Home >Documents >PBL SKENARIO 1

PBL SKENARIO 1

Date post:17-Feb-2015
Category:
View:42 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
PBL 1
Transcript:

PBL SKENARIO 1 PILEK PAGI HARI Dira Sari Puji A ( 110 2011 082)L.I 1 Anatomi saluran pernapasan 1.1 Makroskopis ANATOMI SISTEM PERNAFASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung - Terdiri atas bagian eksternal dan internal - Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago - Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum - Kavum nasi terdiri dari : 1. Dasar hidung : dibentuk oleh prosesus palatina os maksila dan prosesus horizontal os palatum. 2. Atap hidung : terdiri dari kartilago lateralis superior dan inferior, os nasal prosesus frontalis, os maksila, korpus os etmoid dan korpus os sfenoid. Sebagian besar atap hidung dibentuk oleh lamina kribrosa. 3. Dinding lateral : dinding lateral dibentuk oleh permukaan dalam prosesus frontalis os maksila, os lakrimalis, konka superior, konka media, konka inferior, lamina perpendikularis os palatum dan lamina pterigoideus medial. 4. Konka : pada dinding lateral terdapat empat buah konka yaitu konka inferior, konka media, konka superior dan konka suprema. Konka suprema biasanya rudimenter. Konka inferior merupakan konka yang terbesar dan merupakan tulang tersendiri yang melekat pada os maksila. Sedangkan konka media, superior dan suprema merupakan bagian dari etmoid. 5. Meatus nasi : diantara konka dan dinding lateral hidung terdapat rongga sempit yang disebut meatus. Meatus inferior terletak diantara konka inferior dengan dasar hidung dan dinding lateral rongga hidung. Pada meatus inferior terdapat muara duktus nasolakrimalis. Meatus media terletak diantara konka media dan dinding lateral rongga hidung. Pada meatus superior yang merupakan ruang antara konka superior dan konka media terdapat muara sinus etmoid posterior dan sinus sfenoid. 6. Dinding medial: dinding medial hidung adalah septum nasi - Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung - Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia - Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru - Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru - Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Faring - Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring - Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring) - Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adams apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea - Disebut juga batang tenggorok - Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina

B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus - Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri - Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) - Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental - Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus - Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus - Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis - Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori - Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori - Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar - Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar - Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU - Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut - Terletak dalam rongga dada atau toraks - Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar - Setiap paru mempunyai apeks dan basis - Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris - Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus - Lobus-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan, juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir, hal ini untuk mencegah kolap paru-paru http://blog.mediakeperawatan.com/anatomi-sistem-pernafasan.html ANATOMI dan FISIOLOGI Rongga hidung merupakan suatu ruangan yang kaku yang letaknya memanjang dari nares anterior (nostril) ke arah koana bergabung dengan nasofaring. Bagian dalam hidung panjangnya 10-12 cm. Rongga hidung dibagi 2 oleh septum nasi. Katup hidung (nasal valve) berada lebih kurang 1,3 cm dari nares anterior dan merupakan segmen

tersempit serta tahanan terbesar dari jalan nafas hidung. Dengan memasuki daerah yang sempit ini akan terjadi peningkatan aliran dan mengakibatkan penurunan tekanan intralumen (fenomena Bernoulli). Di dinding lateral hidung terdapat konka superior, konka media, dan konka inferior serta meatus superior, meatus media dan meatus inferior. Konka dapat berubah ukuran sehingga dapat mempertahankan lebar rongga udara yang optimum. Bronkus dan cabang-cabangnya mempunyai cincin kartilago yang tidak lengkap dengan otot polos. Semakin ke distal kartilago semakin kecil, akhirnya hilang pada bronkiolus. Kontraksi otot polos akan mempengaruhi diameter saluran nafas. Kontraksi inilah yang dipengaruhi oleh mediator-mediator serta sel-sel inflamasi dalam proses terjadinya asma bronkial. Tiga fungsi utama hidung adalah sebagai organ pembau (olfactory), respirasi dan proteksi. Turbulensi aliran udara saat inspirasi dengan mukosa rongga hidung merupakan dasar dari fungsi fisiologi hidung. Obstruksi saluran nafas dapat terjadi karena vasodilatasi, edema mukosa, sumbatan bronkus dan kontraksi otot polos. Pada rinitis peranan vasodilatasi ini sangat menonjol. Hal ini terbukti bila diberikan obat golongan alfa adrenergik, obstruksi atau sumbatan hidung akan segera berkurang atau hilang dan hal ini tidak terjadi pada asma. Sebaliknya pada asma, bronkus mengandung otot polos yang mempunyai respons sangat baik terhadap 2-agonis. (repository.usu.ac.id) 1.2 Mikroskopis Ada di catatan L.I 2 Mekanisme Pernapasan Ada di catatan L.I 3 Rhinitis Alergi 3.1 definisi inflamasi pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh adanya alergen yang terhirup yang dapat memicu respon hipersensitivitas(Zullies

Ikawati's Lecture Notes)

3.2 etiologi Penyebab belum bisa dipastikan, tetapi nampaknya ada kaitan dengan meningkatnya polusi udara,populasi dust mite, kurangnya ventilasi di rumah atau kantor, dll. (Zullies Ikawati's Lecture Notes) Rinitis alergi melibatkan interaksi antara lingkungan dengan predisposisi genetik dalam perkembangan penyakitnya. Faktor genetik dan herediter sangat berperan pada ekspresi rinitis alergi (Adams, Boies, Higler, 1997). Penyebab rinitis alergi tersering adalah alergen inhalan pada dewasa dan ingestan pada anak-anak. (repository.ucu.ac.id) 3.3 klasifikasi Berdasarkan waktunya, ada 3 golongan rhinitis alergi : - Seasonal allergic rhinitis (SAR): terjadi pada waktu yang sama setiap tahunnya musim bunga, banyak serbuk sari beterbangan - Perrenial allergic rhinitis (PAR): terjadi setiap saat dalam setahun penyebab utama: debu, animal dander, jamur, kecoa - Occupational allergic rhinitis: terkait dengan pekerjaan (Zullies Ikawati's Lecture Notes) Berdasarkan cara masuknya allergen dibagi atas: Alergen Inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur. Alergen Ingestan, yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, ikan dan udang. Alergen Injektan, yang masuk melalui suntika

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended