Home >Documents >Pengoperasian Boiler

Pengoperasian Boiler

Date post:01-Feb-2016
Category:
View:125 times
Download:40 times
Share this document with a friend
Description:
Prinsip Dasar Pengoperasian Boiler
Transcript:
  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    PENGOPERASIAN BOILER

    1. Fungsi Dan Klasifikasi Boiler

    Boiler berfungsi untuk merubah air menjadi uap superheat yang bertemperatur dan bertekanan tinggi. Proses memproduksi uap ini disebut Steam Raising (Pembuat Uap). Unit/alat yang digunakan untuk membuat uap disebut Boiler (Boiler) atau lebih tepat steam Generator (Pembangkit Uap).

    Klasifikasi Boiler secara umum dibagi dua yaitu, Boiler pipa api dan Boiler pipa air.

    1.1. Boiler Pipa Api

    Pada jenis Boiler pipa api, gas panas hasil pembakaran (flue gas) mengalir melalui pipa-pipa yang dibagian luarnya diselimuti air sehingga terjadi perpindahan panas dari gas panas ke air dan air berubah menjadi uap. Gambar Boiler pipa api dapat dilihat pada gambar

    Gambar 1 : Boiler Pipa Api

    Boiler seperti ini banyak digunakan dipabrik-pabrik gula karena tidak memerlukan tekanan uap yang tinggi.

    TP/E/05 1

  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    1.2. Boiler Pipa Air

    Pada boiler (Boiler) jenis ini, air berada didalam pipa sedangkan gas panas berada diluar pipa. Boiler pipa air dapat beroperasi dengan tekanan sangat tinggi (lebih dari 100 Bar). Gambar Boiler pipa air dapat dilihat pada gambar

    Gambar 2 : Boiler Pipa Air

    TP/E/05 2

  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    2. Bagian-Bagian Boiler

    2.1. Tata Letak dan Bagian-bagian Boiler

    Tata letak boiler berbahan bakar minyak dapat dilihat pada gambar

    Gambar 3 : Tata Letak dan Bagian-bagian Boiler

    TP/E/05 3

  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    2.2. Boiler Drum

    Boiler Drum adalah bejana tempat menampung air yang datang dari Economizer dan uap hasil penguapan dari Tube Wall ( Riser). Kira-kira separoh dari drum berisi air dan separohnya lagi berisi uap. Boiler Drum terbuat dari plat baja dilas dan dilengkapi diantaranya :o Man hole.o Saluran menuju Superheater. o Saluran menuju Feedwater Inlet.o Saluran menuju Blow Down.o Saluran menuju Down Comer.o Saluran menuju Safety Valve.o Pipa injeksi bahan Kimia.o Pipa Sampling.o Pipa menuju alat ukur dan alat kontrol.

    Level air didalam boiler drum dapat dimonitor dengan menggunakan perlatan level gauge/level indikator yang terdapat didekat boiler drum (lokal), atau dengan cara remote (jarak jauh) di control room, juga dicatat pada level recorder.

    Uap yang dihasilkan dari dalam tube wall (riser), terkumpul didalam boiler drum. Uap akan mengalir ke arah puncak boiler drum melewati steam separator dan screen dryer lalu keluar dari dalam drum dalam keadaan kering menuju separator dan akhirnya ke S H.

    TP/E/05 4

  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    Gambar 4 : Boiler Drum

    2.3. Ruang Bakar

    Ruang bakar adalah bagian dari Boiler yang berfungsi untuk tempat berlangsungnya proses pembakaran antara bahan bakar dan udara.

    Tekanan gas panas yang berada didalam ruang bakar (Furnance) dapat lebih besar dari pada tekanan udara luar (Tekanan ruang bakar positip) dan dapat juga bertekanan lebih kecil dari tekanan udara luar (Tekanan ruang bakar negatif) atau bertekanan seimbang (Balance Draught).

    2.3.1. Tekanan Positif

    Pada boiler dengan tekanan ruang bakar positif, udara luar dihembuskan masuk kedalam ruang bakar dengan menggunakan forced draught fan (Kipas tekan paksa), yang sekaligus mendorong gas panas hasil pembakaran ke arah cerobong.

    Boiler/Boiler dengan tekanan ruang bakar positif banyak digunakan oleh Boiler dengan bahan bakar minyak.

    2.3.2. Tekanan Negatif

    Pada boiler dengan tekanan ruang bakar negatif, gas panas hasil pembakaran dihisap oleh induced draught fan sekaligus menghisap udara luar masuk kedalam ruang bakar.Gabungan dari kedua cara tersebut diatas diterapkan pada balanced draught yang memiliki baik forced draught fan untuk mendorong udara luar masuk kedalam boiler, maupun induced draught fan untuk menghisap gas panas hasil pembakaran.

    Pada sistem balanced draught, tekanan ruang bakar dibuat sedikit negatif yaitu sekitar - 10 mmWg (0,001 bar) .

    Boiler dengan tekanan ruang bakar negatif, jarang digunakan/kurang ekonomis. Sedangkan boiler dengan tekanan balanced draught (seimbang) banyak digunakan oleh Boiler dengan bahan bakar Batubara.

    2.4. Sootblower (Pembersih Jelaga)

    Fungsi

    Boiler-boiler modern dilengkapi dengan pembersih jelaga (sootblower) yang dapat dioperasikan dari jarak jauh (remotely operated) dan dikendalikan secara bergantian dan berurutan.

    TP/E/05 5

  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    Fungsi dari sootblower adalah untuk membersihkan abu, debu atau jelaga yang menempel pada pipa-pipa Boiler, superheater, Economizer dan pada elemen air heater. Tujuan dari pembersihan tersebut adalah untuk menaikkan efisiensi dari boiler dan menghindari kerusakan pipa-pipa pada bolier/superheater. Biasanya sootblower menggunakan uap untuk membersihkan pipa-pipa boiler/superheater.

    Uap yang digunakan untuk pembersihan abu biasanya diambil langsung dari boiler, dari sisi keluar pemanas lanjut primer atau dari sisi masuk cold reheater, namun uap dari boiler bantu (auxilary boiler) pun dapat digunakan. Tekanan uap yang menuju kemasing-masing blower diturunkan seperlunya oleh plat-plat orifis (orifice plate). Pada pusat pembangkit lain, udara bertekanan juga digunakan sebagai media pembersih. Sistem sootblowing dengan udara bertekanan ini memerlukan tambahan modal dan biaya untuk kompressor yang berkapasitas besar.

    Jenis dan Konstruksi

    Jenis penempatan, ukuran dan tekanan serta frekuensi penggunaan sootblower sangat bervariasi sesuai dengan disain boiler dan karakter deposit/endapannya . Oleh karena itu adalah tidak mungkin untuk menguraikan semua pemakaian-pemakainnya , tetapi secara umum , jenis-jenis utama dari sootblower yang digunakan adalah seperti diperlihatkan pada gambar , yaitu :a. Blower-blower yang dapat ditarik (retractable gun blowers) dengan nozle jet yang

    berlawanan untuk membersihkan pipa-pipa air ruang bakar.

    b. Blower-blower yang dapat ditarik (retractable gun blowers) yang mempunyai nozle jet tunggal untuk diarahkan pada susunan pipa-pipa boiler dan superheater.

    c. Blower-blower panjang yang dapat ditarik (long retractable lance blowers) yang bergerak/bergeser diantara susunan pipa-pipa, dengan nozle berputar dan mempunyai jet yang berlawanan untuk mengimbangkan gaya dorong. Jenis inilah yang paling efektif, untuk pemanas lanjut pada boiler modern sehingga memungkinkan mencapai sasaran yang lebar dengan merata/sebanding.

    d. Blower dengan nozzle jet banyak (multi jet tube blowers), digunakan untuk zone temperatur yang lebih rendah seperti economizer dan air heater. Blower tersebut tidak dapat ditarik (non-retractring) tetapi dapat berputar dan/atau bergeser.

    e. Sama dengan multi jet blower dengan nozzle jet yang dapat digunakan pada posisi tetap untuk membersihkan lorong-lorong diantara pipa-pipa. Blower ini hanya cocok untuk zone temperatur yang lebih rendah dan pada zone yang deposit/endapannya ringan, oleh karena itu tidak perlu daya yang besar untuk beberapa nozle kecil .

    TP/E/05 6

  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    Gambar 5 : Jenis-jenis Sootblower

    2.5. Burner

    FungsiBurner adalah alat yang dipakai untuk memasukkan bahan bakar kedalam ruang bakar dan menghasilkan pengabutan yang memudahkan reaksi pembakaran

    Jenis dan KonstruksiPada dasarnya ada tiga jenis pembakaran (burner) minyak dan ketiganya menggunakan cara yang berbeda untuk mengatomisasikan minyak :1. Mekanikal (atau tekanan)

    2. Diatomisasikan dengan Uap

    3. Diatomisasikan dengan udara

    Pembakaran minyak dengan diatomosasikan secara mekanikal

    Didalam pembakaran ini minyak diatomisasikan oleh tekanan yang didapat dari pompa minyak. Minyak dengan tekanan yang sesuai melewati piringan penyemprotan yang berisikan sejumlah jalur-jalur laluan tangensial untuk selanjutnya minyak menuju ruang dipusat piringan. Disini minyak bergerak memutar dengan kecepatan tinggi yang selanjutnya keluar melalui orifer dalam bentuk kabut kerucut.

    TP/E/05 7

  • 1. DASAR-DASAR PLTG

    .BANDUNG

    PEMBEKALAN PRA UJI KOMPETENSILEVEL II

    PENGOPERASIAN BOILER

    Dapat dilihat bahwa adanya perubahan tekanan minyak atau keausan orifice dan jalur tangensial akan menyebabkan atomisasi minyak menjadi terganggu dan titik-titik minyak akan banyak terpancar lewat burner. Gambar burner dengan atomisasi mekanik dapat dilihat pada gambar, dibawah ini.

    Gambar 6 : Burner minyak dengan Atomisasi Mekanik

    Pembakaran minyak dengan diatomisasikan uap

    Perubahan dengan atomisasi mekanikal akan mempunyai kerugian dimana beban tidak dapat diubah-ubah karena perubahan tekanan minyak ini akan mempengaruhi atomisasi. Pada pembakar minyak atomisasi uap perbandingan mengecilkan (turn down ration) 10 : 1 dapat dicapai.

    Pada pembakaran ini atomisasi dilakukan dengan tekanan uap. Uap diisikan kepusat tabung burner pada tekanan 1,5 bar

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended