Home >Documents >NEUROPATI DIABETIK

NEUROPATI DIABETIK

Date post:15-Oct-2015
Category:
View:62 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:

Slide 1

REFERAT Disusun Oleh:Athira Sarah M (102011101054)Wulan Pradani N (0920111010XX)NEUROPATI DIABETIKDosen Pembimbing : dr Eddy Ario Koentjoro Sp.SPendahuluanNeuropati diabetik (ND) merupakan salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada diabetes melitus. Sekitar 60-70% orang dengan diabetes memiliki bentuk ringan sampai berat dari kerusakan saraf.Manifestasi ND bisa sangat bervariasi, mulai dari tanpa keluhan hingga keluhan nyeri yang hebat. Bisa juga keluhannya dalam bentuk neuropati lokal atau sistemik, yang semua itu bergantung pada lokasi dan jenis saraf yang terkena lesi.EpidemiologiND paling sering terjadi pada yang berumur lebih dari 50 tahun, lebih jarang pada yang berumur kurang dari 30 tahun dan sangat jarang ditemukan pada anak-anak.Neuropati muncul pada 7,5% pasien yang didiagnosis dengan DM, lebih dari setengahnya adalah distal simetris polineuropatiDefinisiNeuropati diabetik merupakan suatu gangguan yang mengenai saraf, yang disebabkan oleh diabetes mellitus.Pada beberapa orang yang mengalami kerusakan saraf tidak menunjukkan gejala. Ada juga yang merasakan nyeri, kesemutan atau baal pada tangan, kaki, telapak tangan dan kaki, juga bisa terjadi gangguan pada sistem organ, termasuk traktus digestivus, jantung dan organ seks.PatologiSecara morfologik kelainan sel saraf pada neuropati diabetik ini terdapat pada sel-sel Schwann selain mielin dan akson. Perubahan patologis dasar dalam hubungannya dengan patofisiologi neuropati meliputi: Demielinisasi segmental Degenerasi aksonal Degenerasi WallerianDemielinisasi segmental

Degenerasi aksonal Degenerasi WallerianPatofisiologiFaktor vaskulerFaktor metabolikFaktor autoimunFaktor NGF (Nerve Growth Factor)Faktor vaskulerFaktor MetabolikContCont

Faktor AutoimunAdanya antineural antibodies pada serum sebagian penyandang DM merusak struktur saraf motorik dan sensorik yang bisa dideteksi dengan immunofloresens indirek. Faktor NGF (Nerve Growth Factor)16MANIFESTASI KLINIKTipe neuropati?Saraf mana yang terkena?Tidak terlalu kelihatan pada awalnya, dan biasanya gejala karena kerusakan saraf baru terlihat beberapa tahun kemudianGejala :Sistem saraf sensorik, Sistem saraf motorik ,dan Sistem saraf Autonom.Tebal, nyeri , suhu MANIFESTASI KLINIKKesemutan, terbakar ditusuk-tusukNyeri tajam terasa di jari kaki, kaki, tungkai, tangan, lengan dan jari tangan Kehilangan keseimbangan dan koordinasi Atrofi otot-otot kaki dan tangan Tebal, kesemutan,nyeri di telapak kaki, kaki, tangan, telapak tangan dan jari-jari Mual, muntah inkontinensia urinDisfungsi ereksiDisesthesiaKlasifikasiSimetrisAsimetrisDistal sensory polineuropatiNeuropati otonomSimetric proximal lower limb motor neuropathy (amyotrophy)Cranial MononeuropatiTruncal Neuropathy / Nyeri RadikularEntrapment syndromesDistal sensory polineuropatiPaling banyak dijumpai ; Gejala sifatnya simetris dan berlangsung kronis. Pada permulaan Gangguan pada serabut-serabut halus (small fiber) Gejala sensibilitas, dapat berupa parestesi, rasa tebal, rasa nyeri, rasa panas seperti terbakar dan rasa keram pada bagian distal tungkai.Hipalgesia/analgesia(glove and stocking) keluhan ini menjalar ke bagian tungkai dan jari kaki dan makin buruk saat malam hari.Degenerasi serabut-serabut kasar (large fiber) menyebabkan gangguanproprioseptif seperti berkurangnya rasa vibrasi/gangguan rasa posisi, kadang ataksia. Lebih jauh bisa pula timbul kelainan motorik seperti atrofi, refleks tendo menurun sampai menghilang pada bagian distal dari ekstremitas.

Sumber : Vinik I, Casellini C, Nevoret MV. Diabetic Neuropathies. Edisi December 2011.

Gambar 1. Distribusi sarung tangan dan kaus kaki pada neuropati diabetik perifer. 2

Gambar 2. Contoh distribusi tipikal defisit sensorik (titik : sensasi suhu, garis: sensasi nyeri, garis silang: sensasi sentuh) 2Neuropati otonomMeliputi kombinasi dari disfungsi pupil dan lakrimal, reflex vascular, diare nocturnal yang disebabkan kerusakan pada esophagus dapat menyebabkan kesukaran menelan sedangkan kerusakan pada usus menyebabkan konstipasi bergantian dengan diare yang sering dan tak terkontrol terutama pada malam hari dan karena hal ini dapat menyebabkan turunnya berat badan., atonik pada traktus gastrointestinal (gastroparesis), dan dilatasi kandung kemih, impotensi seksual, dan hipotensi postural.Hipotensi postural disebabkan karena kerusakan saraf di system kardiovaskuler sehingga menganggu kemampuan badan untuk mengatur tekanan darah dan denyut jantung sehingga tekanan darah dapat turun dengan mendadak setelah duduk atau berdiri dan dapat menyebabkan penderita pingsan.

Gambar 3. Radiografi menunjukkan retensi makanan disebabkan oleh gastroparesis.15

Simetric proximal lower limb motor neuropathy (amyotrophy)Merupakan variasi diabetik radikulopati, yakni kelemahan pada otot dari pelvic girdle yang terjadi secara pelan-pelan dalam beberapa hari atau minggu. Gejala awal berupa timbulnya rasa nyeri seakan-akan ditusuk pisau di daerah lumbosakral dan meluas ke paha secara simetris bilateral. Lebih jauh bisa timbul kelemahan otot femoral sampai atrofi sehingga penderita kalau jalan sering jatuh.Bisa pula gejala-gejala timbul asimetri yang dikenal dengan asimetrik focal peripheral neuropathy. Adanya atrofi ini menyebabkan keadaan ini disebut pula sebagai diabetic amyotrophy oleh karena ada anggapan bahwa lesi terdapat pada kornu anterior. Ada pula yang menyebut sebagai femoral neuropathy atau sacral plexopathy.

Gambar 4. Amiotrofi diabetik (proksimal neuropati)Cranial MononeuropatiDisebabkan karena pada awalnya terjadi iskemik yang didapatkan pada degenerasi Wallerian dan pada degenerasi aksonal dimana terjadi dying back type neuropati.Terjadinya diabetik oftalmoplegia biasa sering terjadi. Terjadi kerusakan pada N.III, N.IV dan N.VI. Pada hasil autopsi yang dikerjakan oleh Dreyfus dll ditemukan lesi infark ditengah pada retroorbital pada N.III. Biasanya cranial mononeuropati terjadi karena adanya infark pada saraf yang terjadi pada patologi neuropati diabetik.8

Truncal Neuropathy / Nyeri RadikularBisa berupa brachial dan lumbar plexopathy. Nyeri radikuler dan anestesia mengikuti dermatom. Biasa dijumpai pada penderita diabetes yang berumur tua. Radiks anterior dan posterior bergabung menjadi satu berkas di foramen intravertebrale. Berkas itu dinamakan saraf spinal. Baik iritasi pada serabut-serabut sensorik di bagian radiks posterior maupun di bagian saraf spinal itu membangkitkan nyeri radikular. Medula spinalis yang terkena paling sering adalah lumbal. Nyeri yang dirasakan dapat berat, dimulai dari punggung bawah dan menjalar ke bagian tungkai bawah pada satu sisi tungkai. Refleks patella akan hilang pada tungkai yang terkena neuropati. Hiperestesia sering ditemukan pada nyeri radikular.

Gambar 5. Neuropati diabetik trunkal (neuropati atau radikulopati/torakoabdominal) Entrapment syndromesPada penderita diabetes biasanya juga terjadi kompresi saraf (entrapment syndromes) antara lain sindrom terowongan karpal (Carpal Tunnel Syndrome) yang seringkali terjadi dan menyebabkan rasa tebal dan kesemutan di tangan dan kadang-kadang disertai kelemahan atau nyeri. CTS ini disebabkan karena gula darah yang tinggi sehingga protein di tendon menjadi glikosilasi, glukosa menempel pada protein tendo sehingga menginflamasi tendo dan tendo jadi berkurang gerakannya.PEMERIKSAANPemeriksaanPenunjangPemeriksaanFisikPemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Imaging Elektromiografi (EMG)PemeriksaanFisikPemeriksaan fisik, dimana diperiksa tekanan darah, denyut jantung, kekuatan otot, refleks, dan raba halus. Pemeriksaan kaki yang komprehensif yaitu dengan cara memeriksa kulit, apakah ada luka atau tidak.PemeriksaanPenunjangPemeriksaan Laboratorium Periksa laboratorium untuk mengetahui apakah gula darah dan HbA1c pada diabetes tidak terkontrol dengan baik atau yang belum diketahui.Pemeriksaan Imaging CT mielogram adalah suatu pemeriksaan alternative untuk menyingkirkan lesi kompresi dan keadaan patologis lain di kanalis spinalis pada radikulopleksopati lumbosakral dan neuropati torakoabdominal. MRI digunakan untuk menyingkirkan aneurisma intracranial, lesi kompresi dan infark pada kelumpuhan n.okulomotorius

Elektromiografi (EMG) KHS motorik dimonitor dengan amplitude dari CMAP (Componed Muscle Action Potensials) atau diukur kecepatan hantar saraf motoriknya. Kelainan hantar saraf menggambarkan kehilangan serabut saraf yang bermielin yang berdiameter besar dan biasanya tungkai lebih sering terkena dibandingkan lengan. Hal ini mencerminkan degenerasi serabut saraf berdiameter besar, yang tergantung dari panjangnya saraf.KHS motorik tak boleh menurun lebih dari 50% dibandingkan dengan nilai rata-rata normal.

EMG menunjukkan bagaimana respons otot terhadap signal elektris yang ditransmisi oleh saraf dan ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan KHS. Pemeriksaan EMG pada otot-otot distal pada ekstremitas bawah menunjukkan adanya denervasi dalam bentuk PSW (positive sharp waves) dan fibrilasi (spontaneous discharges). Perubahan re-inervasi seperti unit potensial yang mempunyai amplitude tinggi, duration yang panjang mencerminkan adanya suatu gangguan yang kronis. Kelainan pada otot-otot paraspinal dengan pemeriksaan dengan jarum menunjukkan spontaneous discharges, yang ditemukan secara bilateral dan menunjukkan suatu poliradikulopati.

PENCEGAHAN Pemeriksaan berkala untuk glukosa darah Pengendalian Glukosa Darah Diet dan olahraga teraturPengendalian Glukosa Darah Hal yang pertama dapat dilakukan adalah pengendalian glukosa darah dan monitor HbA1c ssecara berkala dan dijaga kadar HbA1c agar dipertahankan dibawah 7%. Di samping itu pengendalian factor metabolic lain seperti hemoglobin, albumin, dan lipid sebagai komponen tak terpisahkan juga perlu dilakukan.PENATALAKSANAANNon medika mentosa Foot Hygiene Diet agar mencapai berat badan ideal FisioterapiMedika MentosaKontrol glikemikAldose reduktase inhibi

Embed Size (px)
Recommended