjadi inspirasi dikembangkannya sistem kurikulum yang baru adalahThe Four Pillars of Education in the 21 stcentury ( UNESCO )yang akan menginspirasi kurikulum denganlearn to know, learn to do, learn to be,danlearn to live together . Dari empat pilar itu akhirnya, dengan modifikasi kontekstual Indonesia, ditemukan rambu-rambu yang paling tepat untuk dijadikan inspirasi elemen-elemen kompetensi. 7. Gagasan dan cita-cita yang melandasithe four pillarssangat mulia, sehingga diperlukan pemahaman yang benar.Telah sering terjadi kekeliruan kajian KBK,pengembangan kurikulum ke arah sistem yang baru menjadi salah penanganan yang berupa: hanya memindahkan nama mata kuliah pada kelompok matakuliah lama ke kelompok matakuliah sistem baru . Apabila hal salah tersebut dilakukan (berarti keliru),maka kegiatan pengembangan kurikulum baru itu menjadi kehilangan makna,bahkan menjadi sia-sia.Perubahan yang dilakukan seharusnya ditekankan kepada prinsip-prinsip yang mendasar, yaitu pada pemahaman ide secara holistik. Dalam mengembangkan kurikulum yang baru ini, harus didasarkan pemahaman bahwa kurikulum merupakan bagian terintegrasi dari keseluruhan sistem pendidikan yang dikembangkan pada PT dan sekaligus menjadiinterfacedengan masyarakat ataustakeholder -nya. Bukan sekedar susunan nama matakuliah yang dikelompokkan mengikutipengelompokan baru atau nama-nama baru. 8. Bagaimanakah penjelasan tentang pengelompokan mata kuliah berdasar SK Mendiknas 232/U/2000 Pasal 1 Ayat 7-11 tersebut? Pengelompokan mata kuliah dalam Kepmendiknas tersebut sesungguhnya sudah jelas. Hal penting yang perlu dipahami adalah pengelompokan matakuliah ini bukan tujuan utama dari pergeseran konsep kurikulum. Pada SK Mendiknas No.045/U/2002 apa yang menjadi interpretasi dari pengelompokan matakuliah MPK, MKK, MKB, MPB dan MBB telah disempurnakan sebagaielemen kompetensidengan rincian: (1) Landasan Kepribadian; (2) Penguasaan Ilmu dan Ketrampilan, (3) Kemampuan berkarya, (4) Sikap dan Perilaku dalam Berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai, (5) Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya . Dengan memahami elemen kompetensi dalam menyusun kurikulum secara tepat,pengelompokan matakuliah diganti dengan peta kurikulum yang sering disebut matrix kurikulum . Pada kurikulum berbasis kompetensi, pertimbangan utamanya adalah menyusun dan mendiskripsikan kompetensi pada program studi secara tepat dan benar. 9. Apa yang dimaksud dengankompetensi ? Kompetensi adalahseperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu(SK Mendiknas No. 045/U/2002, Ps. 21) Pernyataan ini tentu belum jelas tanpa refleksi dan penjabaran spesifik ke orientasi program studi yang dibicarakan 10. Apa yang dimaksud denganKurikulum berbasis kompetensi ? Adalah kurikulum yang disusun berdasarkan atas elemen-elemen kompetensi yang dapat menghantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lain sebagaia method of inquiryyang diharapkan. Yang dimaksud denganmethod of inquirydiantaranya adalahsuatu metode pembelajaran yang menumbuhkan hasrat besar untuk ingin tahu, meningkatkan kemampuan untuk menggunakan atribut kompetensi guna menentukan pilihan jalan berkehidupan di masyarakat, meningkatkan cara belajar sepanjang hayat ( learning to learndanlearning throughout life ) 11. Apa ciri-ciri rancangankurikulum berbasis kompetensi ?

  • Menyatakan secara jelas rincian kompetensipeserta didik sebagai luaran proses pembelajaran
  • Materi ajar dan proses pembelajarandidesain dengan orientasi pada pencapaian kompetensi dan berfokus pada minat peserta didik
  • Lebihmensinergikan dan mengintegrasikan penguasaan ranah koqnitif, psikomotorik dan afektif .
  • Proses penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada kemampuan untukberkreasi secara prosedural atas dasar pemahaman penerapan, analisis, dan evaluasiyang benar pula
  • Disusun oleh penyelenggara pendidikan tinggi dan pihak-pihak berkepentingan terhadap lulusan pendidikan tinggi(masyarakat profesi dan pengguna lulusan)

12. Apa yang dimaksud dengan kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi l