Home >Documents >Pengaruh Profitabilitas dan Firm Size Terhadap Nilai ... AH DARINA-150462201016... 1 Pengaruh...

Pengaruh Profitabilitas dan Firm Size Terhadap Nilai ... AH DARINA-150462201016... 1 Pengaruh...

Date post:01-Apr-2020
Category:
View:3 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1

    Pengaruh Profitabilitas dan Firm Size Terhadap Nilai Perusahaan dengan

    Struktur Modal Sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur

    Yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014 – 2017

    Nur’ah Darina

    1 , Inge Lengga Sari Munthe

    2 , Fatahurrazak

    3

    E-mail : dariina_17@yahoo.com

    Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji

    ABSTRAK

    Nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kinerja yang baik serta

    tingginya tingkat kemakmuran pemegang saham suatu perusahaan. Tujuan

    penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas dan firm size

    terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel moderasi pada

    perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017.

    Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dan

    diperoleh sebanyak 65 sampel yang memenuhi kriteria dari 159 perusahaan yang

    menjadi data observasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

    Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa

    profitabilitas yang diproksikan dengan return on equity (ROE), firm size, dan

    struktur modal yang diproksikan dengan debt to equity (DER) secara parsial

    berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Struktur modal secara signifikan

    memperlemah pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan dan secara tidak

    signifikan memperlemah pengaruh firm size terhadap nilai perusahaan. Hasil uji

    koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen, variabel

    moderasi dan interaksi kedua variabel tersebut hanya mampu menjelaskan

    variabel dependen sebesar 25,5%, sedangkan sisanya 74,5% dijelaskan oleh

    variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

    Kata kunci : nilai perusahaan, profitabilitas, firm size, struktur modal.

    PENDAHULUAN

    Tujuan utama perusahaan yang telah go publik adalah meningkatkan

    kemakmuran pemilik atau para pemegang saham melalui peningkatan nilai

    perusahaan, didasarkan pada pendapat Salvatore dalam Mandalika (2016).

    Namun, di era globalisasi saat ini untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah

    karena banyaknya persaingan antar perusahaan yang semakin hari semakin ketat.

    Oleh karena itu, para manjer dituntut untuk terus menampilkan kinerja yang baik

    kepada para investor dan masyarakat. Harmono (2009 : 233), mendefinisikan nilai

    perusahaan sebagai kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang

  • 2

    dibentuk oleh permintaan dan penawaran di pasar modal yang merefleksikan

    penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan yang baik

    akan meningkatkan nilai perusahaan.

    Nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan bahwa kemakmuran

    pemegang sahamnya juga tinggi serta kinerja perusahaan baik, sehingga

    perusahaan akan mendapatkan kepercayaan dari pasar dan mampu menarik para

    investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Peningkatan nilai

    perusahaan yang tinggi merupakan tujuan jangka panjang yang seharusnya

    dicapai perusahaan karena penilaian investor terhadap perusahaan dapat diamati

    melalui pergerakan harga saham perusahaan yang ditransaksikan di bursa saham

    (Indasari dan Yadnyana, 2018). Oleh sebab itu, sebuah perusahaan mempunyai

    tanggungjawab untuk mampu membuat perencanaan tentang bagaimana cara

    meningkatkan nilai perusahaan agar dapat tetap dipercaya dan diminati oleh para

    pemegang saham. Ada beberapa faktor yang dapat digunakan oleh para calon

    investor sebagai tolak ukur baik atau tidaknya kemampuan suatu perusahaan

    dalam usaha meningkatkan nilai perusahaannya. Faktor – faktor tersebut,

    diantaranya : Profitabilitas dan Firm Size, serta Struktur Modal yang dipandang

    dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh kedua variabel tersebut, yang

    mana masing–masing faktor tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai

    perusahaan.

    TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

    Teori Trade-Off

    Trade off theory merupakan suatu teori struktur modal yang dapat

    dikaitkan dengan nilai perusahaan. Teori trade off struktur modal menjelaskan

    bahwa dalam struktur modal yang optimal nilai perusahaan akan meningkat jika

    perusahaan menggunakan hutang karena adanya penghematan pajak sehingga

    meningkatkan keuntungan per lembar saham yang akan diterima oleh pemegang

    saham (Suastini, Purbawangsa, Rahyuda, 2016). Sejauh manfaat lebih besar,

    tambahan utang masih diperkenankan. Apabila pengorbanan karena penggunaan

    utang sudah lebih besar, maka tambahan utang sudah tidak diperbolehkan. Jika

    perusahaan menambah hutangnya maka risiko yang ditimbulkan akan jauh lebih

    besar.

    Packing Order Theory

    Packing order theory merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh suatu

    perusahaan untuk mencari tambahan dana dengan cara menjual asset yang

    dimilikinya (Fahmi, 2012 : 188). Seperti menjual gedung, tanah, peralatan, dan

    aset-aset lainnya, termasuk dengan menerbitkan dan menjual saham di pasar

    modal dan dana yang berasal dari laba ditahan. Pada kebijakan packing order

    theory, dapat disimpulkan bahwa perusahaan melakukan kebijakan pendanaan

    dengan cara mengurangi kepemilikan asetnya karena melakukan penjualan aset.

    Teori Signaling

    Teori sinyal menjelaskan bagaimana perusahaan mengeluarkan sinyal

    berupa informasi yang dapat menjelaskan keadaan perusahaan tersebut lebih baik

    dibandingkan dengan perusahaan lainnya (Indasari dan Yadnyana, 2018). Sinyal

  • 3

    yang dikeluarkan perusahaan dipandang mampu membantu investor dalam

    menilai suatu perusahaan. Salah satu informasi yang dikeluarkan perusahaan

    berupa informasi keuangan yang menjelaskan kinerja keuangan perusahaan

    tersebut yang diukur dengan menghitung berbagai rasio keuangan.

    Nilai Perusahaan

    Harmono (2009 : 233), mendefinisikan nilai perusahaan sebagai kinerja

    perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan

    dan penawaran di pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap

    kinerja perusahaan. Dengan baiknya nilai perusahaan, maka perusahaan akan

    dipandang baik oleh para calon investor. Rosada (2017), menyebutkan bahwa

    nilai perusahaan yang meningkat ditandai dengan tingkat pengembalian investasi

    yang tinggi kepada pemegang saham.

    Profitabilitas

    Profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan

    perusahaan dalam menghasilkan laba (Hery, 2016 : 143). Para investor

    menanamkan saham disuatu perusahaan adalah untuk mendapatkan return.

    Semakin tinggi perusahaan menghasilkan laba, maka semakin besar pula return

    yang diharapkan oleh investor, sehingga nilai perusahaan akan semakin baik.

    Profitabilitas yang tinggi merupakan harapan para investor dan pemegang saham,

    sebab dengan tingginya profitabilitas akan mampu meningkatkan harga saham

    sebagai ukuran dari nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan

    ROE (Return On Equity) sebagai rasio untuk mengukur profitabilitas dengan

    membandingkan laba bersih perusahaan dengan total ekuitasnya.

    Firm Size

    Menurut Denziana dan Monica (2016), ukuran perusahaan (size)

    merupakan suatu indikator yang menunjukkan kekuatan finansial perusahaan.

    Ukuran perusahaan baik besar maupun kecil akan mempengaruhi kemampuan

    perusahaan dalam menanggung resiko yang mungkin timbul dari berbagai situasi.

    Secara teoritis, perusahaan yang lebih besar mempunyai kepastian (certainty)

    yang lebih besar daripada perusahaan kecil sehingga akan mengurangi tingkat

    ketidakpastian mengenai prospek perusahaan ke depan (Sutrisno, 2016). Hal

    tersebut dapat membantu investor memprediksi resiko yang mungkin terjadi jika

    ia berinvestasi pada perusahaan tersebut.

    Struktur Modal

    Menurut Nopiyanti dan Darmayanti (2016), struktur modal (capital

    structure) merupakan proporsi modal perusahaan baik modal yang digunakan dari

    dalam perusahaan maupun modal yang bersumber dari luar perusahaan (hutang).

    Manajemen struktur modal bertujuan untuk menciptakan suatu bauran sumber

    dana permanen sedemikian rupa agar mampu memaksimalkan harga saham yang

    merupakan cerminan dari nilai perusahaan. Nilai perusahaan akan naik apabila

    harga saham perusahaan tersebut juga naik. Dalam penelitian ini, peneliti

    menggunakan DER (debt to equity ratio) sebagai rasio untuk mengukur struktur

    modal dengan membandingkan total hutang perusahaan dengan total ekuitasnya.

  • 4

    Struktur

    Modal (Z)

    Profitabilitas

    (X1) H3

    H4

    H1

    H5

    Firm Size

    (X2)

    Nilai

    Perusahaan

    (Y) H2

    Kerangka Pemikiran

    Profitabilitas dan Nilai Perusahaan

    Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam

    menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi para pemegang saham. Hasil

    penelitian yang dilakukan oleh Denziana dan Monica (2016), dapat disimpulkan

    bahwa rasio profitabilitas yang tinggi menunjukkan prospek perusahaan yang

    bagus sehingga dapat memicu ba

Embed Size (px)
Recommended