Home >Documents >PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G P U T U S A N ... filepengadilan militer ii-10 s e m a r a...

PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G P U T U S A N ... filepengadilan militer ii-10 s e m a r a...

Date post:27-Apr-2019
Category:
View:218 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G

P U T U S A N

NOMOR : 47-K / PM.II-10 / AD / X / 2015

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Militer II-10 Semarang yang bersidang di Semarang dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : Suwandi Pangkat / NRP. : Pelda / 597655 Jabatan : Babinsa Koramil 19 / Juwangi Kesatuan : Kodim 0724 / Boyolali Tempat, tanggal lahir : Semarang, 16 Juni 1966 Jenis Kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Kristen Protestan Alamat tempat tinggal : Dk. Gentan Rt. 02 Rw. 05 Ds. Mojosongo Kec. Mojosongo

Kab. Boyolali.

Terdakwa tidak ditahan.

Pengadilan Militer II-10 Semarang ;

Membaca : Berita Acara Pemeriksaan dalam perkara ini. Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danrem 074/

Warastratama selaku Perwira Penyerah Perkara Nomor Kep/13/IX/2015 tanggal 14 September 2015.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/54/X/2015 tanggal 19 Oktober 2015. 3. Surat Penetapan dari :

a. Kadilmil II-10 Semarang Semarang tentang Penunjukan Hakim Nomor : TAPKIM/47/PM.II-10/AD/X/2015 tanggal 26 Oktober 2015. b. Hakim Ketua Sidang tentang Hari Sidang Nomor : TAPSID/04/PM.II-10/AD/X/2015 tanggal 27 Oktober 2015.

4. Relas Penerimaan Surat Panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi. 5. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/54/X/2015 tanggal 19 Oktober 2015 didepan Persidangan yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa serta keterangan-

keterangan para Saksi d bawah sumpah di persidangan.

2

Memperhatikan : 1. Tuntutan Pidana ( Requisitoir ) Oditur Militer yang diajukan

kepada Majelis Hakim yang pada pokoknya Oditur Militer menyatakan Bahwa Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana pada dakwaan alternative kedua : Penipuan sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 378 KUHP, dan oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi pidana sebagai berikut :

a. Pidana penjara selama 6 (enam) bulan

b. Mohon barang bukti berupa :

Surat-surat : - 1 (satu) lembar kertas warna putih catatan penyerahan uang Saksi-1 kepada Terdakwa bermaterai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) nomor materai 3474EAAF298978862.

c. Membebani Terdakwa membayar biaya perkara Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah).

2. Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia merasa

bersalah dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan berbuat lagi, oleh karenanya memohon dijatuhi pidana seringan-ringannya.

Menimbang : Bahwa Terdakwa berdasarkan Surat Dakwaan Oditur Militer di

atas Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut :

Kesatu : Bahwa Terdakwa pada waktu (waktu-waktu) dan di tempat (tempat-tempat) sebagaimana tersebut di bawah ini yaitu pada tanggal Tujuh Belas bulan Desember tahun dua ribu dua belas, setidak-tidaknya pada bulan Desember tahun dua ribu dua belas atau setidak-tidaknya dalam tahun dua ribu dua belas di Ajendam IV/ Diponegoro Watugong Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah atau setidak-tidaknya di tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer II-10 Semarang telah melakukan tindak pidana Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum mengaku sebagai milik sendiri barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan dengan cara-cara sebagai berikut : a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD pada tahun 1986 melalui pendidikan Secatam TNI AD di Dodiklat Gombong Rindam IV/ Diponegoro setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada dan pada tahun 1995 mengikuti Secabareg di Pusdik Ajen lulus dilantik dengan pangkat Serda, kemudian setelah beberapa kali naik pangkat dan mutasi jabatan sampai saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini berdinas di Kodim 0724/ Boyolali Korem 074/Warastratama Surakarta berpangkat Pelda NRP 597655. b. Bahwa Sdr. Sukeksi (Saksi-1) Pegawai Negeri Sipil PNS Ajendam IV/ Diponegoro telah menitipkan atau menyerahkan uang

3

kepada Terdakwa sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) secara bertahap yaitu pada :

1) Tanggal 17 Desember 2012 sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) di ruang Ur ada Siminperssip Ajendam IV/ Diponegoro dan dibuatkan bukti penerimaan uang tersebut diselembar kertas putih bermaterai Rp. 6.000 (enam ribu). 2) Tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) dan bukti penyerahan uang tersebut Saksi-1 tulis/catat dalam kertas penyerahan uang sebelumnya. 3) Tanggal 6 Januari 2013 sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan pada saat menyerahkan uang tersebut Saksi-1 menulis bukti penyerahan menjadi satu kertas bukti penyerahan sebelumnya.

c. Bahwa kemudian tanpa sepengetahuan Saksi-1 uang tersebut digunakan oleh Terdakwa untuk :

1) Membeli alat potong 10 (sepuluh) buah sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah). 2) Sewa rumah sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah). 3) Beli kardus dan membayar 5 (lima) karyawan sebesar Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah). 4) Keperluan/ kepentingan pribadi Terdakwa sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)

d. Bahwa Terdakwa baru mengembalikan uang Saksi-1 tersebut sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah) dan sisanya sebesar Rp. 16.000.000,- (enam belas juta rupiah) akan dikembalikan/ diberikan setelah Terdakwa mendapat pinjaman BRI, namun setelah mendapatkan pinjaman BRI Terdakwa tidak mengembalikan uang Saksi-1 dengan alas an uangnya sudah habis, sehingga Saksi-1 melaporkan permasalahan ini ke Pomdam IV/ Diponegoro. Atau Kedua : Bahwa Terdakwa pada waktu (waktu-waktu) dan di tempat (tempat-tempat) sebagaimana tersebut di bawah ini yaitu pada tanggal Tujuh Belas bulan Desember tahun dua ribu dua belas, setidak-tidaknya pada bulan Desember tahun dua ribu dua belas atau setidak-tidaknya dalam tahun dua ribu dua belas di Ajendam IV/ Diponegoro Watugong Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah atau setidak-tidaknya di tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer II-10 Semarang telah melakukan tindak pidana Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang dengan cara-cara sebagai berikut :

4

a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD pada tahun 1986 melalui pendidikan Secatam TNI AD di Dodiklat Gombong Rindam IV/ Diponegoro setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada dan pada tahun 1995 mengikuti Secabareg di Pusdik Ajen lulus dilantik dengan pangkat Serda, kemudian setelah beberapa kali naik pangkat dan mutasi jabatan sampai saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini berdinas di Kodim 0724/ Boyolali Korem 074/Warastratama Surakarta berpangkat Pelda NRP 597655. b. Bahwa pada bulan Oktober 2012 Terdakwa membujuk/ mengajak Sdri. Sukeksi (Saksi-1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ajendam IV/ Diponegoro agar mau diajak usaha mengelola kardus bekas (kertas karton) yang akan dibuat album foto dengan berkata Ayo mbak ikut bisnis dengan saya, bahwa bisnis yang saya jalankan peluangnya bagus, untungnya lumayan, makanya cepet beri saya tambahan modal dan nanti setiap bulan akan saya beri keuntungan sebesar 5 % dari modal dan pada awalnya Saksi-1 tidak berminat karena tidak mempunyai modal, namun Terdakwa terus membujuk mengatakan bahwa bisnisnya sangat bagus sehingga membuat Saksi-1 tergiur mengikuti kemauan Terdakwa. c. Bahwa kemudian pada tanggal 16 Desember 2012 Saksi-1 mendapat pinjaman dari Sdr. Eriyanto (Saksi-2) sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) selanjutnya Saksi-1 menyampaikan kepada Sdr. Sugiarto Kurniawan (Saksi -3) bahwa Saksi-1 akan menanamkan modal kepada Terdakwa untuk usaha kardus yang akan dibuat album foto, namun Saksi -3 mengingatkan kepada Saksi-1 agar berhati-hati kepada Terdakwa karena Saksi -3 sudah lama mengenal Terdakwa sejak sekolah SMA, dan pada keesokan harinya pada tanggal 17 Desember 2012 Saksi-1 menyerahkan uang sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) kepada Terdakwa di Ajendam IV/ Diponegoro sebagai modal usaha namun Terdakwa menyampaikan uang tersebut masih kurang kemudian Saksi-1 mengambil uang di ATM sebesar RP. 5.000.000,- (lima juta rupiah) kemudian menyerahkannya kepada Terdakwa, dan oleh Terdakwa dibuatkan bukti penerimaan uang tersebut diselembar kertas putih bermaterai Rp. 6.000 (enam ribu rupiah). d. Bahwa pada tanggal 31 Desember 2012 sekira pukul 11.00 Wib Terdakwa meminta tambahan modal lagi sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) yang Saksi-1 serahkan kepada Terdakwa dan bukti penyerahan uang tersebut Saksi-1 tulis/ catat dalam kertas bukti penyerahan uang sebelumnya, kemudian pada tanggl 6 Januari 2013 sekira pukul 17.45 Wib menghubungi Saksi-1 melalui handpone meminta tambahan modal lagi sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan pada saat menyerahkan uang tersebut Saksi-1 menulis bukti penyerahannya menjadi satu bukti penyerahan sebelumnya, sehingga Saksi-1 telah menyerahkan uang kepada Terdakwa sejumlah Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah). e. Bahwa kemudian tanpa sepengetahuan Saksi-1 uang tersebut digunakan oleh Terdakwa untuk :

1) Membeli alat potong 10 (sepuluh) buah sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah). 2) Sewa rumah sebesar Rp. 5.0

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended