Home >Documents >Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit K3 IFRS (1)

Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit K3 IFRS (1)

Date post:07-Aug-2018
Category:
View:667 times
Download:44 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 8/20/2019 Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit K3 IFRS (1)

    1/68

    120

    PEDOMAN

    KES EHATAN D AN KES ELAMATAN KERJA

    INS TALAS I FARMAS I RU MAH SAKIT

    (K3 - IFRS )

    DIREKTORAT BINA FARMASI KOMUNITAS DAN KLINIK

    DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DEPKES RI

    2006

    B      A     K    T   

    I  H U  S    A     D

         A

    612.62

    Ind

    p

    LAMPIRAN 4

    INSTRUMEN PENILAIAN BIDANG SARANA : RUANG PERAC IKA

    N o . J en is F as ili ta s B a ha n, K o nd is i/F un gs i Y a T id ak K e t

     A. H ar us m em pu ny ai “F ire  Ala rm De tec tor ” a nta ra lai n :

    - Smoke Detector 

    - Fixed Temp erature Detector 

    Y a n g r u t i n d i l a k u k a npengecekan set iap 6 bulan sekal i

    B. Harus ada alat pemadam kebakaran :

    - Alat Pemadam Api Ringan

    - Hydrant

    C. Tersedia alat pelindung diri seper t i masker , topi , baju ker ja, sepatu, kaos tangan

    D. Tersedia tempat sampah yang cukup memadai sesuai kebutuhan yang tertutup dan car a membukanya dengan injakan kaki

    E. Tersedia cai ran pencuci tangan antara la in : sabun c a i r d e s i n f e k t a n d a n tissue/alat pengering tangan (hand dr ier)

    - Per lu di tunjang giz i yang cukup

    - P e r l u p e m e r i k s a a n k e s e h a t a n s e c a r a r u t i n

    2 A L A T

    P E N U N J A N G

    3 SDM

  • 8/20/2019 Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit K3 IFRS (1)

    2/68

    119

    6 1 3 . 6 2

    I n d .

    p

    K a t a l o g D a l a m T e r b i t a n . D e p a r t e m e n K e s e h a t a n R I

    I n d o n e s i a . D e p a r t e m e n K e s e h a t a n R I . D i r e k t o r a t J e n d e r a l

    B i n a K e f a r m a s i a n d a n a l a t k e s e h a t a n .

    P e d o m a n k e s e h a t a n d a n k e s e l a m a t a n k e r j a i n s t a l a s i

    f a r m a s i r u m a h s a k i t ( K 3 - I F R S . - - J a k a r t a : D e p a r t e -

    m e n K e s e h a t a n R I , 2 0 0 6 .

      1 . J u d u l 1 . O C C U P A T I O N A L H E L A T H

    2 . O C C U P A T I O N A L S A F E T Y

    N o . J en is F as il ita s B a ha n, K o nd is i/F un gs i Y a T id ak K e t

    sa l u r an l i mbah RS se r t a tertutup

    F . Luas mencukup i un t uk kegiatan peracikan

    G. Ven t i l as i member i kan si rkulasi udara yang cukup dengan adanya exhaust fan

    atau AC H . T i n g k a t k e b i s i n g a n maksimum 85 DB

    I. Instalasi l istr ik ter isolasi dengan baik dengan panel yang je las dan aman

    J. Penerangan harus cukup terang, daya l i s t r i k harus cukup dengan kebu t uhan p e m a k a i a n p e r a l a t a n peracikan

    K. Kelembaban lebih keci l a t au sama dengan 60 % ,

    temperatur ruangan lebihkeci l atau sama dengan 25 ºC

    L. Sumber air cukup bersih, mempunyai debit air cukup, berasal dar i PAM atau ai r   tanah

    M. W astafel/bak cuci harus mempunyai lebar dan t inggi y a n g c u k u p u n t u k k e m u d a h a n p e n c u c i a n

  • 8/20/2019 Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit K3 IFRS (1)

    3/68

    118

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya, Buku Pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit (K3-IFRS) telah diselesaikan.

    Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan telah

    menyusun suatu pedoman kesehatan dan keselamatan kerja instalasi farmasi rumah sakit untuk dapat melengkapi pedoman kesehatan dan keselamatan kerja yang sudah ada. Buku ini memuat uraian mengenai bagaimana pekerja di rumah sakit khususnya di instalasi farmasi rumah sakit dalam mengelola dan menggunakan sediaan farmasi, mengetahui bahaya potensial yang ada di IFRS, manajemen K3 IFRS dan pengendalian K3-IFRS.

    Kami menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku pedoman ini.

     Akhir kata semoga buku ini dapat bermanfaat sebagai pedoman dalam melaksanakan program kesehatan dan

    keselamatan kerja.

    i

    Jakarta, April 2006 Direktur Bina Farmasi Komunitas dan Klinik

    Drs. Abdul Muchid, Apt, NIP. 140088411

    LAMPIRAN 4

    INSTRUMEN PENILAIAN BIDANG SARANA : RUANG PERAC IKA

    N o . J en is F as ili ta s B a ha n, K o nd is i/F un gs i Y a T id ak K e t

     A. LA NT AI

    Rata, t idak bergelombang, tidak licin

    B. DINDING

    Rat a , mudah d i be r s ihkan ,t i d a k m u d a h t e r b a k a r , berwarna terang

    C. PINTU

    Har us mudah d i buka da r i dalam dan membuka keluar   dengan handle pintu yang panjang

    D i bua t dengan l eba r dan tinggi yang cukup (minimum lebar 90 cm dan t inggi 200 cm )

    Bahan pintu sebaiknya dar i

    b a h a n y a n g m u d a h dibersihkan (kaca/stain less steel)

    D. ATAP

     A ta p /P la fo n te rb u a t d a ri bahan yang berkual i tas baik dan t i dak mudah t e r j ad i kebocoran

    E. DRAINASE

    Sa l u r an pembuangan a i r   l i mbah ha r us l anca r dan sudah ter integrasi dengan

    1 RUANGAN

          D       E      P     A     R     T   E

      M E  N  K E S E  H  

     A   T      A    N     

    R    E    P    U  

    B L IK   I N   D  O

       N     E      S

               I      A

     D I R E K  T O R A

     T  J E N  D E R A

     L

     B I N A   K E F A R

     M A S I A  N  D A N

     A L A T   K E S E

     H A T A N

  • 8/20/2019 Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit K3 IFRS (1)

    4/68

    117

    N o . J en is F as il ita s B a ha n, K o nd is i/ Fu ng si Y a T id ak K e t

    4. Vaksin d is impan terpisah dengan obat

    Fire alarm detector :

    a . Ad a n y a s m o k e detector 

    b. A d a n y a f i x e d temperature detector 

    c. Adanya fire springkel

    d. A d a n y a a l a t pemadam api ringan

    1. Sumber a ir dar i PAM/PDAM atau air  tanah

    2. Kualitas air bersih bebas dari fisika, kimia, mikrobiologi dan radioaktif 

    1 . Ad a n y a p r o t a ptentang pertolongan p e r t a m a p a d a kecelakaan

    2. A d a n y a p e r l e n g k a p a n pelindung petugas

    3. A d a n y a p e r l e n g k a p a n pertolongan pertama pada kecelakaan

    5 PENANDA-

     AN KE -

    BAKARAN

    6 . P EN YE DI-

     AA N AI R

    BERSIH

    7 P E N A N G - G U L A N G A N

    T E R H A D A P

    K E C E L A K A -

    A N

  • 8/20/2019 Pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit K3 IFRS (1)

    5/68

    116

    KATA SAMBUTAN

    Dalam pembangunan nasional yang bertitik fokus pada sumber  daya manusia, upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya yang melekat dan tak terpisahkan dalam setiap karya pembangunan. Tujuan dari penerapan upaya K3 adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas kerja seluruh pekerja ditempat kerjanya. Sebagaimana disebutkan dalam UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.

    Keselamatan dan Kesehatan merupakan salah satu kegiatan yang menunjang terciptanya keluaran yang optimal, oleh karena upaya kesehatan kerja merupakan upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan l ingkungan kerja.

    Upaya K3 perlu diselenggarakan disemua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit atau mempunyai karyawan paling sedikit 10 orang. Rumah sakit yang memiliki kriteria tempat kerja seperti yang tersebut diatas, maka upaya K3 merupakan hal yang mutlak dilaksanakan.

    Instalasi Farmasi Rumah Sakit yang merupakan bagian/unit dari rumah sakit yang mempunyai risiko bahaya fisika, kimia,biologi, dan psikososial, maka Apoteker perlu mempunyai pemahaman tentang K3 IFRS yang sama, dengan demikian perlu dibuat Pedoman K3 IFRS.

    Semoga pedoman ini dapat berguna dalam mengembangkan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja IFRS untuk mencapai tujuannya yaitu pekerja IFRS yang sehat dan produktif 

    iii

    Jakarta, April 2006 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian

    dan Alat Kesehatan

    Drs. Richard Panjaitan, Apt., SKM NIP. 470 034 655

    LAMPIRAN 3

    INSTRUMEN PENILAIAN BIDANG PRASARANA

    No. Jen is F asilitas Bah an , Kond is i/F ung si Ya Tidak Ket

    1. Penerangan ruangan cukup, tidak gelap

    2. Pera latan penunjang keselamatan listrik (sarung tangan, sepatu isolasi, helm)

    3. Penyalur petir max 10 ohm

    1 . L ISTR IK

    Penggantian aliran listrik  jika listrik m ati

    2. G ENSE T

    1. Temperatur udara 18- 28ºC

    2. Kelembaban udara 40%- 60%

    3 . PE NGKON

    DISIAN

    UDARA

    1. B a h a n b e r b a h a y a disimpan pada ruang yang terpisah sesuai dengan spesifikasi barang

    2. Tiap penyimpanan bahan berbahaya dilengkapi dengan persyaratan yang memenuhi syarat, spt label, tanda bahaya, serta penanggulangan terhadap kecelakaan

    3. Perbekalan farmasi yang harus disimpan dalam suhu d ibawah 15º

Embed Size (px)
Recommended