Home >Documents >Pemrograman Routing+ 2 Routing protokol mempelajari semua router yang ada, menempatkan

Pemrograman Routing+ 2 Routing protokol mempelajari semua router yang ada, menempatkan

Date post:25-Apr-2019
Category:
View:217 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

1/1/2011

1

M O D U L 3

R O U T I N G C O N C E P T S

N A T C O N C E P T S

P R O X Y C O N C E P T S

V L A N C O N C E P T S

A G R Y A L F I A H , S T . ,

U N I V E R S I T A S G U N A D A R M A

Pemrograman Jaringan

1

Routing Concepts

Fungsi utama dari layer network adalah pengalamatan dan routing.

Routing merupakan suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rutedari satu jaringan ke jaringan yang lain. Device dari routing adalah Router(perangkat yang menjembatani dua network).

Tujuan utama dari routing protokol adalah untuk membangun danmemperbaiki table routing. Dimana tabel ini berisi jaringan-jaringan daninterface yang berhubungan dengan jaringan tersebut.

Router menggunakan protokol routing ini untuk mengatur informasi yangditerima dari router-router lain dan interfacenya masing-masing, sebagaimanayang terjadi di konfigurasi routing secara manual.

2

1/1/2011

2

Routing protokol mempelajari semua router yang ada, menempatkan ruteyang terbaik ke table routing, dan juga menghapus rute ketika rute tersebutsudah tidak valid lagi. Router menggunakan informasi dalam table routinguntuk melewatkan paket-paket routed protokol.

Supaya Router bisa meneruskan data, komputer yang ada pada jaringantersebut harus menugaskan router untuk meneruskan data

Penugasan dilakukan dengan cara setting komputer default gateway ke router

Jika kita tidak setting default gateway maka bisa dipastikan LAN tersebut tidakbisa terkoneksi dengan jaringan lainnya

Routing Concepts3

Routing Concepts

Routing protocol berbeda dengan routed protocol.

Routing protocol

adalah komunikasi antara router-router.

mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dankoneksi antar router.

Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaikitable routingnya.

Routed protocol

digunakan untuk trafik user langsung (sesuai dengan topologi).

menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannyauntuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke hostyang lain berdasarkan alamatnya.

4

1/1/2011

3

Gambar : Routed vs Routing Protokol

Routing Concepts5

Cara Membangun Tabel Routing :

Static Routing

Merupakan sebuah mekanisme pengisian tabel routing yang dilakukan olehadmin secara manual pada tiap-tiap router

Keuntungannya:

Meringankan kerja prosesor yang ada pd router

Tidak ada bandwidth yang digunakan untuk pertukaran informasi isi tabelrouting antar router

Tingkat keamanan lebih tinggi vs mekanisme lainnya

Kekurangannya:

Admin harus mengetahui informasi tiap-tiap router yang terhubungjaringan

Jika terdapat penambahan/perubahan topologi jaringan admin harusmengubah isi tabel routing

Tidak cocok untuk jaringan yang besar

Routing Concepts6

1/1/2011

4

Lanj.. Cara Membangun Tabel Routing :

Dynamic Routing

Algoritma routing adalah dasar dari routing dinamis.

Dilakukan secara otomatis, dengan cara bertukar informasi antar router.

Kapanpun topologi jaringan berubah karena perkembangan jaringan,konfigurasi ulang atau terdapat masalah di jaringan, maka router akanmengetahui perubahan tersebut.

Kategori algoritma routing (routing dinamis) :

Distance Vector

Link State

Routing Concepts7

Distance vector

Bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak ke link-link laindalam suatu internetwork.

Router mendapatkan informasi dari router yang berhubungan dgn diasecara langsung tentang keadaan jaringan router tersebut.Perubahantable routing ini di-update antar router yang saling berhubungan padasaat terjadi perubahan topologi.

Informasi yang dihasilkan adalah jumlah jarak/hop yang dipakai untukmencapai suatu jaringan

Algoritma distance vector juga disebut dengan algoritma Bellman-Ford.

Routing Concepts8

1/1/2011

5

Gambar : Konsep Kerja dari Distance Vector

Routing Concepts9

Link-state

Bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork.

Memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana mereka inter-koneksi.

Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma shortest path first (SPF). Algoritma ini memperbaiki informasi database dari informasi topologi.

Routing Concepts1 0

1/1/2011

6

Gambar : Konsep Kerja dari Link -state

Routing Concepts

1 1

Gambar : Protokol Protokol Routing IP

Routing Concepts1 2

1/1/2011

7

Protokol Protokol Routing IP :

Routing Information Protocol (RIP)

Dikenal dengan Algoritma Bellman-Ford

Menggunakan protokol routing interior algoritma dan distance vector

Algoritma tertua, terkenal lambat dan terjadi routing loop

Routing Loop : Suatu kondisi antar router saling mengira untuk mencapaitujuan yang sama melalui router tetangga tersebut

Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)

Menggunakan protokol routing interior algoritma dan distance vector

Routing Protokol yang dikembangkan cisco

Bandwidth, load, delay dan reliability yang digunakan dalam pengukuran

Default, Broadcast informasi dilakukan setiap 90 detik

Routing Concepts1 3

Open Shortest Path First (OSPF)

Menggunakan protokol routing interior algoritma dan link-state

Menggunakan algoritma shortest path first (SPF) untuk menghitung biaya terendah ke tujuan

Jika terjadi perubahan topologi terjadi Routing updates dengan sistem flooded

Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)

Menggunakan protokol routing interior algoritma dan kombinasi antara distance vector dan link-state

Menggunakan Uses Diffused Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jarak terpendek

Routing Concepts1 4

1/1/2011

8

Border Gateway Protocol (BGP)

Menggunakan protokol routing eksterior algoritma dan distance vector

Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client

Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system

Routing protokol interior didisain untuk jaringan yang dikontrol oleh suatuorganisasi. Kriteria disain untuk routing protokol interior untuk mencari jalurterbaik pada jaringan.

Routing protokol eksterior didisain untuk penggunaan antara dua jaringanyang berbeda yang dikontrol oleh dua organisasi yang berbeda. Umumnyadigunakan antara ISP dengan ISP atau antara ISP dengan perusahaan.

Routing Concepts1 5

M O D U L 3

R O U T I N G C O N C E P T S

N A T C O N C E P T S

P R O X Y C O N C E P T S

V L A N C O N C E P T S

A G R Y A L F I A H , S T . ,

U N I V E R S I T A S G U N A D A R M A

Pemrograman Jaringan

1

1/1/2011

9

Network Address Translation (NAT) adalah proses penulisan ulang(masquerade) pada alamat IP asal (source) dan/atau alamat IP tujuan(destination), setelah melalui router atau firewall.

NAT digunakan pada jaringan dengan workstation yang menggunakan IPPrivate supaya dapat terkoneksi ke Internet dengan menggunakan satu ataulebih IP Public.

Dengan adanya NAT maka akan menghemat penggunaan IP Publik, supaya IPPrivate bisa dikenali ke Internet maka harus ditraslasikan kedalam IP Publik.

2

NAT Concepts

3

NAT Concepts

1/1/2011

10

Gambar : NAT Configuration

NAT Concepts4

Private IP network adalah IP jaringan yang tidak terkoneksi secara langsung keinternet

IP addresses Private can dirubah sesuai kebutuhan.

Tidak teregister dan digaransi menjadi IP Global yang unik

Umumnya, Jaringan private menggunakan alamat dari range experimentaladdress (non-routable addresses):

10.0.0.0 10.255.255.255

172.16.0.0 172.31.255.255

192.168.0.0 192.168.255.255

NAT Concepts5

1/1/2011

11

Tipe tipe NAT :

Static NAT

Translasi Static terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan kesebuah alamat global/internet (outside). Alamat lokal dan global dipetakansatu lawan satu secara Statik

Dinamic NAT

NAT dengan Pool (kelompok) Translasi Dinamik terjadi ketika router NATdiset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dankelompok (pool) alamat global yang akan digunakan untuk terhubung keinternet. Proses NAT Dinamik ini dapat memetakan bebarapa kelompok alamat lokal ke

beberapa kelompok alamat global.

NAT Overload Sejumlah IP lokal/internal dapat ditranslasikan ke satualamat IP global/outside. Hal ini sangat menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP.

Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini menggunakan metoda portmultiplexing, atau perubahan port ke packet outbound.

6

NAT Concepts

Penggunaan Utama NAT :

Pooling IP address

Skenario:

Jaringan suatu perusahaan (Corporate Network) punya banyak host tapihanya mempunyai beberapa IP public

Solusi NAT :

Corporate network diatur dengan pengalamatan private

NAT device, ditempatkan diantara corporate network dan public Internet,mengatur pool IP public

Ketika host dari corporate network mengirimkan paket ke host di internet,NAT akan memilih IP public mana yang dipakai dari pool address, danmengikat alamat ini untuk private address tertentu

NAT Concepts7

Embed Size (px)
Recommended