Home >Education >PDF PROPOSAL RANCANG BANGUN ALAT PEMIPIH KOLANG KALING (ARENGA PINNATA MERR)

PDF PROPOSAL RANCANG BANGUN ALAT PEMIPIH KOLANG KALING (ARENGA PINNATA MERR)

Date post:18-Jan-2017
Category:
View:37 times
Download:10 times
Share this document with a friend
Transcript:

2

I. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPohon aren (Arenga pinnata Merr ) merupakan tumbuhan yang hampir seluruh bagian atau produk dari tumbuhan ini bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi. Salah satu bagian dari tanaman ini yang memiliki nilai ekonomis yaitu biji buah aren yang setengah masak atau direbus dengan nama kolang kaling. Manfaat kolang kaling banyak digunakan sebagai bahan campuran beraneka jenis makanan atau minuman, misalnya : manisan, kolak, ronde, minuman kaleng, es campur dan bajigur. Kolang-kaling selain dapat dimanfaatkan untuk bahan aneka makanan dan minuman, kandungan seratnya juga baik untuk kesehatan.Untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan kualitas yang baik, maka produk pertanian harus memiliki penanganan pasca panen yang baik. Penanganan pasca panen dilakukan dengan memperhatikan tingkat standarisasi mutu yang diizinkan. Jika penanganan yang dilakukan tidak baik, maka akan memberikan dampak buruk bagi produk tersebut seperti kualitas produk menjadi buruk sehingga harga jualnya rendah serta dapat menimbulkan kerugian bagi para petani. Hal ini menimbulkan ide-ide dalam mengembangkan pengolahan bahan hasil pertanian menjadi produk olahan lebih lanjut.

1Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah sejak lama digunakan dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya alat dan mesin pertanian masih sederhana dan terbuat dari batu atau kayu kemudian berkembang menjadi bahan logam. Susunan alat ini mula-mula sederhana, kemudian sampai ditemukannya alat mesin pertanian yang kompleks. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara langsung mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian (Sukirno, 1999).Sesuai dengan definisi mekanisasi pertanian (agriculture mechanization), maka penggunaan alat mekanisasi pertanian adalah untuk meningkatkan daya kerja manusia dalam proses produksi pertanian dan dalam setiap tahapan dari proses produksi tersebut selalu memerlukan alat mesin pertanian (Sukirno, 1999).Pada penelitian ini, setelah dilakukan perancangan alat pemipih kolang-kaling, selanjutnya dilakukan pembuatan alat dimulai dari pemilihan bahan, selanjutnya pengukuran, pemotongan, perangkaian, pengelasan dan finishing. Selanjutnya dilakukan uji kelayakan pada alat dan dilakukan pengukuran parameter yang digunakan pada penelitian.

1.2 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang, membuat dan menguji alat pemipih kolang-kaling (Arenga Pinnata Merr).

1.3 Manfaat Penelitian 1) Dapat mengeluarkan mata pada biji kolang-kaling.2) Sebagai bahan informasi bagi para petani Aren (Arenga Pinnata Merr).3) Untuk menghemat waktu pemipihan kolang-kaling sehingga mempercepat proses produksi.4) Mudah digunakan sehingga semua orang dapat mengoperasikan alat pemipih kolang-kaling.

II. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Botani Aren (Arenga Pinnata Merr) Tanaman aren (Arenga Pinnata Merr.) termasuk suku arecaceae (pinang-pinangan), merupakan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) yaitu biji buahnya terbungkus daging buah. Lain halnya buah melinjo misalnya, yag biji buahnya hanya terbungkus oleh kulit buah sehingga disebut dengan tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). Tanaman aren banyak terdapat mulai dari pantai timur India sampai ke Asia Tenggara. Di Indonesia tanaman ini banyak terdapat hampir di seluruh wilayah Nusantara diantaranya tersebut di wilayah Sumatra. Taksonomi lengkap dari tanaman aren adalah sebagai berikut: Kerajaan :PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : LiliopsidaOrdo : ArecalesFamili : ArecaceaeGenus : ArengaSpesies: Arenga Pinnata Merr (Aumanto, 1993)

3Buah aren terbentuk dari penyerbukan bunga jantan pada bunga betina. Penyerbukan aren diduga tidak dilakukan oleh angin tetapi oleh serangga. Apabila proses penyerbukan berjalan baik maka akan dihasilkan buah yang lebat. Buah aren tumbuh bergelantungan pada tandan yang bercambang dengan panjang sekitar 90 cm. Untuk pohon aren yang pertumbuhannya baik, bisa tercapai 4-5 tandan buah. Buah aren termasuk buah buni, bentuknya bulat, ujung tertoreh, secara rapat berkumpul sepanjang tangkai perbungaan, berwarna hijau, buah masak berwarna kuning,terdapat tiga biji keras (Ramadani et el., 2008).2.2 Rancang Bagun Rancang bagun adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisis, menilai memperbaiki dan menyusun suatu sistem, baik sistem fisik maupun non fisik yang optimal untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan informasi yang ada.Perancangan suatu alat termasuk dalam metode teknik, dengan demikian langkah-langkah pembuatan perancangan akan mengikuti metode teknik. Merris Asimov menerangkan bahwa perancangan teknik adalah suatu aktivitas dengan maksud tertentu menuju kearah tujuan dari pemenuhan kebutuhan manusia, terutama yang dapat diterima oleh factor teknologi peradaban kita.2.3 Dasar Pemilihan BahanMerancang maupun memodifikasi suatu alat, terlebih dahulu harus mengetahui bahan-bahan yang akan dipakai dari alat tersebut, Hal ini terkait dengan proses Pembuatan, Perakitan, Perawatan dan Perbaikanya. Hal-hal pokok yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan adalah:1) Pembuatan harus sesuai dengan fungsinyaPembuatan suatu alat harus terlebih dahulu mengetahui fungsi dan kegunaanya, namun pada bagian yang menerima beban harus sangat perlu diperhatikan.2) Efisiensi dalam pemilihan bahanDalam perencanaan dan pembuatan alat harus diperhatikan segi ke efisiensinya, maksudnya kita harus dapat memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dalam pemilihan bahan, agar biaya dan waktu dalam pembuatan dapat ditekan seefisien mungkin, namun dengan tidak mengurangi fungsi dan keutamaan dari alat tersebut.3) Bahan mudah didapatDalam perencanaan suatu produk, apakah bahan yang digunakan mudah didapat. Bahan yang direncanakan sudah cukup baik, tetapi tidak didukung oleh persediaan dipasaran maka perencanaan akan mengalami kesulitan maupun masalah dikemudian hari, karena hambatan bahan baku tersebut. Untuk itu, harus terlebih dahulu mengetahui apakah bahan yang akan digunakan itu mempunyai komponen pengganti agar dapat menjaga kemungkinan apabila bahan yang digunakan tidak ada dipasaran.4) Kekuatan BahanDalam hal ini untuk menentukan bahan yang akan digunakan harus mengetahui dasar kekuatan bahan serta sumber pengadaannya, mengingat pengecekan dan penyesuaian suatu produk kembali pada kekuatan bahan yang akan digunakan.2.4Komponen-Komponen Alat2.4.1Tuas PenekanUntuk menentukan besarnya Gaya Tekan, yang dijadikan acuan adalah gaya tekan untuk mengepress material. Dengan daya pengepresan yang optimal akan memberikan hasil yang sempurna, pada tuas pengepres diberikan daya tekan saat melakukan pengepressan. Tuas pengepress sangat penting karena sangat berpengaruh pada hasil jadi sebuah material. Tuas penekan ini berfungsi memberikan gaya awal pada saat penekanan. Tuas penekan menggunakan bahan dari besi hollow dengan bahan St.37.

Gambar 2.2 Tuas Penekan2.4.2 Penekan (Besi Hollow)

BHbhTiang penekan berfungsi sebagai penerus gaya tekan dari tuas penekan dan sebagai penyangga dudukan tuas penekan. Penekan berbentuk besi hollow dengan menggunakan bahan St.37.

Gambar 2.2 Penekan (Besi Hollow)

Rumus yang dapat dipakai untuk perhitungan penekan:

(1)

(2)Dimana:

= Tegangan Tekan (N/mm2)F= Gaya Tekan (N)A= Luas Penampang (mm2)B= Pajang (mm)H= Lebar (mm)b= Panjang Dalam (mm)h= Lebar Dalam (mm)

= Tegangan Tekan Ijin (N/mm2)2.4.3Dudukan PenekanDudukan penekan berfungsi sebagai pembagi gaya dari Tuas Penekan dan juga sebagai dudukan pada muka penekan. Menggunakan bahan St.37

Gambar 2.4 Dudukan Penekan

2.3.4 Penahan Pelat PenekanPenahan pelat penekan ini berfungsi sebagai penahan pelat Penekan dan sebagai Stopper pada alat penekan agar sesuai dengan ukuran yang diinginkan, berbentuk pipa menggunakan pipa besi berbahan St 37.Rumus yang digunakan.

Gambar 2.4 Penahan pelat Penekan

(3)

(4)Dimana:

= Tegangan Tekan (N/mm2)F= Gaya Tekanan (N)A= Luas Penampang (mm2)D2= Diameter (mm)

= Tegangan Tekan Ijin (N/mm2)2.4.5Pelat PenekanBerfungsi sebagai penekan yang berhubungan langsung dengan bahan material yang akan dipres, pelat penekan ini berbahan St 37.

Gambar 2.6 Pelat PenekanRumus Pelat penekan mencari luas Penampang mengunakan rumus persamaan 9 (halaman 11)2.4.6Pelat PenahanDalam pembuatan pemipih kolang-kaling diperlukan ruang pengepresan, yang berfungsi sebagai tempat pengepresan sebuah material.

Gambar 2.7 Cetakan2.4.7PegasPegas yang digunakan di alat pres ini berfungsi untuk mengembalikan penekan keposisi semula setelah melakukan pencetakan briket. Pegas yang digunakan pada alat pres ini ialah pegas tarik, berbahan St 37.

Gambar 2.7 Pegas Tarik1) Menghitung torsi yang terjadi pada ppegas, yaitu:

(5)2) Menghitung tegangan maksimum yang terjadi pada pegas:

(6)Keterangan : F= Gaya Pegas (N)K=Konstan Pegas (N/m)T=Torsi (kg/bbD=Diameter Pegas (mm)d=Diameter Kawat (mm0W1=Gaya yang Bekerja (kg)

III. METODOLOGI3.1Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september sampai dengan dengan november 2016 di laboratorium perbengkelan program studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Politeknnik Indonesia Venezuela (POLIVEN)

1.4 Alat dan BahanPeralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu unit mesin las listrik, elektroda, mesin gerinda, mesin bor, ragum, pelindung mata, tang, alat potong lat, palu, mistar baja, penitik, penggores, kunci ring pas 12 mm dan obeng (+) dan (-).Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain poros 2 cm x75 cm, besi siku 2 cm x 2 cm x 57 cm, besi siku 3 cm x 3 cm 62 cm, plat ( 3 mm,2 mm dan 1 mm ), baut tanpa drat, baut dan mur 12 mm, tuas penekan, dudukan penekan, penahan plat penekan, plat penekan dan pegas tarik.

3.3Model Analisis3.

Embed Size (px)
Recommended