Home >Education >Musyawarah burung

Musyawarah burung

Date post:13-Nov-2014
Category:
View:2,814 times
Download:867 times
Share this document with a friend
Description:
Buku ini menurut sebagian rekan sangat sulit didapatkan..., ada versi lain dalam format djvu hasil scan dari hardcopy-nya. Tulisan ini saya digitalisasikan dengan maksud untuk mengisi kesulitan mendapatkan bacaan yang baik... selamat membaca.
Transcript:
  • 1. Musyawarah Burung Mantiqut-Thair Faridud-Din Attar 1983
  • 2. KolofonTulisan ini diambil dari artikel yang dimuat di situs media.isnet.org tanpa seijin dari pengelola dan menurut situs tersebut, tulisan ini pernah diterbitkan oleh: PT DUNIA PUSTAKA JAYA Jalan Kramat 11. No. A, Jakarta Pusat Digitalisasi dengan menggunakan aplikasi Adobe InDesign CS6 for Mac OS X yang dibuat oleh Adobe Systems Inc. Typeface yang dipergunakan disini adalah: Zapfino, Myriad Pro dan Adobe Garamond Pro yang dibuat oleh Adobe Systems Inc.Gambar-gambar yang dipergunakan disini diambil dari beberapa blog yang menaruh perhatian besar terhadap tulisan ini maupun penulisnya.
  • 3. Musyawarah Burung Mantiqut-Thair Faridud-Din Attar 1983
  • 4. iv
  • 5. Daftar IsiKata Pengantar ixMadah Doa 1Burung-burung Berkumpul 9Musyawarah Burung-burung 13 Musyawarah Dibuka 14 Bulbul17 Hudhud18 Nuri 20 Merak21 Itik 23 Ayam Hutan 24 Humay26 Dalih Rajawali 28 Bangau30 Burung Hantu 32 Burung Gereja 34 Perdebatan antara Hudhud dan Burung-Burung 36 Hudhud Menuturkan pada Mereka Perjalanan yang Dimaksud 40 Burung-burung Membicarakan Perjalanan Menuju Simurgh Seperti yang Disarankan Itu 50 Burung-burung Berangkat 52
  • 6. Ucapan Burung Pertama 53 Ucapan Burung Kedua 56 Ucapan Burung Ketiga 59 Pertanyaan Burung Keempat 62 Dalih Burung Kelima 64 Dalih Burung Keenam 66 Dalih Burung Ketujuh 68 Dalih Burung Kedelapan 70 Dalih Burung Kesembilan 73 Dalih Burung Kesepuluh 75 Dalih Burung Kesebelas 78 Pertanyaan-Pertanyaan Burung Kedua Belas 81 Permohonan Burung Ketiga Belas 83 Burung Keempat Belas Bicara 85 Pertanyaan Burung Kelima Belas 87 Pertanyaan Burung Keenam Belas 91 Burung Ketujuh Belas Bertanya pada Hudhud 94 Ucapan Burung Kedelapan Belas 97 Pertanyaan Burung Kesembilan Belas 100 Pertanyaan Burung Kedua Puluh 103 Pertanyaan Burung Kedua Puluh Satu 107 Pertanyaan Burung Kedua Puluh Dua dan Pemerian Lembah Pertama atau Lembah Pencarian109 Lembah Kedua atau Lembah Cinta 113 Lembah Ketiga atau Lembah Keinsafan 118vi
  • 7. Lembah Keempat atau Lembah Kebebasan dan Kelepasan 121 Lembah Kelima atau Lembah Keesaan 125 Lembah Keenam, Lembah Keheranan dan Kebingungan 129 Lembah Ketujuh atau Lembah Keterampasan dan Kematian 134 Sikap Burung-Burung 139Akhirul Kalam 145Attar 147Catatan Tentang Kaum Sufi 149Penyair Sufi - Si Penyebar Wangi 153 vii
  • 8. viii
  • 9. Kata PengantarK arya Attar, yang dalam bahasa aslinya berjudul Mantiqut-Thair dan berbentuk puisi yangberwatak mistis religius, agaknya ditulis dalam teks dalam bahasa Arab, Hindu dan Turki (Paris, 1863). Di samping itu, Nott juga mempergunakan sumber penjelasan dari teks dalam bahasa Parsipertengahan kedua abad kedua belas Masehi. lewat sahabatnya, seorang Sufi, disamping jugaSejak waktu itu, setiap selang beberapa tahun dari terjemahan-terjemahan dalam bahasa Inggristerbit edisi baru di negeri-negeri Timur Tengah dan yang masih ada. Dari yang tersebut terakhir ituTimur Dekat. ia mempergunakan tiga buah terjemahan, yang Terjemahan bahasa Indonesia atas karya itu semuanya kelewat diperingkas. Yang pertamadikerjakan dari teks terjemahan bahasa Inggris dari terjemahan Edward Fitzgerald, bersajak dan agakC. S. Nott, berjudul The Conference of the Birds. sentimental; yang kedua terjemahan Ghulam Semula Nott mengerjakan terjemahan itu Muhammad Abid Saikh, terlalu harfiah, berupaterutama untuk kepentingan sendiri dan beberapa 1170 bait dari 4674 masnawi dalam bahasa aslinyasahabatnya; tetapi karena terjemahannya itu (India, 1911); yang ketiga (dan yang terbaik darimerupakan terjemahan paling utuh yang pernah semuanya itu) ialah terjemahan Masani, berbentukterdapat dalam bahasa Inggris selama itu , maka prosa, meskipun hanya kira-kira setengah dariagaknya telah menarik kalangan publik yang lebih aslinya yang diterjemahkan (Mangalore, India,luas. Maka diterbitkanlah The Conference of the 1924). Ketiga buah terjemahan itu sudah lamaBirds itu buat yang pertama kali pada tahun 1954 tidak dicetak lagi. Terjemahan Garcin de Tassydi London dan selanjutnya buku itu beberapa kali lengkap, dan, seperti dikatakannya, "seharfiah yangmengalami cetak ulang. dapat saya usahakan untuk bisa dimengerti." Tassy Dalam penterjemahan ke bahasa Inggris, buat juga mempertahankan keharuman, semangat dansebagian besar Nott mempergunakan terjemahan ajaran puisi Attar itu.Garcin de Tassy dalam bahasa Perancis yang Dalam terjemahan Inggris itu Nott tidakberbentuk prosa dan yang dikerjakan dari teks menyertakan paroh terakhir dari Madah Doa bahasa Parsi yang diperbandingkannya dengan dalam teks Hindu bagian itu tidak terdapat, dan
  • 10. dalam teks Turki diperingkas. Tentang Akhirul Terjemahan dalam bahasa Indonesia di sini Kalam yang mengakhiri karya Attar itu, Nott sepenuhnya mengikuti terjemahan Inggris Nott. hanya menyertakan bagian pertamanya, karena Hanya Glossarium itu tidak diberikan sebagai selebihnya, karena terdiri dari cerita-cerita kecil bagian yang tersendiri, melainkan diberikan di (anekdot), akan merupakan antiklimaks. Dalam sana-sini sebagai catatan kaki, den itu pun hanya teks-teks Hindu dan Turki Akhirul Kalam itu diambil mana yang kiranya perlu dijelaskan bagi dihilangkan sama sekali, sedang dalam manuskrip- pembaca Indonesia. manuskrip lain berbeda-beda adanya. Nott juga Sementara itu, dalam menelaah karya Attar tidak menyertakan atau hanya menyarikan saja (dari terjemahan Nott), penterjemah Indonesia beberapa cerita kecil (anekdot) dalam karya banyak menemukan bagian-bagian yang dapat Attar itu, baik karena cerita-cerita kecil itu terasa dicari rujukannya dalam Al-Quran. Dan dengan bersifat mengulang-ulang atau karena artinya menemukan rujukan-rujukannya dalam Al-Quran, "gelap". Tetapi segala yang berhubungan dengan bagian-bagian yang semula gelap baginya, dapat "Sidang" atau "Musyawarah" Burung-burung itu, dicerahkan. Hal-hal demikian, dalam terjemahan sebagaimana yang dituturkan dalam manuskrip Indonesia, dibubuhkan pula sebagai catatan kaki. aslinya, disajikan dalam terjemahan Nott itu. Dalam mencari rujukan-rujukan dalam Al-Quran Dalam penomoran bagian-bagian, Nott itu penterjemah Indonesia mempergunakan The mengikuti terjemahan Tassy, yaitu menurut Meaning of the Glorious Koran dari Mohammed manuskrip aslinya. Marmaduke Pickthall, di sampin

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended