Home >Documents >PENGARUH INVESTMENT OPPORTUNITY SET, UKURAN PERUSAHAAN ... NOVIRAWATY-140462201807-FE-2018.pdf · 1

PENGARUH INVESTMENT OPPORTUNITY SET, UKURAN PERUSAHAAN ... NOVIRAWATY-140462201807-FE-2018.pdf · 1

Date post:21-Apr-2019
Category:
View:214 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

1

PENGARUH INVESTMENT OPPORTUNITY SET, UKURAN

PERUSAHAAN, KEBIJAKAN HUTANG DAN LEVERAGE TERHADAP

KEBIJAKAN DIVIDEN

(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek

Indonesia Periode 2013 2016)

Dian Novirawaty1, Fatahurrazak2, Asri Eka Ratih3

Email : diannovira01@gmail.com

Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji

(UMRAH), Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

ABSTRACT

This research was conducted to determine The Effect Of Investment

Opportunity Set, Firm Size, Debt Policy and Leverage On Dividend Policy in

Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange Periods 2013

2016.The sample determinated technique in this research using Purposive

Sampling with 18 samples that comply the criteria from 138 companies that

become observation data. Data were analyzed using multiple linear regression

analysis models. The result of this research shows that only one independent

variable is variable of firm size has influence to dividend policy. While the

investment opportunity set variable, debt policy and leverage has no influenced to

dividend policy. The result of this research also shows thatinvestment opportunity

set, firm size, debt policy and leverage simultaneously has influence on dividend

policy on manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange periods 2013-

2016.

Key words: Investment Opportunity Set, Firm Size, Debt Policy, Leverage,

Dividend Policy

PENDAHULUAN

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kemajuan teknologi dan ilmu

pengetahuan menyebabkan perekonomian dunia mengalami perkembangan yang

sangat pesat. Hal itu mengakibatkan transaksi jual beli yang dilakukan menjadi

lebih luas, tidak hanya terjadi pada pasar domestik, tetapi juga terjadi pada pasar

internasional serta berpengaruh juga terhadap kegiatan investasi di pasar

modal.Pasar modal merupakan tempat alternatif perusahaan untuk memperoleh

dana dari investor. Ada berbagai investasi yang bisa dilakukan oleh seorang

investor. Salah satunya berinvestasi pada pasar modal, seperti berinvestasi pada

mailto:diannovira01@gmail.com

2

saham, obligasi, reksadana dan lain sebagainya. Investor berinvestasi dengan

menggunakan saham karena investor menginginkan dividen yang tinggi. Oleh

karena itu manajemen perusahaan harus bisa menghasilkan laba yang besar

sehingga laba tersebut bisa digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan

serta untuk dibagikan kepada pemegang saham (Putri, 2013). Selain laba, tingkat

kelangsungan hidup suatu perusahaan dipengaruhi adanya sumber dana

penanaman modal dari investor. Investor akan menilai dan mempertimbangkan

dengan sebaik baiknya ke perusahaan mana modal akan ditanamkan. Investor

memerlukan laporan keuangan guna untuk melihat perkembangan dan prospek

keuntungan di masa mendatang. Oleh karena itu setiap perusahaan dituntut untuk

dapat beroperasi dengan tingkat efisiensi yang cukup tinggi supaya tetap

mempunyai keunggulan dan daya saing dalam upaya menghasilkan laba bersih

secara optimal (Cholifah & Priyadi, 2014).

Pembagian laba antara untuk pemegang saham atau investasi kembali ke

perusahaan ditentukan oleh kebijakan dividen. Apabila perusahaan memutuskan

untuk membagi laba yang diperoleh sebagai deviden hal tersebut tentu saja akan

mengurangi jumlah laba yang ditahan yang pada akhirnya juga akan mengurangi

sumber dana yang akan digunakan untuk investasi perusahaan. Kebijakan dividen

dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya investment opportunity set, ukuran

perusahaan, kebijakan hutang dan leverage. Masing-masing dari faktor-faktor

tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai perusahaan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang yang

diuraikan diatas adalah untuk mengetahui pengaruh investment opportunity set,

ukuran perusahaan, kebijakan hutang dan leverage terhadap kebijakan dividen

pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013

2016 baik secara parsial maupun simultan. Sedangkan tujuan dari penelitian ini

adalah untuk menganalisis pengaruh investment opportunity set, ukuran

perusahaan, kebijakan hutang dan leverage terhadap kebijakan dividen.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

Kebijakan Dividen

Dividen merupakan pembayaran laba kepada para pemegang saham sesuai

dengan saham yang ditanamkan (Akhadiyah, 2015). Dividen yang di bagikan

kepada pemegang saham berupa dividen kas dan dividen saham. Dividen kas

adalah dividen yang di bayarkan dalam bentuk tunai dimana jenis dividen yang

umum dan banyak digunakan oleh perusahaan. Sedangkan dividen saham adalah

sejumlah saham yang dibagikan sebagaipengganti dividen tunai.

Kebijakan deviden (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang

diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden

atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa

datang (Mayasari & Tanuatmodjo, 2016). Dari penelitian penelitian sebelumnya

tentang kebijakan dividen, dihasilkan beberapa teori teori yang sampai saat ini

di jadikan sebagai referensi untuk penelitian penelitian selanjutnya antara lain:

3

Dividend Irrelevance Theory, Bird in the Hand Theory, Signalling Theory dan

Clientele Effect.

=

Investment Opportunity Set

Investment opportunity set adalah salah satu indikator bagi investor untuk

mengetahui kemungkinan tumbuh atau tidaknya suatu perusahaan. Investment

opportunity set berpengaruh bagi keputusan perusahaan dalam berinvestasi.

Semakin banyak proksi investment opportunity set yang menentukan kelompok

atau karakteristik perusahaan, semakin mengurangi kesalahan dalam penentuan

klasifikasi tingkat pertumbuhan perusahaan, oleh karena itu investment

opportunity set memerlukan proksi yang mengimplikasikan nilai aset berupa nilai

buku aset maupun ekuitas dan nilai kesempatan untuk perusahaan dimasa depan

(Sumarni, Yusniar, & Juniar, 2014). Istilah investment opportunity set (IOS)

muncul setelah dikemukakan oleh Myers (1977) memandang nilai perusahaan

sebagai sebuah kombinasi assets in place (aset yang dimiliki) dengan investment

options (pillihan investasi) di masa yang akan datang (Yudiana & Yadnyana,

2016).

=

Ukuran Perusahaan

Ukuran suatu perusahaan menjadi salah satu faktor penentu bagi investor

untuk melakukan investasi. Perusahaan dengan ukuran yang besar, akan lebih

mudah masuk pasar modal dibandingkan dengan perusahaan yang berukuran

kecil. Begitu juga dengan perusahaan yang baru didirikan, maka akan sulit untuk

memasuki pasar modal, hal ini dikarenakan umur perusahaan yang masih baru dan

banyak investor belum percaya kepada perusahaan serta nama perusahaan yang

belum banyak dikenal (Fillya et al., 2015).

=

Kebijakan Hutang

Kebijakan hutang merupakan salah satu penentu arah pertimbangan dari

struktur modal, karena struktur modal perusahaan merupakan perimbangan dari

jumlah hutang jangka pendek (permanen), hutang jangka panjang, saham

preferen, dan juga saham biasa (Maretta, Sudjana, & Saifi, 2015). Kebijakan

utang merupakan kebijakan yang sangat penting yang diambil manajer ketika

perusahaan akan melakukan ekspansi.

4

=

Leverage

Leverage adalah alat untuk mengukur perbandingan antara dana yang disediakan

oleh pemilik dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut.

Menurut (Akhadiyah, 2015) leverage adalah seberapa besar kebutuhan dana

perusahaan yang dibiayai oleh hutang. Apabila perusahaan tidak menggunakan

leverage, maka total pendanaan menggunakan modal sendiri. Leverage keuangan

merupakan penggunaan dana dengan beban tetap dengan harapan atas

penggunaan dana tersebut akan memperbesar pendapatan per lembar saham atau

Earning Per Share (EPS).

=

Kerangka Pemikiran

H1

H2

H3

H4

H5

Gambar 1

Skema Kerangka Pemikiran

Ukuran Perusahaan

(Size)

X2

Kebijakan Hutang

(DAR)

X3

Leverage (DER)

X4

Kebijakan Dividen

(DPR)

Y

Investment Opportunity

Set (MBVE)

X1

5

Hipotesis

H1 : Diduga investment opportunity set berpengaruh terhadap kebijakan

dividen pada perusahaan manufaktur periode 2013 - 2016.

H2 : Diduga ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kebijakan dividen pada

perusahaan periode 2013 - 2016.

H3 : Diduga kebijakan hutang tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen

pada perusahaan periode 2013 2016.

H4 : Diduga leverage berpengaruh terhadap kebijakan dividen pada perusahaan

2013 - 2016.

H5 : Diduga investment opportunity set, ukuran perusahaan, kebijakan hutang

dan leverage berpengaruh terhadap kebijakan dividen pada perusahaan

Embed Size (px)
Recommended