Home >Documents >PENGOPERASIAN

PENGOPERASIAN

Date post:14-Sep-2015
Category:
View:233 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:

BASCOM

BASCOM

Kompiler BASCOM-8051 yaitu kompiler yang menggunakan bahasa BASIC. Alasannya adalah bahasa Basic relatif lebih mudah dibanding bahasa tingkat tinggi lainnya. Kemudian, kompiler cukup lengkap karena telah dilengkapi dengan simulator untuk LED, LCD, dan monitor untuk komunikasi serial. Dengan demikian, proses perancangan sistem yang dibuat akan lebih mudah.

Gambar 1 Shorcut Bascom

1.1 Penginstalan Program Bascom

Gambar 2 Prosedur Penginstalan BASCOMGambar 3 Prosedur Penginstalan BASCOM

Gambar 4 Prosedur Penginstalan BASCOMGambar 5 Prosedur Penginstalan BASCOM

Gambar 6 Prosedur Penginstalan BASCOM

Gambar 7 Cara Penginstalan BASCOMMulai step 1 sampai step 8 yang kita lakukan hanya meng-eklik NEXT. Kemudian setelah terakhir kita meng-eklik |FINISH, maka Compiler Bascom telah terinstal pada komputer dan siap untuk digunakan. 1.2 Menjalankan Program Bascom :

Setelah program dijalankan maka akan tampil editor seperti berikut :

Gambar 8 Menu BASCOM

Setelah editor tersebut muncul kita tuliskan program mikrokontroler pada editor tersebut . Tetapi sebelum kita tuliskan programnya kita seting dulu beberapa parameter tertentu. Parameter yang utama adalah library dari jenis mikrokontroler yang kita klick tombol option>compiler>misc

Tabel 1 merupakan keterangan lengkap ikon-ikon dari program BASCOM-8051.Tabel1.1 Daftar Isi Menu BASCOM-8051

IkonNamaFungsiShortcut

File NewMembuat file baruCtrl + N

Open FileMembuka fileCtrl + O

File CloseMenutup Program Yang Dibuka_

File SaveMenyimpan fileCtrl + S

Save AsMenyimpan dengan nama lain_

Print PreviewMelihat tampilan sebelum dicetak_

PrintMencetak dokumenCtrl + P

ExitKeluar dari program_

Program CompileMengkompile program yang dibuat. Outputnya bisa berupa *.hex, *.bin, dan lain-lainF7

Syntax CheckMemeriksa kesalahan bahasaCtrl + F7

Show ResultMena,pilkan hasil kompilasi programCtrl + W

Simulate ProgramSimulasi untuk program yang telah dibuat_

Menu Show Result menampilkan informasi berupa :Tabel 1.2 Info Show Result

InfoKeterangan

CompilerVersi Kompiler yang digunakan

ProcessorMenampilkan target prosesor yang dipilih

Data and TimeTanggal dan waktu kompilasi

Baud TimerTimer yang digunakan untuk menghasilkan baud rate; 0 ketika tidak ada timer yamng digunakan

Baud rate dan frequensiBaud rate yang dipilih dan kristal yang digunakan uP

ROM startLokasi awal ROM

RAM StartLokasi awal eksternal RAM

LCD modeMode LCD yang digunakan, 4 bit atau 8 bit

Stack StartLokasi awal Stack. Ruangan dibawah stack digunakan untuk variable

Used ROMMenampilkan panjang File biner yang dihasilkan

1.3Program Simulasi BASCOM-8051

BASCOM-8051 menyediakan pilihan yang dapat mensimulasikan program. Tampilan program simulasi adalah :Gambar 9 Jendela Program SimulasiTombol Play berfungsi memulai simulasi. Untuk menghentikan proses simulasi yang sedang berjalan, gunakanlah tombol Stop . Layar biru di tengah merupakan simulasi layar komputer ketika menggunakan perintah Print atau Input. Kita dapat melihat perubahan variabel yang digunakan dalam program dijalankan, maka setiap perubahan variabel akan ditampilkan. Bagian lainya adalah bagian register-register akan ditampilkan ketika simulasi dijalankan.

Tombol berikut merupakansimulasi interrup dari mikrokontroller:

Gambar 10 Tombol-Tombol Interrupt

Dengan menekan tombol di atas, misal INT0, program simulasi akan mendeteksi adanya interrupt 0. dengan catatan, interrupt 0- nya harus diaktifkan terlebih dahulu.

Agar dapat melihat perubahan data pada setiap port atau ketika kita ingin memberikan input pada pin-pin tertentu mikrokontroller, maka gunakan tombol untuk menampilkan jendela sebagai berikut:Gambar 11 Jendela simulasi LCDBagian atas mensimulasikan perintah-perintah yang berhubungan dengan LCD. Sebaliknya, deretan LED yang di bawah menunjukan kondisi masing-masing port yang dihubungkan secara common Catode. Jika kita gunakan hardware common anode, maka tanda checklist dihilangkan. Untuk memberikan input pada pin-pin tertentu, kita tinggal menekan LED yang diinginkan, maka program simulasi akan melakukan program yang sedang disimulasikan. Misalnya kita menggunakan port P1.7 sebagai input maka kita menekan LED pada kolom 7 pada baris P1 ketika program telah dijalankan

1.4 Compiler :

BASCOM-8051 menyediakan pilihan untuk memodifikasi pilihan-pilihan pada kompilasi. Dengan memilih menu compiler, jendela berikut akan tampil:

Gambar 12 Jendela optionKeterangan dari pilihan sebagai berikut :Tabel 1.3 Keterangan Menu PilihanTAB MenuOPTIONKeterangan

OutputBinary FileMenghasilkan File Biner

HEX FileMenghasilkan File Hexadesimal

DEBUG FileMenghasilkan file dubug dan map yang diperlukan program simulator

Report FileMenghasilkan File report

Error FileMenghasilkan file error

Old Intel HEXMenghasilkan file old intel Hex yang digunakan beberapa monitor

CommunicationBaudrateBaudrate yang digunakan untuk komunikasi RS232 dengan komputer

FrequencyFrequency cristal yang digunakan mikrokontroller

12CSCL portPin untuk jalur SDA yang digunakan rutin 12C

SDA portPin untuk jalur SDA yang digunakan rutin 12C

RC5 portPin yag digunakan untuk statement GETRC5

LCDDB4-DB7,Eneble,RSPort yang dihubungkan dengan peraga LCD

MISCRegister fileNama file mokrokontroller

Byte EndPosisi terakhir RAM yang bisa digunakan oleh RAM internal. Stac akan mulai pada byte end+1. ketika kekurangan ruangan stack, maka nilai harus diturunkan. Artinya, ruangan untuk variabel menjadi berkurang. Untuk mikrokontroller dengan RAM 128 byte, nilai byte end yang bisa diisikan adalah 70h,sedangkan untuk yang memiliki RAM 256 byte, maka bisa diisi dengan nilai F0h.

Size WarningUkuran ROM yang diperbolehkan

CompilerMemilih jenis kompiler yang digunakan BASCOM LT

1.5DASAR PEMROGRAMAN BASIC

1.5.1Karakter dalam BASCOM

Dalam program BASCOM,karakter dasarnya terdiri atas karakter alfabet ( A-Z dan a-z),karakter numerik (0-9),dan karaktear spesial.

Tabel 1.4 Karakter Spesial

KarakterNama

Blank atau spasi

Apostrophe

*Asterik (simbol perkalian)

+Plus sign

,Comma

-Minus sign

.Period (decimal point)

/Slash (divisio simbol) will be handled as \

:Colon

Double quotation mark

;Semicolon

Greater than

\Back slash ( integer or word division symbol)

1.5.2Tipe Data

Setiap variable dalam BASCOM mamiliki tipe data yang menunjukan daya tampungnya. Hal ini berhubungan dengan penggunaan memori mikrokontroller. Berikut adalah tipe data pada BASCOM berikut keteranganya.

Tabel 1.5 Tipe Data BASCOM

Tipe DataUkuran (byte)Range

Bit1/8-

Byte10 255

Integar2-32,768 - +32,767

Word20 - 65535

long4-2147483648 - +2147483647

single4-

stringHingga 254 byte-

1.5.3Variable

Variable merupakan sebuah pemrograman yang berfungsi sebagai tempat menyimpan data atau menampung data sementara, misalnya menampung hasil perhitungan,menampung data hasil pembacaan register, dan lain sebagainya. Variabel merupakan pointer yang menunjukan pada alamat memori fisik di mikro kontroller. Dalam BASCOM, ada beberapa aturan dalam penamaan sebuah variabel:

1. Nama variable nmaximum terdiri atas 32 karakter.

2. Karakter biasa berupa angka atau huruf

3.Variabel tidak boleh menggunakan kata-kata yang digunakan dalam BASCOM sebagai perintah, pernyataan,internal register, dan nama operator (AND, OR, DIM, dan lain-lain).

Sebelum digunakan, maka variabel harus dideklarasikan terlebih dahulu. Dalam BASCO, ada bebrapa cara untuk mendeklarasikan sebuah variabel. Cara pertama adalah dengan menggunakan pernyataan DIM diikuti nama dan tipe datanya. Contoh pendeklarasian menggunakan DIM sebagai berikut:

Cara mempercepat pendeklarasian sebuah variabel yang banyak adalah :

Cara lain untuk pendeklarasian sebuah variabel adalah menggunakan DEFINIT, DEFBIT, DEFBYTE, dan atau DEFWORD. Contohnya:

Deklarasi di atas berarti nama tipe datanya adalah Byte; tombol 1 tipe datanya adalah integar; lalu tombol 2, tombol 3, tombol 4 tipe datanya adalah word

1.5.3.1Alias :

Dengan menggunakan alias, variabwl yang sama dapat diberikan nama yang lain. Tujuanya adalah mempermudah proses pemrograman. Umumnya, alias digunakan untuk mengganti nama variabel yang telah baku, seperti port mikrokontroller.

Dengan deklarasi seperti di atas,perubahan pada tombol 1 akan mengubah kondisi P0.1. Selain mengganti nama port, kita dapat pula menggunakan alias untuk mengakses bit tertentu dari sebuah variabel yang yang teah dideklarasikan.

1.5.3.2Konstanta :

Dalam BASCOM, selain variable kita mengenal pula konstanta. Konstanta merupakan variabel pula. Perbedaanya dengan variabel biasa adalah nilai yang tekandungnya tetap. Dengan konstanta, kode program yang kita buat akan lebih mudah dibaca dan mencegah kesalahan dalam penulisan pada program kita. Misalnya, kita akan lebih mudah menulis phi daripada menulis 3,14159867. sama seperti variabel, agar konstanta bisa dikenali oleh program, maka harus dideklarasikan terlebih dahulu. Berikut adalah cara pendeklarasian sebuah konstanta.

1.5.3.3 Array :

Dengan array, kita bisa menggunakan sekumpulan variabel dengan nama dan tipe yang sama. Untuk mengakses variabel tertentu dengan array, kita harus menggunakan indeks. Indeks harus berupa angka dan tipe data byte,integar, atau word. Artinya, nilai maximum sebu

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended