Home >Education >Pendidikan karakter nas 123

Pendidikan karakter nas 123

Date post:16-Apr-2017
Category:
View:841 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER Kementerian Pendidikan Nasional**

    Fasli JalalWakil Menteri Pendidikan Nasional RI

  • Sumber: Transparency International Indonesia , 2010*

    Peringkat NegaraNegaraIndeks Persepsi Korupsi1Singapura9,338Brunei Darussalam5,556Malaysia4,478Thailand3,5110Indonesia2,8116Vietnam2,7127Timor Leste2,5134Filipina2,4154Kamboja2,1176Myanmar1,4

    *

    Apa itu CPI CPI adalah:Instrumen pengukuran tingkat korupsiberdasarkan persepsi negara-negara di dunia Korupsi yang diukur adalah korupsi sektorpublik, yaitu korupsi yang berkaitan denganpejabat publik, pegawai negeri dan politikusCPI adalah indeks gabungan dari beberapahasil survei yang dilakukan oleh beberapaorganisasi yang menggabungkan databerkaitan tentang korupsi

    Metode CPI Menggabungkan beberapa indeks hasilsurvei yang mengukur tingkat koru psi disektor publik dari suatu negara Untuk CPI 2010, data yang digabungkanberasal dari 13 survei yang dilakukan oleh10 organisasiRentang indeks 0-10: 0 dipersepsikansangat korup, 10 sangat bersihSetiap tahunnya, sumber data dapatberubah, sehingga CPI bukan instrumenyang tepat untuk perbandingan antarwaktu

    Mengapa CPI menggunakan persepsi? Korupsi dilakukan secara sembunyisembunyi, sehingga sulit mengukur tingkat korupsi berdasarkan data empirikMengukur dari data terekam (misalnya:jumlah tuntutan kasus korupsi) juga tidakbisa menggambarkan tingkat korupsiPersepsi yang digunakan bukan persepsipublik, namun para pelaku bisnis dan ahliyang memiliki pemahaman danpengalaman berurusan dengan korupsi*

  • PUTUS ASA*

  • *

    *

  • Kasus Narkoba di Indonesia

    DALAM RIBUAN*

    Sumber: Badan Narkotika Nasional, 2010 dikutip dari Kompas 11 Maret 2011,

    Chart1

    9.7177.14

    11.3238.409

    22.7816.252

    31.63517.355

    36.16922.63

    44.71129.364

    38.40330.878

    Jumlah Tersangka

    Jumlah Kasus

    Sheet1

    Jumlah TersangkaJumlah Kasus

    20039.7177.14

    200411.3238.409

    200522.7816.252

    200631.63517.355

    200736.16922.63

    200844.71129.364

    200938.40330.878

    *Angka dalam jumlah ribuanKeterangan; * terdiri dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya

    Nilai Transaksi Peredaran Gelap narkoba3,7 T pada 20084,1 T pada 2010*

  • AGRESIVITAS PESERTA DIDIK*

  • SOURCE: MHMMD*

  • Mengutip Penyair Arab Syauqi Bey :

    Artinya: Sesungguhnya kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlak/karakternya, Jika itu telah runtuh, maka runtuh pulalah bangsa itu *

  • PENTINGNYA PEMBANGUNAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA*

  • KARAKTERSecara Etimologi: Istilah karakter berasal dari bahasa YunaniCharassein, berarti to engrave atau mengukir. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008): Karakter: sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang lain. *

  • KARAKTERGordon Willard Allport (Psikolog Amerika)

    Karakter sebagai penentu bahwa seseorang sebagai pribadiImam Al-Ghozali (Hujjatul Islam)

    Karakter lebih dekat dengan Akhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi. Apabila lahir tingkah laku yang indah dan terpuji maka dinamakanlah akhlak yang baik. Dan apabila yang lahir itu tingkah laku yang keji dinamakanlah akhlak yang buruk. Tingkah laku seseorang itu adalah lukisan batinnya*

  • Socrates (469-399 SM): tujuan pendidikan yang paling mendasar membentuk individu menjadi baik dan cerdas (good and smart). (G.M.A. Grube: 1980: 216-217). semboyannya Kenalilah diri engkau dengan diri engkau sendiri.

    *

  • Plato (428-348 SM), dalam bukunya yang terkenal, Republic: agar anak dapat meraih kebenaran dan kebajikan diperlukan pedoman moral yang jelas agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Pandangan dalam etika banyak berdasar teori contoh dan dialog

    *

  • Aristoteles (384-322 SM): mengarahkan pendidikan kepada kebajikan atau nilai (virtue) individu. Kebajikan atau nilai (virtue) itu mengandung dua aspek yaitu intelektual dan moral. Pencipta teori serba tengah. (contoh keutamaan adalah tengah2 antara kedua keburukan. seperti, Dermawan adalah tengah-tengah antara boros dan kikir.

    *

  • KARAKTER/ AKHLAK DALAM DISKURSUS KEAGAMAAN*

  • TAFSIR TEMATIK AKHLAKIr. Akmaludin Noor & Aa Fuad Muchlis, S Ag. Melakukan tafsir tematis Al-Quran, salah satunya tentang akhlakLahir Taksonomi Nilai Akhlak Terpuji & Tercela (Al-Quran Tematis, Akhlak, Simad, 2010)

    *

  • Akhlak Terpuji:1) Takut Kepada Allah2) Berharap (rajaa) & Cinta (hubb) kepada Allah3) Bersandar atau tawakal kepada Allah4) Sabar5) Syukur6) Kembali kepada Allah (inadah)7) Berbuat baik (ihsan)8) Teguh pendirian (istiqomah), jujur, dan Adil9) Terpercaya (amanah), pemaaf, dan lapang dada10) Silaturahmi dan Islah/ perdamaian11) Meminta ijin dan membaca salam12) Berkata baik dan benar

    *

  • Akhlak tercela1) Sombong (Takabbur)2) Berbuat kerusakan (fasad)3) Ingkar janji4) Makar, khianat, riya, dan bermuka dua5) Kikir (bakhil)6) Berlebihan, foya-foya, dan bermegah-megahan7) Mencela, menghina dan mengolok-olok8) Suuzhon, tajassus, ghibah, dan namimah9) Iri (Hasud), fitnah (buhtan)

    *

  • PAUD/SD

    SMP

    PT

    exploring strengthening - empowering

    SMAPendidikanKARAKTERintegrasi & pembiasaanpendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnyabudi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita.. (Ki Hajar Dewantoro) Pendidikan Komprehensif:Ilmu Pengetahuan, Budi Pekerti (Akhlak, Karakter), Kreativitas, InovatifPendidikanAKADEMIK DSB**

    *

    *

  • *

  • JUJUR

    TERBUKA

    BERANI MENGAMBIL RESIKO & BERTANGGUNG JAWAB

    KOMITMEN

    BERBAGI (SHARING)

    *

  • NIAT YANG BERSIH

    MEMOHON PERTOLONGAN TUHAN

    BERSYUKUR

    *

  • MENCANANGKAN HASRAT UNTUK BERUBAH MELALUI DOA &IBADAH

    MEWUJUDKAN PERUBAHAN

    (ANUGRAH ILAHI : MANUSIA BEBAS MEMILIH)MENJADI SURI TAULADAN

    (AMANAH ILAHI : MANUSIA KHALIFAH DIMUKA BUMI)*

  • Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinyaTanggung Jawab, Kedisplinan, dan KemandirianKejujuran, Amanah, DiplomatisHormat dan santunKasih Sayang, Dermawan,Kepedulian, dan KerjasamaPercaya Diri, Kreatif, Kerja Keras, dan Pantang MenyerahKeadilan dan KepemimpinanBaik dan Rendah hatiToleransi, Cinta Damai, dan Persatuan*

    *

    *

  • ESQ WAY 165 (source: ESQ)

    *

  • 7 DASAR NILAI ESQ (source: ESQ)*

  • MODEL KARAKTER MHMMD*

  • 12 LANGKAH

    ETAPE

    Mengenal Potensi Diri:

    Ubah Mindset

    masa Lalu

    Masa Kini

    Masa Depan

    Mencari Peluang:

    Bidang

    Wilayah

    Mengelola Hidup:

    7. Fokus

    8. Berencana: Sasaran

    9. Proses runtun

    Merencanakan Masa Depan:

    10. Peta Hidup

    11. Manajemen Waktu

    12. Role Model

    Sukses bangsa akumulasi

    Sukses Individu.

  • Bogor: 40 orang petani singkong

    Usia 50 tahun ke atas, pendidikan max SD,

    Pendapatan 750.000 per tahun (buruh tani)

    .

  • KARAKTERKemendiknas

    Karakter sebagai nilai-nilai yang khas-baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku (kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa, 2010)*

  • KARAKTER BANGSAKemendiknas:

    Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas-baik yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil dari olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang.*

  • PENDIDIKAN KARAKTERKemendiknas: Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi dan/atau kelompok yang unik-baik sebagai warga negara (Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2011-2025)

    *

  • Secara filosofis dan sosiologis pendidikan karakter diharapkan berguna bagi kehidupan seseorang dalam kedudukannya sebagai pribadi, anggota masyarakat sekaligus warga Negara suatu Negara bangsa.Pendidikan karakter adalah sebuah usaha terus menerus untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. *

  • Nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan kepada anak-anak adalah nilai universal yang mana seluruh agama, tradisi dan budaya pasti menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai universal ini harus dapat menjadi perekat bagi seluruh anggota masyarakat walaupun berbeda latar belakang budaya, suku dan agama.*

  • Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan akhlak, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

    *

  • Pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai