Home >Documents >P U T U S A N Perkara Nomor: 13/KPPU-L/2010 Komisi Pengawas … · 2010-12-23 · SALINAN P U T U S...

P U T U S A N Perkara Nomor: 13/KPPU-L/2010 Komisi Pengawas … · 2010-12-23 · SALINAN P U T U S...

Date post:17-May-2020
Category:
View:3 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • SALINAN

    P U T U S A N Perkara Nomor: 13/KPPU-L/2010

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (selanjutnya disebut

    “Komisi”) yang memeriksa dugaan pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5

    Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

    (selanjutnya disebut “Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999”) berkaitan dengan

    Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas serta Paket

    Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo Sumber Dana

    Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Bungo Tahun Jamak (Multiyears) 2009-2011,

    yang dilakukan oleh: -------------------------------------------------------------------------------

    1) Terlapor I, PT Paesa Pasindo Engineering, berkedudukan di Jalan Ahmad Yani

    Nomor 17, Jakarta, 13110;------------------------------------------------------------------

    2) Terlapor II, PT Riyah Permata Anugrah, berkedudukan di Jalan Tebet Timur

    Raya Nomor 49 Jakarta Selatan 12820; ---------------------------------------------------

    3) Terlapor III, PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat, berkedudukan di

    Jalan Doktor Sutomo Nomor 96 Pekanbaru 28141; -------------------------------------

    4) Terlapor IV, PT Anisa Putri Ragil JO. PT Rudy Agung Laksana,

    berkedudukan di Jalan Brigjen Katamso Nomor 153 Jambi;---------------------------

    5) Terlapor V, PT Pembangunan Perumahan (Persero), berkedudukan di Plaza

    PP Building, Jalan Letjen TB. Simatupang Nomor 57, Pasar Rebo, Jakarta Timur

    13760; -----------------------------------------------------------------------------------------

    6) Terlapor VI, Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Kegiatan Pembangunan

    Bandar Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009 Dinas Perhubungan,

    Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Bungo, berkedudukan di Jalan

    Jenderal Sudirman Kilometer 2 Arah Bangko, Muara Bungo - Jambi; --------------

    telah mengambil Putusan sebagai berikut: ------------------------------------------------------

  • halaman 2 dari 61

    SALINAN

    Majelis Komisi: ------------------------------------------------------------------------------------ Setelah membaca surat-surat dan dokumen-dokumen dalam perkara ini;-------------------

    Setelah membaca Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan; -------------------------------------

    Setelah membaca Tanggapan/Pembelaan/Pendapat para Terlapor; --------------------------

    Setelah membaca Berita Acara Pemeriksaan (selanjutnya disebut “BAP”); ---------------

    TENTANG DUDUK PERKARA

    1. Menimbang bahwa Sekretariat Komisi menerima laporan tentang adanya dugaan

    pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 berkaitan dengan

    Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas serta

    Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo

    Sumber Dana Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Bungo Tahun Jamak

    (Multiyears) 2009-2011; ----------------------------------------------------------------------

    2. Menimbang bahwa setelah melakukan penelitian, klarifikasi dan pemberkasan atas

    laporan tersebut, maka Komisi menyatakan laporan tersebut lengkap dan jelas (vide

    bukti A1);----------------------------------------------------------------------------------------

    3. Menimbang bahwa berdasarkan laporan yang lengkap dan jelas tersebut, Komisi

    menerbitkan Penetapan Komisi Nomor 35/KPPU/PEN/II/2010 tanggal 16 Februari

    2010 tentang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 terhitung

    sejak tanggal 16 Februari 2010 sampai dengan tanggal 31 Maret 2010 (vide bukti

    A2); ----------------------------------------------------------------------------------------------

    4. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Pemeriksaan Pendahuluan, Komisi

    menerbitkan Keputusan Komisi Nomor 91/KPPU/KEP/II/2010 tanggal 16 Februari

    2010 tentang Penugasan Anggota Komisi sebagai Tim Pemeriksa dalam

    Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 (vide bukti A3);--------

    5. Menimbang bahwa selanjutnya Sekretaris Jenderal Sekretariat Komisi menerbitkan

    Surat Tugas Nomor 187/SJ/ST/II/2010 tanggal 16 Februari 2010 yang menugaskan

    Sekretariat Komisi untuk membantu Tim Pemeriksa dalam Pemeriksaan

    Pendahuluan (vide bukti A4);-----------------------------------------------------------------

  • halaman 3 dari 61

    SALINAN

    6. Menimbang bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan Petikan Penetapan

    Pemeriksaan Pendahuluan dan Salinan Laporan Dugaan Pelanggaran kepada para

    Terlapor (vide bukti A5, A6, A7, A8, A9, A10);-------------------------------------------

    7. Menimbang bahwa setelah melakukan Pemeriksaan Pendahuluan, Tim Pemeriksa

    belum menemukan adanya bukti awal yang cukup terhadap dugaan pelanggaran

    Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh para Terlapor

    karena terdapat pelaku usaha yang tidak hadir dalam Pemeriksaan tersebut sehingga

    Tim Pemeriksa merekomendasikan kepada Komisi untuk melanjutkan pemeriksaan

    ke tahap Pemeriksaan Lanjutan (vide bukti A23); ----------------------------------------

    8. Menimbang bahwa berdasarkan rekomendasi Tim Pemeriksa, selanjutnya Komisi

    menerbitkan Penetapan Komisi Nomor: 71/KPPU/PEN/III/2010 tanggal 31 Maret

    2010 tentang Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 terhitung

    sejak tanggal 1 April 2010 sampai dengan tanggal 28 Juni 2010 (vide bukti A24);---

    9. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Pemeriksaan Lanjutan, Komisi

    menerbitkan Keputusan Komisi Nomor 142/KPPU/KEP/III/2010 tanggal 31 Maret

    2010 tentang Penugasan Anggota Komisi sebagai Tim Pemeriksa dalam

    Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 (vide bukti A25); -----------

    10. Menimbang bahwa selanjutnya Sekretaris Jenderal Sekretariat Komisi menerbitkan

    Surat Tugas Nomor 459/SJ/ST/III/2010 tanggal 31 Maret 2010 yang menugaskan

    Sekretariat Komisi untuk membantu Tim Pemeriksa dalam Pemeriksaan Lanjutan

    (vide bukti A26); -------------------------------------------------------------------------------

    11. Menimbang bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan Petikan Penetapan

    Pemeriksaan Lanjutan dan Salinan Laporan Hasil Pemeriksaan Pendahuluan kepada

    para Terlapor (vide bukti A27, A28, A29, A30, A31, A32); -----------------------------

    12. Menimbang bahwa setelah melakukan Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor

    13/KPPU-L/2010, Tim Pemeriksa Lanjutan menilai perlu dilakukan Perpanjangan

    Pemeriksaan Lanjutan, maka Komisi menerbitkan Keputusan Komisi Nomor

    223/KPPU/KEP/VI/2010 tanggal 29 Juni 2010 tentang Perpanjangan Pemeriksaan

    Lanjutan Perkara 13/KPPU-L/2010 terhitung sejak tanggal 29 Juni 2010 sampai

    dengan 9 Agustus 2010 (vide bukti A71); --------------------------------------------------

    13. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Perpanjangan Pemeriksaan Lanjutan,

    Komisi menerbitkan Keputusan Nomor 224/KPPU/KEP/VI/2010 tanggal 29 Juni

  • halaman 4 dari 61

    SALINAN

    2010 tentang Penugasan Anggota Komisi sebagai Tim Pemeriksa dalam

    Perpanjangan Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 (vide bukti

    A72); ---------------------------------------------------------------------------------------------

    14. Menimbang bahwa selanjutnya Sekretaris Jenderal Sekretariat Komisi menerbitkan

    Surat Tugas Nomor 955/SJ/ST/VI/2010 tanggal 29 Juni 2010 yang menugaskan

    Sekretariat Komisi untuk membantu Tim Pemeriksa dalam Perpanjangan

    Pemeriksaan Lanjutan (vide bukti A73); ----------------------------------------------------

    15. Menimbang bahwa dalam proses Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan

    Lanjutan serta perpanjangannya, Tim Pemeriksa telah mendengar keterangan dari

    para Terlapor, para Saksi dan Ahli; ----------------------------------------------------------

    16. Menimbang bahwa identitas dan keterangan para Terlapor, para Saksi, dan Ahli

    telah dicatat dalam BAP yang telah diakui kebenarannya serta masing-masing telah

    ditandatangani oleh yang bersangkutan (vide bukti B5, B6, B7, B8, B9, B10, B11,

    B12, B13, B15, B16, B17, B19, B20, B21, B22, B23, B24, B27, B29, B30, B34,

    B35, B42);---------------------------------------------------------------------------------------

    17. Menimbang bahwa dalam Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan Lanjutan,

    Tim Pemeriksa telah mendapatkan, meneliti dan menilai sejumlah surat dan atau

    dokumen, BAP serta bukti-bukti lain yang telah diperoleh selama pemeriksaan dan

    penyelidikan;------------------------------------------------------------------------------------

    18. Menimbang bahwa setelah melakukan Pemeriksaan Lanjutan, Tim Pemeriksa

    membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan yang memuat fakta-fakta sebagai

    berikut (vide bukti A83): ----------------------------------------------------------------------

    18.1 Tentang Tender; ---------------------------------------------------------------------

    18.1.1 Bahwa objek Tender dalam Perkara ini terdiri dari dua paket

    tender, yaitu Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan

    Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo dan Tender Galian

    Tanah Sisi Udara dan Box Culvert;--------------------------------------

    18.1.2 Bahwa Sumber Dana Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung

    Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo

    adalah Dana Alokasi Umum (DAU) Kab. Bungo Tahun Jamak

    (Multiyears) 2009-2011 dengan pagu anggaran

    Rp.46.000.000.000,- dan besaran HPS/OE Rp. 45.960.800.000,-; -

  • halaman 5 dari 61

    SALINAN

    18.1.3 Bahwa Sumber Dana Tender Galian Tanah Sisi Udara dan Box

    Culvert adalah Dana Alokasi Umum (DAU) Kab. Bungo Tahun

    Jamak (Multiyears) 2009-2011 dengan pagu anggaran

    Rp 36.500.000.000,-; -----------------------------------------------------

    18.1.4 Bahwa kedua paket tender dilaksanakan dengan berpedoman pada

    Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman

    Pelaksanaan Barang/Jasa Pemerintah (selanjutnya disebut

    “Keppres Nomor 80 Tahun 2003”) dengan sistem pelelangan

    umum menggunakan metode Pascakualifikasi dengan Sistem

    Gugur; ----------------------------------------------------------------------

    18.2 Kronologis Pelaksanaan Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung

    Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo;-----------

    18.2.1 Bahwa Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika

    Kabupaten Bungo menerbitkan Keputusan No. 01 Tahun 2009

    tentang Pembentukan Panitia Pengadaan Barang/Jasa Kegiatan

    Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009,

    dengan susunan Panitia sebagai berikut: Nasrial, ST (Ketua), Drs.

    Koni T (Sekretaris), Yendra, ST (Anggota), R.Widiastono, S.Si.T

    (Anggota), dan Fiksi Arisandhy, A.Md (Anggota); -------------------

    18.2.2 Bahwa telah diterbitkan Pengumuman Lelang dengan No:

    001.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 untuk Paket

    Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar

    Udara Muara Bungo di Media Indonesia tanggal 12 Maret 2009

    serta papan pengumuman resmi Kantor Dinas Perhubungan,

    Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Bungo; --------------------

    18.2.3 Bahwa dan Pengambilan Dokumen Tender dilaksanakan pada

    tanggal 12 Maret 2009 sampai dengan tanggal 31 Maret 2009 dan

    dihadiri oleh 39 peserta, yaitu: ------------------------------------------- No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar

    Hadir 1. PT Paesa Pasindo Engineering Oloan Holmes Situmorang 2. PT Budi Bakti Prima Aidil 3. PT Bungo Pantai Bersaudara Ismail Ibrahim 4. PT Nasiotama Karya Bersama Sophia Oktaviana 5. PT Dayatama Beta Mulya Ir. Syafri Manan

  • halaman 6 dari 61

    SALINAN

    No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar Hadir

    6. PT Prima Pembangunan Kerinci Dede Masyuni, SE 7. PT Wijaya Karya Ir. Pandang Musili 8. PT Wijaya Perdana Ir. Achyar 9. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung

    Laksana Ir. HB. Suparno

    10. PT Widya Satria Ir. Dirgahayu G.P 11. PT Leotunggal Mandiri Ondolan Panjaitan 12. PT Alam Beringin Mas Andiwidjaja 13. PT Agra Budi Karya Marga M. Nawari 14. PT Istaka Karya (Persero) Ibnul Zauzi 15. PT Jaya Konstruksi Ir. Harris 16. PT Hariara Hansen S Malau 17. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Ambar Dwi 18. PT Sinar Cempaka Maruli Panjaitan 19. PT Lince P Raya M. Napitupulu 20. PT Sabungan Jaya Teknik Ir. Tagor Samosir 21. PT Trillion Glory International Paulus S Widjaja 22. PTTakagama Efendi Sianipar 23. PT Waskita Karya (Persero) Budi Sukmayana 24. PT Bintang Selatan Agung Ir. Aria Kurniawan 25. PT Guna Karya Nusantara Jhon L Marbun (Direktur) 26. PT Brantas Abipraya Ir. Nurtjahja 27. PT Tamako Raya Perdana Dasril 28. PT Kramat Kulon Hasan Asyubari 29. PT Adhi Karya Satria Hendri 30. PT Bukit Jaya Abadi Edwin Mochtar 31. PT Hutama Karya Sunaryo 32. PT Pilar Persada Ir. Edy Nuryanto 33. PT Mitra Gusnita Nanda H. Tandanan Daulay (Direktur) 34. PT Supra Kunci Emas Jaya Henoch Tomas (Direktur) 35. PT Himindo Citra Mandiri Ir. Frans Himawan Tanojo 36. PT Sumber Batu Ir. K. Panjaitan 37. PT Reka Esti Utama H. Pamungkas D.P. ST 38. PT Pagar Siring Group Sukanta (Direktur) 39. PT Duta Graha Indah Ir. Muslih

    18.2.4 Bahwa Rapat Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) dilaksanakan pada

    tanggal 19 Maret 2009 yang dihadiri oleh 14 (empat belas)

    perusahaan, yaitu: ---------------------------------------------------------- No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar

    hadir 1. PT Prima Rinaldi (Staf) 2. PT Wijaya Karya Tbk Faisyal S 3. PT Wijaya Perdana Yusup Y 4. PT Tamako Raya Perdana Gusti (Direktur) 5. PT Paesa Pasindo Engineering Adi Santoso (Staf Marketing) 6. PT Bungo Pantai B Nangyu (Staf) 7. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk Sally Natalia (Staf Estimasi) 8. PT Dayatama Beta Mulya Shabri (Staf Teknik) 9. PT PP (Persero) Cabang IX Wandri (Staf) 10. PT Hariara Hansen Malau (Direktur)

  • halaman 7 dari 61

    SALINAN

    No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar hadir

    11. PT Bukit Jaya Abadi Edwin Mochtar (Direktur) 12. PT Waskita Karya Ryan Andika (Staf) 13. PT Adhi Karya Satria Hendri (Ka Perwakilan) 14. PT Hutama Karya Sunaryo K (GM)

    18.2.5 Bahwa Pemasukan Dokumen Penawaran dilaksanakan pada

    tanggal 19 Maret – 31 Maret 2009; --------------------------------------

    18.2.6 Bahwa Pembukaan Kotak dan Sampul Penawaran dilaksanakan

    pada tanggal 1 April 2009 yang dihadiri 4 (empat) perusahaan yang

    memenuhi syarat, yaitu: --------------------------------------------------- No. Perusahaan Yang menandatangani

    Daftar hadir 1. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung

    Laksana Alhady

    2. PT Paesa Pasindo Engineering Holmes 3. PT Waskita Karya (Persero) Yudie 4. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Wandri

    18.2.7 Bahwa Hasil Pembukaan Penawaran yang dilaksanakan pada

    tanggal 1 April 2009 yaitu sebagai berikut: ---------------------------- No. Perusahaan Penawaran Prosentase

    Terhadap OE (%)

    1. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana

    45.492.800.000 98.98

    2. PT Paesa Pasindo Engineering 45.143.000.000 98.22 3. PT Waskita Karya (Persero) 45.325.000.000 98.61 4. PT Pembangunan Perumahan (Persero) 45.356.000.000 98.69

    18.2.8 Bahwa pada tanggal 14 April 2009 Panitia melakukan evaluasi

    penawaran dan kualifikasi dengan hasil sebagai berikut: ------------- No. Perusahaan Total Nilai Hasil

    1. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana

    73.22 Tidak Lulus

    2. PT Paesa Pasindo Engineering 95 Lulus 3. PT Waskita Karya (Persero) 100 Lulus 4. PT Pembangunan Perumahan (Persero) 100 Lulus

    18.2.9 Bahwa pada tanggal 14 April 2009 Panitia memutuskan hasil

    Pelelangan yang dituangkan dalam Berita Acara Hasil Pelelangan

    No. 06.I.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009, dengan hasil sebagai

    berikut: ----------------------------------------------------------------------

  • halaman 8 dari 61

    SALINAN

    Harga Penawaran Termasuk PPN No. Perusahaan Asli (Rp) Terkoreksi,

    Klarifikasi dan Negosiasi

    1. PT Paesa Pasindo Engineering 45.143.000.000 45.143.000.000 2. PT Waskita Karya 45.325.000.000 45.325.000.000 3. PT Pembangunan Perumahan 45.356.000.000 45.356.000.000 4. PT Anisa Putri Ragil JO PT

    Rudy Agung Laksana 45.492.800.000 45.492.800.000

    (Gugur Kualifikasi) Catatan: Harga OE Termasuk

    PPN 45.960.600.000

    18.2.10 Bahwa pada Tanggal 15 April 2009 Panitia mengirimkan Surat No.

    07.I.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 mengenai usulan calon

    pemenang kepada Kuasa Pengguna Anggaran Kegiatan

    Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo, yang pada pokoknya

    menyatakan sebagai berikut:---------------------------------------------- No. Perusahaan Penawaran

    (Rp) Usulan

    1. PT Paesa Pasindo Engineering 45.143.000.000 Calon Pemenang I 2. PT Waskita Karya 45.325.000.000 Calon Pemenang II 3. PT Pembangunan Perumahan 45.356.000.000 Calon Pemenang III

    18.2.11 Bahwa pada tanggal 16 April 2009 Kuasa Pengguna Anggaran

    Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo menerbitkan

    Surat No. 553/202/DISHUBKOMINFO/ 2009 mengenai Penetapan

    Pemenang yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut: -------

    18.2.12 Bahwa pada Tanggal 16 April 2009Panitia mengirimkan surat No.

    08.I.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 kepada empat peserta

    yang lolos evaluasi yang pada pokoknya menetapkan PT Paesa

    Pasindo Engineering sebagai pemenang tender dengan harga

    Rp 45.143.000.000,-; ------------------------------------------------------

    18.3 Tentang Dokumen Penawaran PT Paesa Pasindo Engineering,

    PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero),

    PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pada Tender

    Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas

    Bandar Udara Muara Bungo; -----------------------------------------------------

    Perusahaan

    Penawaran (Rp) Keterangan

    PT Paesa Pasindo Engineering

    45.143.000.000 Pemenang

  • halaman 9 dari 61

    SALINAN

    18.3.1 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan

    pada Rencana Anggaran Biaya masing-masing peserta dengan nilai

    Owner Estimate;------------------------------------------------------------

    18.3.2 Bahwa terdapat beberapa perusahaan yang melakukan pendaftaran

    tetapi kemudian menyatakan mengundurkan diri, diantaranya

    adalah: -----------------------------------------------------------------------

    a. PT Dayatama Beta Mulya,----------------------------------------------

    b. PT Duta Graha Indah Tbk,---------------------------------------------

    c. PT Wijaya Perdana,-----------------------------------------------------

    d. PT Brantas Abipraya (Persero),----------------------------------------

    e. PT Hutama Karya (Persero) Wilayah I,-------------------------------

    f. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.,--------------------------------------

    g. PT Bintang Selatan Agung,---------------------------------------------

    h. PT Tamako Raya Perdana,---------------------------------------------

    i. PT Sumber Batu, dan----------------------------------------------------

    j. PT Istaka Karya;---------------------------------------------------------

    18.3.3 Bahwa terdapat kejanggalan pada surat pengunduran diri PT

    Bintang Selatan Agung, yaitu surat tersebut dibubuhi materai dan

    cap perusahaan namun tidak ditanda tangani; --------------------------

    18.3.4 Bahwa lembar Surat Penawaran PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy

    Agung Laksana tidak dibubuhi materai; --------------------------------

    18.3.5 Bahwa lembar Surat Penawaran PT Waskita Karya tidak dibubuhi

    tandatangan; ----------------------------------------------------------------

    18.3.6 Bahwa terdapat kesamaan kesalahan penulisan kata ”disyaratkan”

    yang seharusnya ”diisyaratkan” di dalam dokumen tender pada

    lembar surat penawaran PT Waskita Karya (Persero) dan PT Anisa

    Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana;-------------------------------

    18.3.7 Bahwa pada contoh/lampiran Dokumen tender untuk lembar

    analisa biaya, untuk item Bahan telah diberikan contoh dan susunan

    masing-masing sub itemnya sedangkan untuk item Tenaga tidak

    ada contoh ataupun susunan sub itemnya; ------------------------------

  • halaman 10 dari 61

    SALINAN

    18.3.8 Bahwa terdapat kesamaan penulisan pada lembar analisa biaya

    untuk item Tenaga pada dokumen penawaran PT Paesa Pasindo

    Engineering, PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan

    Perumahan (Persero), PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung

    Laksana; ---------------------------------------------------------------------

    18.4 Kronologis Pelaksanaan Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara

    dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo; -------------------------------

    18.4.1 Bahwa tanggal 11 Maret 2009, Panitia Pengadaan menyampaikan

    pengumuman lelang nomor 001.I/PAN-

    PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 di Harian Umum Media Indonesia; --

    18.4.2 Bahwa jadwal waktu pendaftaran dan pengambilan Dokumen

    Tender adalah tanggal 12 Maret 2009 sampai dengan 21 Maret

    2009 dan telah mendaftar 39 (tiga puluh sembilan) perusahaan; ----

    18.4.3 Bahwa tanggal 19 Maret 2009 Panitia Pengadaan

    menyelenggarakan aanwijzing yang dihadiri oleh 10 (sepuluh)

    perusahaan peserta tender; ------------------------------------------------

    18.4.4 Bahwa tanggal 1 April 2009 Panitia melaksanakan pembukaan

    sampul penawaran terhadap 3 (tiga) dokumen penawaran yang

    disampaikan oleh rekanan dengan hasil sebagai berikut: -------------

    No. Nama Perusahaan Harga Penawaran

    (Rp.) Keterangan

    1. PT Riyah Permata Anugrah 35.808.930.000,00 Lengkap

    2. PT Waskita Karya (Persero) 36.262.000.000,00 Lengkap

    3. PT Anisa Putri Ragil JO PT

    Rudy Agung Laksana

    36.313.000.000,00 Lengkap

    18.4.5 Bahwa pada tanggal 14 April 2009 Panitia melakukan koreksi

    aritmatik terhadap harga penawaran peserta dengan hasil sebagai

    berikut: ----------------------------------------------------------------------

    No. Nama Perusahaan Harga

    Penawaran (Rp.)

    Harga

    Penawaran

    Terkoreksi (Rp.)

    %

    Terhadap

    OE

    1. PT Riyah Permata

    Anugrah

    35.808.930.000,00 35.808.938.000,00 98.11

  • halaman 11 dari 61

    SALINAN

    No. Nama Perusahaan Harga

    Penawaran (Rp.)

    Harga

    Penawaran

    Terkoreksi (Rp.)

    %

    Terhadap

    OE

    2. PT Waskita Karya

    (Persero)

    36.262.000.000,00 36.262.100.000,00 99.35

    3. PT Anisa Putri Ragil JO

    PT Rudy Agung Laksana

    36.313.000.000,00 36.312.746.000,00 99.49

    18.4.6 Bahwa melalui surat nomor 07.I.2/PAN-

    PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 tertanggal 15 April 2009 Panitia

    menyampaikan usulan penetapan pemenang tender kepada Kuasa

    Pengguna Anggaran Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Muara

    Bungo yang pada pokoknya mengusulkan pemenang sebagai

    berikut: ----------------------------------------------------------------------

    No. Usulan Pemenang Nama Perusahaan Harga Penawaran

    (Rp.)

    1. Calon Pemenang I PT Riyah Permata

    Anugrah

    35.808.938.000,00

    2. Calon Pemenang II PT Waskita Karya 36.262.100.000,00

    3. Calon Pemenang III PT Anisa Putri Ragil JO

    PT Rudy Agung Laksana

    36.312.746.000,00

    18.4.7 Bahwa melalui surat nomor 553/203/DISHUBKOMINFO/2009

    tertanggal 16 April 2009 Kuasa Pengguna Anggaran Kegiatan

    Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo menyampaikan

    Penetapan Pemenang Tender kepada Panitia Pengadaan dengan

    menetapkan PT Riyah Permata Anugrah, dengan harga penawaran

    Rp. 35.808.938.000,00 (tiga puluh lima milyar delapan ratus

    delapan juta sembilan ratus tiga puluh delapan ribu rupiah) sebagai

    pemenang tender; ----------------------------------------------------------

    18.4.8 Bahwa melalui surat nomor 08.I.2/PAN-

    PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 tertanggal 16 April 2009 Panitia

    menyampaikan Pengumuman Pemenang Tender kepada ketiga

    peserta yang memasukkan penawaran yang pada pokoknya

    menyampaikan PT Riyah Permata Anugrah dengan harga

  • halaman 12 dari 61

    SALINAN

    penawaran Rp 35.808.938.000,00 (Tiga puluh lima milyar delapan

    ratus delapan juta sembilan ratus tiga puluh delapan ribu rupiah)

    sebagai pemenang tender;-------------------------------------------------

    18.5 Tentang Dokumen Penawaran PT Paesa Pasindo Engineering,

    PT Waskita Karya (Persero), PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung

    Laksana pada Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara dan Box

    Culvert Bandar Udara Muara Bungo;-------------------------------------------

    18.5.1 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan

    pada lembar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama untuk jenis

    pekerjaan mobilisasi dari dokumen peserta Tender;-------------------

    18.5.2 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan

    pada lembar Analisa harga Satuan Pekerjaan Utama untuk jenis

    pekerjaan mobilisasi pada item Peralatan dari dokumen peserta

    Tender; ----------------------------------------------------------------------

    18.5.3 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan

    pada lembar Daftar Harga Dasar Satuan Alat untuk nilai Harga

    Sewa/Jam dari dokumen peserta Tender; -------------------------------

    18.5.4 Bahwa terdapat kesamaan kesalahan penulisan kata ”disyaratkan”

    yang seharusnya ”diisyaratkan” di dalam dokumen tender pada

    lembar surat penawaran PT Waskita Karya (Persero) dan PT Anisa

    Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana;-------------------------------

    18.5.5 Bahwa Bahwa terdapat kesamaan kesalahan penulisan urutan pada

    lembar Daftar Harga Satuan Alat dari dokumen PT Riyah Permata

    Anugrah, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Anisa Putri Ragil

    JO PT Rudy Agung Laksana;---------------------------------------------

    18.5.6 Bahwa lembar Surat Penawaran PT Waskita Karya tidak dibubuhi

    tandatangan; ----------------------------------------------------------------

    18.5.7 Bahwa terdapat beberapa perusahaan yang melakukan pendaftaran

    tetapi kemudian menyatakan mengundurkan diri, diantaranya

    adalah: PT Duta Graha Indah Tbk, PT Wijaya Perdana, PT Brantas

    Abipraya (Persero), PT Hutama Karya (Persero) Wilayah I,

  • halaman 13 dari 61

    SALINAN

    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Bintang Selatan Agung,

    PT Istaka Karya, dan PT Reka Esti Utama; ----------------------------

    18.6 Tentang Kepemilikan; --------------------------------------------------------------

    18.6.1 Bahwa salah satu pengurus dan pemilik saham dari PT Paesa

    Pasindo Engineering (Pemenang Tender Pekerjaan Pembangunan

    Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara

    Bungo) adalah Risma Aritonang yang beralamat di Jl. Akasia Raya

    Blok A/1 Cipinang; --------------------------------------------------------

    18.6.2 Bahwa salah satu pengurus dan pemilik saham dari PT Riyah

    Permata Anugrah (Pemenang Tender Paket Galian Tanah Sisi

    Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo) adalah Risma

    Aritonang yang beralamat di Jl. Akasia Raya Blok A/1 Cipinang;--

    18.6.3 Bahwa alamat, nomor telepon dan nomor Fax dari Operational

    Office PT Riyah Permata Anugrah juga merupakan alamat kantor

    dari PT Paesa Pasindo Engineering, yaitu: Jl. A. Yani No. 17

    Jakarta 13110, Telp. (021) 85907323, 8590884, 2800575, Fax.

    (021) 2800568; -------------------------------------------------------------

    18.7 Fakta Dalam Pemeriksaan; --------------------------------------------------------

    PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat; ---------------------------------

    18.7.1 Bahwa PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat tidak memenuhi

    panggilan Tim Pemeriksa pada Pemeriksaan Pendahuluan yang

    dilaksanakan di Jambi pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2010; ----

    18.7.2 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang PT.

    Waskita Karya Cabang Jambi menolak dugaan persekongkolan

    tender karena telah melaksanakan seluruh proses sesuai dengan

    prosedur; --------------------------------------------------------------------

    18.7.3 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang PT.

    Waskita Karya Cabang Jambi ikut dalam proses pendaftaran

    Tender tetapi tidak mengikuti Aanwijzing dan pemasukan

    dokumen;--------------------------------------------------------------------

  • halaman 14 dari 61

    SALINAN

    18.7.4 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang

    PT Waskita Karya Cabang Jambi merasa telah menandatangani

    Surat Penawaran Harga untuk PT. Waskita Karya;--------------------

    18.7.5 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang

    PT Waskita Karya Cabang Jambi menyatakan bahwa Saudara Heri

    Supriyadi bertindak selaku koordinator yang bertanggungjawab

    atas detail teknis dan administrasi termasuk proses perhitungan

    harga untuk kegiatan Tender di Sumatera Bagian Selatan;-----------

    Tentang Kepemilikan PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah

    Permata Anugrah;-------------------------------------------------------------------

    18.7.6 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata

    Anugrah dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi;-------------------

    18.7.7 Bahwa pada tahun 2009 Risma Aritonang adalah Komisaris

    PT Paesa Pasindo Engineering dan juga merupakan Komisaris

    PT Riyah Permata Anugrah;----------------------------------------------

    18.7.8 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering tidak memasukkan

    penawaran pada Tender Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert

    Bandar Udara Muara Bungo TA 2009, dan PT Riyah Permata

    Anugrah tidak memasukkan penawaran pada Tender Pekerjaan

    Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas,

    dikarenakan keduanya mengetahui ketentuan larangan bagi

    perusahaan yang terafiliasi untuk mengikuti tender pada paket yang

    sama;-------------------------------------------------------------------------

    18.7.9 Bahwa pada bulan Desember 2009, PT Paesa Pasindo Engineering

    dan PT Riyah Permata Anugrah mengubah skema kepemilikan dan

    direksi di kedua perusahaan tersebut sehingga tidak ada lagi

    kepengurusan silang; ------------------------------------------------------

    18.7.10 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering membuka kantor cabang di

    Muaro Bungo dengan menunjuk Kepala Kantor Cabang yaitu

    Saudara Mawardi;----------------------------------------------------------

  • halaman 15 dari 61

    SALINAN

    18.7.11 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah membuka kantor cabang di

    Muaro Bungo dengan menunjuk Kepala Kantor Cabang yaitu

    Saudara Ja’ali Rasyid; -----------------------------------------------------

    18.7.12 Bahwa berdasarkan informasi dari media www.infojambi.com

    diketahui bahwa PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah

    Permata Anugrah memiliki kantor bersama di Kabupaten Bungo

    yang diresmikan oleh Bupati Bungo beberapa saat sebelum

    pelaksanaan tender di Muaro Bungo dilaksanakan; -------------------

    18.7.13 Bahwa baik PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata

    Anugrah mengakui masing-masing memiliki kantor cabang namun

    kantor tersebut tidak pernah beroperasi; --------------------------------

    PT Paesa Pasindo Engineering----------------------------------------------------

    18.7.14 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering mengetahui informasi tender

    pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas

    Bandar Udara Muara Bungo dari harian Media Indonesia dan tidak

    mengenal panitia pengadaan sebelumnya; ------------------------------

    18.7.15 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering belum pernah mengerjakan

    proyek di Jambi khususnya di Kabupaten Bungo sebelumnya;------

    18.7.16 Bahwa yang menyiapkan dokumen penawaran untuk PT Paesa

    Pasindo Engineering dalam tender pekerjaan Pembangunan

    Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara

    Bungo adalah karyawan di Divisi Gedung;-----------------------------

    18.7.17 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering hanya menempatkan orang-

    orang yang bersifat key-person pada pekerjaan Pembangunan

    Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara

    Bungo. Namun, Project Manager PT Paesa Pasindo Engineering

    yang bertanggungjawab atas proyek tersebut (Yosef) mempunyai

    kewenangan untuk merekrut sumber daya lokal yang akan

    melakukan proyek dimaksud; --------------------------------------------

    18.7.18 Bahwa kecuali pada pekerjaan yang bersifat spesialis, PT Paesa

    Pasindo Engineering tidak akan melakukan sub-kontrak pada

    pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas

  • halaman 16 dari 61

    SALINAN

    Bandar Udara Muara Bungo serta akan membawa alat pancang dari

    Jakarta; ----------------------------------------------------------------------

    18.7.19 Bahwa Panal Banjarnahor (Direktur Utama PT Paesa Pasindo

    Engineering) pertama kali mengenal Ismail Ibrahim, Direktur

    Utama PT Bungo Pantai Bersaudara (perusahaan lokal yang

    memenangkan paket perkerjaan lain pada tahun sebelumnya, yakni

    tahun 2008) dan Pak Aan pertama kali pada saat acara peresmian

    pemasangan tiang pada pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal

    dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo; -----------------

    18.7.20 Bahwa Panal Banjarnahor mengakui telah mengeluarkan surat

    kuasa untuk pembukaan kantor cabang PT Paesa Pasindo

    Engineering di Kabupaten Bungo;---------------------------------------

    18.7.21 Bahwa Panal Banjarnahor mengakui bahwa pembukaan kantor

    cabang dimaksud adalah atas rekomendasi/ dorongan Saudara

    Haynal Tobing (Direktur Pemasaran PT Paesa Pasindo

    Engineering); ---------------------------------------------------------------

    18.7.22 Bahwa Haynal Tobing menyatakan bahwa penunjukkan Saudara

    Mawardi selaku Kepala Kantor Cabang PT Paesa Pasindo

    Engineering di Kabupaten Bungo adalah hasil diskusi dengan Panal

    Banjarnahor; ----------------------------------------------------------------

    18.7.23 Bahwa Mawardi adalah orang Jambi yang juga pensiunan pejabat

    di lingkungan Pemerinda Daerah Kabupaten Bungo yang

    mempunyai potensi networking yang bagus; ---------------------------

    18.7.24 Bahwa Haynal Tobing menyatakan bahwa penunjukkan Saudara

    Mawardi sebagai Kepala Kantor Cabang tidak ditujukan untuk

    kepentingan proyek bandar udara di Muaro Bungo; ------------------

    18.7.25 Bahwa Panal Banjarnahor dan Haynal Tobing menyatakan bahwa

    kantor cabang PT Paesa Pasindo Engineering di Kabupaten Bungo

    tidak pernah beroperasi atau berfungsi sebagaimana mestinya; -----

  • halaman 17 dari 61

    SALINAN

    PT Riyah Permata Anugrah------------------------------------------------------

    18.7.26 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah mengetahui informasi tender

    Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara

    Muara Bungo dari harian Media Indonesia; ----------------------------

    18.7.27 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah sebelumnya belum pernah

    mengerjakan proyek di Jambi khususnya di Kabupaten Bungo;-----

    18.7.28 Bahwa yang menyiapkan penawaran untuk PT Riyah Permata

    Anugrah dalam tender Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box

    Culvert Bandar Udara Muara Bungo adalah Divisi Gedung dengan

    penanggung jawab adalah Ferry (Marketing) dan Agus (Project

    Manager); -------------------------------------------------------------------

    18.7.29 Bahwa Ulahi Banjarnahor dan Robert Marbun selaku petinggi

    PT Riyah Permata Anugrah menyatakan tidak mengenal Ismail

    Ibrahim dari PT Bungo Pantai Bersaudara (perusahaan lokal yang

    memenangkan paket perkerjaan lain pada tahun sebelumnya, yakni

    tahun 2008) dan juga Aan;------------------------------------------------

    18.7.30 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah tidak akan membawa peralatan

    berat untuk mengerjakan proyek pekerjaan Paket Galian Tanah Sisi

    Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo dari Jakarta

    dan hanya akan menyewa dari perusahaan lokal;----------------------

    18.7.31 Bahwa Agus selaku Project Manager PT Riyah Permata Anugrah

    pada Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara

    Muara Bungo diberi kewenangan/ otoritas untuk mengatur

    penyewaan alat-alat berat tersebut; --------------------------------------

    18.7.32 Bahwa Ulahi Banjarnahor selaku Direktur Utama PT Riyah

    Permata Anugrah menyatakan bahwa inisiatif pembukaan kantor

    cabang di Kabupaten Bungo datang dari pihak marketing namun

    tidak pernah melaporkan progress-nya dan kantor cabang tersebut

    tidak pernah beroperasi sebagaimana mestinya; -----------------------

    18.7.33 Bahwa usulan pembukaan kantor cabang tersebut adalah berasal

    dari Saudara Ja’ali Rasyid kepada Saudara Haynal Tobing yang

    bertindak sebagai Marketing dari PT Riyah Permata Anugrah; -----

  • halaman 18 dari 61

    SALINAN

    18.7.34 Bahwa Saudara Ja’ali Rasyid kemudian ditunjuk menjadi Kepala

    Kantor Cabang PT Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo;-------

    PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana---------------------------

    18.7.35 Bahwa Sudiono Dalimarta (Staf teknik pada PT Rudy Agung

    Laksana) merupakan pihak yang terlibat secara langsung dalam

    proses tender pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan

    Menara Pengawas serta Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box

    Culvert Bandar Udara Muara Bungo, termasuk dalam penyiapan

    dokumen tender yang dibantu oleh Saudara Al Hady; ----------------

    18.7.36 Bahwa Saudara Al Hady menyatakan tidak pernah bekerja dan

    tidak mempunyai rekan di PT Waskita Karya Cabang Jambi; -------

    18.7.37 Bahwa Sudiono Dalimarta mengaku tidak mengenal Panitia

    Pengadaan, PT Paesa Pasindo Engineering, dan PT Riyah Permata

    Anugrah, tetapi mengetahui PT Waskita Karya (Persero)

    sebelumnya;-----------------------------------------------------------------

    18.7.38 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana

    mengakui tidak terlalu berminat untuk mengikuti tender pekerjaan

    pembangunan pelabuhan udara karena cukup beresiko namun tetap

    menawar dengan harga yang relatif tinggi; -----------------------------

    18.7.39 Bahwa menurut Sudiono Dalimarta pekerjaan di paket tersebut

    terlalu berat sehingga memberikan penawaran harga yang tinggi

    namun bukan dengan maksud untuk sengaja mengalah;--------------

    18.7.40 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana

    berkomitmen akan tetap terus memasukkan penawaran jika telah

    mendaftar suatu tender; ---------------------------------------------------

    18.7.41 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana

    menyatakan akan mencari tenaga ahli dibidangnya jika ternyata

    ditunjuk sebagai pemenang tender; --------------------------------------

    18.7.42 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana

    dinyatakan gugur kualifikasi dalam tender pekerjaan Pembangunan

    Gedung Terminal dan Menara Pengawas namun tidak mengetahui

  • halaman 19 dari 61

    SALINAN

    bahwa salah satu alasan penggugurannya adalah karena kualifikasi

    kompetensi dasarnya tidak memenuhi syarat;--------------------------

    18.7.43 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pernah

    melakukan konfirmasi secara lisan kepada panitia mengenai alasan

    penggugurannya pada tender pekerjaan Pembangunan Gedung

    Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo dan

    kemudian menerima alasan penggugurannya karena jaminan

    pelaksanaan pekerjaan yang kurang dari 1 % dari harga penawaran;

    PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX-------------------------

    18.7.44 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX

    mengetahui informasi tender pekerjaan Pembangunan Gedung

    Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo

    setelah mendapat memo/ fax dari kantor pusat yang memuat

    informasi tender dari harian Media Indonesia; -------------------------

    18.7.45 Bahwa dokumen tender PT Pembangunan Perumahan (Persero)

    pada pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara

    Pengawas Bandar Udara Muara Bungo disiapkan oleh PT

    Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX dan ditandatangani

    oleh Kepala Cabang;-------------------------------------------------------

    18.7.46 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX

    sebelumnya pernah mengerjakan proyek RSUD Bungo di

    Kabupaten Bungo; ---------------------------------------------------------

    18.7.47 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX tidak

    mengajukan sanggahan terhadap hasil tender karena menganggap

    penawaran harganya relatif tinggi sehingga wajar untuk tidak

    dimenangkan;---------------------------------------------------------------

    18.7.48 Bahwa Nugroho selaku Wakil Kepala Cabang PT Pembangunan

    Perumahan (Persero) Cabang IX baru pertama kali ini mengetahui

    PT Paesa Pasindo Engineering; ------------------------------------------

    18.7.49 Bahwa Nugroho selaku Wakil Kepala Cabang PT Pembangunan

    Perumahan (Persero) Cabang IX tidak mengenal kontraktor lokal di

    Muara Bungo (khususnya PT Bungo Pantai Bersaudara) tetapi

  • halaman 20 dari 61

    SALINAN

    mengetahui bahwa PT Rudy Agung Laksana yang bekerjasama

    (JO) dengan PT Anisa Putri Ragil adalah perusahaan besar di

    Jambi;------------------------------------------------------------------------

    18.7.50 Bahwa Sdr. Ambar dari PT Pembangunan Perumahan (Persero)

    Cabang IX mengetahui/ pernah mendengar mengenai PT Bungo

    Pantai Bersaudara (perusahaan lokal yang memenangkan paket

    perkerjaan lain pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2008);----------

    18.7.51 Bahwa dalam melalukan perhitungan biaya, PT Pembangunan

    Perumahan (Persero) Cabang IX selalu melakukan perhitungan

    harga sewajarnya berdasarkan survey harga untuk barang-barang

    lokal yang dilakukan oleh pegawai kantor wilayah;-------------------

    Tentang Beberapa Kesamaan dalam Dokumen Tender----------------------

    18.7.52 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering, PT Riyah Permata Anugrah,

    PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana, dan PT

    Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX mengaku

    mendapatkan softcopy dokumen tender dalam bentuk cakram padat

    (compact disk) dan flash disk yang berisi daftar item komponen dan

    Bill of Quantity dari Panitia Pengadaan; --------------------------------

    18.7.53 Bahwa dari softcopy dimaksud terdapat beberapa item yang

    tercantum harga satuannya; -----------------------------------------------

    18.7.54 Bahwa Sudiono Dalimarta (PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy

    Agung Laksana) mengaku mendapatkan softcopy dokumen tender

    tersebut melalui Saudara Torus Situmorang yang merupakan

    pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bungo; -----------------

    18.7.55 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata

    Anugrah mengikuti seluruh harga satuan yang sudah tercantum

    dalam softcopy yang diberikan panitia pengadaan; --------------------

    18.7.56 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana dan

    PT Waskita Karya Cabang Jambi menggunakan sebagian besar

    harga satuan yang sudah tercantum dalam softcopy yang diberikan

    Panitia Pengadaan; ---------------------------------------------------------

  • halaman 21 dari 61

    SALINAN

    18.7.57 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX

    mengubah sebagian item harga satuan yang sudah tercantum dalam

    softcopy yang diberikan Panitia Pengadaan, dengan menghitung

    kembali kewajaran harganya;---------------------------------------------

    18.7.58 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX tidak

    pernah melakukan klarifikasi tentang item yang berisi harga satuan

    kepada Panitia Pengadaan karena dianggap sebagai kekhilafan

    Panitia semata;--------------------------------------------------------------

    Panitia Pengadaan--------------------------------------------------------------------

    18.7.59 Bahwa Panitia Pengadaan terdiri dari unsur Dinas Pekerjaan Umum

    dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bungo; ----------------------------

    18.7.60 Bahwa Saudara Ir. Nasrial Nasil selaku ketua Panitia Pengadaan

    mengetuai beberapa Panitia Pengadaan pada tahun 2007, 2008 dan

    2009; -------------------------------------------------------------------------

    18.7.61 Bahwa Panitia Pengadaan mengusulkan calon pemenang

    berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan merit system;-----

    18.7.62 Bahwa mengingat waktu pelaksanaan tender yang pendek, Panitia

    Pengadaan memberikan softcopy dan hardcopy yang berisi Bill of

    Quantity, namun tidak berisi harga satuan; -----------------------------

    18.7.63 Bahwa Sdr. Torus Situmorang ditunjuk secara informal sebagai

    Tim Teknis oleh Panitia Pengadaan yang bertugas untuk

    memeriksa kelengkapan rincian anggaran biaya dan gambar teknis;

    18.7.64 Bahwa Sdr. Torus Situmorang juga ditugaskan menjadi

    penghubung penerima pendaftaran namun tetap di bawah

    pengawasan Panitia Pengadaan;------------------------------------------

    18.7.65 Bahwa Sdr. Torus Situmorang selaku Tim Teknis yang membantu

    Panitia Pengadaan dapat memiliki softcopy yang tidak berisi harga

    satuan, tetapi tidak berhak untuk memiliki softcopy yang telah

    berisi harga satuan; --------------------------------------------------------

    18.7.66 Bahwa Sdr. Torus Situmorang mengaku diminta untuk

    mendistribusikan softcopy Bill of Quantity kepada peserta tender

    yang meminta pada saat 2-3 hari setelah aanwijzing; -----------------

  • halaman 22 dari 61

    SALINAN

    18.7.67 Bahwa Sdr. Torus Situmorang menyatakan terdapat 5 atau 6

    peserta tender yang datang kepadanya untuk meminta softcopy

    tersebut 4-5 hari setelah aanwijzing; ------------------------------------

    18.7.68 Bahwa Sdr. Torus Situmorang mengaku tidak mengetahui bahwa

    softcopy Bill of Quantity yang didistribusikan kepada peserta tender

    pada sebagian item-nya berisi harga satuan;----------------------------

    18.7.69 Bahwa hardcopy dokumen yang berisi harga satuan hanya dimiliki

    oleh Ketua Panitia Pengadaan sedangkan softcopy-nya (yang

    berasal dari konsultan) dipegang oleh Sdr. Yendra (Anggota Panitia

    Pengadaan); -----------------------------------------------------------------

    18.7.70 Bahwa Panitia Pengadaan tidak pernah dihubungi oleh peserta

    tender; -----------------------------------------------------------------------

    18.7.71 Bahwa Panitia Pengadaan menolak kemungkinan terjadinya

    persekongkolan vertikal; --------------------------------------------------

    18.7.72 Bahwa Panitia Pengadaan tidak melakukan klarifikasi lapangan dan

    hanya berdasarkan dokumen peserta tender; ---------------------------

    18.7.73 Bahwa karena keterbatasan waktu dan kesibukan sebagai pejabat

    struktural, Panitia Pengadaan tidak sempat melakukan cross-check

    dokumen antar peserta;----------------------------------------------------

    18.7.74 Bahwa Panita Pengadaan mengakui kelalaiannya dalam menghapus

    sebagian harga satuan dalam softcopy Bill of Quantity yang

    diberikan kepada peserta tender; -----------------------------------------

    18.7.75 Bahwa Panita Pengadaan hanya menghapus harga satuan dari item

    yang memerlukan analisis serta hanya mengubah warna huruf

    (font) menjadi putih untuk harga satuan dari item yang bersifat

    lumpsum dengan maksud agar semua harga satuan tidak ikut

    tercetak.;---------------------------------------------------------------------

    18.8 Fakta Lain------------------------------------------------------------------------------

    18.8.1 Bahwa Saudara Ahmad Sudartono dari PT Adhi Karya (Persero)

    Wilayah Jambi menyatakan mengikuti pendaftaran dan aanwijzing

    namun tidak memasukkan penawaran karena setelah melakukan

    survey harga hasil perhitungan biaya di atas pagu proyek; -----------

  • halaman 23 dari 61

    SALINAN

    18.8.2 Bahwa Saudara Ahmad Sudartono dari PT Adhi Karya (Persero)

    Wilayah Jambi menyatakan tidak mengenal PT Paesa Pasindo

    Engineering, PT Riyah Permata Anugrah dan Panitia Pengadaan; --

    18.8.3 Bahwa Sdr. Ahmad Sudartono dari PT Adhi Karya (Persero)

    Wilayah Jambi menyatakan tidak mengetahui adanya pemberian

    softcopy Bill of Quantity dari Panitia Pengadaan; ---------------------

    18.8.4 Bahwa Sdr. Willy Fikri Rangkuti dari PT Hutama Karya (Persero)

    menyatakan mengikuti pendaftaran dan aanwijzing namun tidak

    memasukkan penawaran karena kesibukan di proyek lain dan tidak

    tersedianya sumber daya manusia untuk mengurus tender ini; ------

    18.8.5 Bahwa Sdr. Willy Fikri Rangkuti dari PT Hutama Karya (Persero)

    menyatakan tidak mengenal PT Paesa Pasindo Engineering,

    PT Riyah Permata Anugrah, Panitia Pengadaan, dan Pejabat

    Daerah Kabupaten Bungo;------------------------------------------------

    18.8.6 Bahwa Sdr. Ir. Pandang Musili dari PT Wijaya Karya (Persero)

    Tbk Wilayah III menyatakan mengikuti pendaftaran namun tidak

    memasukkan penawaran karena hasil perhitungan estimasi biaya

    ternyata di atas pagu proyek; ---------------------------------------------

    18.8.7 Bahwa Sdr. Ir. Pandang Musili dari PT Wijaya Karya (Persero)

    Tbk Wilayah III menyatakan tidak mengenal PT Paesa Pasindo

    Engineering, PT Riyah Permata Anugrah, serta Pejabat dan Tokoh

    di Kabupaten Bungo; ------------------------------------------------------

    18.8.8 Bahwa Sdr. Ir. Pandang Musili dari PT Wijaya Karya (Persero)

    Tbk Wilayah III menyatakan tidak mendapatkan softcopy Bill of

    Quantity dari Panitia Pengadaan; ----------------------------------------

    18.8.9 Bahwa Sdr. Andy Maruly Romatua dari PT Jaya Konstruksi

    Manggala Pratama Tbk menyatakan ikut mendaftar tender namun

    tidak memasukkan penawaran karena pada saat yang bersamaan

    SBU asli yang dipersyaratkan sedang digunakan dalam tender lain

    di Medan; -------------------------------------------------------------------

  • halaman 24 dari 61

    SALINAN

    18.8.10 Bahwa Sdr. Andy Maruly Romatua dari PT Jaya Konstruksi

    Manggala Pratama Tbk menyatakan mengetahui PT Paesa Pasindo

    Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah karena pernah

    bertemu dalam tender di daerah lain;------------------------------------

    18.8.11 Bahwa Sdr. Ir. Edwin Mochtar dari PT Bukit Jaya Abadi

    menyatakan memasukkan penawaran untuk paket pembangunan

    menara pengawas dan gedung terminal namun didiskualifikasi

    karena tidak mencantumkan nama perusahaan di amplop

    penawaran; ------------------------------------------------------------------

    18.8.12 Bahwa Sdr. Ir. Edwin Mochtar dari PT Bukit Jaya Abadi

    menyatakan sudah meminta softcopy Bill of Quantity dari Panitia

    Pengadaan tetapi tidak diberi; --------------------------------------------

    18.8.13 Bahwa Sdr. Ir. Edwin Mochtar dari PT Bukit Jaya Abadi

    menyatakan harga penawaran yang diajukan mencapai sekitar 10%

    (sepuluh persen) di bawah pagu tender;---------------------------------

    18.8.14 Bahwa Sdr. Nursyam dari PT Tamako Raya Perdana menyatakan

    bahwa ikut mendaftar dan aanwijzing untuk kedua paket namun

    tidak memasukkan penawaran karena terdapat persyaratan teknis

    dan peralatan yang tidak dapat dipenuhi; -------------------------------

    18.8.15 Bahwa Sdr. Nursyam dari PT Tamako Raya Perdana menyatakan

    tidak mengenal PT Paesa Pasindo Engineering dan perusahaan lain

    yang ikut dalam tender dimaksud; ---------------------------------------

    18.8.16 Bahwa Sdr. Syahrirudin selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada

    proyek pembangunan Bandar Udara di Muara Bungo mengetahui

    PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah

    mempunyai kantor cabang di Muara Bungo sebelum tender

    dimulai;----------------------------------------------------------------------

    18.8.17 Bahwa Sdr. Syahrirudin menyatakan bahwa Saudara Mawardi yang

    merupakan Kepala Kantor Cabang PT Paesa Pasindo Engineering

    di Muara Bungo adalah mantan Kepala Bappeda Kabupaten

    Bungo; -----------------------------------------------------------------------

  • halaman 25 dari 61

    SALINAN

    18.8.18 Bahwa Sdr. Syahrirudin menyatakan bahwa Sdr. Ja’ali Rasyid yang

    merupakan Kepala Kantor Cabang PT Riyah Permata Anugrah di

    Muara Bungo adalah mantan Anggota DPRD Kabupaten Bungo; --

    18.8.19 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli dari Lembaga

    Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyatakan

    sesuai ketentuan perusahaan dengan kepengurusan yang sama

    dilarang untuk ikut dalam paket tender yang sama namun masing-

    masing boleh ikut dalam paket yang berbeda walaupun Panitia

    Pengadaannya sama;-------------------------------------------------------

    18.8.20 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan

    informasi mengenai Bill of Quantity yang boleh diberikan kepada

    peserta tender adalah mengenai volume, satuan dan kuantitas

    sedangkan harga satuan tidak boleh diberitahukan; -------------------

    18.8.21 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan jika

    tersebarnya informasi harga satuan terkait Bill of Quantity diakui

    sebagai akibat kelalaian Panitia Pengadaan, maka kontrak harus

    dibatalkan karena dalam tender tidak dikenal istilah kelalaian;------

    18.8.22 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan

    boleh tidaknya atau penting tidaknya harga satuan dalam Bill Of

    Quantity diketahui oleh peserta tender adalah tergantung pada

    sistem penawaran harga tender, apakah berdasarkan lump sum atau

    unit price. Jika jenis kontrak Lump sum, Bill of Quantity bukan

    merupakan suatu hal yang mutlak, tetapi jika kontrak unit price

    maka Bill of Quantity mutlak harus ada; --------------------------------

    18.8.23 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan jika

    suatu perusahaan yang melakukan kelalaian dengan tidak

    mencantumkan nama dan alamat perusahaan di amplop penawaran

    didiskualifikasi dari suatu tender maka Panitia Pengadaan telah

    melakukan suatu kesalahan karena hal tersebut bukanlah substansi

    penawaran; ------------------------------------------------------------------

    18.8.24 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan jika

    terdapat tiga perusahaan yang memasukkan penawaran namun

  • halaman 26 dari 61

    SALINAN

    yang lulus evaluasi hanya satu atau dua perusahaan saja maka

    tender dapat terus dilanjutkan karena ketentuan yang berlaku hanya

    mensyaratkan tiga perusahaan yang memasukkan penawaran; ------

    18.9 Analisa;---------------------------------------------------------------------------------

    Berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh selama Pemeriksaan Pendahuluan

    dan Pemeriksaan Lanjutan, Tim Pemeriksa menilai hal-hal sebagai berikut; -

    Paket Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara

    Pengawas Bandara Udara Muara Bungo; --------------------------------------

    18.9.1 Persekongkolan Horizontal;-------------------------------------------------

    18.9.1.1 Bahwa hubungan kekerabatan antara pemilik dan

    pengurus PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah

    Permata Anugrah serta dugaan adanya kantor bersama

    kedua perusahaan tersebut tidak bisa menjadi dasar adanya

    dugaan persekongkolan horizontal karena kedua

    perusahaan tersebut tidak bersaing dalam paket yang sama

    walaupun Panitia Pengadaannya sama;-----------------------

    18.9.1.2 Bahwa kesamaan dokumen tender PT Paesa Pasindo

    Engineering, PT Waskita Karya (Persero), PT

    Pembangunan Perumahan (Persero), dan PT Anisa Putri

    Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pada Paket Pekerjaan

    Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas

    Bandara Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009

    diakibatkan karena softcopy Bill of Quantity yang

    diberikan Panitia Pengadaan sudah berisi harga satuan

    pada beberapa itemnya;-----------------------------------------

    18.9.1.3 Bahwa selisih harga penawaran PT Paesa Pasindo

    Engineering, PT Waskita Karya (Persero),

    PT Pembangunan Perumahan (Persero), dan PT Anisa

    Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana, tidak terlalu

    signifikan merupakan indikasi adanya persekongkolan

    horizontal diantara perusahaan-perusahaan tersebut.

    Namun demikian, dugaan tersebut tidak didukung oleh

  • halaman 27 dari 61

    SALINAN

    fakta dan bukti yang cukup terutama berkenaan dengan

    informasi yang menunjukkan bahwa para peserta tender

    tersebut saling mengenal dan saling bekerja sama baik

    secara langsung maupun tidak langsung dalam

    penyusunan dokumen tender; ----------------------------------

    18.9.1.4 Bahwa kesamaan surat penawaran antara PT Waskita

    Karya (Persero) dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy

    Agung Laksana dengan perbedaan hanya pada jenis dan

    ukuran huruf (font) mengindikasikan bahwa dokumen

    tersebut berasal dari satu sumber namun dugaan tersebut

    tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup terutama

    berkenaan dengan informasi yang menunjukkan bahwa

    personel dari masing-masing perusahaan yang membuat

    surat penawaran tersebut saling mengenal atau saling

    bertukar dokumen; ----------------------------------------------

    18.9.1.5 Bahwa ketidakseriusan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy

    Agung Laksana dalam mengikuti tender menimbulkan

    dugaan bahwa perusahaan tersebut hanya berperan sebagai

    pelengkap tender yang mengindikasikan adanya

    persekongkolan horizontal, namun dugaan tersebut

    disangkal berdasarkan pernyataan bahwa PT Anisa Putri

    Ragil JO PT Rudy Agung Laksana akan terus

    berkomitmen untuk tetap memasukkan penawaran jika

    sudah mendaftar di suatu tender; ------------------------------

    18.9.1.6 Bahwa keterangan beberapa saksi yang ikut mendaftar

    namun tidak memasukkan penawaran dalam tender ini

    menunjukkan tidak adanya tekanan, ancaman, atau

    pengaturan horizontal dalam proses tender;------------------

    18.9.1.7 Bahwa tidak ada bukti yang cukup yang dapat

    menunjukkan keterkaitan PT Pembangunan Perumahan

    (Persero) dengan peserta tender lainnya maupun adanya

    peranan PT Pembangunan Perumahan (Persero) dalam

  • halaman 28 dari 61

    SALINAN

    persekongkolan horizontal untuk memenangkan PT Paesa

    Pasindo Engineering dalam Tender Paket Pekerjaan

    Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas

    Bandara Udara Muara Bungo; ---------------------------------

    18.9.2 Persekongkolan Vertikal;----------------------------------------------------

    18.9.2.1 Bahwa pemberian softcopy Bill of Quantity yang berisi

    satuan harga dari beberapa itemnya oleh Panitia

    Pengadaan menimbulkan dugaan adanya pengaturan

    tender yang menguntungkan bagi PT Paesa Pasindo

    Engineering selaku pemenang di Tender Paket Pekerjaan

    Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas

    Bandara Udara Muara Bungo;----------------------------------

    18.9.2.2 Bahwa tidak dibatalkannya kontrak atas alasan pemberian

    softcopy Bill of Quantity yang berisi satuan harga

    sebagaimana pendapat Saksi Ahli menguatkan dugaan

    adanya pengaturan vertikal antara Panitia dengan

    pemenang tender baik secara langsung maupun tidak

    langsung;-----------------------------------------------------------

    18.9.2.3 Bahwa tindakan Panitia Pengadaan yang men-

    diskualifikasi PT Bukit Jaya Abadi hanya karena tidak

    mencantumkan nama dan alamat perusahaan pada amplop

    penawaran berdasarkan pendapat Saksi Ahli adalah

    tindakan yang tidak substantif dan mengindikasikan

    adanya persekongkolan vertikal antara Panitia Pengadaan

    dengan pemenang tender baik secara langsung maupun

    tidak langsung. Namun demikian, Panitia Pengadaan

    beralasan melakukan hal tersebut karena berpegang pada

    syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam tender

    tersebut;------------------------------------------------------------

    18.9.2.4 Bahwa pembukaan kantor cabang PT Paesa Pasindo

    Engineering di Muara Bungo yang dipimpin oleh Bupati

    Kabupaten Bungo hanya beberapa saat sebelum

  • halaman 29 dari 61

    SALINAN

    pelaksanaan tender menimbulkan dugaan adanya

    pengaturan tender antara Panitia Pengadaan dengan

    pemenang tender dan atau dengan peserta lain baik secara

    langsung maupun tidak langsung. Namun demikian,

    dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang

    cukup karena Saudara Mawardi selaku Kepala Cabang PT

    Paesa Pasindo Engineering di Muara Bungo tidak

    menghadiri panggilan pemeriksaan di KPPU meskipun

    telah dipanggil secara patut;------------------------------------

    Paket Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert

    Bandara Udara Muara Bungo;----------------------------------------------------

    18.9.3 Persekongkolan Horizontal; ------------------------------------------------

    18.9.3.1 Bahwa hubungan kekerabatan antara pemilik dan

    pengurus PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah

    Permata Anugrah serta dugaan adanya kantor bersama

    kedua perusahaan tersebut, tidak bisa menjadi dasar

    adanya dugaan persekongkolan horizontal karena kedua

    perusahaan tersebut tidak bersaing dalam paket yang sama

    walaupun Panitia Pengadaannya sama;------------------------

    18.9.3.2 Bahwa kesamaan dokumen tender PT Riyah Permata

    Anugrah, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Anisa Putri

    Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pada Paket Galian

    Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara

    Bungo Tahun Anggaran 2009 diakibatkan karena softcopy

    Bill of Quantity yang diberikan Panitia Pengadaan sudah

    berisi harga satuan pada beberapa itemnya;-------------------

    18.9.3.3 Bahwa selisih harga penawaran PT Riyah Permata

    Anugrah, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Anisa Putri

    Ragil JO PT Rudy Agung Laksana, tidak terlalu signifikan

    merupakan indikasi adanya persekongkolan horizontal

    diantara perusahaan-perusahaan tersebut. Namun dugaan

    tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup

  • halaman 30 dari 61

    SALINAN

    terutama berkenaan dengan informasi yang menunjukkan

    bahwa para peserta tender tersebut saling mengenal dan

    saling bekerja sama baik secara langsung maupun tidak

    langsung dalam penyusunan dokumen tender;---------------

    18.9.3.4 Bahwa kesamaan surat penawaran antara PT Waskita

    Karya (Persero) dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy

    Agung Laksana dengan perbedaan hanya pada jenis dan

    ukuran huruf (font) mengindikasikan bahwa dokumen

    tersebut berasal dari satu sumber. Namun dugaan tersebut

    tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup terutama

    berkenaan dengan informasi yang menunjukkan bahwa

    personel dari masing-masing perusahaan yang membuat

    surat penawaran tersebut saling mengenal atau saling

    bertukar dokumen;------------------------------------------------

    18.9.3.5 Bahwa ketidakseriusan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy

    Agung Laksana dalam mengikuti tender menimbulkan

    dugaan bahwa perusahaan tersebut hanya berperan sebagai

    pelengkap tender yang mengindikasikan adanya

    persekongkolan horizontal, namun dugaan tersebut

    disangkal berdasarkan atas pernyataan bahwa PT Anisa

    Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana akan terus

    berkomitmen untuk tetap memasukkan penawaran jika

    sudah mendaftar di suatu tender;-------------------------------

    18.9.3.6 Bahwa keterangan beberapa saksi yang ikut mendaftar

    namun tidak memasukkan penawaran dalam tender ini

    menunjukkan tidak adanya tekanan, ancaman, atau

    pengaturan horizontal dalam proses tender.-------------------

    18.9.4 Persekongkolan Vertikal; ---------------------------------------------------

    18.9.4.1 Bahwa pemberian softcopy Bill of Quantity yang berisi

    satuan harga dari beberapa itemnya oleh Panitia

    Pengadaan menimbulkan dugaan adanya pengaturan

    tender yang menguntungkan PT Riyah Permata Anugrah

  • halaman 31 dari 61

    SALINAN

    selaku pemenang di Paket Tender Pekerjaan Galian Tanah

    Sisi Udara dan Box Culvert Bandara Udara Muara Bungo;

    18.9.4.2 Bahwa tidak dibatalkannya kontrak atas alasan pemberian

    softcopy Bill of Quantity yang berisi satuan harga

    sebagaimana pendapat Saksi Ahli menguatkan dugaan

    adanya pengaturan vertikal antara panitia dengan

    pemenang tender baik secara langsung maupun tidak

    langsung;-----------------------------------------------------------

    18.9.4.3 Bahwa pembukaan kantor cabang PT Riyah Permata

    Anugrah di Muara Bungo yang dipimpin oleh Bupati di

    Kabupaten Bungo hanya beberapa saat sebelum

    pelaksanaan tender menimbulkan dugaan adanya

    pengaturan tender antara Panitia Pengadaan dengan

    pemenang tender dan atau dengan peserta lain baik secara

    langsung maupun tidak langsung. Namun dugaan tersebut

    tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup karena

    Saudara Ja’ali Rasyid selaku Kepala Cabang PT Riyah

    Permata Anugrah di Muara Bungo tidak menghadiri

    panggilan pemeriksaan di KPPU meskipun telah dipanggil

    secara patut.;------------------------------------------------------

    18.10 Kesimpulan;---------------------------------------------------------------------------

    18.10.1 Berdasarkan analisis terhadap fakta-fakta dan alat bukti berupa

    keterangan para Saksi, Ahli, Terlapor, dan surat dan/atau dokumen

    yang diperoleh selama Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan

    Lanjutan, Tim Pemeriksa menyimpulkan tidak terdapat bukti

    yang cukup atas terjadinya pelanggaran Pasal 22 Undang-

    Undang Nomor 5 Tahun 1999 baik persekongkolan horizontal

    maupun persekongkolan vertikal dalam Tender Paket Pekerjaan

    Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas serta Paket

    Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara

    Bungo Sumber Dana DAU Tahun Jamak (multiyears) 2009-2011;--

  • halaman 32 dari 61

    SALINAN

    18.10.2 Namun demikian, Tim Pemeriksa masih mempunyai keyakinan

    terhadap adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama

    dalam arah vertikal yang salah satunya didasarkan atas

    ketidakhadiran Kepala Cabang PT Paesa Pasindo Engineering dan

    PT Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo dalam beberapa kali

    pemanggilan pemeriksaan oleh KPPU; ----------------------------------

    19. Menimbang bahwa Tim Pemeriksa Lanjutan telah menyampaikan Laporan Hasil

    Pemeriksaan Lanjutan kepada Komisi, untuk dilaksanakan Sidang Majelis Komisi;

    20. Menimbang bahwa selanjutnya, Komisi menerbitkan Penetapan Komisi Nomor

    143/KPPU/PEN/VIII/2010 tanggal 6 Agustus 2010, untuk dilaksanakannya Sidang

    Majelis Komisi Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 terhitung sejak tanggal 9

    Agustus 2010 sampai dengan 23 September 2010 (vide bukti A84); -----------------

    21. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Sidang Majelis Komisi, Komisi

    menerbitkan Keputusan Komisi Nomor 278/KPPU/KEP/VIII/2010 tanggal 6

    Agustus 2010 tentang Penugasan Anggota Komisi Sebagai Majelis Komisi dalam

    Sidang Majelis Komisi Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 (vide bukti A85); --------

    22. Menimbang bahwa selanjutnya Sekretaris Jenderal Sekretariat Komisi

    menerbitkan Surat Tugas Nomor 1184/SJ/ST/VIII/2010 dan Surat Tugas Nomor

    1185/SJ/ST/VIII/2010 tanggal 6 Agustus 2010 yang menugaskan Sekretariat

    Komisi untuk membantu Majelis Komisi dalam Sidang Majelis Komisi (vide bukti

    A86, A87); ------------------------------------------------------------------------------------

    23. Menimbang bahwa Majelis Komisi telah menyampaikan Petikan Penetapan

    Sidang Majelis dan Salinan Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan kepada para

    Terlapor (vide bukti A88, A89, A90, A91, A92, A93); ---------------------------------

    24. Menimbang bahwa Majelis Komisi memberi kesempatan kepada para Terlapor

    untuk memeriksa berkas perkara (enzage) dan telah dilaksanakan pada tanggal 30

    Agustus 2010 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2010 (vide bukti B42, B43,

    B44); -------------------------------------------------------------------------------------------

    25. Menimbang bahwa dalam Sidang Majelis Komisi pada tanggal 1 September 2010,

    Majelis Komisi telah mendengar dan menerima Pembelaan dan Tanggapan lisan

    dan tertulis dari para Terlapor terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan (vide

    bukti B45, A105, A106, A107);------------------------------------------------------------

  • halaman 33 dari 61

    SALINAN

    26. Menimbang bahwa dalam Pembelaan dan Tanggapan terhadap Laporan Hasil

    Pemeriksaan Lanjutan yang disampaikan dalam Sidang Majelis tanggal 1

    September 2010, Terlapor I pada pokoknya menyampaikan hal-hal sebagai

    berikut (vide bukti A105); ------------------------------------------------------------------

    26.1 Terkait dengan Analisa Dugaan Persekongkolan Vertikal; --------------------

    26.1.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa tidak dibatalkannya kontrak atas

    alasan pemberian softcopy Bill of Quantity yang berisi satuan harga

    sebagaimana pendapat Saksi Ahli menguatkan dugaan adanya

    pengaturan vertikal antara panitia dengan pemenang tender baik

    secara langsung maupun tidak langsung;--------------------------------

    26.1.2 Terlapor I menanggapi bahwa (1) softcopy Bill of Quantity yang

    kami terima adalah softcopy Bill of Quantity dengan harga satuan

    kosong, kecuali untuk beberapa item memang ada berisikan harga

    satuan. Jadi softcopy Bill of Quantity yang kami terima bukanlah

    Bill of Quantity dengan harga satuan yang lengkap; (2) Kami tidak

    pernah melakukan komunikasi dengan pihak panitia baik sebelum,

    pada saat, maupun setelah proses tender (cfm. Butir H. Nomor 12

    Salinan Laporan hasil Pemeriksaan lanjutan: Bahwa Panitia

    Pengadaan tidak pernah dihubungi oleh peserta tender) sehingga

    dugaan bahwa ada pengaturan vertikal antara panitia dengan

    pemenang tender aik secara langsung maupun tidak langsung

    adalah sesuatu hal yang mustahil; ----------------------------------------

    26.1.3 Dalam LHPL dinyatakan bahwa pembukaan kantor cabang PT

    Paesa Pasindo Engineering di Muara Bungo yang dipimpin oleh

    Bupati Kabupaten Bungo hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan

    tender menimbulkan dugaan adanya pengaturan tender antara

    Panitia Pengadaan dengan pemenang tender dan atau dengan

    peserta lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun

    demikian, dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang

    cukup karena Saudara Mawardi selaku Kepala Cabang PT Paesa

    Pasindo Engineering di Muara Bungo tidak menghadiri panggilan

    pemeriksaan di KPPU meskipun telah dipanggil secara patut; -------

  • halaman 34 dari 61

    SALINAN

    26.1.4 Terlapor I menanggapi bahwa kami tidak tahu ada pembukaan

    kantor cabang PT Paesa Pasindo Engineering di Muara Bungo yang

    dipimpin oleh Bupati Kabupaten Muara Bungo. Kami hanya tahu

    bahwa ada peresmian kantor cabang PT Paesa Pasindo Engineering

    yang dihadiri oleh Bupati kabupaten Bungo dari Tim Pemeriksa

    pada saat pemeriksaan, dimana peresmian dimaksud tidak pernah

    kami ketahui apalagi setujui. Perlu diketahui, pada saat peresmian

    dimaksud terjadi, kami belum pernah bertemu apalagi mengenal

    Bupati kabupaten Bungo. Kami mengenal Bupati pada saat

    peletakan batu pertama proyek Pembangunan Gedung Terminal dan

    Menara Pengawas Bandara Muara Bungo. Jadi tidak relevan

    menghubungkan peresmian kantor cabang PT Paesa Pasindo

    Engineering yang notabene tidak pernah kami ketahui atau setujui,

    apalagi dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bungo dengan dugaan

    adanya pengaturan tender antara Panitia Pengadaan dengan

    pemenang tender dan atau dengan peserta lain baik secara langsung

    maupun tidak langsung; ---------------------------------------------------

    26.1.5 Terlapor I menanggapi bahwa tidak ada hubungan antara Sdr.

    Mawardi selaku Kepala Cabang PT Paesa Pasindo Engineering di

    Jambi dengan proses tender ini karena Sdr. Mawardi hanyalah

    Kacab yang rencananya mengurus penjualan hotmix dalam rangka

    “utilisasi iddle asset” berupa AMP ex. proyek Aceh yang sampai

    saat ini masih tersimpan di gudang Medan. Pada kenyataannya, Sdr.

    Mawardi selaku Kepala Cabang dan Cabang PT Paesa Pasindo

    Engineering sebagai suatu entitas di Jambi TIDAK PERNAH

    AKTIF;-----------------------------------------------------------------------

    26.2 Terkait dengan Kesimpulan Pembelaan; -----------------------------------------

    26.2.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa “.........Namun demikian, Tim

    Pemeriksa masih mempunyai keyakinan terhadap adanya

    pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah vertikal

    yang salah satunya didasarkan atas ketidakhadiran Kepala Cabang

    PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah di

  • halaman 35 dari 61

    SALINAN

    Muara Bungo dalam beberapa kali pemanggilan pemeriksaan oleh

    KPPU”; ----------------------------------------------------------------------

    26.2.2 Terlapor I menanggapi bahwa (1) Kami tidak pernah melakukan

    persekongkolan dengan pihak manapun, baik horizontal maupun

    vertikal dalam proses tender pekerjaan Pembangunan Gedung

    Terminal dan Menara Pengawas bandara Muara Bungo; (2)

    Ketidakhadiran Kepala Cabang yang dimaksud bukanlah

    menunjukkan adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu

    terutama dalam arah vertikal. Logika yang mengaitkan

    ketidakhadiran Kepala Cabang (yang notabene di luar kontrol

    perusahaan karena sejak awal, perusahaan tidak pernah

    berkomunikasi dengan Kacab dimaksud), dengan dugaan adanya

    pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah vertikal

    sangatlah tidak masuk akal; -----------------------------------------------

    27. Menimbang bahwa dalam Pembelaan dan Tanggapan terhadap Laporan Hasil

    Pemeriksaan Lanjutan yang disampaikan dalam Sidang Majelis tanggal

    1 September 2010, Terlapor II pada pokoknya menyampaikan hal-hal sebagai

    berikut (vide bukti A106): ------------------------------------------------------------------

    27.1 Terkait dengan Analisa Dugaan Persekongkolan Horizontal; -----------------

    27.1.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa kesamaan dokumen tender

    PT Riyah Permata Anugrah (PT RPA), PT Waskita Karya

    (Persero), dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana

    pada Paket Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara dan Box

    Culvert Bandara Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009

    diakibatkan karena softcopy Bill of Quantity yang diberikan oleh

    Panitia Pengadaan sudah berisi harga satuan pada beberapa

    itemnya;----------------------------------------------------------------------

    27.1.2 Terlapor II menanggapi bahwa dokumen yang disangkakan telah

    terjadi, adalah diluar kontrol kami sebagai peserta tender. Softcopy

    Bill of Quantity yang diberikan oleh Panitia Pengadaan kepada

    kami telah melalui proses prosedural yang diberlakukan oleh

  • halaman 36 dari 61

    SALINAN

    Panitia Pengadaan. Hal tersebut membuktikan bahwa PT RPA tidak

    melakukan Persekongkolan Horizontal; ---------------------------------

    27.1.3 Dalam LHPL dinyatakan bahwa selisih harga penawaran PT Riyah

    Permata Anugrah, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Anisa Putri

    Ragil JO PT Rudy Agung Laksana, tidak terlalu signifikan

    merupakan indikasi adanya persekongkolan horizontal di antara

    perusahaan-perusahaan tersebut. Namun dugaan tersebut tidak

    didukung oleh fakta dan bukti yang cukup terutama berkenaan

    dengan informasi yang menunjukkan bahwa para peserta tender

    tersebut saling mengenal dan saling bekerja sama baik secara

    langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan dokumen; -----

    27.1.4 Terlapor II menanggapi bahwa selisih harga penawaran yang terjadi

    di antara para peserta tender bisa saja dimungkinkan dengan

    disparitas +/- 0,5%, mengingat tender ini adalah bersifat terbuka

    (pelelangan terbuka) dengan tingkat persaingan yang ketat. Di

    samping itu PT. RPA tidak mengenal peserta tender lain (baik

    secara langsung maupun tidak langsung) yang memungkinkan

    terjadinya kerjasama. Sehingga selisih harga yang terjadi tidak serta

    merta menunjukkan bahwa telah terjadi persekongkolan horizontal.

    27.2 Terkait dengan Analisa Dugaan Persekongkolan Vertikal;--------------------

    27.2.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa tidak dibatalkannya kontrak atas

    alasan pemberian softcopy Bill of Quantity yang berisi satuan harga

    sebagaimana pendapat Saksi Ahli menguatkan dugaan adanya

    pengaturan vertikal antara panitia dengan pemenang tender baik

    secara langsung maupun tidak langsung;--------------------------------

    27.2.2 Terlapor II menanggapi bahwa PT RPA mendapatkan “soft copy”

    dari Panitia Pengadaan yang berisi Bill of Quantity dan daftar Item

    Pekerjaan dengan harga satuan yang masih kosong, kecuali ada

    beberapa item pekerjaan yang telah terisi harga satuannya. Jadi

    tidaklah benar bahwa PT RPA telah mendapatkan “soft copy” dari

    Panitia Pengadaan berupa Bill of Quantity dan item pekerjaan yang

    semuanya telah berisi harga satuan. Sedangkan dugaan bahwa ada

  • halaman 37 dari 61

    SALINAN

    pengaturan vertikal antara panitia dan pemenang tender baik secara

    langsung maupun tidak langsung adalah tidak berdasar karena

    PT Riyah Permata Anugrah (RPA) tidak pernah melakukan

    komunikasi dengan pihak Panitia selama tender (baik sebelum,

    pada saat, maupun setelah proses tender). Lihat H.12. tentang

    Panitia Pengadaan bahwa Panitia Pengadaan tidak pernah

    dihubungi oleh peserta tender; --------------------------------------------

    27.2.3 Dalam LHPL dinyatakan bahwa pembukaan kantor cabang PT

    Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo yang dipimpin oleh

    Bupati Kabupaten Bungo hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan

    tender menimbulkan dugaan adanya pengaturan tender antara

    Panitia Pengadaan dengan pemenang tender dan atau dengan

    peserta lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun

    demikian, dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang

    cukup karena Saudara Jaali Rasyid selaku Kepala Cabang PT Riyah

    Permata Anugrah di Muara Bungi tidak menghadiri panggilan

    pemeriksaan di KPPU meskipun telah dipanggil secara patut; -------

    27.2.4 Terlapor II menanggapi bahwa PT RPA tidak pernah melakukan

    aktivitas peresmian pembukaan cabangnya di Muara Bungo.

    Apalagi mengundang Bupati Kabupaten Muara nungo untuk

    meresmikannya. Kami tidak pernah bertemu dan berkenalan dengan

    Bupati Kabupaten Bungo baik pada saat tender maupun pada saat

    Perletakan Batu Utama dimulainya Proyek Pembangunan Bandara

    Muara bungo. Untuk Sdr. Jaali Rasyid, meskipun pernah ditunjuk

    sebagai Kepada Cabang PT RPA di Jambi, akan tetapi pada

    kenyataannya selama proses tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi

    Udara dan Box Culvert Bandara Udara Muara Bungo, yang

    bersangkutan selaku Kepala Cabang yang menanggungjawabi

    Cabang PT RPA di Jambi tidak pernah melakukan aktivitas

    PT RPA di Muara Bungo sebagaimana mestinya.;---------------------

    27.3 Terkait dengan Kesimpulan; -------------------------------------------------------

  • halaman 38 dari 61

    SALINAN

    27.3.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa “.........Namun demikian, Tim

    Pemeriksa masih mempunyai keyakinan terhadap adanya

    pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah vertikal

    yang salah satunya didasarkan atas ketidakhadiran Kepala Cabang

    PT. Paesa Pasindo Engineering dan PT. Riyah Permata Anugrah di

    Muara Bungo dalam beberapa kali pemanggilan pemeriksaan oleh

    KPPU”; ----------------------------------------------------------------------

    27.3.2 Terlapor II menanggapi bahwa Persekongkolan dengan pihak

    manapun, baik horizontal maupun vertikal dalam proses tender

    pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas

    Bandara Muara Bungo hanya mungkin terjadi bila terjadi

    komunikasi khusus di antara panitia Pengadaan dengan peserta

    tender. Pada kenyataannya PT RPA tidak pernah melakukan

    komunikasi yang dimaksud dengan pihak manapun, baik horizontal

    maupun vertikal dalam proses tender pekerjaan Pembangunan

    Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Muara Bungo.

    Ketidakhadiran Kepala Cabang yang dimaksud (PT RPA) bukanlah

    menunjukkan adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu. Karena

    menghubungkan ketidakhadiran Kepala Cabang PT RPA yang

    sejak awal tidak pernah aktif dan tidak pernah berkomunikasi

    dengan perusahaan (di luar kontrol perusahaan) dengan dugaan

    adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah

    vertikal menurut kami adalah tidaklah logis; ---------------------------

    28. Menimbang bahwa dalam Sidang Majelis tanggal 1 September 2010, Terlapor III

    hadir, namun tidak menyampaikan Pembelaan dan Tanggapan baik secara lisan

    ataupun tulisan (vide bukti B45); ----------------------------------------------------------

    29. Menimbang bahwa dalam Sidang Majelis tanggal 1 September 2010, Terlapor IV

    tidak hadir dan tidak menyampaikan Pembelaan dan Tanggapan (vide bukti B45);-

    30. Menimbang bahwa dalam Pembelaan dan Tanggapan Terlapor terhadap Laporan

    Hasil Pemeriksaan Lanjutan yang disampaikan dalam Sidang Majelis tanggal 1

    September 2010, Terlapor V menyatakan SANGAT KEBERATAN terhadap

  • halaman 39 dari 61

    SALINAN

    Laporan KPPU atas dugaan melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun

    1999 yang pada pokoknya meliputi hal-hal sebagai berikut (vide bukti A107): -----

    30.1 Terlapor V menyatakan bahwa PT Pembangunan Perumahan Cabang IX

    tidak mengenal kontraktor PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Bungo

    Pantai Bersaudara, PT Pembangunan Perumahan Cabang IX baru pertama

    kali mengetahui kedua kontraktor tersebut pada saat Pendaftaran Tender;--

    30.2 Terlapor V menyatakan bahwa PT Pembangunan Perumahan telah

    membuat penawaran sendiri dan melakukan perhitungan ulang pada item-

    item utama yang tercantum dalam softcopy yang diberikan Panitia

    Pengadaan dengan menghitung kembali kewajaran harganya;----------------

    30.3 Terlapor V beranggapan bahwa berdasarkan hal tersebut diatas (butir 30.1

    dan 30.2) dan Analisa Laporan KPPU serta berdasarkan fakta-fakta yang

    diperoleh selama Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan Lanjutan

    tersebut, tidak ada bukti yang menunjukkan keterkaitan PT Pembangunan

    Perumahan (Persero) dalam persekongkolan horizontal untuk

    memenangkan PT Paesa Pasindo Engineering dalam Paket Tender

    Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara

    Udara Muara Bungo;----------------------------------------------------------------

    30.4 Terlapor V menyatakan bahwa dalam Pedoman Pasal 22 tentang larangan

    Persekongkolan Dalam Tender yang diterbitkan oleh internal KPPU

    dijelaskan bahwa: -------------------------------------------------------------------

    Indikasi persekongkolan pada saat perencanaan, antara lain meliputi:--------

    a. Pemilihan metode pengadaan yang menghindari pelaksanaan

    tender/lelang secara terbuka.----------------------------------------------------

    b. Pencantuman spesifikasi teknik, jumlah, mutu, dan/atau waktu

    penyerahan barang yang akan ditawarkan atau dijual atau dilelang yang

    hanya dapat disuplai oleh satu pelaku usaha tertentu.-----------------------

    c. Tender/lelang dibuat dalam paket yang hanya satu atau dua peserta

    tertentu yang dapat mengikuti/melaksanakannya.----------------------------

    d. Ada keterkaitan antara sumber pendanaan dan asal barang/jasa.----------

    e. Nilai uang jaminan lelang ditetapkan jauh lebih tinggi dari pada nilai

    dasar lelang.-----------------------------------------------------------------------

  • halaman 40 dari 61

    SALINAN

    f. Penetapan tempat dan waktu lelang yang sulit dicapai dan diikuti.--------

    Indikasi persekongkolan pada saat pembentukan Panitia, antara lain

    meliputi:------------------------------------------------------------------------------

    a. Panitia yang dipilih tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan

    sehingga mudah dipengaruhi.---------------------------------------------------

    b. Panitia terafiliasi dengan pelaku usaha tertentu.----------------------------

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended