Home >Documents >Operasi Migas Lepas

Operasi Migas Lepas

Date post:29-Nov-2015
Category:
View:670 times
Download:139 times
Share this document with a friend
Description:
Lepas Pantai
Transcript:
  • CATATAN KULIAH

    TM-4273OPERASI MIGAS LEPAS PANTAI

    Dr. l r . RUDI RUBIANDINI R.SDEPARTEMEN TEKNIK PERMI NYAKAN

    PENERBIT ITB

  • Bab 1. Pengantar Teknologi MigasLepas Pantai1 .1 . Pendahu luan

    Operasi Migas Lepas Pantai(TM-4273) i

  • Bab.2 Teknik Kelautan (Oceanography)2.1 .Tekn ik Ke lau tan2.2. Air Laut, Dasar Laut dan Lapisan Tanah2.3. Penyebaran Reservoir d i Laut . . . .

    o13< t I

    Operasi Migas Lepas Pantai (TM-4273)

  • Bab 3. Dasar Konstruksi Offshore3.2. Bouyancy, Stabi l i ty , dan Tr im .

    3.2.1. Gaya Angkat (Bouyancy)3.2.2. Stabi l i tas .3.2.3. Tr im3.2.4. Operasi Pemboran

    3.3. Spread Mooring System3.3.1 Pr insip Penjangkaran3.3.2. Komponen-Komponen Sistem Mooring . 773.3.3 Penempatan dan Pengambi lan Mooring 112

    3.4. Aspek Lingkungan Terhadap Konstruksi Offshore 1213.4.1 Jarak dan Kedalaman Laut 1213.4.2Tekanan Hidrostat ik dan Gaya Apung . 1213.4.3 Temperatur . 1233.4.4 Kandungan Mineral Air Laut . 1233.4.5 Arus Laut . 1243.4.6 Ombak atau Gelombang . 1263.4.7 Angin dan Badai 1263.4.8 Pasang Surut 1283.4.9. Hujan, Sal ju dan Kabut 1283.4 .10 . Es dan Gunung Es . 128

    3.5. Material Konstruksi Struktur Offshore 1293.5.1. Baja (Steel) 1293.5.2. Concrete . 131

    Operasi Migas Lepas Pantai (TM-4273) iii

    3435354152535656

  • Bab 4. Offshore Platform4.1 . Pendahu luan4.2. Fixed Platform

    1361381 ? O154

    4.2.1 Steel Jacket and Pi les Plat form4.2.2 Gravity Base Platform4.2.3 G uyed-Tower Platform4.2.4 Tension Leg Platform4.2.5 Hybrid-G ravity Platforn

    l n v

    172

    4.3. Platforrn Tender4.4. Jack-Up Platform

    1734 7 F .

    178182182183190192203

    4.4.1 lndependent Jack Up4.4.2 Mat Supported Jack Up .

    4.5. Submersible Platform4.6. Semi-Submersible Platform4.7. Floating Unit (Dril l ing Ship)4.8. Tethered Bouvant Uni ts

    IV Operasi Migas Lepas Pantai (TM-4273)

  • Bab 5. Operasi Pembangunan KonstruksiDi Offshore

    5.1 . Pendahu luan5.2. Towing (Penar ikan) .

    a. Stabi l i tas dan Strength Selama Penar ikanb. Catatan Umum Untuk Service Pengapungan/perpindahanc. Batasan Service Pengapungan/Perpindahand. Instruksi- instruksi Operasional Selama Pengapungan/

    Perpindahane. Distribusi Berat Selama Proses Pengapunganf. Rekomendasi Operasi Saat Badai Selama Pengapungang. Instruksi Emergency Jika Terjadi Kebocoran (Flooding)

    5.3. Mooring dan Penjangkaran5.4, Penanganan Beban Berat Di Offshore5.5. Transportasi Personal

    208209213215215

    216217218219220223225

    Operasi Migas Lepas Pantai (Tlvl-427 3)

  • Bab 6. Peralatan Dan Operasi Pemboran Di Offshore

    6.1 . Pendahu luan6.2. Operasi Pemboran Pada Fixed Platform

    6.2.1. Marine Conductor Instalat ion .6.2.2. Platform Load Control6.2.3. Completion pada Fixed Platform

    6.3. Operasi Pemboran Pada Jack-up Rig .6.3.1. Free Standing Well6.3.2, Protective Well Jacket6.3.3. Mud Line Suspension

    6.4. Pemboran Pada Float System6.4.1. Marine Riser System6.4.2. Blow Out Prevention System .6.4.3. Rucker Heave Compensators6.4.4. Komplesi Pada Unit Terapung6.4.5. Test Sumur Pada Unit Terapung

    6.5. Pengendal ian Posisi dan Komposisi GerakPermukaan Pada Pemboran Offshore

    6.5.1. Respon Gerak Unit Lepas Pantai6.5.2. Pengendal ian Posisi Unit Terapung6.5.3. Konvensasi Gerak permukaan

    228229229232233234234236zJo238238z + l251253253

    255255259270

    VI Operasi MigasLepas Pantai (TM-4273)

  • Bab 7. Dasar-Dasar Produksi Di Offshore7.1. Pendahuluan7.2. Fasi l i tas Produksi7.3. Single-Point Mooring7.4. Fasi l i tas Produksi Bawah Air

    7.4.1 Dry Tree Technique7 .4.2 W el Tree Technique

    7.5. Storage7 .5 .1 . Un i t Submers ib le7.5.2 Unit Terapung yang Berada di Lokasi Terlindung7.5.3. Uni t Terapung yang Berada di Laut Terbuka Berkondis i Tenang7 .5.4. Uni t Semi-Submersible

    Operasi Migas Lepas Pantai (TM-4273) vii

    284285294304

    320321322

    304315320320

  • Bab 8. Vessel Inspection Dan Maintenance8.1. Peraturan Untuk Mobi le Offshore Dr i l l ing Uni t

    ,,i'ii"i;fiilffii Hruni ::::: :37L 3:ffi:'8:,.rFi$?;fl"i,."u"niiu" rr,iuini"nun,u : : :8.2.3. Perencanaan Program8.2.4. Work Assignment .8.2.5. Memonitor Jalannya Program

    8.3. Korosi dan Sistem Perlindungan Katoda8.3.1 Proses Korosi8.3.2 Korosi Galvanik8.3.3 Proteksi Katoda8.3.4 Sistem Proteksi Korosi Offshore

    8.4. Perl indungan Pelapisan8.4.1 Sistem Perl indungan Coating (Perlapisan)8.4.2 Kontaminan Permukaan8.4.3 Persiapan PelapisanB. 4.4 Coating Inspection dan Maintenance

    326326328334J J +335336342344345345J4d

    352

    J O I

    354J 3 4359

    vnl Operasi Migas Lepas Pantai (TM-4273)

  • Bab 9. Teknologi Peralatan Bantuan

    9.1. Penghematan Biaya Deepwaterdengan Surface BOPs,Expandable Tubular, Pre- instal led Moring

    9 .1 .1 .Pendahu luan9.1.2. Latar Belakang Masalah .9 .1 .3 .Tu juan9.1 .4. Teor i Dasar9 .1 .5 .S tud i Kasus .9 .1 .6 . Pembahasan .9 .1 .T .Kes impu lan .

    9.2. Penggunaan Vacuum-lnsulated Tubing untukKomplesi Sumur Bawah Laut . 377

    9.2.1 . Latar Belakang . 3779.2.2. Tujuan 3779.2.3. Proses Terbentuknva Paraffin 3779.2.4. Usaha-usaha untu( mencegah Terbentuknya Paraffin 3789.2.5. Tubinq denqan lnsulasi Thermal 3789.2.6.Desair iSistdm Insulasi 3799.2.7. System Pipa dalam Pipa (Pipe- in-pipe) 3799.2.8. Siudi Kasus 3799.2.9. Pembahasan . 3819.2 .10 . Kes impu lan . 3839.2 .11 . Saran 383

    9.3. Gravity Based Platform Yang Kuat, Konstruksi Mudah danDapat Digunakan Ulang 3BB

    9.3 .1 . La tar Be lakanq . 3889 .3 .z .Tu juan . : . 3BB9.3.3.Dasar Teor i . 3Bg9.3.4. Studi Kasus 3909.3.4.1. Malampaya - Concrete Gravi ty Substructure,

    offshore Fil l ipina9.3.4.2. Mi l l iom West - Suct ion Bucket Minimum Plat form,

    Laut l r landia9.3.4.3. Legendre - Mat Supported Jack Up, Barat Laut Austral ia .9.3.5. Pembahasan9.3 .5 .1 . Perkembanqan9.3.5.2. Aplikasi Coilcrete Gravity Structure9.3. 5.3. Self-l nstalling Platform9.3. 5.4. Su bsea Storage

    366366366366367369370373

    391

    391391392392

    9.3.5.5.Terminal Nearshore LNG9.3.5.6.Penonakt i fan9.3 .6 . Kes impu lan

    Operasi Migas Lepas Pantai (TM-4273) ix

    ? o ?393394394395395

  • DAFTAR PUSTAKA 406

    x Operasi Migas Lepas Pantai (TM-4273)

  • Bab 1. Pengantar Teknologi MigasLepas Pantai

    Tujuan

    I Mengenal sejarah operasi pemboran lepas pantai

    I Mengenal hambatan-hambatan yang dihadapi dalam operasi pemboranlepas pantai

    tr Mengenal perkembangan teknologi pada operasi pemboran lepas pan-tai

    Pengantar Teknologi Migas Lepas Pantai

  • 1.1. Pendahuluan

    Didalam 20 tahun belakangan in i , pencar ian persediaan minyak menjadi semakinpenting karena sumber-sumber gas alam dan minyak mentah yang ada sudahsemakin menipis dengan pesat, karena dipakaioleh negara-negara industri. Padasaat sekarang kenyataannya sulit untuk menemukan lapangan minyak barudidarat. Ditambah pula oleh fakta baru, bahwa banyak cekungan tepi benuamerupakan tempat endapan minyak yang potensial. Keadaan semacam ini yangmelengkapi kondisi awal bagi lahirnya teknologi lepas pantai.

    Dimulai pada tahun 1900 operasi pemboran di lakukan di lepas pantai Cal i fornia,kemudian akhir tahun 1930 dimulailah industri perminyakan dirawa-rawa TelukMeksiko. Saat itu teknologi yang digunakan masih relatif sangat sederhana,berupa modifikasi sekedarnya pada peralatan pemboran daratan.

    Ketika konsumsi dan harga minyak bumi semakin meningkat, serta kemajuanteknologi konstruksi memungkinkan pembangunan unit lepas pantai berkemam-puan t inggi . Pada tahun 1970 telah dioperasikan uni t lepas pantai d i Laut Utara.Peningkatan kemampuan ini berlanjut sampai saat operasi lepas pantai mencapaiLaut Artic dil ingkaran kutub yang terkenal beralam ganas.

    Peralatan mutlak yang harus ada pada operasi lepas pantai adalah sebuahanjungan tempat meletakkan peralatan pemboran dan produksi. Berbagai ma-cam anjungan telah dibuat, sepertianjungan permanen (fixed)yang berdiridiataskaki-kaki baja atau beton bertulang. Jenis ini umumnya digunakan pada lautdangkal dan pada lapangan pengembangan sehingga dapat sekaligus menjadianjungan pemboran dan produksi. Jenis kedua adalah jenis kaki-kaki atau bagiandasarnya menumpu didasar laut tetapi t idak permanen, yaitu submersible danjack-up rig. Sedang jenis ketiga adalah unit terapung dapat berbentuk kapal atausemi submersible yang dapat beroperasi dilaut dalam.

    Berbagai hambatan alam yang harus diatasi bagi pengoperasian uni t lepaspantai . Hambatan tersebut antara la in : angin, ombak, arus, dan badai . Khususuntuk unit terapung yang amat peka terhadap kondisi laut, maka menciptakandua peralatan khusus, yaitu peralatan peredam gerak oscilasi vertical akibat=

    2 Pengantar Teknclogi Migas Lepas Pantai

  • ombak dan peralatan pengendalian posisi relatif terhadap lubang bor akibatombak dan arus, serta angin. Untuk pengendalian posisi pada unit terapung,dikenal ada dua sistim, yaitu : sistim penambatan dengan tali dan jangkar yangdikenal dengan mooring system, serta sistim pengendalian posisi dinamik yangterus berkembang dengan teknologi komputer. Sedang untuk mengatasi respongerak vertikal ke atas dan ke bawah dari unit terapung, pada operasi pemboranumumnya digunakan Dri l l Str ing Compensator (DSC).

    Operasi pemboran lepas pantai, dimulaidari pengembangan teknologi pemborandarat dengan menggunakan casing conductor yang ditanam atau dibor dandisemen, kemudian meningkat dengan menggunakan mud-line suspension sys-tem, dan terus meningkat dengan digunakan riser system.

    Penggunaan BOP konvensional terus dimodifikasi agar mampu beroperasidibaw

of 416

Embed Size (px)
Recommended