Home >Documents >Pemicu 5 - Novia

Pemicu 5 - Novia

Date post:26-Sep-2015
Category:
View:233 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
iiiiii
Transcript:
  • Pemicu 5Siklus HidupNovia405110019

  • LO 1 gangguan mental pada lansia

  • GangguanDepresiDemensia(pikun)Delirium(kebingunganakut)

  • DepresiDefinisiGangguan mood, Kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan, & berperilaku) seseorangGejala-gejala depresi terdiri dari:Gejala utama:Perasaan depresifHilangnya minat dan semangatMudah lelah dan tenaga hilangGejala lain:Konsentrasi menurunPerasaan bersalahPesimis terhadap masa depanGagasan membahayakan diri (self harm) atau bunuh diriGangguan tidurGangguan nafsu makan

  • Penggolongan depresi

    Tingkat depresiGejala utamaGejala lainFungsiKeteranganRingan22BaikSedang33-4TergangguNampak distressBerat3 4Sangat tergangguSangat distress

  • Ciri khas depresi pada usia lanjut:Terdapat fluktuasi yang jelas dari gejalaGejala depresi mungkin tertutup keluhan somatikAdanya depresi yang berbarengan dengan demensia mengganggu pengenalan dan pelaporan depresiTerdapat hubungan yang erat antara penyakit fisis dan depresi

    Pasien depresi bisa mengalami imobilisasi lebih lama dan secara bermakna mengalami perburukan status fungsional lebih besar dibanding penderita penyakit kronis saja

  • STATUS FUNGSIONALKemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiriGambaran umum derajat kesehatanPatokan keberhasilan pengobatan dan evaluasiJika sakit berat tidak mandiriJika makin membaik ketergantungan akan berkurang

  • STATUS FUNGSIONALPeningkatan Lemak dan Penurunan ototKondisi AkutMobilitas BerkurangResistensiInsulin meningkatGangguan Metabolisme GlukosaKekuatan otot menurun

  • GANGGUAN KOGNITIFFaktor Predisposisi Depresi :Riwayat KeluargaRiwayat depresi pada waktu mudaPenyakit kronikKehilangan kemampuan/fungsi organ tubuhObat-obatanKonflik hidup yang tidak terselesaikanKehilangan daya ingatTerisolasi

  • TINGKAT STATUS FUNGSIONALBasic Activities of Daily Living (BADLs) Kemampuan dasar untuk merawat dirinya sendiri.Instrumental/Intermediate Activities of Daily Living (IADLs) kemampuan mandiri didalam masyarakatAdvanced Activities of Daily Living (AADLs) kemampuan yang penuh dan lengkap dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

  • GANGGUAN FUNGSI KOGNITIFDelirium (ACS)DemensiaDepresiTraumaInfeksi SSP

  • Tabel perbedaan klinis delirium dan demensia

    Gambaran Delirium DemensiaRiwayatPenyakit akut Penyakit kronikAwalCepatLambat launSebabTerdapat penyakit lain (infeksi, dehidrasi, guna/putus obatBiasanya penyakit otak kronik (spt Alzheimer, demensia vaskular)LamanyaBer-hari/-minggu Ber-bulan/-tahunPerjalanan sakit Naik turunKronik progresifTaraf kesadaran Naik turunNormalOrientasi Terganggu, periodikIntak pada awalnyaAfekCemas dan iritabel Labil tapi tak cemas

  • GambaranDeliriumDemensiaAlam pikiran Sering terganggu Turun jumlahnyaBahasa Lamban, inkoheren, inadekuatSulit menemukan istilah tepatDaya ingatJangka pendek terganggu nyataJangka pendek & panjang tergangguPersepsi Halusinasi (visual)Halusinasi jarang kecuali sundowningPsikomotor Retardasi, agitasi, campuran NormalTidur Terganggu siklusnya Sedikit terganggu siklus tidurnyaAtensi & kesadaranAmat tergangguSedikit tergangguReversibilitasSering reversibelUmumnya tak reversibelPenanganan Segera Perlu tapi tak segera

  • DEMENSIADefinisi : Gangguan fungsi intelektual dan memori didapat yang disebabkan oleh penyakit otak, yang tidak berhubungan dengan gangguan kesadaran (IPD).

  • D = drugs ( obat obatan )E = emotional (gangguan emosi)M = metabolik / endokrinE = eye and tear (disfungsi mata dan telinga)N = nutrisionalT = tumor dan traumaI = infeksiA = arteriosclerosis (komplikasi peny aterosklerosis mis : gagal jantung) dan alkohol

  • KRITERIA DIAGNOSIS DEMENSIA (DSM IV)Munculnya defisit kognitif multipel yang bermanifestasi pada kedua keadaan berikut :Gangguan memoriSatu/lebih gangguan kognitif berikut :Afasia ganggguan berbahasaApraksia ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas motorikAgnosia kegagalan mengenali atau mengidentifikasi bendaGangguan fungsi eksekutif

    Defisit kognitif yang terdapat diatas menyebabkan gangguan bermakna pada fungsi sosial dan okupasi serta menunjukkan penurunan yang bermakna dari fungsi sebelumnya.

  • JENIS DEMENSIADemensia AlzheimerDemensia VaskularDemensia Fronto TemporalDemensia Lewy Body

  • DEMENSIA ALZHEIMERGradual dan progesifOnset usia 60-70 tahunEarly Onset (65th)Faktor Resiko : genetik, alkohol, DM, traumaDiagnosis Klinis Diagnosis pasti dengan biopsi Histopatolog

  • DEMENSIA VASKULARGangguan pembuluh darah (sumbatan)Harus didahului dengan kejadian cerebro vaskularAkutFaktor Resiko : hipertensi, dislipidemia, gangguan jantung, gangguan faktor pembekuan, dan DM.Gejala : defisit mengingat memori, hilangnya kemampuan mengingat kembali kata-kata, sesekali ada defek visuospasial, berkurangnya fungsi eksekutif, dan adanya perubahan kepribadian

  • Demensia FrontotemporalTerjadinya atrofi yang jelas pada lobus temporal dan / atau frontal, yang dapat dilihat pada pemeriksaan MRI, PET scan, dan CT scan.Terdapat perubahan kepribadian yang nyata dan berkembang sindrom diseksekutif, yaitu penderita tidak memiliki kemampuan untuk memulai kegiatan atau juga bisa sebaliknya dimana mereka mengalami disinhibisi nyata

  • Demensia Lewy BodyGambaran neuropato loginya adalah adanya Lewy Body diseluruh korteks, amigdala, cingulated korteks, dan substansia nigra

  • Delirium Definisi :Kumpulan gejala mental organik yg ditandai dengan gangguan kognitif global, gangguan kesadaran, perubahan aktivitas psikomotor, dan gangguan siklus tidur yg terjadi secara akut dan berfluktuatif

  • Penyebab Deliriium pada Pasien Usia Lanjut Kelainan neurologis Obat-obatan terutama dengan aktivitas antikolinergik atau psikoaktif: Antihistamin (a.l. difenhidramin, CTM) Antispasmodik (a.l. hyoscyamine, bussccopan) Antidepresi golongan trisiklik (a.l. amitriptilin) Benzodiazepin (a.l. diazepam, lorazepam) Analgesik (a.l. codein) Putus obat atau alkohol Infeksi Gangguan metabolik Gangguan elektrolit Dehidrasi Nyeri Hipoksia Kurang tidur Pembedahan Faktor lingkungan

  • Faktor Predisposisi & Faktor PencetusFaktor Predisposisi :Usia sangat lanjutGangguan faal kognitif ringan sampai demensiaGangguan ADLGangguan sensorium (penglihatan & pendengaranUsia lanjut yang rapuhUsia lanjut yang menggunakan obat yang menganggu faal neurotransmiter otak (ranitidin, simetidin, siprofloksasin, psikotropika)Polifarmasi & Komorbiditas

  • Faktor Pencetus :PneumoniaInfeksi saluran kemihHiponatremia (gangguan elektrolit garam dalam darah)DehidrasiHipoglikemiaCVD (cardiovascular disease)Perubahan lingkungan

  • LO 2 Gangguan fungsi organ pada lansia

  • Osteoartritispenyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Vertebra, panggul, lutut dan pergelangan kaki paling sering terkena OA. Faktor predisposisi umum : antara lain umur, jenis kelamin,kegemukan, hereditas; hipermobilitas, merokok, densitas tulang,hormonal dam penyakit reumatik kronik lainnya

  • faktor mekanik (trauma, bentuk sendi, penggunaan sendi yang berlebihan karena pekerjaan/aktivitas). Gejala klinis meliputi nyeri sendi, hambatan gerakan sendi, kaku pagi, krepitasi, pembesaran sendi (deformitas),dan perubahan gaya berjalan.

  • HipertensiHipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. (Smeltzer,2001)Menurut WHO ( 1978 ), tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi.

  • Gejala : Mengeluh sakit kepala, pusing Lemas, kelelahan, Sesak nafas, Gelisah, Mual Muntah, Epistaksis,Kesadaran menurun.

  • anemiaAnemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yangmengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah.atau menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal

  • ada 2 alasan untuk mempertimbangkan bahwa anemiapada lansia merupakan tanda dari adanya penyakit, yaitu:Kebanyakan orangorang lansia mempunyai jumlah sel darah merah normal, demikianjuga dengan hemoglobin dan hematokritnya,Kebanyakan pasien pasien lansia yang menderita anemia dengan hemoglobin < 12 gr /dL, penyakit dasarnya telah diketahui.

  • Gastritisproses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung, yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan lain. Secara hispatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel.Singkatnya suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus, atau lokal.

  • Penyebab gastritis :Pola makanKopiTheRokokAINS (vAnti Inflamasi Non-Steroid)StressAlkoholHelicobacter pylori (kuman)Usia

  • LO 3 Gangguan tidur pada lansia

  • Internasional Classification of Sleep Disorders

    1. Dissomnia Gangguan tidur intrisikNarkolepsi, gerakan anggota gerak periodik, sindroma kaki gelisah, obstruksi saluran nafas, hipoventilasi, post traumatik kepala, tidur berlebihan (hipersomnia), idiopatik. Gangguan tidur ekstrisikTidur yang tidak sehat, lingkungan, perubahan posisi tidur, toksik, ketergantungan alkohol, obat hipnotik atau stimulant Gangguan tidur irama sirkadianJet-lag sindroma, perubahan jadwal kerja, sindroma fase terlambat tidur, sindroma fase tidur belum waktunya, bangun tidur tidak teratur, tidak tidur selama 24 jam.

  • 2. Parasomnia Gangguan aurosalGangguan tidur berjalan, gangguan tidur teror, aurosal konfusional Gangguan antara bangun-tidurGerak tiba-tiba, tidur berbicara,kramkaki, gangguan gerak berirama Berhubungan dengan fase REMGangguan mimpi buruk, gangguan tingkah laku, gangguan sinus arrest Parasomnia lain-lainnyaBruxism (otot rahang mengeram), mengompol, sukar menelan, distonia parosismal

  • 3. Gangguan tidur berhubungan dengan gangguan kesehatan/psikiatri Gangguan mentalPsikosis, anxietas, gangguan afektif, panik (nyeri hebat), alkohol Berhubungan dengan kondisi kesehatanPenyakit degeneratif (demensia, parkinson, multiple sklerosis), epilepsi, status epilepsi, nyeri kepala, Huntington, post traumatik kepala, stroke, Gilles de-la tourette sindroma. Berhubungan dengan kondisi kesehatanPenyakit asma,penyakit jantung, ulkus peptikus, sindroma fibrositis, refluks gastrointestinal, penyakit paru kronik (PPOK)

  • GANGGUAN TIDUR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN MENTAL/PSIKIATRIK LAIN Pada depresi: Onset tidur relatif normal, tapi sering terbangun lebih awal di pagi hari dan sulit tidur kembali. Tidur gelisah disertai mimpi yang menakutkan dan serangan panik muncul selama tidur. Pada psikosis: dijumpai insomnia atau mengantuk yang berlebihan, mengantuk berlebihan di luar masa tidur dan sering serangan tidur sejenak.

  • GANGGUAN TIDUR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONDISI MEDIK UMUM tiap jenis gangguan tidur dapat disebabkan oleh kondisi medik umum seperti gangguan gastrointestinal, asma, bronkitis, nyeri kepala, nyeri karena artritis, neoplasma, infeksi, kelainan degeneratif, kelainan endokrin (diabetes melitus, hipertiroid). Kelainan medik umum ini sering didapat pada usia tua. Keluhan tidur yang dapat timbul berupa kesulitan untuk tertidur, sering terbangun malam hari dan keluhan lainnya.

  • Stadium tidurStadium 1 disebut onset tidur.Tidur dimulai dengan stadium NREM (perpindahan dari bangun ke tidur). Jika diukur dengan polisomnografi dapat dilihat: penurunan aktivitas gelombang alfa (gelombang alfa menurun kurang dari 50%), amplitudo rendah, sinyal campuran, predominan beta dan teta, tegangan rendah, frekuensi 4-7 siklus per detik. Aktivitas bola mata melambat, tonus otot menurun, berlangsung sekitar 3-5 menit.Pada stadium ini seseorang mudah dibangunkan dan bila terbangun merasa seperti setengah tidur. Stadium 2Ditandai dengan gelombang EEG spesifik yaitu didominasi oleh aktivitas teta, voltase rendah-sedang, kumparan tidur (gelombang ritmik pendek dengan frekuensi 12-14 siklus per detik ) dan kompleks K (gelombang tajam, negatif, voltase tinggi, diikuti oleh gelombang lebih lambat, frekuensi 2-3 siklus per menit, aktivitas positif). Tonus otot rendah, nadi dan tekanan darah cenderung menurun. Stadium 1 dan 2 dikenal sebagai tidur dangkal.

  • Stadium 3 disebut juga tidur deltaditandai dengan 20%-50% aktivitas delta, frekuensi 1-2 siklus per detik, amplitudo tinggi.Tonus otot meningkat tetapi tidak ada gerakan bola mataStadium 4terjadi jika gelombang delta lebih dari 50%.

    Stadium 3 dan 4 sulit dibedakan, stadium 4 lebih lambat dari stadium 3. Stadium 3 dan 4 disebut juga tidur gelombang lambat atau tidur dalam.

  • LO 4 Efek pemakaian banyak obat pada lansia

  • lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung daripenyakit yang diderita. Semakin banyak penyakit pada lansia, semakin banyakjenis obat yang diperlukan. Banyaknya jenis obat akan menimbulkan masalahantara lain kemungkinan memerlukan ketaatan atau menimbulkan kebingungandalam menggunakan atau cara minum obat. Disamping itu dapat meningkatkan resiko efek samping obat atau interaksi obat.

  • Dispepsia atau sakit maag adalah sekumpulan gejala (sindrom) yang terdiridari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, rasa penuh atau cepat kenyang, dan sering bersendawa. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Jika tidak diantisipasi dengan deteksi dini dan tindakan yang tepat, maka dapat berakibat fatal bagi lansia. Oleh karena itu,peningkatan jumlah penduduk lansia harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan kesehatan. Harapannya agar terjadi peningkatan kualitas hidup lansia dan memperkecil resiko lansia yang menderita penyakit, salah satunya adalah dispepsia.

  • Dispepsia terbagi dua, yaitu :Dispepsia organik, bila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya.Sindroma dispepsi organik terdapat kelainan yang nyata terhadap organ tubuh misalnya tukak (luka) lambung, usus dua belas jari,radang pankreas, radang empedu, dan lain-lain.Dispepsia nonorganik atau dispepsia fungsional, atau dispesia nonulkus(DNU), bila tidak jelas penyebabnya. Dispepsi fungsional tanpa disertai kelainan atau gangguan struktur organ berdasarkan pemeriksaan klinis,laboratorium, radiologi, dan endoskopi (teropong saluran pencernaan)

  • Dispepsia dapat disebabkan oleh kelainan organik, yaitu :Gangguan penyakit dalam lumen saluran cerna: tukak gaster atau duodenum, gastritis, tumor, infeksi bakteri Helicobacter pyloriObat-obatan: anti inflamasi non steroid (OAINS), aspirin, beberapa jenis antibiotik, digitalis, teofilin dan sebagainya.Penyakit pada hati, pankreas, maupun pada sistem bilier seperti hepatitis,pankreatitis, kolesistitis kronik.Penyakit sistemik seperti diabetes melitus, penyakit tiroid, penyakit jantung koronerPeranan pemakaian OAINS dan infeksi H. Pylori sangat besar padakasus-kasus dengan kelainan organik.

  • Dispepsia fungsional dibagi 3, yaitu :Dispepsia mirip ulkus bila gejala yang dominan adalah nyeri ulu hati. Dispepsia mirip dismotilitas bila gejala dominan adalah kembung, mual,cepat kenyang.Dispepsia non-spesifikyaitu bila gejalanya tidak sesuai dengan dispepsia mirip ulkus maupun dispepsia mirip dismotilitis.

  • Gejala :Nyeri perut(abdominal discomfort),Rasa perih di ulu hati,Mual, kadang-kadang sampai muntah,Nafsu makan berkurang,Rasa lekas kenyang,Perut kembung,Rasa panas di dada dan perut,Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba).

  • Pencegahan :pola makan yang normal, dan teratur, pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur, sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang berkadar asam tinggi, cabai, alkohol dan, pantang rokok, bila harusmakan obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung

  • LO 5 penatalaksanaan

  • Farmakologi

  • Pemberian obat pada lansia harus dilakukan secara hati-hati lansia mengalami pe kapasitas fungsional berbagai organ: kemampuan penyerapan (absorpsi) obat, pendistribusian obat, maupun ekskresi obat.Fungsi hati (lever) juga me seiring me usia memengaruhi metabolisme obat-obatan seperti warfarin, fenitoin, diazepam, juga rokok, alkohol dan kafein.Lansia juga mengalami perubahan komposisi tubuh. Berat badan cenderung berkurang, namun lemak tubuh me. Kondisi ini akan memengaruhi penyebaran obat, khususnya obat yang larut dalam lemak semisal obat penenang.

  • PRINSIP PENGOBATAN PADA USILARiwayat pemakaian obatObat diberikan atas indikasi yang ketat untuk diagnosis yang dibuatMulai dengan dosis kecilHanya resepkan obat yang sekiranya menjamin ketaatan pasien, memberu resiko yang terkecil, & sejauh mungkin jangan diberikan >2 jenis obatJangan memberikan obat terlalu lamaKenali obat yang digunakanBeri dorongan supaya patuh berobatHati-hati menggunakan obat baru

  • PERUBAHAN FISIOLOGIReduksi sekresi asam lambungPenurunan motilitas saluran cernaReduksi luas permukaan total absorpsiReduksi aliran darah jaringanReduksi ukuran hatiReduksi aliran darah hatiReduksi filtrasi glomerulusReduksi filtrasi tubuler ginjal

  • PERUBAHAN FARMAKOKINETIKAbsorpsi Penundaan pengosongan lambung, Reduksi sekresi asam lambung, Reduksi aliran darah jaringan Contoh absorpsi berkurang : digoksin, tiamin, kalsium, besi

  • PERUBAHAN FARMAKOKINETIKDistribusi Komposisi tubuh Total air dlm tubuh dan masa tubuh tanpa lemak (lean body mass), shg volume distribusi obat yang larut dlm air . Contoh digoksin dan simetidin. Total lemak dlm tubuh, shg distribusi obat yang larut dalam lemak Contoh : benzodiazepin seperti diazepam Ikatan plasma protein Jumlah albumin plasma menurun Obat yang bersifat asam yang biasanya berikatan dengan protein, menjadi dalam keadaan bebas shg kadarnya meningkat Contoh simetidin, furosemid, warfarin Aliran darah organ Perubahan aliran darah akan perfusi pada anggota gerak, hati, mesenterium,otot jantung dan otak Perfusi sampai 45 % dibanding usia 25 tahun Pengaruh tidak siginifikan pada distribusi obat , walau ada penurunan kecept distribusi ke jaringan

  • PERUBAHAN FARMAKOKINETIKMetabolisme hati dan ekskresi ginjal Efek dosis tunggal akan diperpanjang Metabolisme hati Penurunan first metabolism, akan meningkatkan bioavailabilitas obat, contoh propranolol, labetolol, nifedipin, nitrat dan verapamil. Reduksi masa hati sebesar 35 % dimulai usia 30 s/d 90 tahun shg kapasitas metabolisme intrinsik hati menurun dan bioavailabilitas meningkat, toksisitas meningkat Eliminasi hati Penurunan alirah darah hati, bioavailabilitas meningkat Contoh nifedipin, shg efek hipotensi meningkat secara bermakna dan harus diwaspadai Perubahan enzimatik : kecepatan metabolisme sitokrom P 450 dapat menurun s/d 40 % jika dibanding pasien dewasa muda. Waspada pada obat dengan indeks terapi sempit karena bermakna secara klinis

  • PERUBAHAN FARMAKOKINETIKEkskresi ginjal Penurunan aliran darah ginjal, ukuran organ , filtrasi glomerulus dan fungsi tubuler. Perubahan terjadi dengan tingkat yang berbeda untuk setiap individu Kecepatan filtrasi glomerulus menurun 1 % / tahun setelah usia 40 tahun. Menyebabkan peningkatan kadar obat dalam jaringan sampai 50 %

  • PERUBAHAN FARMAKODINAMIKEFEK SAMPING OBAT Pasien lansia berisiko tinggi terhadap toksisitas obat tertentu seperti benzodiazepin kerja panjang,OAINS, warfarin, heparin, aminoglikosida, isoniazid, tiazid dosis tinggi, antineoplastik dan antiaritmia. Contoh eso pada lansia : Postural hipotensi karena diuretik Prostatisme karena antikolinergik

  • FAKTOR RISIKO ESO PADA LANSIA :Polifarmasi Interaksi obat obat : Penggunaan bersamaan obat dengan efek samping mirip akan memperparah eso yang terjadi Interaksi obat dengan penyakit : Interaksi obat dengan penyakit Pemberian OAINS, aminoglikosid, radiokontras pada pasien lansia dengan gagal ginjal kronik dapatterjadi gagal ginjal akut Pemberian kortikosteroid pada pasien lansia dengan osteopeniadapat terjadi fraktur Pemberian OAINS pada pasien lansia dengan hipertensidapat terjadi peningkatan tekanan darah

  • HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN FARMAKOTERAPI LANSIADosis, keamanan dan manfaat dari obat. Dosis umumnya diturunkan hingga 1/5, ttp berbeda untuk setiap individu. Obat dengan indeks terapi sempit dimulai dengan 1/3 atau dosis lazim.Untuk obat yang eliminasi nya dipengaruhi (menurun), berikan 50 % dari dosis awal yg dianjurkan.

    Jumlah obat yang diberikan Semakin banyak jumlah obat polifarmasi dgn segala risiko

    Kepatuhan pasien Hanya 60 % yang patuh sedangkan 40 % pasien lansia meminum obat kurang dari yang diberikan dokter

  • Non Farmakologi

  • Perawatan pada lansia dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan yaitu:Pendekatan Psikis.Perawat punya peran penting untuk mengadakan edukatif yang berperan sebagai support system, interpreter dan sebagai sahabat akrab.Pendekatan Sosial.Perawat mengadakan diskusi dan tukar pikiran, serta bercerita, memberi kesempatan untuk berkumpul bersama dengan klien lansia, rekreasi, menonton televise, perawat harus mengadakan kontak sesama mereka, menanamkan rasa persaudaraan.Pendekatan Spiritual.Perawat harus bisa memberikan kepuasan batin dalam hubungannya dengan Tuhan dan Agama yang dianut lansia, terutama bila lansia dalam keadaan sakit.

  • LO 6 Pemeriksaan fisik pada lansia

  • ADL (Activity Daily Living)ADL merupakan aktivitas pokok bagi perawatan diri.ADL meliputi :Ke toiletMakanBerpakaian (berdandan)MandiBerpindah tempatPengkajian ADL penting untuk mengetahui tingkat ketergantungan untuk menyusun rencana perawatan jangka panjang.

  • ADL (Activity Daily Living)ADL istrumen : Aktivitas yang lebih kompleks namun mendasar bagi situasi kehidupan lansia dalam bersosialisasi.Terdiri dari :BelanjaMasakPekerjaan rumah tanggaMencuciTeleponMenggunakan sarana transportasiMenggunakan obat secara benarManajemen keuanganBila tidak dapat melakukan ADL instrumen secara mandiri diperlukan pera perawat pembantu (care-giver)

  • INDEKS AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI HARI BARTHEL (AKS BARTHEL)

    NoFungsiSkorKeteranganNilai skor1MengendalikanRangsangPembuangan tinja01

    2Tak terkendali/takteratur (perlu pencaharKadang kadang tak terkendali (1 X seminggu)Terkendali teratur2MengendalikanRangsang berkemih012Tak terkendali atau pakai karteterKadang kadang tak terkendali (1 X 24 jam)Mandiri03Membersihkan diri(seka muka,sisir rambut, sikat gigi)01Butuh pertolongan orang lainMandiri4Pengguanaan jamban, masuk dan keluar (melepaskan, memakai celana, membersihakan, menyiram)01

    2Tergantung pertolongan orang lainPerlu pertolongan pada beberapa kegiatan tetapi dapat mengerjakan sendiri beberapa kegiatan yang lainMandiri 5makan012Tidak mampuPerlu ditolong memotong makananMandiri

  • INDEKS AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI HARI BARTHEL (AKS BARTHEL)

    NoFungsiSkorKeteranganNilai skor6Berubah sikap dari berbaringn ke duduk0123tidak mampuPerlu banyak bantuan untuk bisa duduk (2 orang)Bantuan minimal 1 orangMandiri7Berpindah / berjalan0123Tidak mampuBiosa (pindah) dengan kursi rodaBerjalan dengan bantuan 1 orangmandiri 8Memakai baju012Tergantung orang lainSebagaian dibantu (misalnya mengancing baju)Mandiri9Naik turun tangga012Tidak mampuButuh pertolonganMandiri10Mandi 01Tergantung orang lainMandiriTOTAL SKOR

  • Daftar Pustakawww.idijakbar.comwww.kalbe.co.idhttp://www.abramsoncenter.org/PRI/documents/IADL.pdfhttp://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/c6f7185fbe92eca6abb9e6705855b616db87233f.pdfPerhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. (2006). Paduan Pelayanan Medik. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Jakarta.Boedhi-Darmojo R, Martono HH, editors. (1991). Buku Ajar Geriatri. Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

    *************************************************

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended