Home >Science >Optimalisasi widyaiswara lembang 5 des (yuti)

Optimalisasi widyaiswara lembang 5 des (yuti)

Date post:07-Feb-2017
Category:
View:109 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

Optimalisasi peran widyaiswara dalam pembangunan pertanian

Optimalisasi Peran WIDYAISWARA dalam Mewujudkan Penyuluhan Pertanian Modern

Syahyuti

Musyawarah Nasional II Ikatan Widyaiswara Cabang Kementan (IWICKP)Balai Besar Pelatihan Pertanian LEMBANG, 8 Desember 2016 1

Materi:Widyaiswara dalam sistem penelitian dan pengembangan teknologi pertanian

Analisis kelembagaan terhadap Widyaiswara

Widyaiswara sebagai komponen Penyuluhan Modern

2

Satu,

Widyaiswara dalam sistem penelitian dan pengembangan teknologi pertanian

3

Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, Dan Penerapan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (UU No 18 tahun 2002):Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada, atau menghasilkan teknologi baru.

Organisasi profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi, atau suatu bidang kegiatan profesi, yang dijamin oleh negara untuk mengembangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

5

Bagian Kedua: KelembagaanPasal 6: (1) Kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi terdiri atas unsur perguruan tinggi, lembaga litbang, badan usaha, dan lembaga penunjang.Pasal 12: (1) Dalam meningkatkan keahlian, kepakaran, serta kompetensi manusia dan pengorganisasiannya, setiap unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi bertanggung jawab mengembangkan struktur dan strata keahlian, jenjang karier sumber daya manusia, serta menerapkan sistem penghargaan dan sanksi yang adil di lingkungannya sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.(2) Untuk menjamin tanggung jawab dan akuntabilitas profesionalisme, organisasi profesi wajib menentukan standar, persyaratan, dan sertifikasi keahlian, serta kode etik profesi

6

Elemen Sistem Iptek(UU. No. 18/2002) Kelembagaan Iptekmengatasi kesenjangan yang menghambat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga litbang dan badan usahamemberikan dukungan dan membentuk iklim yang kondusifLembaga penunjangmengusahakan pendayagunaan manfaat keluaran perguruan tinggi dan lembaga litbangmenumbuhkan kemampuan perekayasaan, inovasi, dan difusi teknologiBadan usahamencari berbagai invensi serta menggali potensi pendayagunaannyamenumbuhkan kemampuan pemajuan IptekLembaga litbangmeningkatkan kemampuan pendidikan & pengajaran, litbang, dan pengabdian masyarakatmembentuk sumber daya manusia Iptek Perguruan tinggiTanggung JawabFungsiUnsur

77

Permentan No 30 tahun 2003 tentang Pedoman Pengembangan Profesionalisme Widyaiswara Lingkup Kementerian Pertanian

-Pendidikan, penelitian, dan pelatihan untuk PENYULUHAN

9

Training or Teaching?Facilitatoror ExpertReal-Life orTheoreticalActive orPassiveYou do itor Watch Me What would or Heres how to use it. you do?10

10As the trainer you may be the expert BUT part of your role is to find out how the training you are doing relates to what is happening on the job NOW and to get your audience involved.

You need to be able to do these things because they satisfy ADULT LEARNERS needs

11

Dua,

Analisis KELEMBAGAAN (Institutional Analysis) WIDYAISWARA dan IWIKCP

12

Richard Scott (Stanford University, USA.) 2008. Institutions and Organizations. Third Edition. SAGE Publications, Inc

Institution= .are composed of cultured-cognitive, normative, and regulative elements that, together with associated activities and resources, provide stability and meaning of social live. 13

In EnglishBiasa diterjemahkan menjadi Terminologi semestinya Batasan dan materinya 1. institution Kelembagaan, institusi Lembaga norma, regulasi, pengetahuan-kultural. Menjadi pedoman dalam berperilaku aktor2. institutional Kelembagaan, institusi Kelembagaan Hal-hal berkenaan dengan lembaga. 3. organization Organisasi, lembaga Organisasi social group, yg sengaja dibentuk, punya anggota, utk mencapai tujuan tertentu, aturan dinyatakan tegas. (kelompok tani, koperasi, Gapoktan)4. organizational Keorganisasian, kelembagaan Keorganisasian Hal-hal berkenaan dengan organisasi (struktur org, anggota, kepemimpinannya, manajemennya, dll).

Rekonseptualisasi Lembaga dan Organisasi14

Analisis Kelembagaan WIObjek nyaAnalisisUU no 18 tahun 2002 sebagai pedomanApakah UU ini diterapkan, dijadikan pedoman, diterima, ditolak? Bagian mana yg diterima, kenapa?Permenpan No 22 - 2014 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara Dan Angka KreditnyaPersepsi WI dan pihak lain terhadap aturan ini? Realisasi dan kendalanya bagaimana? Apakah positif mendorong profesionalisme WI? Angka kredit cukup adil?Permentan No 30 2014 tentang Pedoman Pengembangan Profesi onalisme WI KementanPersepsi WI dan pihak lain terhadap aturan ini? Realisasi dan kendalanya bagaimana?

Peraturan daerah Pemda ttg penganggaran dan pengorganisasianKajian kebijakan, konsistensi nya dengan UU di atasnya, bagaimana realisasinya? Dll.Pedoman untuk manajemen kerja WIApakah pedoman ini ada? Apakah bisa dijalankan, apa masalahnya, bagaimana konsistensinya dengan teori dan kebijakan di atasnya?

151. Aspek REGULATIF

Objeknya AnalisisNorma-norma kerja pada profesi WIBagaimana WI memandang pekerjaannya, apakah sesuatu yang baik atau tidak? Apakah bangga menjadi WI?Apakah puas menjadikan WI sebagai profesi?Persepsi ttg peran WI dalam sistem inovasi teknologi pertanianApakah peran WI harus dan tidak tergantikan? Adakah opsi aktor lain? Apakah metodenya masih efektif? Nilai-nilai atau adab dalam komunikasi yang diterapkanApakah komunikasi menunjukkan dominansi, pemaksaan, baik komunikasi horizontal dan vertikal? Apakah adab komunikasi demikian itu boleh? Apakah itu baik?Nilai-nilai dalam materi pelatihanApakah memberikan materi yang sesuai dengan etika peserta?

162. Aspek NORMATIF

ObjeknyaAnalisisPengetahuan pengambil kebijakan ttg kegiatan pelatihanBagaimana tingkat pengetahuan pengambil kebijakan tentang konsep dan teori pelatihan? Apakah sama dengan WI?Apa agenda tersembunyi di belakangnya?Pengetahuan tenaga WI tentang kebijakan, organisasi, dan metode pelatihanBagaimana pengetahuan dan persepsi tenaga WI (tua, muda, laki-laki, perempuan) ttg kegiatan pelatihan? Bagaimana dan mengapa persepsi itu terbentuk?Pengetahuan peserta tentang kegiatan pelatihan, sistem inovasi teknologi, pembangunan pertanian, dllApa pengetahuan pesert ttg kegiatan pelatihan? Apakah pelatihan perlu atau tidak? Apa latar sosial ekonomi sehingga itu terbentuk?Pengetahuan peserta tentang materi pelatihanBagaimana persepsi peserta tentang materi yang disampaikan? Sesuai dengan kebutuhan peserta atau tidak? Bagaimana itu terbentuk? Bagaimana persepsi peserta dapat menjadi feed back?

173. Aspek Kultural KOGNITIF

ObjeknyaAnalisisStruktur keorganisasian pelaksana pelatihanOrganisasi apa saja yang terlibat dari atas sampai bawah? Puslit, Badan Pelatihan Pemda, perguruan tinggi, NGO, dll?Kinerja organisasiBagaimana kinerja organisasi pelatihan yg eksis? Kuat, atau lemah? Dimana dan kenapa?

Kapasitas organisasi pelatihanBagaimana kemampuan Balai Latihan menjalankan pelatihan? Apakah pihak lain mampu membantu nya, misal P4S? Mengapa?Kondisi dan kinerja organisasi WIApa saja organisasi WI yang eksis dan apa perannya? Mengapa demikian? Bagaimana agar bisa membantu pelatihan? Perlu kah dibentuk organisasi baru atau reorganisasi?Hubungan antar organisasiBagaimana relasi antar organisasi WI? Adakah dominansi ataukah demokratis? Relasi horizontal dan vertikal? Integrasi dan koordinasinya bagaimana?

184. Aspek KEORGANISASIAN

Tiga,

Widyaiswara untuk Mewujudkan sistem Penyuluhan Modern

19

Empat tahapan penyuluhan pertanian di Asia:1. Colonial AgricultureExperimental stations were established in many Asian countries by colonial powers.The focus of attention was usually on export crops such as rubber, tea, cotton and sugar.Technical advice was provided to plantation managers and large landownersAssistance to small farmers who grew subsistence crops was rare, except in times of crisis.

2.Diverse-Top Down ExtensionAfter Independence, commodity-based extension services emerged from the remnants of the colonial system, with production targets established as part of five year development plans.In addition, various schemes were initiated to meet the needs of small farmers, with support from foreign donors.

20

3. Unified top-down extensionDuring the 1970s and 80s, the training and visit system (T&V) was introduced by the World Bank.Existing organizations were merged into single national service.Regular messages, were delivered to groups of farmers, promoting the adaption of the green revolution technologies.

4. Diverse bottom-up extensionWhen World Bank funding ended, T&V system collapsed in many countries, leaving behind patchwork of programs and projects funded from various other sourcesThe decline of central planning, combined with a growing concerned for sustainability and equity, has resulted in participatory methods gradually replacing top-down approaches.

21Penyuluhan pertanian Indonesia baru akan memasuki tahap ke-4 sesuai dengan amanah UU 16-2006UU 23-2014 tentang Pemda memadamkan api perubahan ini

Perubahan paradigma penyuluhan:From diffusion to systems of agricultural innovation.

Alasannya:

Inovasi teknologi bisa datang dari banyak sumber, Ada perubahan dari sustainable agriculture and progress menuju ecological knowledge system, Berkembangnya interdependence model dan innovation system framework, dimana yang terlibat tak