Home >Documents >PBL A3 skenario 3.

PBL A3 skenario 3.

Date post:29-Oct-2015
Category:
View:77 times
Download:8 times
Share this document with a friend
Description:
problem based learning
Transcript:

SKENARIO 3

SKENARIO 3TUMBUH KEMBANG (GANGGUAN TUMBUH )Bayi laki-laki 11 bulan dibawa ibunya karena ia sering batuk pilek dan diare. Bayi lahir dibidan berat lahir 2,6 kg. tidak langsung menangis, setelah 5 menit baru menangis lemah. Sampai usia 8 bulan tumbuh kembang normal, namun penimbangan selama 3 bulan terakhir berat badannya hanya 8 kg (BB tidak naik). Riwayat perkembangan : bayi sudah bisa tengkurap bolak-balik, belum bisa duduk dan berdiri sendiri. Bayi mengoceh kadang-kadang, tangan belum bisa memegang kerincingan. Anak ini tidak diberikan ASI sesuai ajaran islam. Mulai usia 3 bulan sudah diberi susu formula, pisang dan bubur bayi karena sering menangis. Sekarang makan sayur sop, mie atau tahu tempe kadang-kadang telur. Riwayat imunisasi : tidak dilakukan imunisasi BCG, Polio 2 kali, Hepatitis B tidak diberikan, DPT umur 4 bulan dan 6 bulan. Pada pemeriksaan fisik, rambut halus kemerahan, rontok, tulang pipi menonjol, kelopak mata cekung, konjungtiva pucat. Bayi ini anak 3 dari 3 bersaudara..STEP 1

Sasaran Belajar

I. Memahami tumbuh kembang anak

I.1. Definisi tumbuh kembangI.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak

I.3. Tahapan perkembangan anak

I.4. Gangguan tumbuh kembang anak

I.5. Diagnosis dan penatalaksanaan

I.6. Peran imunisasi terhadap tumbuh kembang anak

II. Memahami peran zat gizi & nutrisi dalam tumbuh kembang anak

II.1. Peranan ASIII.2. Peranan zat gizi & nutrisi

II.3. Masalah dalam pemberian ASIIII. Memahami pemberian asi menurut ajaran agama islam STEP 2

MANDIRI

STEP 3

I. Memahami tumbuh kembang anak

I.1. Definisi tumbuh kembang

Istilah tumbuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dibedakan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur sebagai hasil dari proses pematanganI.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak1. Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

1. Ras/etnik atau bangsa.Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki factor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.

2. Keluarga.Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.

3. Umur.Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.

4. Jenis kelamin.Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.

5. Genetik.Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.

6. Kelainan kromosom.Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Downs dan sindroma Turners.2. Faktor luar (eksternal).

1. Faktor Prenatal

1. Gizi

2. Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin.

3. Mekanis

4. Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot.

5. Toksin/zat kimia

6. Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis.

7. Endokrin

8. Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal.

9. Radiasi

10. Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata, kelainan jantung.

11. Infeksi

12. Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.

13. Kelainan imunologi

14. Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.

15. Anoksia embrio

16. Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu.

17. Psikologi ibu

18. Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.2. Faktor PersalinanKomplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.3. Faktor Pascasalin

1. GiziUntuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat.

2. Penyakit kronis/ kelainan kongenitalTuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.

3. Lingkungan fisis dan kimia.Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.

4. PsikologisHubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

5. EndokrinGangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.

6. Sosio-ekonomiKemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.

7. Lingkungan pengasuhanPada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

8. StimulasiPerkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.

9. Obat-obatanPemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.

I.3. Tahapan perkembangan anak

Usia 0-3 bulan: Mengangkat kepala setinggi 45

Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah

Melihat dan menatap wajah anda

Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Suka tertawa keras Bereaksi terkejut terhadap suara keras

Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum.

Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak

Usia 3-6 bulan: Berbalik dari telungkup ke telentang

Mengangkat kepala setinggi 90

Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil

Menggenggam pensil

Meraih benda yang ada dalam jangkauannya

Memegang tangannya sendiri

Berusaha memperluas pandangan

Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil

Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik

Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri

Usia 6-9 bulan: Duduk sendiri (dalam sikap bersila)

Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan

Merangkak dan meraih mainan atau mendekati seseorang

Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya

Memungut dua benda, masing-masing tangan memegang satu benda pada saat yang bersamaan

Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup

Bersuara tanpa arti seperti: mamama, bababa, dadada, tatata

Mencari mainan/benda yang dijatuhkan

Bermain tepuk tangan/cilukba

Bergembira dengan melempar benda

Makan kue sendiri

Usia 9-12 bulan: Mengangkat badannya ke posisi berdiri

Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi

Dapat berjalan dengan dituntun

Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan

Mengenggam erat pensil

Memasukkan benda ke mulut

Mengulang menirukan bunyi yang didengar

Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti

Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja

Bereaksi terhadap suara bisikan (perlahan)

Senang diajak bermain "CILUK BA"

Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal

Usia 12-18 bulan: Berdiri sendiri tanpa berpegangan

Membungkuk untuk memungut mainan kemudian berdiri kembali

Berjalan mundur 5 langkah

Memanggil ayah dengan kata "papa", memanggil ibu dengan kata "mama".

Menumpuk dua buah kubus

Memasukkan kubus di kotak

Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu

Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing

Usia 18-24 bulan: Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik

Berjalan tanpa terhuyung-huyung

Bertepuk tangan, melambai-lambai

Menumpuk empat buah kubus

Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk

Menggelindingkan bola kearah sasaran

Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti

Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga

Memegang cangkir sendiri, belajar makan-minum sendiri

Usia 24-36 bulan: Jalan menaiki tangga sendiri

Dapat bermain dan menendang bola kecil

Mencoret-coret pensil pada kertas

Bicara dengan baik, menggunakan dua kata

Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta

Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih

Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu membawa suatu benda jika diminta

Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah

Melepas pakaiannya sendiri

Usia 36-48 bulan: Berdiri pada satu kaki selama 2 detik

Melompat dengan kedua kaki diangkat

Mengayuh sepeda roda tiga

Menggambar garis lurus

Menumpuk 8 buah kubus

Mengenal 2-4 warna

Menyebut nama, umur, tempat.

Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan

Mendengarkan cerita

Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri

Bermain bersama ternan, mengikuti aturan permainan

Mengenakan sepatu sendiri

Mengenakan celana panjang, kemeja, baju

Usia 48-60 bulan: Berdiri pada satu kaki selama 6 detik

Melompat dengan kedua kaki diangkat

Mengayuh sepeda roda tiga

Menggambar garis lurus

Menumpuk 8 buah kubus

Mengenal 2-4 warna

Menyebut nama, Usia, tempat

Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan

Mendengarkan cerita

Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri

Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan

Mengenakan sepatu sendiri

Mengenakan celana panjang, kemeja, baju

Usia 60-72 bulan: Berjalan lurus

Berdiri dengan satu kaki selama 11 detik

Menggambar 6 bagian tubuh, menggambar orang lengkap

Menangkap bola kecil dengan kedua tangan

Menggambar segi empat

Mengerti arti lawan kata

Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih

Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya

Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10

Mengenal warna-warni

Mengungkapkan simpati

Mengikuti aturan permainan

Berpakaian sendiri tanpa dibantu

I.4. Gangguan tumbuh kembang anak

1. Gangguan perkembangan motorik

Perkembangan motorik yang lambat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu

penyebab gangguan perkembangan motorik adalah kelainan tonus otot atau penyakit

neuromuskular. Anak dengan serebral palsi dapat mengalami keterbatasan perkembangan motorik sebagai akibat spastisitas, athetosis, ataksia, atau hipotonia. Kelainan sumsum tulang belakang seperti spina bifida juga dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik. Penyakit neuromuscular sepeti muscular distrofi memperlihatkan keterlambatan dalam kemampuan berjalan. Namun, tidak selamanya gangguan perkembangan motorik selalu didasari adanya penyakit tersebut. Faktor lingkungan serta kepribadian anak juga dapat mempengaruhi keterlambatan dalam perkembangan motorik. Anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk belajar seperti sering digendong atau diletakkan di baby walker dapat mengalami keterlambatan dalam mencapai kemampuan motorik.2. Gangguan perkembangan bahasa

Kemampuan bahasa merupakan kombinasi seluruh system perkembangan anak. Kemampuan berbahasa melibatkan kemapuan motorik, psikologis, emosional, dan perilaku. Gangguan perkembangan bahasa pada anak dapat diakibatkan berbagai faktor, yaitu adanya faktor genetik, gangguan pendengaran, intelegensia rendah, kurangnya interaksi anak dengan lingkungan, maturasi yang terlambat, dan faktor keluarga. Selain itu, gangguan bicara juga dapat disebabkan karena adanya kelainan fisik seperti bibir sumbing dan serebral palsi. Gagap juga termasuk salah satu gangguan perkembangan bahasa yang dapat disebabkan karena adanya tekanan dari orang tua agar anak bicara jelas.3. Gangguan Emosi dan Perilaku

Selama tahap perkembangan, anak juga dapat mengalami berbagai gangguan yang terkait dengan psikiatri. Kecemasan adalah salah satu gangguan yang muncul pada anak dan memerlukan suatu intervensi khusus apabila mempengaruh interaksi sosial dan perkembangan anak. Contoh kecemasan yang dapat dialami anak adalah fobia sekolah, kecemasan berpisah, fobia sosial, dan kecemasan setelah mengalami trauma. Gangguan perkembangan pervasif pada anak meliputi autisme serta gangguan perilaku dan interaksi sosial. autism adalah kelainan neurobiologis yang menunjukkan gangguan komunikasi, interaksi, dan perilaku. Autisme ditandai dengan terhambatnya perkembangan bahasa, munculnya gerakan-gerakan aneh seperti berputar-putar, melompat-lompat, atau mengamuk tanpa sebab.

I.5. Diagnosis dan penatalaksanaan

Tahap-tahap penilaian perkembangan anak

1. Anamnesis

Tahap pertama adalah melakukan anamnesis yang lengkap, karena kelainan perkembangan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dengan anamnesis yang teliti maka salah satu penyebab dapat diketahui.2. Pemeriksaan antropometri

Untuk menilai pertumbuhan fisik anak, sering digunakan ukuran ukuran antropometrik yang dibedakan menjadi 2 kelompok yang meliputi:

a. Tergantung umur (age dependence)

Berat badan (BB) terhadap umur

Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. Kelebihannya : pengukuran obyektif dan dapat diulangi, sensitif terhadap perubahan sedikit saja, muda dan tidak memerlukan banyak waktu. Kerugiannya : tidak sensitif terhadap proporsi tubuh, misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus.

Tinggi / panjang badan (TB) terhadap umur

Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yang terpenting. Tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi, kemudian melambat, dan menjadi pesat kembali (pacu tumbuh adolesen), selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun.

Pengukuran untuk anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur terlentang (panjang supinasi) dan paa umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri.

Lingkar kepala (LK) terhadap umur

Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. LK yang kecil pada umumnya sebagai retardasi mental, kraniostenosis, keturunan, bayi kecil dan variasi normal. LK yang besar pada umumnya disebabkan oleh hidranensefali, bayi besar, tumor serebri, hidrosefalus, dll.

Lingkar lengan atas (LLA) terhadap umur

LLA mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot.

b. Tidak tergantung umur

BB terhadap TB

LLA terhadap TB (QUAC stick = Quacker Arm Circumference measuring-stick)

Lain-lain : LLA dibandingkan dengan standar/baku, lipatan kulit pada trisep, subscapular, abdominal dibandingkan dengan baku.

Selain itu, untuk keperluan khusus misal pada kasus kelainan bawaan atau untuk menentukan jenis perawakan,digunakan :

1. Lingkar dada, lingkaran perut dan lingkaran leher

2. panjang jarak antara 2 titik tubuh seperti biakromial untuk lebar bahu dll.

Cara klasifikasi hasil pengukuran antropometri :

1. BB terhadap umur (menurut WHO)

Baku : NCHS

Cara : persentil

Klasifikasi : - persentil ke 50 3 : normal

- persentil /= 90 % : normal

- < 90% : stunted / malnutrisi kronis

3. Berat terhadap tinggi badan (menurut WHO )

Baku : NCHS

Cara : % dari median

Klasifikasi : - 85 80 % : malnutrisi sedang

- < 80% : wasting / malnutrisi akut

4. Lingkar lengan atas (menurut WHO dan shakir)

Baku : wolanski 16,5 cm

Cara : % dari median

Klasifikasi : - >85 % atau > 14 cm : normal

-

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended