Home >Documents >PENGARUH PROFITABILITAS, GROWTH OPPORTUNITY, KEPUTUSAN OKTAMA HADI... · 2018-08-09 · kinerja...

PENGARUH PROFITABILITAS, GROWTH OPPORTUNITY, KEPUTUSAN OKTAMA HADI... · 2018-08-09 · kinerja...

Date post:09-Jun-2019
Category:
View:213 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

1

PENGARUH PROFITABILITAS, GROWTH OPPORTUNITY,

KEPUTUSAN INVESTASI, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, PROPORSI

DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA

EFEK INDONESIA PERIODE 2014-2016

ALVIN OKTAMA HADI

120462201098

Pebimbing: Fatahurrazak, Asri Eka Ratih

Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Gmail: AlvinOktamahadi43@gmail.com

ABSTRAK

This study aims to examine influence of profitability, growth

opportunity, investment decisions, the proportion of independent board of

commissioners, managerial ownership, to the value of manufacturing companies

listed on the Indonesia Stock Exchange. The population in this study are all

manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange 2014-2016. The

sample is determined by purposive sampling, so that the total of the sample is 21

samples. The type of data that is used secondary obtained from www.idx.co.id.

The data were analyzed by using classical asusmsion method that includes

normality test, heteroscedasticity test, multicollonearity test, and hypothesis test

that is, t test, F test and multiple linear regression test. To analyze data using

SPSS software version 21. This study shows that simultaneously Profitability

(ROA), Growth Opportunity, Investment Decision (PER), Proportion of

Independent Board of Commissioners, Managerial Ownership have significant

effect to the Firm Value. Partially The Proportion of Independent Board of

Commissioners and Managerial Ownership has no significant influence on the

Firm Value.

Keyword: Profitability, Growth Opportunity, Invesment Decision, Proportion of

Board of Commissioners, Managerial Ownership to the firm Value.

mailto:AlvinOktamahadi43@gmail.com

2

PENDAHULUAN

Perusahaan dalam menjalankan usahanya pasti mengharapkan laba. Laba

yang dihasilkan perusahaan dapat mencerminkan bahwa perusahaan tersebut

memiliki kinerja keuangan yang baik. Dengan kinerja keuangan sebuah

perusahaan yang baik akan mendorong investor untuk menanamkan sahamnya.

Keputusan yang diambil investor untuk menanamkan sahamnya pasti didorong

melalui informasi yang diterimanya, semakin banyak informasi yang diterima

investor maka investor akan semakin percaya untuk menanamkan sahamnya di

perusahaan tersebut (Hermuningsih, 2013).

Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur

kemampuann perusahaan dalam menghasilkan laba perushaannya, serta menjadi

salah satu informasi pertimbangan investor dalam mengambil keputusan

investasinya. ROA (Return on Asset) biasa digunakan investor untuk menghitung

tingkat pengembalian keuntungan perusahaan dari ekuitas yang dimiliki. ROA

dipilih sebagai proksi dari profitabilitas karena ROA digunakan untuk mengukur

kinerja manajemen dalam pengelolaan modal untuk mendapatkan laba bersih

setelah pajak. Kinerja keuangan yang baik akan menghasilkan laba yang besar.

Maka artinya ROA yang semakin tinggi mampu menunjukkan semakin efisien

kinerja keuangan perusahaan dalam menggunakan modal sendiri untuk

menghasilkan laba (Pratiwi & Amanah, 2017).

Growth opportunity merupakan faktor yang sangat penting karena untuk

mencapai nilai perusahaan yang tinggi, peluang pertumbuhan perusahaan dapat

digunakan sebagai analisis tercapainya kemakmuran pemegang saham.

Perusahaan dengan peluang yang bagus mudah untuk mencapai targetnya. Untuk

mencapai nilai perusahaan yang tinggi, maka peluang dari pertumbuhan

perusahaan dapat digunakan sebagai analisis tercapainya nilai perusahaan (Pratiwi

& Amanah, 2017)

Tujuan penerapan GCG adalah untuk mencipkan nilai tambah bagi semua

pihak yang berkepentingan secara berkesinambungan dalam jangka panjang

melalui peningkatan kinerja manajemen guna meningkatkan nilai perusahaan serta

mendorong terciptakanya pasar yang efisien, transparansi dan konsisten sesuai

dengan peraturan perundang-undangan. Tujuan penerapan GCG sejalan dengan

tujuan didirikannya perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui

peningkatan kemakmuran pemilik atau pemegang saham (Ningtyas, Nuzula, &

Suhadak, 2014).

Dewan Komisaaris Independen mempunyai peranan penting dalam

meningkatkan nilai perusahaan. Semakin banyak dewan direksi dalam perusahaan

akan memberikan pengawasan yang lebih baik terhadap kinerja perusahaan,

dengan kinerja perusahaan yang baik dan terkontrol, maka akan menghasilkan

profitabilitas yang baik dan nantinya akan meningkatkan harga saham perusahaan

dan nilai perusahaan menjadi ikut meningkat.Pembentukan dewan komisaris

merupakan salah satu mekanisme yang digunakan untuk memonitoring kinerja

manajer. Semakin banyak dewan komisaris maka semakin bagus kinerja

perusahaan dan nilai perusahaan pun meningkat (Ningtyas, Nuzula, & Suhadak,

2014)

3

Kepemilikan manajerial (managerial ownership) adalah pihak

manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan

(manajer, direktur atau komisaris) dan juga diberikan kesempatan untuk ikut

memiliki saham perusahaan (pemegang saham). Kepemilikan manajerial sering

dikaitkan sebagai upaya dalam peningkatan nilai perusahaan karena manajer

selain sebagai manajemen sekaligus sebagai pemilik perusahaan akan merasakan

langsung akibat dari keputusan yang diambilnya sehingga manajerial tidak akan

melakukan tindakan yang hanya menguntungkan manajer (Suastini, Purbawangsa,

& Rahyuda, 2016).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016 yang berjumlah 145

perusahaan. Dengan pemilihan menggunakan purpossive sampling dengan kriteria

tertentu sebagai acuan penyeleksian sampel.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis termotivasi untuk

mengambil judul Pengaruh Profitabilitas, Growth Opportunity, Keputusan

Investasi, Kepemilikan Manajerial, Proporsi Dewan Komisaris Independen

Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar

Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016

TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan adalah kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu

perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

Semakin tinggi nilai perusahaan maka kesejahteraan para pemilik akan meningkat

dan merupakan sebuah prestasi bagi perusahaan tersebut (Prasetyo, Swandari, &

Dewi, 2017).

Nilai perusahaan dapat diukur dengan menggunakan price to book value.

Rasio ini menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku suatu

perusahaan, dengan demikian semakin besar rasio ini berarti pasar makin percaya

terhadap prospek perusahaan tersebut (Sugiono, 2009).

Profitabilitas

Menurut Brigham & Houston (2007) profitabilitas adalah hasil bersih dari

serangkaian kebijakan dan keputusan. Profitabilitas dapat ditetapkan dengan

menghitung berbagai tolak ukur yang relevan.

Menurut Harahap (2008), profitabilitas menggambarkan kemampuan

perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan sumber daya yang ada.

Sementara itu, menurut Fahmi (2012) Rasio profitabilitas adalah rasio yang

mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar

kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan

penjualan maupun investasi.

4

Growth Opportunity

Kesempatan tumbuh adalah suatu kesempatan yang dimiliki perusahaan

untuk memperbesar perusahaan dengan cara berinvestasi atau dengan cara

membuat cadangan tersembunyi, (Alfian, 2013).

Perusahaan yang memiliki kesempatan bertumbuh diharapkan memberikan

profitabilitas yang tinggi dimasa datang, dan diharapkan laba lebih persisten.

Penilaian pasar terhadap kemungkinan bertumbuh suatu perusahaan terlihat dari

harga saham yang terbentuk sebagai suatu nilai ekspektasi terhadap manfaat masa

depan yang akan diperolehnya. Pemegang saham akan memberikan respon yang

lebih besar kepada perusahaan yang mempunyai kesempatan bertumbuh yang

tinggi. Hal ini terjadi karena perusahaan yang mempunyai kemungkinan

bertumbuh yang tinggi akan memberikan manfaat tinggi dimasa depan bagi

investor (Scott, 2011).

Keputusan Investasi

Keputusan investasi sangat penting karena akan mempengaruhi

keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan. Karena keputusan investasi

menyangkut keputusan tentang penentukan pengalokasian dana ke dalam bentuk-

bentuk investasi yang mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang.

Tujuan keputusan investasi adalah untuk memperoleh keuntungan yang tinggi

dengan risiko tertentu. Dari keuntungan yang tinggi serta dengan risiko yang

dapat dikelola dengan baik, diharapkan akan meningkatkan nilai perusahaan, yang

berarti juga meningkatkan kemakmuran pemegang saham (Faridah & Kurnia,

2016).

Good Corporate Governance

Dalam penelitian ini good corporat

Embed Size (px)
Recommended