Home >Business >Pemberdayaan perusahaan nasional di bidang pengelolaan migas e book

Pemberdayaan perusahaan nasional di bidang pengelolaan migas e book

Date post:19-Oct-2014
Category:
View:1,684 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
Karya tulis ini membahas kebijakan, strategi dan upaya dalam rangka pemberdayaan perusahaan nasional di bidang migas. Diperlukan affirmative action dan konsistensi semua pemangku kepentingan untuk tercapainya objective tersebut.
Transcript:

v

DAFTAR ISI Halaman

KATA PENGANTAR ............................................................................. i

PERNYATAAN KEASLIAN ................................................................... iii

DAFTAR ISI ............................................................................................

TABEL ....................................................................................................

DAFTAR GAMBAR..................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN

1. Umum.................................................................................. 1

2. Maksud dan Tujuan........................................................... 6

3. Ruang Lingkup dan Sistematika................................. 6

4. Metode dan Pendekatan ........................................... 8

5. Pengertian ................................................................. 8

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN

6. Umum ................................................................................. 9

7. Paradigma Nasional.................................................. 9

8. Peraturan Perundang-undangan ............................... 13

9. Landasan Teori................................................................... 15

10. Tinjauan Pustaka................................ 17

BAB III KONDISI PEMBERDAYAAN PERUSAHAAN NASIONAL

DI BIDANG PENGELOLAAN MIGAS SAAT INI .................

11. Umum................................................................................... 20

12. Pemberdayaan Perusahaan Nasional di Bidang

Pengelolaan Migas Saat ini ..................................... 20

13. Implikasi pemberdayaan perusahaan nasional di

bidang migas terhadap kemandirian dan daya saing

bangsa dan implikasi peningkatan kemandirian dan

daya saing bangsa terhadap pembangunan nasional 28

14. Pokok-pokok persoalan yang ditemukan .................. 31

v

BAB IV PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS

15. Umum.................................................................... 38

16. Perkembangan Lingkungan Global ............................ 38

17. Perkembangan Lingkungan Regional .................... 40

18. Perkembangan Lingkungan Nasional .................... 41

19. Peluang dan Kendala .......................................... 48

BAB V KONDISI PEMBERDAYAAN PERUSAHAAN NASIONAL

DI BIDANG PENGELOLAAN MIGAS YANG

DIHARAPKAN ....................................................................

20. Umum.......................................................................... 52

21. Pemberdayaan Perusahaan Nasional di Bidang

Pengelolaan Migas yang Diharapkan........................

52

22. Kontribusi Pemberdayaan Perusahaan Nasional di

Bidang Pengelolaan Migas terhadap peningkatan

kemandirian dan daya saing bangsa dan kontribusi

peningkatan kemandirian dan daya saing bangsa

terhadap Pembangunan Nasional .......................... 60

23. Indikasi Keberhasilan ................................................ 64

BAB VI KONSEPSI PEMBERDAYAAN PERUSAHAAN

NASIONAL DI BIDANG PENGELOLAAN MIGAS ............

24. Umum.................................................................................. 69

25. Kebijakan........................................................................... 71

26. Strategi.............................................................................. 72

27. Upaya................................................................................... 81

BAB VII PENUTUP

28. Kesimpulan.........................................................................

29. Saran ...............................................................................

87

89

DAFTAR PUSTAKA :

DAFTAR LAMPIRAN :

1. ALUR PIKIR

2. POLA PIKIR

3. PENGERTIAN

vii

DAFTAR TABEL

TABEL 1 Harga Gas Kontrak Jangka Panjang di dunia periode 2002 2005

TABEL 2 Indikator Ekonomi Beberapa Negara di Kawasan

TABEL 3 BUMN berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa di

kegiatan hulu migas

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Positioning PT Pertamina EP dalam Produksi migas

di Indonesia

Gambar 2 : Sumber Gas, Jaringan Pipa dan Fasilitas PGN

Gambar 3 : Rencana jaringan gas PT. Pertamina

Gambar 4 : Neraca Gas Indonesia

Gambar 5 : Neraca Energi Indonesia

Gambar 6 : Kendala fakta penunjang kegiatan usaha hulu migas

Gambar 7 : Pentahapan Pembangunan RPJPN

Gambar 8 : Harga Gas Ekspor vs Harga Gas Domestik

Gambar 9 : Kualitas hidup dan pemakaian energi

Gambar 10 : Wilayah Kerja Migas Indonesia

Gambar 11 : Prospek Pengembangan Gas Bumi Indonesia

Gambar 12 : Kebutuhan energi per sektor di Indonesia

Gambar 13 : Produktivitas menuju keunggulan kompetitif

Gambar 14 : Cadangan minyak dan Gas Bumi Indonesia

Gambar 15 : Profil Produksi Minyak dan Gas Indonesia

Gambar 16 : Sasaran bauran energi primer nasional 2025

Gambar 17 : Trans Asean Gas Pipelines

1

BAB I

PENDAHULUAN

1. Umum

a. Fenomena Umum

Minyak dan Gas Bumi (migas) sebagai energi fosil adalah

sumber daya alam nasional suatu bangsa. Dalam resolusi

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinyatakan bahwa penduduk

dan bangsa memiliki kedaulatan permanen atas kekayaan dan

sumber daya alamnya, karena itu pengusahaannya harus sesuai

dengan kepentingan pembangunan nasional penduduk dari negara

yang bersangkutan1. Dengan demikian, pengelolaan migas harus

merupakan refleksi dari deklarasi kedaulatan bangsa yang harus

dijaga keberlangsungan dan sustainabilitasnya, serta tidak boleh

dieksploitasi sekadar untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi

generasi saat ini.

Kecenderungan global2 menunjukkan bahwa perusahaan

nasional semakin lebih berperan dalam pengelolaan3 migas. Studi

James Baker menunjukkan bahwa dalam tahun 2005, dari 1.148

milyar barel cadangan terbukti minyak, 77% diantaranya dikuasai

oleh Perusahaan Nasional, sedangkan yang 23% sisanya oleh

International Oil Companies4. Penguasaan minyak sebagai sumber

energi memiliki nilai strategis, tidak saja untuk kebutuhan energi,

tetapi terkait dengan geopolitik dan keamanan nasional. Pemerintah

1 Resolusi Majelis Umum PBB nomor 1803 tahun 1962 tentang Permanent sovereignity over

natural resources 2The changes roles of National Oil Companies in international Energy Market, Baker Institute of

Policy Studies, April 2007. 3 Pengelolaan yang dimaksudkan di sini dibatasi pada kegiatan hulu, yakni kegiatan eksplorasi dan

eksploitasi, atau lazim dikenal sebagai kegiatan hulu (ref. UU 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pasal 1 ayat 7. 4 International Oil Companies (IOC) dan National Oil Companies (NOC), adalah dua istilah yang

lazim di dunia migas. IOC menunjuk kepada perusahaan multi nasional yang beroperasi lintas negara, seperti ExxonMobil, BP, Chevron, Shell. Sementara itu NOC adalah Perusahaan Negara atau diberi mandat oleh negara, atau Hybrid, atau swasta nasional.

2

Amerika Serikat, dalam policy paper pada tahun 1940 an

menyatakan bahwa penguasaan sumber daya minyak di belahan

dunia lainnya, seperti Timur Tengah merupakan critical points untuk

keunggulan militer dan Keamanan Nasional5.

Perusahaan-perusahaan pengelola migas di dunia,

strukturnya berbeda beda, ada yang merupakan satu grup

perusahaan dari hulu hingga hilir. Bentuk seperti itu disebut

perusahaan terintegrasi, termasuk pengelola peralatan dan jasa

penunjangnya. Bentuk lain adalah perusahaan yang independen,

yakni berdiri sendiri sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Beberapa perusahaan migas besar di dunia seperti Chevron

Corporation dan Exxon Mobile adalah perusahaan terintegrasi.

Demikian juga Pertamina, merupakan Perusahaan terintegrasi

Dalam hal ini Pertamina (Persero) merupakan induk perusahaan

(holding)., dari anak-anak perusahaannya. Kegiatan eksplorasi dan

eksploitasi, misalnya, dikelola oleh PT. Pertamina EP, sedangkan

core business lainnya seperti unit usaha kilang, transportasi,

perkapalan, niaga dan jasa pendukung dikelola oleh anak-anak

perusahaan lainnya. Selain melaksanakan kegiatan terintegrasi,

Pertamina juga menjalankan sebagian dari tugas Pemerintah, yaitu

menjadi pelaksana dari Public Service Operation (PSO) untuk

penyaluran BBM bersubsidi minyak tanah, premium dan solar, serta

pelaksana konversi minyak tanah ke LPG.

Pertimbangan Perusahaan untuk menjadi perusahaan

terintegrasi adalah untuk memanfaatkan economics of scale yang

saling menunjang antar unit usaha, dan juga dengan

mempertimbangkan size atau besar kapitalisasi pasar perusahaan .

Perusahaan independen pada umumnya adalah perusahaan skala

menengah kecil baik dari ukuran permodalan, karyawan maupun

produk yang dihasilkan.

Pengelolaan migas sebagai alat untuk mensejahterakan

masyarakat dan bangsa yang merupakan tujuan pembangunan

5 Micha

Popular Tags:

of 103

Embed Size (px)
Recommended