Home >Documents >Need Demand - Kel 4

Need Demand - Kel 4

Date post:05-Mar-2016
Category:
View:216 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
NEED DEMAND
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Pelayanan kesehatan berbeda dengan pelayanan barang atau pelayanan ekonomi lainnya. Pelayanan kesehatan atau pelayanan medis sangat heterogen, terdiri atas banyak sekali jenis barang dan pelayanan. Tujuannya untuk memellihara, memperbaiki, memullihkan kesehatan fisik dan jiwa seseorang.

Need (kebutuhan) dalam pelayanan kesehatan merupakan keadaan kesehatan yang dinyatakan oleh dokter dimana pasien (consumer) yang bersangkutan harus mendapatkan penanganan medis. Di dalam pelayanan kesehatan, need biasanya tidak atas kemauan consumer melainkan karena keadaan sakit yang diderita orang yang bersangkutan.

Sedangkan demand (permintaan) dalam pelayanan kesehatan adalah barang atau pelayanan yang sesungguhnya dibeli oleh pasien. Permintaan juga dipengaruhi faktor-faktor yang dominan seperti insiden penyakit dan saran dari provider atau dokter. Selain dipengaruhi dua hal tersebut, permintaan juga dipengaruhi oleh pendapatan pasien dan harga obat yang dibutuhkan.

Dewasa ini keberadaan pelayanan kesehatan sangat penting bagi masyarakat. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Oleh karena itu, dilakukan survei tentang need dan demand terhadap pelayanan kesehatan.Survei dimaksudkan untuk mengetahui keinginan-keinginan yang diharapkan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang mereka kunjungi. Survei juga digunakan untuk mengetahui apakah harapan mereka terhadap pelayanan kesehatan yang telah mereka kunjungi sudah terpenuhi atau belum.1.2 Rumusah Masalah

Adapun batasan dan rumusan masalah untuk kegiatan survei ini adalah, Bagaimana need dan demand masyarakat terhadap pelayanan masyarakat yang ingin mereka kunjungi?1.3 Tujuan

Untuk menganalisis need dan demand masyarakat terhadap pelayanan masyarakat yang ingin mereka kunjungi.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pengertian Need Pelayanan Kesehatan

Need (kebutuhan) pelayanan kesehatan adalah kuantitas barang atau pelayanan yang disecara objektif dipandang terbaik untuk digunakan memperbaiki kondisi kesehatan pasien. Need biasanya ditentukan oleh dokter, tetapi kualitas pertimbangan dokter tergantung pendidikan, peralatan, dan kompetensi dokter.2.2 Pengertian Demand Pelayanan Kesehatan

Demand (permintaan) pelayanan kesehatan adalah barang atau pelayanan yang sesungguhnya dibeli oleh pasien. Permintaan tersebut dipengaruhi oleh pendapat medis dari dokter dan faktor lain seperti pendapatan dan harga obat.Grossman (1972) dalam penelitian yang sangat berpengaruh dalam khasanah ekonomi kesehatan menggunakan teori modal manusia (human capital) menggambarkan demand untuk kesehatan dan demand untuk pelayanan kesehatan. Dalam teori ini disebutkan bahwa seseorang melakukan investasi untuk bekerja dan menghasilkan uang melalui pendidikan, pelatihan, dan kesehatan.

Grossman menguraikan bahwa demand untuk kesehatan memiliki beberapa hal yang membedakan dengan pendekatan tradisional demand dalam sektor lain. Beberapa perbedaan tersebut meliputi:

1. Yang diinginkan masyarakat atau konsumen adalah kesehatan, bukan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan merupakan derived demand sebagai input untuk menghasilkan kesehatan. Dengan demikian, demand untuk pelayanan rumah sakit pada umumnya berbeda dengan demand untuk pelayanan hotel.2. Masyarakat tidak membeli kesehatan dari pasar secara pasif. Masyarakat menghasilkannya, menggunakan waktu untuk usaha-usaha peningkatan kesehatan, disamping menggunakan pelayanan kesehatan.3. Kesehatan dapat dianggap sebagai bahan investasi karena tahan lama dan tidak terdepresiasi dengan segera.4. Kesehatan dapat dianggap sebagai bahan konsumsi sekaligus sebagai bahan investasi.

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Demand Pelayanan Kesehatan

Kesehatan menurut Becker (1965) merupakan komoditi yang penting, sehingga berdasarkan hal tersebut Grossman menyusun teori tingkah laku konsumen dalam human capital approach di mana arena pemilihannya diperluas hingga menyangkup pemilihan atas status kesehatan.Menurut Grossman, para konsumen memiliki permintaan terhadap pelayanan kesehatan karena dua alasan yaitu:1. Pelayanan kesehatan merupakan sebuah komoditi konsumsi.Pelayanan kesehatan sebagai sebuah komoditi konsumsi membuat konsumen sebagai pengguna layanan kesehatan merasa lebih baik.

2. Pelayanan kesehatan merupakan sebuah komoditi investasi.Investasi dalam kesehatan merupakan nilai moneter sebab kesehatan dapat menurunkan jumlah hari sakit. Dengan menurunnya waktu sakit maka akan meningkatkan waktu yang tersedia untuk bekerja maupun adanya waktu luang untuk melakukan aktifitas lainnya. Ronald Andersen et al (1975), membagi faktor yang menentukan pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi tiga:

1. Faktor Predisposing.

Kecenderungan individu dalam menggunakan pelayanan kesehatan ditentukan oleh serangkaian variabel:

a. Keadaan demografi seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan.

b. Keadaan sosial seperti pendidikan, ras, jumlah keluarga, agama, etnik, pekerjaan.

c. Sikap/kepercayaan yang muncul terhadap pelayanan kesehatan, terhadap tenaga kerja, dan perilaku masyarakat terhadap sehat dan sakit.

2. Faktor Pendukung.Faktor tersebut menunjukan kemampuan individu di dalam menggunakan pelayanan kesehatan, yang ditunjukan oleh variabel:

a. Sumber pendapatan keluarga seperti pendapatan dan tabungan keluarga, asuransi/sumber pendapatan keluarga yang lain, jenis pelayanan kesehatan yang tersedia serta keterjangkauan pelayanan kesehatan baik segi jarak maupun harga pelayanan.

b. Sumber daya yang ada di masyarakat yang tercermin dari ketersediaan kesehatan termasuk jenis dan rasio masing-masing pelayanan dan tenaga kesehatannya dengan jumlah penduduk, kemudian harga pelayanan kesehatan yang memadai dan sesuai dengan kemampuan mereka.

3. Faktor Kebutuhan.Faktor tersebut menunjukan kemampuan individu untuk menggunakan pelayanan kesehatan yang ditunjukkan oleh adanya kebutuhan karena alasan yang kuat yaitu pendekatan terhadap penyakit yang dirasakan serta adanya jawaban atas penyakit tersebut dengan cara mencari pelayanan kesehatan. Penilaian terhadap suatu penyakit merupakan bagian dari kebutuhan.Dari beberapa faktor tersebut, terdapat dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap demand pelayanan kesehatan. Yaitu insiden penyakit dan provider (dokter). Sehingga dapat dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut :

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa faktor utama yang menentukan demand dalam pelayanan kesehatan berbeda dengan demand secara umum. Demand secara umum, faktor yang paling mempengaruhi adalah harga. Sedangkan demand dalam pelayanan kesehatan faktor utama yang lebih dominan adalah insiden penyakit dan provider.

BAB IIIMETODE SURVEI3.1 Teknik Survei

1. Teknik samplinga. Responden: Seluruh masyarakat di Surabaya tanpa kriteria khusus.

b. Jumlah sampel: 50 orang.

2. Instrumena. Alat bantu survei: kuesioner.

b. Jumlah pertanyaan: 12, terdiri dari 5 pertanyaan need dan 7 pertanyaan demand pelayanan kesehatan.

c. Jenis pertanyaan: 1 pertanyaan tertutup, 1 pertanyaan terbuka, dan 10 pertanyaan semi terbuka.

3.2 Pelaksanaan Survei

1. Tanggal: Survei dilaksanakan secara serentak pada 1 November 2012.2. Waktu: Pukul 12.00 WIB 18.00 WIB

3. Tempat: Area Surabaya.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Analisis Karakteristik Responden

Responden yang diwawancarai berjumlah 50 orang, dengan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 38 respoden dan 12 responden sisanya berjenis kelamin pria. Berdasarkan kelompok umur, sebagian besar (88%) responden berada pada kelompok umur 17 sampai 30 tahun dan berumur di atas 30 tahun (12%).Mayoritas responden belum menikah (82%). Untuk karakteristik pekerjaan responden, sebagian besar responden adalah mahasiswa (76%), karyawan swasta (10%), sebagai pegawai negeri sipil (PNS) (4%), sedangkan sisanya bekerja sebagai wiraswasta, pensiunan dan freelancer. Pendidikan terakhir yang ditempuh sebagian besar responden adalah SMA (78%), perguruan tinggi (20%) dan sisanya berpendidikan terakhir SD (2%).4.2 HasilTabel 4.1 Hasil Analisis Survei Need dan Demand Pelayanan KesehatanNoKeteranganJumlahPresentasi

NEED

1.Upaya yang dilakukan saat sakit:

a. Diobati sendirib. Pergi ke puskesmasc. Pergi ke dokter swastad. Pergi ke rumah sakite. Berobat ke PLK UAf. Pergi ke dokter asuransig. Pergi ke klinikTOTAL13

8

11

12

3

1

2

5026%

16%

22%

24%6%2%

4%100%

2.Warna bangunan tempat pelayanan kesehatan yang disukai responden:

a. Putihb. Hijauc. Birud. Merahe. PastelTOTAL2022

6

1

1

5040%

44%

12%2%

2%

100%

3.Fasilitas ruang tunggu pelayanan kesehatan yang dibutuhkan:1. Urutan Pertama

a. Tersedia tempat dudukb. Ada TVc. Ada radio atau alunan musikd. Tersedia koran, majalah, atau bacaan laine. Tersedia mesin pembuat minuman (kopi atau teh)f. Lainnyag. Tidak mengurutkanTOTAL2. Urutan kedua

a. Tersedia tempat duduk

b. Ada TV

c. Ada radio atau alunan musik

d. Tersedia koran, majalah atau bacaan lain

e. Tersedia mesin pembuat minuman (kopi atau teh)

f. Lainnya

g. Tidak mengurutkan

TOTAL

3. Urutan ketiga

a. Tersedia tempat duduk

b. Ada TV

c. Ada radio atau alunan musik

d. Tersedia koran, majalah atau bacaan lain

e. Tersedia mesin pembuat minuman (kopi atau teh)

f. Lainnya

g. Tidak mengurutkan

TOTAL

4. Urutan keempat

a. Tersedia tempat duduk

b. Ada TV

c. Ada radio atau alunan musik

d. Tersedia koran, majalah atau bacaan lain

e. Tersedia mesin pembuat

Embed Size (px)
Recommended