Home >Documents >Pengoperasian GI

Pengoperasian GI

Date post:10-Feb-2016
Category:
View:50 times
Download:15 times
Share this document with a friend
Description:
Pengoperasian GI
Transcript:
  • PENGOPERASIAN GARDU INDUK

  • Mengoperasikan GI

    Wewenang danTanggung Jawab

    Wewenang dantanggung jawaboperator dalam

    pengoperasian GI

    Wewenang dantanggung jawab

    unit GI dalamsistem

  • Wewenang dan Tanggung Jawab Operator dalamPengoperasian GI

    Bertanggung jawab thd kelangsungan operasi GI dengan menjaga keandalan & penampilan peralatan setiap saat;

    Bertanggung jawab thd keamanan peralatan listrik yang terpasang;

    Mencatat dan melaporkan hasil penunjukan meter ke piket system secaraperiodik;

    Melaksanakan perintah piket yang sesuai dengan prosedur dan melaporkan pelaksanaannya ke piket system;

    Mencatat dan mereset alarm yang muncul, annunciator yang muncul, relay yang kerja bila terjadi gangguan;

    Mengambil tindakan penyelamatan bila kondisi darurat tanpa terlebih dahulumemberi tahu kepada piket;

    Menolak perintah bila tidak sesuai prosedur yang berlaku

  • Wewenang dan Tanggung Jawab Unit GI dalamSistem

    Menjamin keandalan suplai daya yang kontinu kepada konsumen;

    Mengatur sistem aliran daya dengan menjamin kapasitas kemampuan GI dari daya yang masuk dengan daya yang dikirim ke GI atau ke konsumen;

    Menjaga keseimbangan/kestabilan sistem suplai daya pada area/daerah operasi GI melalui pengaturan piket sistem;

    Menjaga kondisi sistem tetap baik agar tidak terjadi gangguan yang diakibatkan: beban lebih, kesalahan manuver dan kesalahan internal lainnya.

  • Macam-Macam Kondisi Operasi Gardu Induk

    Operasi GI Kondisi Normal

    Operasi GI Kondisi tidak normal

    Operasi GI Kondisi baru

  • Operasi GI Kondisi Normal

    GI beroperasi sesuai SOP normal, konfigurasi normal dan peralatan dalamkondisi baik serta mampu sesuai ratingnya

  • Pengamatan, Pemeriksaan Dan Pengendalian Operasi Kondisi Normal

    Pemeriksaan Dan Pengaturan Tegangan

    Pengamatan Beban

    Pemeriksaan Kabel TT

    Pemeriksaan Transformator Tenaga

    Pemeriksaan PMT

    Pemeriksaan Sumber DC

    Pencatatan Energi Listrik

  • Pemeriksaan Dan Pengaturan Tegangan

    Tegangan harus diperiksa, dicatat dan dilaporkan secara periodik atausewaktu-waktu dibutuhkan baik pada penghantar, rel, maupun sekundertrafo;

    Dalam kondisi normal tegangan menunjukkan simetris baik Ph-n dan Ph-ph;bila tegangan tidak simetris dibandingkan dengan penghantar yang lainnya, akan tetapi tegangan yang lain normal kemungkinan sistem pengukurannyakurang baik;

    Bila tegangan sisi sekunder trafo terlalu rendah/tinggi maka aturlah tap trafonya.

  • Pengamatan Beban

    Beban dan daya, dicatat dan dilaporkan secara berkala atau sewaktu-waktudibutuhkan pada penghantar dan trafo;

    Dalam kondisi normal beban diperbolehkan sebesar nominal dan simetris;

    Bila beban mencapai nominal/lebih informasikan pada UPB/UPD agar tidakmenambah beban;

    Bila beban melampaui nominal maka segera informasikan kepada UPB/UPD untuk ditindaklanjuti.

  • Pemeriksaan Kabel TT

    Pemeriksaan manometer, tekanan gas SF6 pada terminal bushing kabel.

  • Pemeriksaan Transformator Tenaga

    Pemeriksaan secara visual kondisi transformator, sistem pendinginnya(kipas, radiator, pompa), level minyak trafo, posisi tap changer, kondisisilicagel (kondisi biru/merah)

  • Pemeriksaan PMT

    Indikator tinggi minyak, tekanan gas SF6, tekanan udara

    Pencatatan counter PMT

  • Pemeriksaan Sumber DC

    Pemeriksaan lampu indikator, level elektrolit, tegangannya

    Pemeriksaan DC untuk rel, motor PMT, lampu darurat, alarm dan lain-lain

  • Pencatatan Energi Listrik

    Energi listrik (kWh) dicatat secara berkala baik pada penghantar, sekundertrafo dan pelanggan.

  • Operasi GI Kondisi Tidak Normal

    GI beroperasi akan tetapi salah satu atau beberapa peralatan yang beroperasi sedang keluar akibatadanya pemeliharaan atau gangguan

    Upaya menekan jumlah gangguan:

    Merencanakan dan melaksanakan pemeliharaan peralatan sesuai dengan buku petunjuk;

    Membuat rencana operasi;

    Mengadakan pemeliharaan relai secara periodik dan insidentil bila terdapat kecurigaan atas unjuk kerjarelai;

    Dalam melaksanakan operasi real time selalu mengikuti perkembangan cuaca;

    Mengadakan analisa gangguan;

    Mengembangkan sistem seirama dengan pertumbuhan beban;

    Mengadakan pemeliharaan daerah bebas sekitar SUTT, SUTM dan SUTR secara periodik;

    Mengadakan pendidikan secara berkesinambungan

  • Prosedur Operasi GI Dalam Kondisi Pemeliharaan

    Tujuan:

    tidak mengganggu operasi

    menjamin keamanan dan keselamatan personil

    koordinasi antara kesiapan operasi dengan kesiapan pemeliharaan

    Prosedur Pemeliharaan dalam GI meliputi:

    Koordinasi pengaturan operasi dengan rencana pemeliharaan

    Tata cara kerja pengaman/pelaksanaan pemeliharaan

    Tata cara manuver peralatan yang akan dipelihara

  • Koordinasi Pengaturan Operasi dengan RencanaPemeliharaan

    Operasi dengan rencana pemeliharaan dilakukan oleh UPT dengan UPB dan Distribusi

    Koordinasi antara PJ pelaksanaanpemeliharaan/operator GI denganpengatur operasi sistem real time

  • Tata Cara Pengamanan Pelaksanaan Pemeliharaan

    Rencana Kerja Pemeliharaan Harus Jelas

    SPK yang telah disahkan, jadwal kerja yang telah disahkan dan dikoordinasikan, rencana urutanmanuver

    Penunjukan pengawas manuver, pengawas pemeliharaan, pengawas keselamatan kerja.

    Rencana Pengamanan Instalasi

    Penanggung jawab/pengawas pemeliharaan harus menjelaskan rencana pengamanan instalasikepada pelaksana manuver/operator tentang rencana pengamanan meliputi:

    Bagian bagian peralatan yang bebas tegangan

    Bagian bagian peralatan yang harus diperiksa tegangannya

    Bagian bagian peralatan yang harus ditanahkan

    Pemasangan rambu rambu peringatan

    Peralatan kerja yang harus dipergunakan.

  • Tata Cara Manuver Peralatan

  • Tata Cara Manuver Peralatan

    Menerima perintah

    Mempersiapkan peralatan

    Melaksanakan manuver

    Memberikan laporan

  • Prosedur Manuver PMT Dan PMS Untuk PengoperasianDan Pembebasan Peralatan di Jaringan GI

  • Prosedur Operasi GI dalam Kondisi Gangguan

    Kondisi gangguan

    suatu kondisi berubahnya status dan fungsi peralatan karena pengaruh alam danatau peralatan itu sendiri yang mengakibatkan kondisi menjadi tidak semestinya

    Prosedur operasi GI dalam kondisi gangguan

    rangkaian tata cara yang dilakukan operator dalam mengatasi gangguan di GI

  • Gangguan yang Ditimbulkan oleh Sistem Luar

  • Gangguan yang Ditimbulkan oleh Sistem Setempat

  • Tindakan dan Pemulihan Gangguan

    Pembukaan Pemeriksaan Pelaporan

    PenormalanPelaporan

  • Pembukaan PMT

    Tindakan ini hanya dilakukan pada gangguan-gangguan yang mengakibatkan kehilangan beban/pemadaman GI.

    Pembukaaan PMT-PMT sebagai langkah pengamanan jaringan dalamkondisi gangguan, pelaksanaannya tergantung pada jenis gangguan

  • Pemeriksaan dan Pencatatan Gangguan

    Pemeriksaan dan pencatatan kejadian gangguan meliputi:

    Pemeriksaan dan pencatatan PMT yang trip baik nama dan kondisinya;

    Pemeriksaan dan pencatatan relai yang kerja dan announciator yang muncul baiktempat/lokasi, jenis, fasanya dan waktu kerja relai (TD/moment);

    Pemeriksaan dan pencatatan kondisi fisik peralatan;

    Pencatatan waktu kejadian baik tanggal dan jam.

    Relay dan announciator yang bekerja setelah dicatat segera direset kecualiannounciator tertentu tidak dapat direset sebelum gangguan diatasi/dilokalisir.

    Pencatatan dan pemeriksaan gangguan harus jelas, lengkap dan akurat agar dapatdianalisa secara baik.

  • Pelaporan Data/Informasi Gangguan

    Waktu gangguan (hari, tanggal, bulan, jam);

    Nama PMT yang trip dan relay/announciator yang bekerja;

    Beban sebelum gangguan;

    Kondisi fisik peralatan;

    PMT-PMT yang dibuka;

    Penyebab gangguan/kerusakan (bila sudah diketahui)

  • Penormalan Dalam Mengatasi Gangguan

    Usaha penormalan kembali setelah terjadi gangguan antara lain:

    Mereset relai dan announciator yang bekerja;

    Memasukkan kembali PMT trip atau yang dibuka.

    Dalam memasukkan PMT terlebih dahulu mendapat persetujuan dengan UPB dantelah diadakan pemeriksaan secara seksama bahwa:

    Tidak ada kerusakan pada peralatan;

    Tidak ada indikasi gangguan berat seperti relai pengaman internal trafo;

    Setelah gangguan telah diatasi/dilokalisir.

    Bila relai dan announciator menyatakan gangguan pada tingkat peringatan/alarm dantidak menjatuhkan (trip) PMT, maka relai dapat direset kembali. Bila gagal segeradilakukan perbaikan.

  • Pelaporan Hasil Penormalan Mengatasi Gangguan

    Bila penormalan berhasil dilakukan maka segera dilaporkan:

    Waktu/jam PMT/PMS masuk

    Beban setelah normal/masuk

    Lokasi gangguan dan penyebabnya

    Bila penormalan gagal/tidak berhasil laporkan:

    Waktu (jam) PMT dicoba dimasukkan

    Hasil pemasukan (trip kembali)

    Relai yang bekerja

    Permintaan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  • Operasi GI Kondisi Darurat

    Kondisi darurat (emergency) adalah musibah yaitu:

    pendudukan/huru-hara, kebakaran, bencana alam (banjir, gempa) yang dapatmembahayakan jiwa manusia dan kerusakan peralatan instalasi listrik aset PLN.

    Yang harus dilakukan Operator Gardu Induk:

    Membebaskan peralatan Gardu Induk yang terganggu dari tegangan (jikamemungkinkan);

    Melaporkan kepada Dispatcher, Piket/As.Man.Har/Manager UPT;

    Melakukan evakuasi (meninggalkan tempat) unt

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended