Home >Documents >OUTLOOK - ekon

OUTLOOK - ekon

Date post:16-Oct-2021
Category:
View:0 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
DAFTAR ISI
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Sektoral 2021 ...................................................................... 72
Kebijakan Prioritas ........................................................................................................................... 122
Realisasi dan Penyerapan Anggaran PEN ................................................................................. 171
Upaya Mendorong Percepatan Realisasi Program PEN ........................................................... 172
Monitoring World Bank Indonesia atas Program PEN .............................................................. 173
Percepatan Pemulihan sebagai Agenda Prioritas APBN 2021 .................................................. 174
Daftar Pustaka ................................................................................................................................... 183
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Pertumbuhan Ekonomi secara Spasial (%. yoy)
Tabel 2.2 Posisi Kredit Modal Kerja Berdasarkan Sektor Ekonomi (%)
Tabel 4.1 Pertumbuhan Perekonomian Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy)
Tabel 5.1 Realisasi PSR tahun 2016-2020*
Tabel 5.2 Capaian Implementasi Kartu Tani
Tabel 6.1 Rincian Anggaran PEN (dalam Rp. Triliun)
Tabel 6.2 Penyerapan Anggaran PEN (dalam Rp.Triliun)
Tabel 6.3 Klaster Kesehatan, Perlindungan Sosial, dan Sektoral K/L dan Pemda
Tabel 6.4 Klaster UMKM dan Pembiayaan Korporasi
Tabel 6.5 Klaster Insentif Usaha
OUTLOOK PEREKONOMIAN INDONESIA 2021 | iii
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1.2 Perekonomian Dunia dalam Resesi
Grafik 1.3 Deviasi Proyeksi PDB (%) dan Lockdown Stringency Index, Semester 1-2020
Grafik 1.4 Google Mobility Index
Grafik 1.5 Manufacturing PMI-Headline
Grafik 1.7 Pertumbuhan Perdagangan Global
Grafik 1.8 Neraca Sektor Jasa: Transportasi Penumpang dan Perjalanan
Grafik 1.9 Pergerakan Indeks Harga Komoditas Bulanan 2020
Grafik 1.10 Tahun dengan Penurunan Permintaan Minyak Bumi Terbesar
Grafik 1.11 Pergerakan Harga Minyak Bumi
Grafik 1.12 Tren Kebijakan Suku Bunga Global
Grafik 1.13 Kebijakan Moneter di Negara Berkembang
Grafik 1.14 Inflasi Kelompok Negara Maju (%)
Grafik 1.15 Inflasi di Kelompok Negara Berkembang (%)
Grafik 1.16 Persentase Stimulus Fiskal terhadap PDB
Grafik 1.17 Keseimbangan Primer Negara Berkembang
Grafik 1.18 Persentase Hutang Pemerintah terhadap PDB
Grafik 1.19 Tingkat Yield Obligasi AS
Grafik 1.20 Pergerakan Harga Saham Utama Dunia (Januari 2020=100)
Grafik 2.1 Perkembangan Kasus COVID-19 Nasional
Grafik 2.2 Tingkat Penyebaran COVID-19 Menurut Provinsi
Grafik 2.3 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Skenario Optimis dan Sangat Optimis
Grafik 2.4 Mobilitas Masyarakat Indonesia
Grafik 2.5 Survei Kegiatan Dunia Usaha (%)
Grafik 2.6 Retail Sales Index (%)
Grafik 2.7 Purchasing Manager Index (PMI Manufaktur)
Grafik 2.8 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor (%, yoy)
Grafik 2.9 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Pengeluaran (%, yoy)
Grafik 2.10 Mobilitas Masyarakat Wilayah Sumatra
Grafik 2.11 Mobilitas Masyarakat Wilayah Jawa
Grafik 2.12 Mobilitas Masyarakat Wilayah Kalimantan
Grafik 2.13 Mobilitas Masyarakat Wilayah Sulawesi
Grafik 2.14 Mobilitas Masyarakat Wilayah Bali dan Nusa Tenggara
Grafik 2.15 Mobilitas Masyarakat Wilayah Maluku dan Papua
Grafik 2.16 Perkembangan Inflasi mtm (%)
Grafik 2.17 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah (end of period)
Grafik 2.18 Perkembangan Yield SBN Tenor 10T
Grafik 2.19 Realisasi APBN s.d. 31 Juli, 2019 – 2020 (dalam triliun Rp)
Grafik 2.20 Neraca Transaksi Berjalan
Grafik 2.21 Neraca Perdagangan
Grafik 2.22 Neraca Jasa
Grafik 2.23 Perkembangan Transaksi Modal dan Finansial
Grafik 2.24 Posisi Cadangan Devisa
Grafik 2.25 Perkembangan Investasi Asing di Indonesia Berdasarkan Sektor (Ribu US$)
Grafik 2.26 Perkembangan PMDN Berdasarkan Sektor (dalam juta Rp)
Grafik 4.1 Perkembangan Distribusi PDB Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (%, yoy)
Grafik 4.2 Pertumbuhan PDB Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (%, yoy)
Grafik 4.3 Perkembangan Distribusi PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian (%, yoy)
terhadap PDB nasional
Grafik 4.4 Grafik Pertumbuhan PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian (%, yoy)
Grafik 4.5 Perkembangan Distribusi PDB Industri Pengolahan (%, yoy)
Grafik 4.6 Perkembangan Pertumbuhan PDB Industri Pengolahan (%, yoy)
Grafik 4.7 Distribusi PDB Subsektor Pengadaan Listrik dan Gas serta Proporsi Sektor Pengadaan
Listrik dan Gas terhadap PDB Nasional (%, yoy)
Grafik 4.8 Pertumbuhan PDB Sektor Pengadaan Listrik dan Gas (%, yoy)
Grafik 4.9 Perkembangan Distribusi PDB Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah Dan
Daur Ulang (%, yoy)
Daur Ulang (%, yoy)
Grafik 4.11 Proporsi PDB Sektor Konstruksi terhadap PDB Nasional (%, yoy)
Grafik 4.12 Pertumbuhan PDB Sektor Konstruksi (%, yoy)
Grafik 4.13 Konsumsi Semen Domestik (Ribu Ton)
Grafif 4.14 Perkembangan Distribusi PDB Sektor Perdagangan (%, yoy)
Grafik 4.15 Laju Pertumbuhan PDB Sektor Perdagangan (%, yoy)
Grafik 4.16 Distribusi PDB Subsektor Pengadaan Listrik dan Gas serta Proporsi Sektor Pengadaan
Listrik dan Gas terhadap PDB Nasional (%, yoy)
Grafik 4.17 Pertumbuhan PDB pada Subsektor Transportasi dan Pergudangan tahun 2020 (%,
yoy)
Grafik 4.19 Perkembangan Distribusi PDB Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (%,
yoy)
Grafik 4.20 Pertumbuhan PDB Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (%)
Grafik 4.21 Perkembangan Distribusi PDB Sektor Informasi dan Komunikasi (%, yoy)
Grafik 4.22 Pertumbuhan PDB Sektor Informasi dan Komunikasi (%, yoy)
Grafik 4.23 Perkembangan Distribusi PDB Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi serta Komponen
Pembentuknya terhadap Total PDB (%, yoy)
Grafik 4.24 Laju Pertumbuhan PDB Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (%, yoy)
Grafik 4.25 Perkembangan Distribusi PDB Real Estate (%, yoy)
Grafik 4.26 Perkembangan Pertumbuhan PDB Real Estat (%, yoy)
Grafik 4.27 Pertumbuhan PDB Sektor Jasa Perusahaan (%, yoy)
Grafik 4.28 Pertumbuhan PDB Sektor Jasa Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan
Sosial Wajib (%, yoy)
Grafik 4.30 Laju Pertumbuhan PDB Sektor Jasa Pendidikan (%, yoy)
Grafik 4.31 Distribusi PDB Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (%, yoy)
OUTLOOK PEREKONOMIAN INDONESIA 2021 | v
Grafik 4.32 Laju Pertumbuhan PDB Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (%, yoy)
Grafik 4.33 Pertumbuhan PDB Sektor Jasa Lainnya (%, yoy)
Grafik 5.1 Target Pinjaman Daerah 2020-2023 (miliar Rp)
Grafik5.2 Penyaluran KUR tahun 2020 per Bulan (s.d. Oktober 2020)
Grafik 5.3 Penyaluran KUR Berdasarkan Skema (s.d. Oktober 2020)
Grafik 5.4 Inflasi Umum dan Inflasi Bahan Makanan, 2018-2020 (%)
Grafik 5.5 Indikator Kemudahan Berbisnis 2020
vi | OUTLOOK PEREKONOMIAN INDONESIA 2021
DAFTAR GAMBAR
Gambar 5.2 Nilai Ekonomi Pengembangan Pisang Cavendish
Gambar 5.3 Pilar Pengembangan Klaster Pertanian
Gambar 5.4 Model Bisnis Closed Loop Cabai
Gambar 5.5 Model Pengembangan Kawasan Peternakan Terintegrasi
Gambar 5.6 Program 5P Industri Rumput Laut
Gambar 5.7 Mekanisme Kartu Prakerja
Gambar 5.8 Pokok-pokok UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan
Gambar 5.9 Norma Pokok Daftar Prioritas Investasi
Gambar 5.10 Konsepsi National Logistic Ecosystem (NLE)
Gambar 5.11 Peta Sebaran KEK
Gambar 5.12 Status Kemajuan PSN
Gambar 5.13 Status Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan
Gambar 5.14 Distribusi Kebutuhan Tenaga Kerja (HOK) Program Padat Karya Infrastruktur
Gambar 5.13 Tren Penyerapan Anggaran PEN (dalam triliun rupiah)
OUTLOOK PEREKONOMIAN INDONESIA 2021 | vii
DAFTAR SINGKATAN
Singkatan Kepanjangan
APD : Alat Pelindung Diri
APP : Asset Purchase Programme
BBM : Bahan Bakar Minyak
BNPB : Badan Nasional Penanggulangan Bencana
BKPM : Badan Koordinasi Penanaman Modal
BLT : Bantuan Langsung Tunai
BOS : Bantuan Operasional Sekolah
BP2BT : Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan
BPR : Bank Perkreditan Rakyat
BPUM : Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro
BUMN : Badan Usaha Milik Negara
BUMS : Badan Usaha Milik Swasta
CEPA : Comprehensive Economic Partnership Agreement
CHSE : Cleanliness, Health, Safety, environment
CPO : Crude Palm Oil
DID : Dana Insentif Daerah
DPK : Dana Pihak Ketiga
DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
EoDB : Ease of Doing Business
ESDM : Energi dan Sumber Daya Mineral
FAO : Food and Agriculture Organization
FDI : Foreign Direct Investment
FTA : Free Trade Agreement
Singkatan Kepanjangan
KCPEN : Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
KEK : Kawasan Ekonomi Khusus
KUR : Kredit Usaha Rakyat
LNG : Liquefied natural gas
LPEI : Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia
LRT : Light Rail Transit
MBR : Masyarakat Berpenghasilan Rendah
MFN : Most Favoured Nation
NDP : Nongsa Digital Park
NLE : National Logistic Ecosystem
NPI : Neraca Pembayaran Indonesia
OJK : Otoritas Jasa Keuangan
OPT : Organisme Pengganggu Tanaman
PEN : Pemulihan Ekonomi Nasional
PHK : Pemutusan Hubungan Kerja
PJJ : Pembelajaran Jarak Jauh
PKH : Program Keluarga Harapan
PLN : Perusahaan Listrik Negara
PNS : Pegawai Negeri Sipil
PMA : Penanaman Modal Asing
Singkatan Kepanjangan
PMI : Prompt Manufacturing Index
PMI : Pekerja Migran Indonesia
PMN penyertaan modal Negara
PPKOM : Perkembangan Properti Komersial
PPn : Pajak Pertambahan Nilai
PPh : Pajak Pertambahan Hasil
PTA : Prefential Trade Agreement
PSBB : Pembatasan Sosial Berskala Besar
PSN : Proyek Strategis Nasional
PSR : Peremajaan Sawit Rakyat
QRIS : QRcode Indonesia Standard
RDBPO : Refined Bleached and Deodorized Palm Oil
SBUM : Subsidi Bantuan Uang Muka
SDA : Sumber Daya Alam
SBN : Surat Berharga Negara
SBT : Saldo Bersih Tertimbang
SDM : Sumber daya Manusia
SFH : School From Home
SKB : Seleksi Kompetensi Bidang
SNI : Standar Nasional Indonesia
SSB : Subsidi Selisih Bunga
THR : Tunjangan Hari Raya
TLTRO III : Targeted Longer-Term Refinancing Operations
TMF : Transaksi modal dan finansial
UHC : Universal Health Coverage
UKT : Uang Kuliah Tunggal
UMK : Usaha Mikro Kecil
UPPO : Unit Pengolahan Pupuk Organik
VF : Volatile Foods
Tahun 2020 menjadi tahun yang dipenuhi dengan ketidakpastian ekonomi. Adanya pandemi
COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020 banyak mempengaruhi kondisi perekonomian global,
tidak terkecuali Indonesia. Sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi yang dialami oleh
berbagai negara, Indonesia saat ini telah berhasil melewati titik terendah dalam perekonomiannya.
Hal ini dibuktikan dari pertumbuhan Indonesia pada triwulan III 2020 tumbuh lebih baik bila
dibandingkan triwulan II 2020.
Laporan Outlook ini mengambil tema “Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Naional”. Tema ini
sejalan upaya perbaikan kondisi ekonomi yang tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang
dikeluarkan oleh Pemerintah secara intensif dalam penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi
Nasional (PC-PEN). Pemerintah menerapkan langkah-langkah strategis dalam menjaga momentum
pemulihan ekonomi, diantaranya melalui percepatan implementasi program PEN yang dibagi ke
dalam klaster kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, dukungan UMKM, pembiayaan
koperasi, hingga sektoral K/L dan Pemda. Pemerintah juga mendorong ekspor utama Indonesia
dengan memanfaatkan perbaikan harga komoditas. Selain itu, dalam mengatasi disrupsi kondisi
ketenagakerjaan akibat pandemi, Pemerintah juga mengeluarkan program Kartu Prakerja dan
melakukan reformasi regulasi melalui UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja. Dari sisi pemulihan
bidang kesehatan, Pemerintah juga saat ini tengah menyiapkan pengadaan vaksin dan pelaksanaan
vaksinasi COVID-19.
target perekonomian 2021. Laporan diawali dengan pembahasan mengenai perkembangan
perekonomian secara global yang meliputi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pasar
komoditas, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan pasar finansial. Bagian kedua merupakan
pembahasan mengenai perkembangan perekonomian Indonesia, mencakup pertumbuhan
ekonomi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, neraca pembayaran, dan perkembangan investasi.
Bagian ketiga membahas mengenai tantangan dan peluang perekonomian yang dilihat dari sisi
eksternal dan internal. Kemudian, bagian keempat pembahasan berfokus pada realisasi
pertumbuhan ekonomi sektoral 2020 dan target pertumbuhan tahun 2021 beserta kebijakan
pendorongnya. Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional, selanjutnya dipaparkan
berbagai kebijakan Kemenko Perekonomian yang dilaksanakan bersama dengan
Kementerian/Lembaga di bawah koordinasinya untuk mencapai target-target tersebut.
Selanjutnya, pada bagian terakhir dijabarkan kerangka konseptual dan realisasi dari Program
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih untuk seluruh pihak yang telah membantu penyusunan
laporan Outlook Perekonomian Indonesia ini. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi
para pemangku kepentingan, baik Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, pelaku usaha,
asosiasi, akademisi, dan media.
1
global masih diliputi oleh ketidakpastian. Hal
ini seiring dengan terjadinya gelombang
lanjutan COVID-19 di beberapa negara maju,
sementara jumlah kasus di negara
berkembang besar belum menunjukkan
penurunan. Meskipun demikian, outlook
lebih optimis dibandingkan proyeksi tengah
tahun karena pemulihan yang lebih cepat dan
kuat di Tiongkok. Selanjutnya untuk tahun
2021, pertumbuhan global diproyeksi akan
mengalami rebound meskipun belum mampu
kembali ke kondisi sebelum pandemi.
Outlook pertumbuhan di tahun 2020-2021
bergerak kearah pemulihan dengan tetap
dibayangi oleh downside risk. Dari sisi
downside risk, telah terjadi gelombang kedua
dan ketiga pandemi di beberapa negara,
sementara krisis finansial dan peningkatan
tensi sosial-politik masih menjadi risiko yang
perlu diwaspadai. Di sisi lain, pemulihan
ekonomi yang cepat di Tiongkok serta
sentimen positif terkait penemuan vaksin
menjadi upside risk yang mendukung outlook
pertumbuhan ke depan.
dikeluarkan untuk penanganan krisis akibat
COVID-19 telah mencapai US$11,7 triliun, atau
setara dengan 12% PDB global. Stimulus fiskal
digunakan untuk memberi dukungan
Bersamaan dengan itu, otoritas moneter di
berbagai negara juga menetapkan stimulus
berupa pelonggaran kuantitatif guna
yang lebih dalam di berbagai negara. Dampak
positif ini dapat dilihat dari perbaikan
sentimen produsen dan konsumen hingga
perbaikan di pasar komoditas hingga pasar
finansial.
telah menyebabkan kontraksi pada
perekonomian Indonesia. Data hingga
kontribusinya terhadap PDB seperti
pengolahan, pertambangan dan penggalian,
perdagangan, serta transportasi dan
pengeluaran, komponen konsumsi rumah
perdagangan menunjukkan penurunan,
Perekonomian mengestimasi Indonesia
dalam di tahun 2020 ditopang oleh perbaikan
kinerja sektoral kontributor utama PDB dan
pertumbuhan sektor informasi dan
Angka estimasi ini dibayangi oleh downside
risk yang cukup signifikan. Dari sisi
kesehatan, tingkat penyebaran COVID-19
masih tinggi sehingga kepercayaan
sepenuhnya pulih. Selain itu, daya beli
masyarakat yang masih lemah menahan laju
pertumbuhan konsumsi. Meskipun
Ekonomi Nasional (PEN), perkembangan
vaksinasi, hingga penguatan harga
Di tengah tingginya ketidakpastian,
fundamental perekonomian Indonesia. Nilai
sempat mengalami depresiasi terhadap
berpotensi dapat menguat hingga akhir
tahun 2020 dan diproyeksi dapat stabil pada
kisaran Rp14.600/US$ di tahun 2021.
Selanjutnya meskipun mengalami deflasi
dengan pembukaan aktivitas kembali.
tahun 2020 dan mendorong perbaikan
ekonomi di tahun 2021. Dari sisi fiskal,
pemerintah mengambil extraordinary
measures untuk memprioritaskan
defisit untuk mendukung pembiayaan.
Stimulus fiskal selanjutnya menjadi
instrumen utama pemerintah untuk
menjamin kapasitas pelayanan kesehatan
serta melindungi masyarakat kelompok
Selanjutnya dari sisi moneter, Bank Indonesia
mendukung pemulihan perekonomian
makroprudensial yang akomodatif untuk
keberlanjutan Program Pemulihan Ekonomi
tahun 2021. Angka pertumbuhan tersebut
diperkirakan utamanya akan didukung oleh
pertumbuhan di sektor pertanian,
kehutanan, dan perikanan; konstruksi,
Kemenko Perekonomian juga melihat
Indonesia baik di sisi eksternal maupun
internal. Dari sisi eksternal, Indonesia juga
akan menghadapi tantangan seperti resesi
global, pembatasan logistik dan penurunan
permintaan komoditas, ketidakpastian arah
hubungan perdagangan AS-Tiongkok, hingga
dan pemanfaatan teknologi.
penurunan permintaan domestik, isu
masih berada di atas 3%. Namun demikian,
Indonesia memiliki peluang berupa ekspor
komoditas, ekonomi digital, dan pengadaan
vaksinasi.
extraordinary measures untuk menangani
mengakselerasi transformasi, agar Indonesia
mampu keluar dari jebakan negara
berpendapatan menengah.
perekonomian difokuskan pada
Strategi ini dijalankan melalui program PEN
yang di tahun 2020 mendapat alokasi dana
sebesar Rp695,2 triliun. Anggaran ini
digunakan untuk memberikan dukungan
kesehatan, perlindungan sosial, dukungan
serta pembiayaan korporasi.
bank umum mitra; pinjaman PEN ke daerah;
Dana Insentif Daerah (DID) tambahan;
insentif pajak untuk wajib pajak terdampak;
penempatan pelaksanaan PEN pada BUMN;
penyediaan vaksin COVID-19; program
belanja warung tetangga; koordinasi
bantuan produktif bagi pelaku usaha mikro;
kartu pra kerja; padat karya infrastruktur;
hingga dukungan penanganan COVID-19
Selanjutnya untuk strategi pertumbuhan
jangka menengah, pemerintah terus
mendorong transformasi struktural yang
pandemi COVID-19 telah terjadi perubahan
pola kerja, dan oleh karena itu, lingkungan
bisnisnya. Penggunaan teknologi dan
mendasari praktik bisnis dan perilaku kerja di
masa mendatang. Perubahan-perubahan
perlindungan bagi masyarakat terutama
kebutuhan masyarakat dan dunia usaha akan
kemudahan berusaha sementara
dan peraturan turunannya, Kemenko
Perekonomian turut mendukung akselerasi
transformasi struktural melalui kebijakan-
struktural dalam jangka menengah-panjang.
pengembangan ekosistem logistik nasional;
industri; penyusunan rencana induk
percepatan pengembangan kawasan Batam-
Khusus.
pendek dan pertumbuhan di jangka
menengah, perekonomian Indonesia
pertumbuhan yang ditargetkan.
Perkembangan Perekonomian Global
PERTUMBUHAN EKONOMI
mengalami penurunan akibat meningkatnya
ketidakpastian global seiring dengan
terjadinya pandemi COVID-19. Tingkat
melebihi level di tahun 2019, yaitu ketika
terjadi konflik dagang antara AS dan
Tiongkok yang berkepanjangan. Tingkat
tingkat ketidakpastian ini turut disebabkan
oleh fakta bahwa dunia menghadapi situasi
krisis yang sama sekali baru dan berbeda,
termasuk jika dibandingkan dengan situasi
saat Flu Spanyol terjadi di tahun 1918.
Grafik 1.1 Indeks Ketidakpastian Global
Sumber: World Bank, 2020
Perekonomian dunia telah menunjukkan
seiring dengan merebaknya COVID-19 di
Tiongkok. Pertumbuhan global selanjutnya
mengendalikan penyebaran virus. Pada
arah pelemahan hingga berada di bawah
rata-rata historis.
Sentimen positif pada periode ini secara
umum juga membaik karena adanya
peningkatan kapasitas pengetesan,
Meskipun demikian, terjadinya gelombang
dapat memengaruhi tren perbaikan yang
terjadi di periode sebelumnya. Pada
gelombang lanjutan ini, terjadi peningkatan
kasus infeksi COVID-19 yang lebih tinggi
dibandingkan saat gelombang pertama.
Jerman, Perancis, dan Polandia kembali
memberlakukan kebijakan lockdown nasional
sementara Inggris memberlakukan lockdown
baru di kelompok negara berkembang
seperti Rusia, India, Iran, Meksiko, dan
Indonesia masih belum menunjukkan
COVID-19 yang terkonfirmasi telah tercatat
lebih dari 48 juta dengan jumlah kematian
mencapai lebih dari 1,2 juta jiwa. Dari jumlah
kasus tersebut, rata-rata tingkat infeksi dan
kematian harian di kelompok negara-negara
berkembang masih lebih tinggi daripada di
kelompok negara maju.
kemampuan penanganan kesehatan dan
keberlangsungan aktivitas ekonomi, maka
pada faktor kesehatan yang meliputi
pengendalian penyebaran virus di sebagian
403.7
0
100
200
300
400
500
Perkembangan Perekonomian Global
besar negara serta penemuan dan distribusi
vaksin yang efektif.
sendiri merupakan prasyarat bagi
keberlanjutan aktivitas ekonomi karena
menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan
aktivitas. Selanjutnya ketika masyarakat
kembali beraktivitas, perekonomian yang
krisis akibat COVID-19.
resesi dengan pertumbuhan ekonomi negatif
pada triwulan I dan II di sebagian besar
negara. Di tahun 2020 sendiri, diperkirakan
sebesar 92,9% negara di dunia akan
mengalami resesi. Angka tersebut tercatat
sebagai yang tertinggi dalam sejarah
modern, dengan periode Great Depression di
tahun 1931 berada pada posisi kedua dengan
83,8% ekonomi dunia mengalami resesi.
Selanjutnya ditinjau dari tingkat dampaknya,
resesi yang terjadi akibat pandemi COVID-19
tercatat sebagai resesi paling dalam setelah
Perang Dunia II dan hampir tiga kali lebih
dalam daripada periode Krisis Finansial Global
di tahun 2008.
Sumber: World Bank, 2020
Penurunan pertumbuhan terjadi sebagai
implikasi dari kebijakan pembatasan
pergerakan manusia maupun barang.
Kebijakan pencegahan penyebaran ini
konsumsi, investasi, serta ekspor-impor
negara maju maupun berkembang
besar negara.
selanjutnya berimplikasi terhadap
memerlukan barang untuk mendukungnya.
selanjutnya menyebabkan tingkat konsumsi
masyarakat mengalami penurunan secara
agregat. Selain menyebabkan penurunan
perdagangan, penurunan konsumsi juga
karena investor menunda keputusan
Sektor ketenagakerjaan selanjutnya
ketenagakerjaan paling banyak dirasakan
rendah yang tidak memiliki pilihan untuk
bekerja dari rumah. Terkait dengan hal ini,
International Labour Organization (ILO)
terdampak oleh pandemi.
Perkembangan Perekonomian Global
Dengan adanya tekanan terhadap
pertumbuhan perekonomian dan sektor
ketenagakerjaan, World Bank memperkira-
kan terjadinya peningkatan angka
meningkat dari 8,23% di tahun 2019 menjadi
8,82-9,18% di tahun 2020. Sejalan dengan
perkiraan tersebut, angka kemiskinan juga
diperkirakan akan mengalami peningkatan
COVID-19. Peningkatan tersebut berasal dari
176 juta orang di kelompok negara
berpendapatan rendah dan 177 juta orang di
kelompok berpendapatan menengah yang
Untuk mengatasi dampak krisis ekonomi,
pemerintah dan bank sentral di berbagai
negara telah mengeluarkan kebijakan
menjadi penyangga atas guncangan yang
terjadi. Stimulus yang diberikan negara untuk
mengatasi dampak pandemi COVID-19 ini
besar secara nilai serta komprehensif secara
cakupan, karena tidak hanya dibutuhkan
untuk mendorong sektor riil, tetapi juga
diperlukan untuk menjamin keberlanjutan
berbagai kebijakan stimulus yang dikeluarkan
oleh berbagai negara telah memberikan
dampak positif terhadap sentimen pasar
sehingga mampu menggerakkan kembali
pergerakan perekonomian. Selain itu,
pemerintah, terutama di negara-negara
berkembang, perlu memperhatikan aspek
keberlanjutan utang eksternal untuk
menjaga kestabilan perekonomian setelah
Ekonomi IMF1 World Bank2
Dunia 2,9 -4,4 5,2 2,4 -5,2 4,2
Amerika Serikat 1,7 -4,3 3,1 2,3 -6,1 4,0
Kawasan Euro 2,3 -8.3 5,2 1,2 -9,1 4,5
Jepang 0,7 -5,3 2,3 0,7 -6,1 2,5
Tiongkok 6,1 1,9 8,2 6,1 1,0 6,9
India 4,2 -10,3 8,8 4,2 -3,2 3,1
ASEAN-53 4,9 -3,4 6,2 4,9 -1,4 5,8
Sumber: IMF (Oktober 2020), World Bank (Juni 2020)
Keterangan: “e” adalah singkatan dari “estimasi” dan “p” adalah singkatan dari “prediksi”
Kemenko Perekonomian melihat dunia
terjadi konvergensi pertumbuhan ke arah
perlambatan di sebagian besar negara,
1 IMF menghitung pertumbuhan dengan menggunakan pembobotan berdasarkan purchasing power parity dengan mengasumsikan real effective exchange rate konstan dan dilakukan penyesuaian musiman terhadap data per kuartal 2 World Bank menghitung pertumbuhan agregat menggunakan US$ konstan 2010 dengan bobot PDB 3 Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam
termasuk Tiongkok. Meskipun demikian,
Kemenko Perekonomian menilai bahwa
OUTLOOK PEREKONOMIAN INDONESIA 2021 | 5
Perkembangan Perekonomian Global
yang lebih besar, seperti gelombang lanjutan
pandemi, krisis finansial, hingga gejolak
sosial.
gelombang pandemi lanjutan. Sementara itu
dalam kasus negara berkembang, banyak di
antaranya yang tidak siap dalam menghadapi
krisis ekonomi dan kesehatan yang
berlangsung secara bersamaan. Tekanan
negara berkembang yang tidak memiliki
sistem kesehatan yang mencukupi.
yang memiliki ketergantungan tinggi pada
perdagangan internasional, sektor
yang lebih besar, mengingat akses yang lebih
sulit bagi sebagian besar masyarakatnya
terhadap fasilitas kesehatan, jaring
pemulihan ekonomi menghadapi
sehingga kebijakan pembatasan masih
dari kebijakan pembatasan sendiri
pemulihan ekonomi.
kebijakan pembatasan yang ketat di awal
masa pandemi dapat mendorong pemulihan
ekonomi yang lebih cepat. Meskipun
pembatasan ketat dapat menyebabkan
tersebut akan dikompensasi oleh
pertumbuhan dalam jangka menengah.
pandemi berkontribusi positif terhadap
kecepatan penanganan virus, sehingga
mengurangi perlunya masyarakat untuk
melakukan pembatasan aktivitas secara
memberlakukan lockdown ketat maupun
Tiongkok adalah 62,36 dan Vietnam sebesar
47,91). Dengan pengendalian yang efektif di
awal pandemi, kedua negara dapat segera
membuka kembali aktivitas perekonomian
sementara Vietnam sebesar 4,35% dari angka
di Bulan Januari).
Grafik 1.3 Deviasi Proyeksi PDB (%) dan Lockdown Stringency Index, Semester I-2020
Sumber: IMF, 2020
akan cenderung melakukan pembatasan
memperpanjang periode kelesuan ekonomi.
0
10
20
30…