Home >Documents >PENGARUH DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KOMITE AUDIT

PENGARUH DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KOMITE AUDIT

Date post:05-Apr-2022
Category:
View:0 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN DIMODERASI OLEH CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY
JURUSAN AKUNTANSI
1442 H/2021 M
Sarjana Ekonomi
DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN DIMODERASI OLEH CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY
Skripsi
Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak)
Oleh:
Andrian
11140820000010
NIP. 198004162009012006
JURUSAN AKUNTANSI
JAKARTA
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF
Hari ini Rabu, 9 September 2020 telah dilakukan uji komprehensif atas mahasiwa:
Nama : Andrian
NIM : 11140820000010
Jurusan : Akuntansi
dan Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan
dengan dimoderasi oleh Corporate Social Responsibility.
Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang
bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa
mahasiswa di atas dinyatakan LULUS dan diberi kesempatan untuk melanjutkan
ke tahap ujian skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 9 September 2020
NIDN. 0320046901
NIP. 19720516 2009011006
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI
Hari ini rabu, 30 juni 2021 telah dilakukan Ujian Skripsi atas mahasiswa:
1. Nama : Andrian
2. NIM : 11140820000010
3. Jurusan : Akuntansi
dan Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan Dengan
Dimoderasi oleh Corporate Social Responsibility.
Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan
yang bersangkutan selama Ujian Skripsi, maka diputuskan bahwa
mahasiswa tersebut di atas dinyatakan LULUS dan skripsi ini diterima
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
NIP. 19800416 200901 2 006 Pembimbing I
3. Hepi Prayudiawan, SE., MM., Ak, ( )
NIP. 19720516 200901 1 006 Penguji Ahli
v
Jenis Kelamin : Laki-laki
003 Kel.Poris Jaya Kec.BatuCeper Kota
Tangerang Banten.
2. SMP Muhammadiyah 04 : 2008 – 2011
3. MAN 2 Cipondoh : 2011 – 2014
4. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : 2014 – 2021
PENGALAMAN ORGANISASI
Anggota Departemen Olahraga DEMA Fakultas Ekonomi & Bisnis
LATAR BELAKANG KELUARGA
vi
COMMITTEE AND INSTITUTIONAL OWNERSHIP ON FIRM VALUE
WITH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY MODERATION.
ABSTRACT
This study aimed to get empirical evidence corporate social responbility
as the moderating influence of independent board of commissioners, audit
committee and institutional ownership on firm value. This research was
conducted on manufacturing company in the consumer goods sub sector listed in
Indonesia Stock Exchange 2016-2019. The sampling method using purposive
sampling. The number samples of this research were 44 samples. Data analysis
technique used is the moderate regression analysis.
The results showed that independent board of commissioners affect the
firm value, audit committee affect the firm value, institutional ownership does not
affect firm value, corporate social responbility able to strengthens the effect of
independent board of commissioners on firm value, corporate social responbility
was able to weaknes the effect of audit committe on firm value, and corporate
social responbility was able to strengthnes the effect of institutional ownerhip on
firm value
Ownership, Firm Value, Corporate Social Responsibility.
vii
DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN DIMODERASI OLEH CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY.
ABSTRAK
komite audit dan kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan. Penelitian
ini dilakukan pada perusahaan manufaktur pada sub sektor barang konsumsi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019. Metode pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 44
sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi moderat.
Hasil penelitian menunjukkan dewan komisaris independen berpengaruh
terhadap nilai perusahaan, komite audit berpengaruh terhadap nilai perusahaan,
kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, tanggung
jawab sosial perusahaan mampu memperkuat hubungan antara dewan komisaris
independen terhadap nilai perusahaan, tanggung jawab sosial perusahaan mampu
memperkuat hubungan antara dewan komisaris independen terhadap nilai
perusahaan. untuk memperlemah hubungan antara komite audit terhadap nilai
perusahaan, dan tanggung jawab sosial perusahaan mampu memperkuat hubungan
antara kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan.
Kata kunci: Dewan Komisaris Independen, Komite Audit, Kepemilikan
Institusional, Nilai Perusahaan, Corporate Social Responsibility.
viii
Puji serta syukur kehadirat Allah SWT. atas semua rahmat serta
hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada hamba dan seluruh umat
manusia di dunia. Sungguh hamba hanyalah manusia yang tiada berdaya
selain dengan pertolongan-Mu ya Rabb, atas ijin dan keridhaanMu maka
hamba dapat menyelesaikan proposal skripisi ini. Shalawat dan salam
senantiasa tercurahkan kepada Rasullah SAW yang memberikan cahaya
terang bagi perkembangan Islam didunia.Terimakasihyang tiada terhingga
untuk kedua orangtua hamba yang tersayang yang tiada pernah lelah berdo’a
untuk keberhasilan hamba dengan lautan kasih yang takkan pernah surut
walaupun kemarau panjang tiba menghadang.
Tiada hari tanpa hamba mengucap syukur kepada-Mu ya Allah, Tuhan
yang menggenggam langit dan bumi yang menguasai hari pembalasan.Tidak
ada satu kejadianpun tanpa seijin Mu, terima kasih telah mengijinkan hari ini
terjadi dalam hidup hamba. Amin ya rabbalalamin…
Pada kesempatan kali ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-sebesarnya kepada:
1. Kedua orang tua saya yang telah mendukung secara material dan batiniah
dikala gundah dan menyerah yang menyerang.
2. Untuk semua dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah mengajari
saya dengan sabar dan mendukung secara moral.
3. Untuk pembimbing skripsi saya yaitu Zuwesty Eka Putri, M.Ak. yang telah
sabar membantu saya dalam membuat skripsi.
4. Untuk semua staff di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah membantu
saya dalam hal kegiatan perkulihan.
5. Untuk semua sahabat-sahabat dari semua jurusan ekonomi, yang selalu
membangkitkan motivasi saya.
6. Untuk teman saya Abi Jaelani yang sering membantu saya dalam
menyeleksaikan skripsi ini.
7. Untuk Sherfina Hendriyani yang telah memberikan saya semangat untuk
ix
Handiko, Vino, Ridion, Febri, Abdul dan Atinio yang sering memberi
semangat saya dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Untuk teman-teman di grup kontrakan burung yang selalu menghibur saya.
Peneliti sangat menyadari kekurangan dalam penulisan skripsi ini,
sehingga saran serta kritiknya demi kesempurnaan skripsi yang nantinya akan
saya jalani. Terima kasih
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu.
Tangerang, 25 Juni 2021
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ................................................... iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ................................................................... iv
ABSTRACT ...................................................................................................................... vi
ABSTRAK ........................................................................................................................ vii
BAB II TINJAUAN LITERATUR ................................................................................... 16
A. Tinjauan Literatur Dan Teori ................................................................. 16
B. Penelitian Terdahulu .............................................................................. 69
C. Kerangka Pemikiran ............................................................................... 70
A. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................ 81
B. Desain Penelitian ................................................................................... 81
E. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 88
F. Metode Analisis ..................................................................................... 88
B. Analisis Statistik Deskriptif ................................................................. 102
C. Hasil Uji Asumsi Klasik ...................................................................... 105
vi
A. Kesimpulan .......................................................................................... 124
B. Saran .................................................................................................... 125
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 127
Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu ........................................................................................ 54
Tabel 3.1 Indikator Indeks GRI G4 ................................................................................. 85
Tabel 3.2 Operasional Variabel ........................................................................................ 86
Tabel 3.3 Kriteria Autokorelasi Durbin – Watson ........................................................... 94
Tabel 4.1 Tabel Seleksi Sampel dengan Kriteria ........................................................... 100
Tabel 4.2 Sampel Penelitian .......................................................................................... 101
Tabel 4.3 Statistik Deksriptif ........................................ Error! Bookmark not defined.02
Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas ..................................... Error! Bookmark not defined.05
Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolonieritas ........................... Error! Bookmark not defined.06
Tabel 4.6 Hasil Uji Heterokedastisitas.......................... Error! Bookmark not defined.07
Tabel 4.7 Uji Autokorelasi ............................................ Error! Bookmark not defined.09
Tabel 4.8 Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted- R Square) .. Error! Bookmark not
defined.10
Tabel 4.9 Hasil Uji Statistik F ...................................... Error! Bookmark not defined.11
Tabel 4.10 Hasil Uji Signifikan Parameter Individual ( Uji t) ......... Error! Bookmark not
defined.12
Tabel 4.12 Hasil Uji Moderated Regression Analysis (MRA) ....................................... 116
1
harus menjadi kebiasaan, prilaku dan budaya sebuah perusahaan dalam
mencapai tujuan perusahaan. Nilai perusahaan adalah persepsi investor
terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan
harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga
tinggi dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya pada kinerja
perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa depan.
Memaksimalkan nilai perusahaan sangat penting karena dengan
memaksimalkan nilai perusahaan maka perusahaan telah memaksimalkan
tujuan perusahaan (Riadi, 2017).
menginvestasikan dananya adalah perusahaan yang sustainable yaitu
perusahaan yang dapat berjalan secara kontiyu dengan proses operasional
yang memenuhi kebutuhan manusia secara masal, yang tak lain adalah
perusahaan manufaktur. Kementerian Perindustrian meyakini kinerja
industri manufaktur masih tumbuh positif pada tahun 2020. Sektor industri
diproyeksikan bisa tumbuh 4,80 – 5,30 persen pada tahun 2020. Target itu
2
lebih tinggi dari perkiraan realisasi pada tahun 2019 yang hanya 4,48 –
4,60 persen. Padahal banyak analis memprediksi kondisi ekonomi global
akan menurun karena perang dagang dan ketegangan lainnya. Namun
menurut menteri perindustrian target tersebut bisa tercapai dengan
melonjaknya produktivitas sejumlah sektor industri melalui penambahan
investasi serta kontribusi PDB industri pengolahan nonmigas. Terhadap
total PDB pada tahun 2019 diperkirakan 17,58 – 17,70 persen. Pada tahun
2020, kontribusi tersebut diyakini akan menjadi 17,80 – 17,95 persen
seiring dengan pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas yang
semakin membaik (Mahardhika, 2020)
industri menembus Rp 147,3 triliun, dengan nilai kumulatif sejak tahun
2015 sebesar Rp 1.216,2 triliun. Pemerintah memproyeksikan nilai
investasi di akhir 2019 tercatat sebesar Rp 188,8 – 204,6 triliun.
Sedangkan pada tahun 2020, investasi sektor industri ditargetkan
menyentuh Rp 307 – 351 triliun (Mahardhika, 2020). Oleh karena itu,
pemerintah gencar menarik investasi, khususnya bagi sektor industri yang
berorientasi ekspor, menghasilkan produk subsitusi impor, berbasi
teknologi tinggi, dan sektor padat karya. Namun, pada kenyataannya
belakang ini perusahaan manufaktur adalah industri yang flukuatif yang
naik turun harga sahamnya melebihi Indeks Harga Saham Gabungan.
maka dari itu, perusahaan manufaktur dapat dibilang menjanjikan dengan
3
terhadap flukuatif nilai sahamnya bagi para pemangku jabatan akan saham
menginvestasikan pada perusahaan industri manufaktur.
Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
33/POJK.04/2014 Tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau
Perusahaan Publik, Komisaris Independen adalah anggota Dewan
Komisaris yang berasal dari luar Emiten atau Perusahaan Publik dan
memenuhi persyaratan sebagai Komisaris Independen. Dalam Pedoman
Good Corporate Governance tahun 2006, tugas Komisaris Independen
adalah memastikan prinsip-prinsip dan praktik Good Corporate
Governance dipatuhi dan diterapkan dengan baik, antara lain menjamin
transparansi dan keterbukaan laporan keuangan perusahaan, kepatuhan
perusahaan pada perundang-udangan dan peraturan yang berlaku, serta
menjamin akuntanbilitas perseroan.
adalah komisaris yang bukan merupakan anggota manajemen, pemegang
saham mayoriyas, pejabat atau dengan cara lain berhubungan langsung
atau tidak langsung dengan pemegang saham mayoritas dari suatu
perusahaan yang mengawasi pengelolaan perusahaan.
Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
55/POJK.04/2015 Tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja
4
Komite Audit, pasal 1 ayat 1, Komite Audit adalah komite yang dibentuk
oleh dan bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris dalam membantu
melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris termasuk pemeriksaan
dan pengawasan tentang proses pelaporan keuangan dan kontrol internal.
Dalam pasal 4, Komite Audit paling sedikit terdiri dari 3 (tiga) orang
anggota yang berasal dari Komisaris Independen dan pihak dari luar
emiten atau perusahaan publik. Menurut Marius dan Masri (2017) Komite
Audit juga mempunyai peran penting dalam penerapan Good Corporate
Governance dimana tanggungjawab komite audit yaitu memberikan
kepastian bahwa perusahaan telah tunduk terhadap undang-undang dan
peraturan yang berlaku juga melakukan kontrol yang efektif terhadap
konflik kepentingan yang akan merugikan perusahaan dan menurunkan
nilai perusahaan.
dimiliki institusi dari total saham berdar. Adanya kepemilikan institusional
dapat memantau secara profesional perkembangan investasinya sehingga
tingkat pengendalian terhadap manajemen sangat tinggi yang pada
akhirnya dapat menekan potensi kecurangan. Pemegang saham
institusional diantaranya mencakup perusahaan asuransi, dana pensiun dan
reksadana. Semakin besar kepemilikan institusional maka semakin efisien
pemanfaatan aset perusahaan dan diharapkan juga dapat bertindak sebagai
pencegah terhadap pemborosan yang dilakukan oleh manajemen. Menurut
5
institusional yang ada adalah pemilik sementara (transfer owner) yang
hanya berfokus pada laba sekarang, jika perusahaan dirasakan tidak
menguntungkan, maka investor akan menarik sahamnya secara besar-
besaran.
Menurut (Riyanto, 2015) salah satu faktor yang mempengaruhi nilai
perusahaan adalah tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Fenomena
pengungkapan CSR sedang trend dibanyak perusahaan terutama
perusahaan besar. Pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan
bermanfaat untuk meningkatkan citra, brand, dan harga saham
perusahaan. Dua fakta perbandingan perusahaan yang menerapkan CSR
dengan yang tidak. Perusahaan yang telah menerapkan CSR dalam
bisnisnya contohnya adalah perusahaan Danone (Air Mineral Aqua) dan
yang tidak adalah PT Freeport. Danone dengan produk Aqua melakukan
kegiatan CSR berupa WASH (Water Access, Sanition, Hygine program).
Program Aqua mendapatkan penghargaan dari Metro TV dalam kategori
pelestarian lingkungan. Program CSR yang dilakukan Aqua berhasil
memperoleh citra dan nilai perusahaan yang baik di kalangan masyarakat.
Aqua juga berhasil mendongkrak pendapatan bersih perusahaan.
6
CSR yaitu PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang paling besar di
Indonesia ini tidak menerapkan CSR hal ini bisa dilihat masih banyaknya
kemiskinan, pendidikan masyarakat yang kurang diperhatikan, lingkungan
disekitar yang kena imbas akibat pembuangan limbah sembarangan dan
lain sebagainya. PT Freeport ini memiliki citra yang kurang baik karena
tidak memperhatikan lingkungan disekitarnya (Inayati, 2017).
Pengungkapan CSR merupakan salah satu upaya yang dilakukan
perusahaan untuk dapat memenuhi kepentingan stakeholder dan menjamin
keberlangsungan perusahaan jangka panjang (Atmaja, dkk. 2015).
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prakoso (2020) yang
menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility merupakan salah satu
cara bagi perusahaan untuk memperoleh kepercayaan atau legitimasi
masyarakat termasuk investor, dengan diperolehnya hubungan positif dan
signifikan antara pengungkapan CSR dengan nilai perusahaan berarti
masyarakat dan stakeholder telah menerima dengan baik sinyal positif
sejalan dengan penelitian yang dilalukan oleh Negara (2019) yang
menyatakan GCG, CSR dan moderasi antara keduanya akan mampu
memberikan pengaruh yang lebih kuat terhadap nilai perusahaan.
Sehingga kombinasi antara ketiga hal tersebut secara bersama-sama juga
akan mampu memperkuat nilai perusahaan dengan lebih komperhensif.
Secara teoritis, terdapat hubungan positif antara kinerja ekonomi suatu
7
didukung oleh agency theory dengan premis bahwa perolehan laba yang
semakin besar akan membuat perusahaan mengungkapan informasi sosial
yang lebih luas.
yaitu penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan.
Jajaran Pengendalian perusahaan merasa sangat penting memiliki GCG
atau tata kelola perusahaan yang baik. Jika penerapan GCG benar dapat
membuat perusahaan semakin besar dan terpercaya. Menurut Sidharta
Utama, Pembina Indonesian Institute for Coporate Directorship (IICD)
menyatakan pentingnya GCG bagi perusahaan. Catatan fenomena tahun
sebelumnya, saat ini dari 50 perusahaan besar yang di Asia Tenggara baru
dua perusahaan asal Indonesia masuk dalam penilaian GCG di Asean
sedangkan 23 perusahaan asal Thailand masuk sebagai top GCG. Ini
membuktikan Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara tetangga.
Menurut Sardjito Deputi Komisioner Pengawas pasar modal OJK terhadap
penerapan GCG saat ini kepada emiten membuat perusahaan makin
kompetitif di ASEAN (Suprayitno, 2017). Perusahaan yang memiliki tata
kelola yang baik akan menambah nilai perusahaan. Menurut Bisnis.com
2018 peringkat Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS)
Indonesia pada tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 70,59 dari
8
62,88 pada tahun 2015. Pada penelitian ini memproksikan variabel GCG
dengan komisaris independen, komite audit, dan kepemilikan institusional.
Kerangka konseptual penelitian meliputi beberapa teori antara lain
teori Stakeholder, teori Legitimasi, teori Keagenan, dan teori Sinyal.
Pengungkapan CSR lekat hubungannya dengan teori stakeholder. Dalam
pandangan teori stakeholder perusahaan bertanggungjawab pada seluruh
stakeholder yaitu pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap
perusahaan seperti karyawan, masyarakat, pesaing, badan usaha lain, dan
perusahaan asing. Dengan adanya CSR menunjukan perusahaan tidak
terbatas hanya memaksimalkan laba untuk kepentingan pemegang saham
saja tetapi lebih luas lagi yaitu untuk stakeholder (Freeman,R.E. & Mc
Vea J., 2001). Teori legitimasi mencakup gagasan tentang kontrak sosial
antara perusahaan dengan masyarakat (Jupe, 2005). Teori legitimasi
menjelaskan bahwa praktik pengungkapan tanggung jawab perusahaan
harus dilaksanakan sedemikian rupa agar aktivitas dan kinerja perusahaan
dapat diterima oleh masyarakat. Perusahaan akan mendapatkan legitimasi
dari masyarakat melalui pengungkapan tersebut yang akan berdampak
pada kelangsungan hidup perusahaan. Masyarakat akan memberikan
reaksi positif terhadap perusahaan karena pengungkapan aktivitas CSR
(Branco dkk., 2008). Perspektif teori keagenan dapat digunakan dalam
memahami prinsip dari tata kelola perusahaan atau yang sering disebut
sebagai good corporate governance (GCG).
9
yaitu semakin maraknya kepemilikan perusahaan yang dipisahkan dari
manajemen. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik diperlukan oleh
setiap perusahaan guna mengurangi terjadinya konflik atau masalah
kepentingan antara pengelola perusahaan dengan para investor atau
pemegang saham. Perusahaan yang memiliki GCG yang baik akan lebih di
respon positif oleh pasar dan mempengaruhi nilai perusahaan (Tambunan,
dkk., 2017). Teori Sinyal menurut (Rankin, dkk., 2012) menekankan
bahwa perusahaan pelapor dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui
pelaporannya. Menurut Gumanti, (2009) menyatakan dalam bentuk dan
jenis apapun sinyal yang diberikan perusahaan, tujuannya adalah agar
pihak eksternal dapat mengambil keputusan yang tepat. Perusahaan harus
memberikan sinyal yang memiliki kekuatan informasi yang nantinya dapat
mengubah penilaian pihak eksternal perusahaan kearah yang lebih baik.
Informasi pengungkapan CSR, GCG dan kepemilikan asing dapat
memberikan sinyal positif kepada pihak eksternal sehingga dapat
mempengaruhi harga saham perusahaan.
variabel moderasi antara good corporate governance telah banyak
dilakukan yang berkaitan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini
dimotivasi oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Widyaningsih
(2019) dan Negara (2019) menyatakan terdapat hubungan yang signifikan
10
Kinerja Manajerial, Komite Audit dalam Kepmen Nomor 117 tahun 2002
akan berlaku untuk meningkatkan efektifitas auditor. Kemudian adanya
kepemilikan Institusional akan mampu meningkatkan pengawasan
terhadap kinerja manajer perusahaan tersebut. Pada yang dilakukan
Widyaningsih (2019) dan Negara (2019) menggunakan CSR juga sebagai
variabel moderasi, hasil penelitian menunjukan bahwa CSR mampu
memoderasi antara hubungan GCG terhadap nilai perusahaan. Hal ini
sesuai dengan hasil secara parsial dan simultan yang menyatakan terdapat
pengaruh signifikan antara GCG terhadap nilai perusahaan, sehinga ketika
perolehan laba perusahaan semakin besar akan membuat perusahaan
mengungkapkan informasi sosial yang lebih luas untuk meningkatkan
kredibilitas dan citra dimata publik.
Penelitian ini termotivasi pada penelitian yang dilakukan oleh
Willim et al (2020) yang berjudul Analysis of Impact Implementation of
Corporate Governance and Corporate Social Responsibility on Corporate
Value in Banking Sector with Net Profit Margin and Management Quality
as Moderating Variables. Pada penelitian yang dilakukan oleh Willim et
al (2020) menggunakan variabel yang sama dengan yaitu Good Corporate
11
moderasi. Dimana pada model penelitian ini menjadikan variabel Good
Corporate Governance sebagai variabel Independen dan variabel Nilai
Perusahaan sebagai variabel dependen, sedangkan variabel Corporate
Social Responsibility sebagai moderasi. Hal inilah yang membedakan
dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya, hal lain yang
membedakannya ialah terletak pada proksi dari Good Corporate
Governance. Pada penelitian yang dilakukan oleh Willim et al (2020)
menggunakan proksi Corporate Governance Index, dimana pengukuran
tersebut mengukur cara simultan faktor determinan GCG. Sedangkan pada
penelitian ini menggunakan proksi Good Corporate Governance yang
terdiri dari Dewan Komisaris Independen, Komite Audit dan Kepemilikan
Institusional sebagai alat ukurnya. Pada populasi penelitian terdapat
perbedaan, dimana penelitian ini menggunakan sektor manufaktur periode
2016-2019, sedangkan penelitian sebelumnya menggunakan sektor
perbankan 2009-2018.
Kepemilikan Institusional Berpengaruh dengan Nilai Perusahaan dengan
Corporate Social Responsibility sebagai variabel Moderasi.
12
identifikasi masalah yang hendak diteliti pada penelitian ini yaitu terkait
permasalahan yang terjadi pada beberapa beberapa perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI pada periode 2016-2019, dalam mengukur nilai
perusahaan dan bagaimana sistematis perubahan nilai perusahaan tersebut,
diantaranya:
2. Ketidakmampuan perusahaan dalam hal pemasaran sehingga
kehilangan pasar aktifnya.
4. Kurangnya komunikasi serta keterbukaan pada para pemegang
saham.
Corporate Social Responsibility.
manufaktur yang bergerak pada sektor barang konsumsi yang terdaftar
BEI pada periode 2016 -2019. Penelitian ini membatasi pada variabel
GCG dengan fokus pada indikator dewan komisaris independen, komite
audit dan kepemilikan intitusional.
2. Responden pada penelitian ini fokus pada perusahaan manufaktur yang
bergerak pada sektor barang konsumsi yang terdaftar BEI pada periode
2016 - 2019.
menggunakan penentuan sampel atas populasi dengan cara menyeleksi
berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan.
D. Rumusan Masalah
dibahas dalam penilitian ini adalah :
1. Apakah Dewan Komisaris Independen berpengaruh terhadap Nilai
Perusahaan?
3. Apakah Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Nilai
Perusahaan?
5. Apakah Dewan Komisaris Independen berpengaruh terhadap Nilai
Perusahaan dengan CSR sebagai variabel moderasi?
6. Apakah Dewan Komite Audit berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan
dengan CSR sebagai variabel moderasi?
7. Apakah Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan
dengan CSR sebagai variabel moderasi?
14
1. Tujuan Penelitian
adalah :
Dewan Komisaris Independen terhadap Nilai Perusahaan.
b. Untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris pengaruh
Dewan komite audit terhadap Nilai Perusahaan.
c. Untuk menganalisi dan memperoleh bukti empiris pengaruh
Kepemilikan Intitusional terhadapa Nilai Perusahaan.
d. Untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris Corporate
Social Responsibility dapat memoderasi hubungan Dewan
Komisaris Independen terhadap Nilai Perusahaan.
e. Untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris Corporate
Social Responsibility dapat memoderasi hubungan Komite Audit
terhadap Nilai Perusahaan.
Social Responsibility dapat memoderasi hubungan Kepemilikan
Institusional terhadap Nilai Perusahaan.
GCG dan kegiatan CSR.
literatur serta bukti tembahan untuk sumber referensi pada
penelitian selanjutnya.
Teori keagenan merupakan konsep yang menjelaskan hubungan
kontraktual antara pinsipal dan agen. Dalam hal ini prinspal adalah
pemilik atau pemegang saham, sedangkan yang dimaksud dengan agen
adalah manajemen yang mengelola perusahaan. Teori keagenan
menenkankan akan pentingnya pemisahan kepentingan antara prinsipal
dan agen. Disini terjadi penyerahkan pengelolaan perusahaan dari
prinsipal kepada agen. Tujuan dari pemisahan pengelolaan dari
kepemilikan perusahaan, yaitu agar prinsipal memperoleh keuntungan
semaksimal mungkin dengan biaya yang…

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended