Home >Documents >pembahasan metro

pembahasan metro

Date post:23-Jan-2016
Category:
View:43 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
pembahasan praktikum metrologi industri
Transcript:

Kelompok 12

BAB ITINJAUAN PUSTAKA

1.1 Latar BelakangDalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhadapan dengan benda hidup dan benda mati. Suatu saat kita kadang-kadang harus mengkomunikasikan sesuatu obyek, baik obyek hidup (bergerak) maupun obyek mati (diam) kepada orang lain. Seandainya informasi tentang obyek yang kita komunikasikan itu kurang lengkap maka orang yang menerima informasi sangat dimungkinkan untuk bertanya lebih jauh lagi. Misalnya kita mengkomunikasikan cepatnya lari seseorang, Orang yang menerima informasi tentu akan bertanya lebih jauh lagi berapa kecepatan lari orang tersebut. Pertanyaan ini sangat dimungkinkan timbul apabila obyek yang dikomunikasikan tidak dilengkapi dengan obyek pelengkap. Obyek pelengkap ini biasanya dinyatakan dalam bentuk ukuran dan satuan sehingga obyek yang diinformasikan mempunyai arti lebih luas. Misalnya, kecepatan larinya sekitar 1 kilometer per jam, Dengan demikian peranan obyek pelengkap sebagai penambah keterangan dari obyek yang diinformasikan memang sangat penting.Mata kuliah metrologi industri ini dipelajari agar mahasiswa dalam hal ini calon sarjana dapat mengetahui kegunaan dari tiap tiap alat ukur yang biasa digunakan dalam dunia kerja. Sehingga nantinya apabila mahasiswa tersebut diterjunkan ke dunia kerja maka dia telah mampu menguasai ilmu tersebut tanpa harus mempelajarinya lagi. Selain itu dengan adanya praktikum ini, diharapkan para mahasiswa memiliki satu nilai tambah yang bias membuat mahasiswa tersebut bersaing dalam dunia kerja secara kompetitif.

1.2 Pengukuran1.2.1 Definisi PengukuranPengukuran adalah proses perbandingan suatu obyek yang belum diketahui nilainya dengan suatu besar yang sudah memiliki standar dengan menggunakan alat ukur yang telah terkalibrasi.

1.2.2 Fungsi pengukuranMenurut para ahli, pengukuran mempunyai beberpa fungsi diantaranya adalah :a. Membuat gambaran melalui karakteristik suatu obyek atau proses.b. Mengadakan komunikasi antara designer pelaksana pembuatan penguji kualitas dan berbagai pihak yang terkait lainnya.c. Melakukan kontrol kualitas agar hasil sesuai design.

1.2.3 Klasifikasi PengukuranA. Pengukuran Langsung Pengukuran dengan mengguanakan alat ukur langsung dan hasil pengukuran dapat langsung terbaca, contohnya adalah penggaris.B. Pengukuran Tak Langsung Pengukuran yang dilaksanakan dengan memakai beberapa jenis alat ukur pembanding, standar dan alat ukur bantu, contohnya blok ukur.C. Pengukuran Kaliber Batas Proses pemeriksaan untuk memastikan apakah objek ukur memiliki harga yang teletak di dalam atau di luar daerah toleransi ukuran, bentuk dan posisi, contohnya adalah kaliber go or not go.D. Pengukuran dan Pembagian Bentuk Standar Disini sifatnya hanya membandingkan bentuk benda yang dibuat dengan standar yang memang digunakan untuk hal pembanding.

1.2.4 Jenis jenis PengukuranA. Pengukuran LinearPengukuran linear langsung adalah pengukuran yang hasil pengukurannya langsung dibaca pada skala ukur dan alat ukur yang mempunyai skala yang bisa langsung dibaca skalanya. Alat ukur linear langsung yang banyak digunakan dalam praktek sehari-hari dapat digolongkan menjadi tiga golongan besar yaitu :a. Mistar ukur dengan berbagai macam bentukb. Mistar langsung ( vernier caliper ) dengan berbagai bentukc. Mikrometer dengan berbagai bentuk Pengukuran linear tidak langsung adalah pada pengukuran linear langsung hasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada skala ukur alat ukur yang digunakan karena memang dari alat ukur tersebut memungkinkan untuk maksud-maksud diatas akan tetapi, kadang-kadang kita tidak bisa melakukan pengukuran langsung dikarenakan dan adanya pengukuran yang memerlukan pengolahan data lebih lanjut ataupun karena bentuk benda ukur yang tidak memungkinkan untuk diukur dengan alat ukur langsung, untuk keadaan seperti diatas maka biasanya dilakukan pengukuran tak langsung untuk melakukannya, pengukuran linear tak langsung ada 2 jenis alat ukur yang biasa digunakan yaitu alat ukur standar dan alat ukur pembanding.B. Pengukuran sudutPengukuran sudut adalah pengukuran yang dimana objek bendanya itu memiliki dimensi sudut. Ketepatan sudut benda kerja untuk maksud tertentu ternyata sangat diperlukan. Misalnya sudut blok V, sudut alur berbentuk ekor burung, sudut ketirusan poros dan sebagainya. Untuk itu pengukur sudut perlu dipelajari caranya .C. Pengukuran UlirPengukuran ulir adalah secara umum jenis pengukuran ulir ditentukan dari jenis ulirnya, antara lain ulir whitworth, ulir metrik dan sebagainya.D. Pengukuran Roda GigiPengukuran roda gigi untuk membuat roda gigi dari kualitas rendah sampai pada roda gigi yang berkualitas tinggi sudah tentu tidak bisa lepas dari salah satu faktor dalam pembuatannya yaitu proses pengukuran. Dalam kaitan ini akan disinggung alat ukur roda gigi, bagian - bagian roda gigi yang perlu diukur dan bagaimana cara mengukurnya dengan perhitungan trigonometri.E. Pengukuran Kelurusan, Kedataran, dan KerataanPengukuran kelurusan adalah pengukuran yang dilakukan pada bidang permukaan tersebut berbentuk garis lurus, artinya suatu benda yang diperiksa kelurusan permukaannya dalam panjang tertentu kelurusan dari permukaan suatu komponen sangat penting perannya dalam permesinan.Pengukuran kedataran adalah bias dilakukan dengan menggunakan peralatan penyipat datar dan autokolimeter untuk memeriksa kedataran.Pengukur kerataan adalah untuk mengetahui tingkat kerataan permukaan, ada berbagai macam cara maupun alat ukurnya. F. Pengukuran KekasaranPengukuran kekasaran permukaan salah satu karakteristik yang ideal dari suatu komponen adalah permukaan halus dalam prakteknya memang tidak mungkin untuk mendapatkan suatu komponen yang permukaannya benar-benar halus.

1.3 Instrumentasi1.3.1 Definisi InstrumentasiInstrumentasi adalah bidang ilmu yang mempelajari pengukuran benda yang tidak memiliki bentuk geometri.1.3.2 Fungsi InstrumentasiInstrumentasi memiliki 4 fungsi utama yaitu:a. Sebagai alat pengukuranb. Sebagai alat analisisc. Sebagai alat kendalid. Sebagai alat pembanding

1.4 Metrologi dan kontrol kualitas1.4.1 Definisi metrologi dan kontrol kualitasMetrologi didefinisikan sebagai ilmu untuk melakukan pengukuran karakteristik geometri suatu produk atau komponen mesin dengan alat dan cara yang tepat sehingga hasil pengukuran dianggap sebagai hasil yang paling dekat dengan geometri sesungguhnya dari komponen mesin tersebut. Sedangkan kontrol kualitas (quality control) adalah suatu aktivitas untuk menjaga standar kualitas suatu produk atau material mulai dari proses persiapan, penyimpanan, produksi sampai ke tahap pemakaian oleh konsumen.

1.4.2 Fungsi metrologi dan kontrol kualitasFungsi dari metrologi antara lain :a.Dapat mengelola laboratorium pengukuran baik yang ada di industri maupun di bengkel kerja pada pendidikan keterampilan teknik.b.Dapat merendahkan biaya inspeksi semurah mungkin dengan penggunaan fasilitas secara efektif dan efisienc.Dapat mengkalibrasi dan memelihara alat-alat ukur sehingga alat-alat ukur tetap terjamin ketepatannya bila digunakan untuk pengukuran

Fungsi dari kontrol kualitas antara lain :a.Sebagai konsep, merupakan batas statistik yang dapat membuat peningkatan keseragaman kualitas.b.Sebagai teknik untuk mencapai kualitasc.Sebagai pengambilan keputusan.

1.4.3 Jenis-jenis metrologi1. Metrologi legal : metrologi ini berkaitan langsung dengan ketelitian pengukuran yang berdampak pada kejujuran dan keterbukaan khususnya dalam transaksi perdagangan, sehingga metrologi legal ini lebih ke arah perdagangan. Menjaga ketelitian alat ukur yang berhubungan dengan publik langsung. Contohnya: Disperindag,pom bensin, dan orang orang yang berkecimpung di pasar.2. Metrologi Teknik : Terkait dengan proses ukur produksi (dalam pabrik) atau mesin pabrik dan performa barang, dan ketelitian terbagi kedalam 2 tingkatan yaitu metrologi ilmiah dan metrologi industria. Metrologi Ilmiah : Berkenaan dengan pemeliharaan dan pengembangan standar standar pengukuran. Selain itu juga bertugas untuk mengembangkan standar seperti LIPI , PTN , dll . b.Metrologi Industri : Berkenaan dengan penjaminan kebenaran fungsi peralatan ukur di industri, proses produk, dan pengujian. Metrologi Industi ini tidak boleh mengembangkan standar karena metrologi industri hanya tinggal menggunakan apa yang sudah di standarkan.

1.5 Parameter Pengukuran1. AkurasiAkurasi adalah hasil ukuran yang dekat ataupun tepat dengan ukuran asli benda tersebut pada sekali pengukuran. Semakin dekat hasil pengukuran terhadap ukuran asli benda maka alat ukur disebut semakin akurat.2. PresisiPresisi adalah ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran secara berulang dari pengulangan pengukuran yang dilakukan. Atau merupakan perbedaan hasil pengukuran yang dilakukan secara berurutan dan diambil hasil yang sesuai.3. Ukuran dasarMerupakan dimensi atau ukuran nominal dari suatu obyek ukur yang secara teoritis dianggap tidak mempunyai harga batas ataupun toleransi. Walaupun harga sebenarnya dari obyek ukur tidak pernah diketahui, namun secara teoritis di atas dianggap yang paling tepat4. ToleransiMerupakan perbedaan ukuran dari kedua harga batas dimana ukuran geometri benda harus terletak yang dihasilkan sehingga dari perbedaan ukuran ini dapat diketahui dimana ukuran dari komponen-komponen yang dibuat itu terletak.5. Harga batasUkuran atau dimensi maksimum dan minimum yang diizinkan dari suatu komponen, di atas dan di bawah ukuran dasar. Pada pembahasan mengenai statistik akan ada 2 harga batas yaitu harga batas atas dan harga batas bawah.6. KelonggaranKelonggaran merupakan perbedaan ukuran antara pasangan suatu komponen dengan komponen lain di mana ukuran terbesar dari salah satu komponen adalah lebih kecil dari pada ukuran terkecil dari komponen yang lain.

1.6 Konstruksi Alat Ukur1. SensorSensor merupakan bagian dari alat ukur yang menghubungkan alat ukur dengan benda atau objek ukur.

Embed Size (px)
Recommended