Home >Healthcare >Pemeriksaan fisik ibu pada ibu hamil

Pemeriksaan fisik ibu pada ibu hamil

Date post:13-Dec-2014
Category:
View:6,127 times
Download:11 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. Keterampilan Dasar Kebidanan (KDK) Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil Poltekkes Kemenkes Malang prodi Kebidanan Kediri Tahun ajaran 2013/2014
  • 2. Pemeriksaan Ibu Hamil Apa Definisi dari Pemeriksaan Fisik ( Vital Sign )??? Apa Tujuan dari Pemeriksaan Fisik ? Apa saja Alat dan Komponen Pemeriksaan Kehamilan ?
  • 3. Apa Definisi dari Pemeriksaan Fisik ( Vital Sign )???
  • 4. Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan yang dilakukan pada bagian tubuh dari kepala sampai kaki. Kehamilan merupakan suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh normal di dalam rahim ibu. Pemeriksaan fisik pada kehamilan dilakukan melalui pemeriksaan : Pandang (inspeksi), Pemeriksaan raba (palpasi), Periksa dengar (auskultasi), Periksa ketuk (perkusi). Pemeriksaan dilakukan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara sistematis atau berurutan.
  • 5. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan pengkajian fisik di antaranya : sikap petugas kesehatan saat melakukan pengkajian. Sebelum melakukan pemeriksaan, pastikan lingkungan tempat pemeriksaan senyaman mungkin, termasuk mengatur pencahayaan. Asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan adanya pencatatan data yang akurat diharapkan pengambilan tindakan yang dilakukan sesuai dengan masalah atau kondisi pasien.
  • 6. Apa Tujuan dari Pemeriksaan Fisik ?
  • 7. Tujuan dari Pemeriksaan Fisik : Mengetahui kesehatan ibu dan janin Setiap pemeriksaan kehamilan adalah dengan melihat dan meraba. Petugas akan mengetahui apakah ibu sehat, janin tumbuh dengan baik, tinggi fundus uteri sesuai dengan umur kahamilan atau tidak, serta di mana letak janin. Mengetahui perubahan yang terjadi pada pemeriksaan berikutnya Penentuan apakah sang ibu sedang hamil atau tidak sangat diperlukan saat ibu pertama kali berkunjung ke petugas kesehatan. Jika hasil pemeriksaan pada kunjungan pertama sang ibu dinyatakan hamil, maka langkah selanjutnya perlu ditentukan berapa usia kehamilannya.
  • 8. Apa saja Alat dan Komponen Pemeriksaan Kehamilan ?
  • 9. Alat dan Komponen Pemeriksaan Kehamilan Alat yang dipakai bervariasi namun yang terpenting adalah memanfaatkan mata, telinga, hidung dan tangannya untuk mengetahui hampir semua hal penting tentang ibu hamil yang diperiksanya. Adapun alat alat yang dibutuhkan untuk pemeriksaan ibu hamil diantaranya adalah: timbangan berat badan, pengukur tinggi badan, tensi meter, stetoskop monokuler atau linec, meteran atau midlen, hamer reflek, jangka panggul serta peralatan untuk pemeriksaan laboratorium kehamilan yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin, protein urin, urin reduksi dll (bila diperlukan).
  • 10. Komponen Pemeriksaan Fisik pada Kunjungan Antenatal Pertama 1) Pemeriksaan fisik umum a. Tinggi Badan b. Berat badan c. Tanda tanda vital : tekanan darah, denyut nadi, suhu 2) Kepala dan leher a. Edema diwajah b. Ikterus pada mata c. Mulut pucat d. Leher meliputi pembengkakan saluran limfe atau pembengkakan kelenjar thyroid
  • 11. 3) Pemeriksaan ekstremitas atas untuk melihat adanya edema pada jari (perhatikan apakah cincin menjadi terlalu sempit dan tanyakan apakah lebih sempit dari biasanya, tanyakan juga apakah ia tidak mengenakan cincin yang biasa ia kenakan karena sudah terlalu sempit, atau apakah ia memindahkan cinicin tersebut ke jari yang lain) 4) Pemeriksaan ekstremitas bawah untuk meilhat adanya : 1. Edema pada pergelangan kaki dan pretibia 2. Refleks tendon dalam pada kuadrisep (kedutan-lutut (knet-jerk) 3. Varises dan tanda humans, jika ada indikasi. 5) Payudara a.Ukuran simetris b.Putting menonjol / masuk c.Keluarnya kolostrom atau cairan lain d.Retraksi e.Massa f.Nodul axilla
  • 12. 6) Abdomen Pemeriksaan abdomen untuk mengetahui : 1. Letak, presentasi, posisi, dan jumlah(jika>36 minggu) 2. Observasi atau palpasi gerakan janin 3. Pengukuran tinggi fundus (jika>12 minggu) 4. Evaluasi kasar volume cairan amnion 7) Genetalia luar (external) a. varises b. perdarahan c. luka d. cairan yang keluar e. pengeluaran dari uretra dan skene f. kelenjar bartholini : bengkak (massa), ciaran yang keluar
  • 13. 8) Genetalia dalam (interna) a. servik meliputi cairan yang keluar, luka (lesi), kelunakan, posisi, mobilitas, tertutup atau terbuka b. vagina meliputi cairan yang keluar, luka, darah c. ukuran adneksa, bentuk, posisi, nyeri, kelunakan, massa (pada trimester pertama) d. uterus meliputi : ukuran, bentuk, mobilitas, kelunakan, massa pada trimester petama.
  • 14. 9) Pemeriksaan Panggul Setelah pemeriksaan awal, bidan harus melakukan beberapa atau semua komponen pemeriksaan panggul berikut sesuai indikasi, yakni: a. Pemeriksaan dengan speculum jika wanita tersebut mengeluh terdapat rabas pervagina. 1. Perhatikan adanya tanda-tanda infeksi vagima yang muncul dan ambil materi untuk pemeriksaan diagnostic dengan menggunakan preparat apusan basah; ambil specimen gonokokus dan klamidia untuk tes diagnostic. 2. Evaluasi terapi yang telah dilakukan untuk mengatasi infeksi vagina (tes penyembuhan ) jika muncul gejala; evaluasi tidak perlu dilakukan bila wanita tidak menunjukkan gejala 3. Ulangi pap smear, jika diperlukan 4. Ulangi tes diagnostic gonokokus dan klamidia pada trimester ke tiga. 5. Konfirmasi atau singkirkan kemungkinan pecah ketuban dini
  • 15. b. Pelvimetri klinis pada akhir trimester ketiga jika panggul perlu dievaluasi ulang atau jika tidak memungkinkan untuk memperoleh informasi ini pada pemeriksaan awal karena wanita tersebut menolak diperiksa. c. Pemeriksaan dalam jika wanita menunjukkan tanda/ gejala persalinan premature untuk mengkaji: 1. Konsistensi serviks 2. Penipisan (effacement) 3. Pembukaan 4. Kondisi membrane 5. Penancapan / stasiun 6. Bagian presentasi
  • 16. Beberapa bidan juga melakukan pemeriksaan pervaginan secara rutin pada kehamilan 40 minggu menurut penanggalan dan setelahnya guna menentukan kematangan (kesiapan)seviks untuk menghadapi persalinan. Banyak bidan, meski tidak semua, yakin bahwa mereka harus melakukan pemeriksaan panggul pada kehamilan 36 minggu termasuk mengulangi pelvimetri klinis, mengambil specimen untuk tes diagnostic gonokokus, klamidia dan GBS dan mengevaluasi kondisi serviks. Para bidan memandang hal ini sebagai bagian evaluasi ulang total pada seorang wanita pada saat tersebut. Evaluasi ulang total ini juga mencakup setiap tes laboratorium.
  • 17. d. Tes Laboratorium dan tes penunjang Spesimen urine diambil pada setiap kunjungan ulang untuk digunakan pada tes dipstick guna mengetahui kandungan protein atau glukosa didalamnya. Beberapa kebijakan menetapkan tes diulang hanya jika ada indikasi menurut riwayat, temuan pada pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan panggul.Temuan ini meliputi hemoglobin dan hematokrit, VDRL, gonorea, klamidia dan titer antibody pada wanita dengan Rh negative sebelum menerima RhoGAM profilaksis pada usia kehamilan 28 minggu.
  • 18. Teknik Pemeriksaan Fisik pada Ibu Hamil Inspeksi Pemeriksaan dilakukan untuk menilai keadaan ada tidaknya cloasme gravidarum pada muka atau wajah, pucat atau tidak pada selaput mata, ada tidaknya edema Palpasi Dilakukan untuk menentukan besarnya rahim dengan menentukan usia kehamilan serta menentukan letak anak dalam rahim. Pemeriksaan secara palpasi dilakukan dengan menggunakan metode Leopold. Leopold I Digunakan untuk menentukan usia kehamilan dan bagian apa yang ada dalam fundus. Leopold II Digunakan untuk menentukan letak punggung anak dan letak bagian k