Home >Science >Otak dan sumsum tulang belakang

Otak dan sumsum tulang belakang

Date post:25-Jan-2015
Category:
View:2,380 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. Ni Made Inten Kusuma Dewi XI A4/19 SMA NEGERI 1 TABANAN Tahun Ajaran 2012/2013

2. Otak dan Sumsum Tulang Belakang Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu: 1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea/kelabu) 2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba/putih) 3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat Ketiga lapisan membran meninges yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari luar ke dalam adalah sebagai berikut: 1. Durameter; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak. 2. Araknoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik. 3. Piameter. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme. Otak Otak merupakan pusat kontrol dari sistem saraf. Otak dibangun oleh lebih dari 100 milyar neuron. Setiap neuron dapat berkomunikasi dengan ribuan neouron lainnya. Otak manusia dibedakan atas tiga bagian yatitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Pola 3. pembagian otak tampak jelas selama perkembangan otak pada masa embrio. Otak berkembang pada ujung anterior sumsum tulang belakang. Saluran tengah sumsum tulang belakang meluas mencapai otak dan membentuk rongga yang disebut ventrikel. Ventrikel tersebut berisi cairan serebrospinal. Otak juga dilindungi oleh selaput meninges. A. Otak Depan Otak depan atau prosensepalon terdiri atas dua bagian utama, yaitu telensepalon dan diensepalon. Telensepalon merupakan bagaian otak yang berkembang cepat, baik menurut ukuran serta kompleksitasnya. Komponen utama telensepalon antara lain serebrum dan bulbus olfaktori. Serebrum atau otak besar merupakan bagian otak utama dan paling berkembang. Semua informasi sensorik diterima pada bagaian otak ini. Serebrum terdiri atas dua belahan kanan dan kiri yang disebut hemisfer serebral. Kedua belahan otak tersebut dihubungkan oleh serangkaian serabut saraf yang disebut korpus kalosum. Pada hemisfer serebral terdapat celah dangkal yang membagi serebral atas 4 lobus. Celah dangkal itu disebut sulkus. Adapun keempat lobus tersebut adalah: 1) Lobus frontal (daerah motorik utama, mengatur gerakan volunter dan kecakapan berbahasa) 2) Lobus parietal (daerah somatosensorik utama, daerah perasa utama, menerima informasi dari kulit dan memproses informasi tentang posisi tubuh) 3) Lobus temporal (daerah asosiasi mendengar, daerah mendengar utama, daerah sensorik berbicara/Wernicke) 4. 4) Lobus oksipital (daerah penglihatan utama, daerah asosiasi penglihatan) Pada permukaan serebrum, terdapat lapisan tipis berupa substansi kelabu yang menutupi hemisfer serebral yang disebut korteks serebrum yang berbentuk lipatan- lipatan yang dapat memperbesar permukaannya. Pada korteks ini, inteligensi, ingatan, kemampuan, berpikir dan semua kegiatan mental maupun fisik ditentukan. Di bawah substansi kelabu terdapat substansi putih yang membentuk sebagian besar serebrum. Diensepalon terdapat di depan otak tengah. Bagian otak ini mengandung beberapa komponen, antara lain berupa talamus, hipotalamus, kelenjar pineal, dan kelenjar pituitari. Talamus terdiri atas substansi kelabu yang dibangun oleh sejumlah badan sel, dendrit dan akson yang tidak berselebung mielin. Talamus merupakan tempat penerimaan semua informasi sensorik, kecuali penciuman dan selanjutanya dikirim ke serebrum. Talamus mempengaruhi kerja serebrum dan ikut juga meningkatkan fungsi mental seperti ingatan dan emosi. Hipotalamus berada di bawah talamus dan berfungsi megatur berbagai proses misalnya temperatur tubuh, metabolisme, rasa lapar dan haus. Selain itu fungsinya juga mengontrol kerja kelenjat pituitari. Sehingga sistem saraf dan hormone bisa bekerja sama. Pituitary Gland ( Kelenjar Hipofisis ) Kelenjar hipofisis berukuran seperti kacang merupakan salah satu struktur penting dalam sistem endokrin. Ia melepaskan hormon yang mengatur pertumbuhan, perkembangan seksual, dan aktivitas organ endokrin lain di dalam tubuh. 5. B. Otak Tengah Otak tengah (mesencephalon) adalah bagian otak yang mempunyai struktur tektum terdiri dari 2 pasang colliculi yang disebut corpora quadrigemina: inferior colliculi, terlibat pada proses pendengaran. Sinyal yang diterima dari berbagai nukleus batang otak diproyeksikan menuju bagian dari talamus yang disebut medial geniculate nucleus untuk diteruskan menuju korteks pendengaran primer ( primary auditory cortex). Superior colliculi, berperan sebagai awal proses visual dan pengendalian gerakan mata. Otak tengah mulanya merupakan pusat koordinasi dari respon, refleks untuk indra penglihatan. Selama perkembangannya, otak ini melakukan fungsi tambahan yang berhubungan dengan indra perasa dan pendengaran ,meskipun ukurannya tidak berubah. Bagian dasar dari otak tengah disebut optik tektum, yaitu penebalan dari substansi kelabu yang menghubungakan sinyal-sinyal penglihatan dan pendengaran. C. Otak Belakang Otak belakang atau rhombensepalon merupakan bagian otak yang bersambungan dengan sumsum tulang belakang. Pada bagian otak ini terdapat beberapa komponen yaitu sereblum, pons, dan medulla oblongata. Sereblum atau otak kecil merupakan pusat koordinasi motorik tak sadar dari otak yang menganggapi gerak refleks dan terhadap gerakan yang direncanakan oleh otak. Selain itu fungsinya mengontrol sikap dan keseimbangan tubuh. 6. Pons merupakan bagian dari batang otak berupa gembungan yang terletak di atas medulla oblongata. Fungsinya sebagai jembatan saraf yang menghubungkan dua belahan otak kecil, otak depan (serebrum) dengan otak belakang (sereblum) dan otak depan dengan sumsum tulang belakang. Medulla oblongata merupakan bagian batang otak pada pangkal otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Panjangnya kira-kira 2,5 cm dan tebalnya 1 cm. medulla oblongata berfungsi mengontrol pernafasan, mengatur denyut jantung, dan menyebabkan pembuluh darah mengecil dan melebar, mengontrol fungsi organ-organ dalam, termasuk batuk, muntah, bersin, tersedak, dan penelanan makanan. Pons, medulla oblongata dan mesensepalon bersama-sama membentuk suatu struktur yang disebut batang otak. D. Brain Stem ( Batang Otak ) Batang otak berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar, muncul dari tulang punggung. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung dan insting lain seperti respons fight or flight saat bahaya mengancam. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis) 7. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) merupakan jaringan saraf berbentuk silinder pipih yang memanjang dan membujur di dalam saluran ruas-ruas tulang belakang (vertebrata). Panjang rata-rata sumsum tulang belakang adalah 45 cm pada laki-laki dewasa dan 42 cm pada perempuan dewasa. Sumsum tulang belakang juga dilindungi oleh selaput meninges. Diantara lapisan dalam dan lapisan tengah terdapat cairan serebropspinal, yang berfungsi sebagai bantalan dan memberi zat-zat makanan pada sumsum. Sumsum tulang belakang terdiri dari 31 pasang saraf spinalis yang terdiri dari 8 pasang dari segmen servikal, 12 pasang dari segmen thorakal, 5 pasang dari segmen lumbalis, 5 pasang dari segmen sacralis dan 1 pasang dari segmen koxigeus Sumsum tulang belakang memiliki dua bagian utama, yaitu substansi kelabu bagian dalam dan substansi putih bagian luar. Pada penampang melintang sumsum, substansi kelabu tampak seperti bentuk kupu-kupu atau huruf H, dikelilingi oleh substansi putih. Substansi putih bertindak sebagai penghantar impuls saraf dari atau ke otak, sedangkan substansi 8. kelabu sebagai pusat distribusi jalur sensorik dan serabut-serabut saraf motorik. Serabut- serabut saraf sensorik dan serabut-serabut saraf motorik keluar melalui bagian ventral sumsum. Akar dorsal adalah akar yang berisi saraf sensorik ke arah otak sedangakan akar ventral adalah akar yang berisi saraf motorik ke arah otot. Sumsum tulang belakang merupakan lintasan komunikasi dalam sistem saraf. Sumsum menerima informasi yang dibawa oleh neuron sensorik dari tubuh dan mengirimnya ke otak. Selanjutnya, melalui neuron motorik, sumsum menerima informasi dari otak dan mengirimnya ke tubuh. Selain itu, sumsum juga berfungsi melakukan respons otomatis atau gerak refleks. Mekanisme penghantaran impuls pada sumsum tulang belakang: Rangsangan - Neuron Sensorik - Sumsum Tulang Belakang - Akar Dorsal - Neuron Motorik - Akar Ventral - Efektor

Embed Size (px)
Recommended