Home >Documents >Penelitian Seni Budaya

Penelitian Seni Budaya

Date post:18-Oct-2015
Category:
View:72 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
Penelitian Seni Budaya
Transcript:
  • 5/28/2018 Penelitian Seni Budaya

    1/21

    A. LATAR BELAKANG

    Indonesia terdiri dari berbagai macam perbedaan, salah satunya adalah

    berbagai macam suku yang berbeda-beda yang di dalamnya terdapat pula

    bermacam-macam budaya.

    Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik

    dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan

    budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus

    dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini

    budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak

    yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi

    rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak

    baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang

    masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat

    modern..namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar membudidayakan

    sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya

    indonesia dibandingkan masyarakat Indonesia.

    Oleh karena itu, berbagai study dilakukan salah satunya berupa penelitian

    untuk menambah pengetahuan suku yang ada di Indonesia agar dapat turut

    melestarikanya, sebagai salah satu wujud dari rasa cinta tanah air. Selain itu, hal

    ini dapat menambah rasa toleransi dan tanggung jawab terhadap berbagai

    macam perbedaan khususnya bagi generasi muda.

    Seiring dengan arus globalisasi, dan semakin canggihnya teknologi dibuat

    diharapkan budaya yang kita miliki juga semakin berkembang tidak lantas

    terlupakan bahkan terbuang dan menghilang.

  • 5/28/2018 Penelitian Seni Budaya

    2/21

    RUMUSAN MASALAH

    Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu:

    1. Apa pengertian suku dayak bumi segandhu (losarang) di Indramayu?2. Apa pengertian tarian sintren?3. Bagaimana sejarah tari sintren?4. Apa pengertian tari topeng?5. Bagaimana sejarah tari topeng?

  • 5/28/2018 Penelitian Seni Budaya

    3/21

    TUJUAN STUDY BUDAYA

    Adapun tujuan dalam study budaya ini adalah :

    1. Untuk mengetahui pengertian suku dayak bumi segandhu (losarang) diIndramayu;

    2. Untuk mengetahui pengertian tari sintren;3. Untuk mengetahui sejarah tari sintren;4. Untuk mengetahui pengertian tari topeng; dan5. Untuk mengetahui sejarah tari topeng.

  • 5/28/2018 Penelitian Seni Budaya

    4/21

    PEMBAHASAN

    1. Pengertian Suku Dayak Bumi SegandhuSuku dayak Hindu-Budha Bumi Segandu, atau singkatnya suka disebut

    dengan suku dayak Losarang Indramayu adalah suku dayak yang berlokasi di Desa

    Krimun, Kecamatan Losarang, kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penamaan Suku

    Dayak ini mengandung makna sebagai berikut: Kata Suku artinya kaki, yang

    mengandung makna bahwa setiap manusia berjalan dan berdiri di atas kaki untuk

    mencapai tujuan hidupnya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-

    masing. Kata Dayak berasal dari kata ayak atau ngayak yang bermakna

    memilih atau menyaring. Artinya memilih dan memilah mana yang benar dan mana

    yang salah. Kata Hindu artinya kandungan atau rahim. Bahwa setiap manusia

    dilahirkan dari kandungan sang Ibu (perempuan). Sedangkan kata Budha, asal dari

    kata wuda, yang artinya telanjang. Makna filosofinya adalah bahwa setiap manusia

    dilahirkan dalam keadaan telanjang. Selanjutnya adalah kata Bumi Segandu

    Indramayu. Bumi mengandung makna wujud, sedangkan Segandu bermakna

    sekujur badan. Gabungan kedua kata ini, yakni Bumi Segandu mengandungMakna filosofinya sebagai kekuatan hidup. Adapun Indramayu, sesuai dengan

    nama daerahnya, yang dimana terdapat kata In maknanya adalah inti, Darma

    artinya orang tua, dan kata ayu maknanya perempuan. Makna filosofinya adalah

    bahwa ibu (perempuan) merupakan sumber hidup, karena dari rahimnyalah kita

    semua dilahirkan. Maka pantas sekali setiap kaum hawa (Perempuan) yang ada

    disana lebih dihormatinya. Jadi penyebutan kata suku pada komunitas ini bukan

    dalam konteks terminologi suku bangsa (etnik) dalam pengertian antropologis,

    melainkan penyebutan istilah yang diambil dari makna kata-kata dalam bahasa

    daerah (jawa).

    Pemimpin suku dayak bernama Paheran Takmad Diningrat dan kepala

    sukunya di beri julukan Paula. Suku dayakini berjiwa sosialis, toleran, dan bebas.

    Dari dahulu Sampai sekarang, suku dayak ini masih menjejaki adat Kuno/primitif.

    dalam mengkonsumsi makanan contohnya diharuskan alami berasal dari alam, tidak

    dicampuri bahan-bahan buatan luar, apalagi mengandung zat kimia. Dan suku dayak

  • 5/28/2018 Penelitian Seni Budaya

    5/21

    losarang ini tidak mengikuti agama manapun, seperti halnya agama-agama lain,

    seperti Islam, Kristen, Yahudi dan sebagainya. Meski masih tetap tercampuri sedikit

    budaya Hindu Budha, sesuai dengan nama sukunya. Namun memiliki pegangan

    tersendiri dan lebih pada istilah komunitas yang independen yang dikepalai oleh

    pemimpinnya. Dan nama dari panutan komunitas itu lahir secara turun temurun dan

    berubah-ubah, kalau dahulu namanya Pewayangan. Mengambil dari keteladanan

    tokoh para wayang, seperti Semar, dan Pandawa Lima, lalu kesanghyangan, berganti

    lagi menjadi kerajaan, baru adanya sedikit yang mengarah pada nama agama itu di

    era sekarang ini, yakni bernama Jawa Agama. Bentuk ritualnya persis seperti

    manaqibanDebaan yang selalu di lakukan oleh agama islam pada malam Jumat.

    Ritual suku dayak ini pun dilakukan secara rutin, namun setiap malam jumat kliwon

    khususnya, yang bertempat di pendopo Nyi Ratu Kembang.

    Ciri khas pakaian suku dayak losarang berwarna hitam dan putih, tanpa

    sehelai pun pakaian atas (Baju). Hanya mengenakan celana sebetis berwarna belang,

    hitam dan putih. Terdapat 3 pandangan etika dalam hal berpakaian yaitu, pertama

    pakaian yang dianggap umum, kedua pakaian yang dianggap Biasa dan ketiga

    pakaian yang dianggap Preman. Pakaian yang dianggap Umum adalah pakaian yang

    umumnya orang lain pakai, yakni lengkap dengan baju celana dan warna serta

    coraknya berbeda-beda. Sedangkan pakaian yang dianggap biasa adalah pakaian

    yang sehari-hari mereka pakai, yaitu hanya memakai celana yang sebelah berwarna

    Hitam dan sebelahnya Putih. Dan pakaian yang dianggap preman ialah pakaian pada

    umumnya/pakaian yang seperti dipakai oleh orang kebanyakan namun dipakai oleh

    suku dayaknya sendiri. Arti memakai pakaian berwarna hitam putih, sebelah kanan

    putih dan kiri hitam adalah melambangkan putih itu langit dan hitam itu Bumi, dan

    manusia sebagai penghuninya. Maka langit dan bumi harus selalu dekat dengan dirimanusia dengan cara memakai pakaian yang bermakna simbolis tersebut. Serta

    dianggap juga sebagai sebuah kebebasan setiap individu.

    Konsep ajaran yang dimiliki suku dayak ini ialah mawas diri, atau sadar

    terhadap diri sendiri. Ngaji alam dan ngaji rasa, setelah mengetahui akan dirinya

    maka harus merasakan hakikatnya alam, dengan cara penyatuan terhadap alam,

    merasakan benda hidup ataupun mati, maka setelah itu dikembalikan kepada diri

    sendiri, apakah manusia itu sudah benar dalam menjalankan kehidupan selama

  • 5/28/2018 Penelitian Seni Budaya

    6/21

    didunia, ataukah selalu salah yang dilakukannya. Karena pandangan manusia itu

    jikalau dalam mencari kebenaran selalu susah, namun jika mendapatkan kesalahan

    pasti mudah melakukannya. Maka dengan watak yang dimiliki oleh manusia jika

    sudah dirubah dengan merasakan kesadaran akan dirinya, dan sadar akan perbuatan-

    perbuatannya. Pasti tidak akan berbuat jahat, namun akan timbul rasa humanisme,

    saling menyayangi sesama manusia juga alam, melarang dirinya berbuat jahat, sabar

    dalam menerima cobaan dan bersikap toleran.

    Suku dayak ini rentan sekali dengan masalah perpolitikan, apa lagi dengan

    aturan-aturan pemerintah yang dianggapnya tidak benar dan tak beraturan, kacau dan

    selalu merugikan masyarakat. jikalau ada pemilihan parpol misalnya, suku dayak

    losarang ini tidak akan ada satu orangpun yang mau memilih, alasanya karena

    kebebasan hak individu mau memilih atupun tidak, tidak memihak kekiri atau pun ke

    kanan, harus lurus terhadap keyakinan diri. jika pun memilih salah satu dari si calon

    parpol, mereka menganggap sebuah diskriminatif dan merasa kasihan jika hanya dari

    salah satu yang harus dipilihnya, sedangkan yang lainya tidak dibantu.

    Wanita di suku dayak ini dianggap sebagai raja, harus menghormatinya serta

    harus menuruti kehendaknya. Karena wanita adalah sumber kehidupan dan sosok yg

    melahirkan anak sebagai generasi. Sedangkan makna ukiran atau ornamen patung-

    patung yang bergambar Wayang-wayang yang terpampang di dinding bermaknakan

    sebuah watak atau sifat-sifat yang dimiliki oleh manusia, khususnya para dayak

    losarang ini, yang disamakan dengan wataknya wayang tersebut.

    2. Pengertian Tari Sintren

    Salah satu tradisi lama rakyat pesisiran Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat,tepatnya di Cirebon, adalah Sintren. Kesenian ini kini menjadi sebuah pertunjukan

    langka bahkan di daerah kelahiran Sintren sendiri. Sintren dalam perkembangannya

    kini, paling-paling hanya dapat dinikmati setiap tahun sekali pada upacara-upacara

    kelautan selain nadran, atau pada hajatan-hajatan orang gedean.

    Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber kalangan seniman tradisi cirebon,

    Sintren mulai dikenal pada awal tahun 1940-an, nama sintren sendiri tidak jelas

  • 5/28/2018 Penelitian Seni Budaya

    7/21

    berasal dari mana, na

Embed Size (px)
Recommended