Home >Education >Motor diesel Presentation

Motor diesel Presentation

Date post:19-Jan-2015
Category:
View:2,043 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Description:
Motor diesel merupakan motor yang berbeda dengan motor bensin, krn proses penyalaan motor diesel bukan dgn loncatan api listrik. Perbedaan lainnya adalah pada motor diesel saat langkah pemasukan/hisap yang hanyalah udara segar saja yang masuk kedalam silinder. Sedangkan penyalaannya bahan bakar dengan cara menyemprotkan bahan bakar kedalam silider yang udaranya panas karena dikompresi/tekan pada tekanan yang tinggi.
Transcript:
  • 1. MOTOR DIESEL Mesin Konversi Energi KELOMPOK 5 Anggota : 1. Duty Marsulan 2. Riski Abdullah 3. Eko Suripno 4. Dimas Setiawan 5. Birendra G(5315122798) ( 5315122778) (5315102684) (5315122770) (5315102687)

2. MOTOR DIESEL Motor diesel merupakan motor yang berbeda dengan motor bensin, krn proses penyalaan motor diesel bukan dgn loncatan api listrik. Perbedaan lainnya adalah pada motor diesel saat langkah pemasukan/hisap yang hanyalah udara segar saja yang masuk kedalam silinder. Sedangkan penyalaannya bahan bakar dengan cara menyemprotkan bahan bakar kedalam silider yang udaranya panas karena dikompresi/tekan pada tekanan yang tinggi. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat prinsip kerja motor diesel berikut ini 3. PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL 4-Cycle EnginePemasukanKompressi/ pemampatanpembakaran pembuangan 4. PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL 1. Pemasukan/hisapPiston bergerak dari TMA ke TMB Katup masuk membuka Karena piston bergerak ke bawah maka di dalam silinder terjadi kevacuman sehingga udara bersih akan mengalir masuk ke dalam melalui katup masuk2. Pemampatan/kompresiPiston akan bergerak dari TMB ke TMA kedua katup menutup karena piston bergerak keatas maka udara bersih di dalam silinder akan terdorong dan dipampatkan di ruang bakar, akibatnya tekanan dan temperature udara menjadi tinggi. 5. PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL3. Pembakaran/usaha4. PembuanganPada langkah ini terjadi dua proses pembakaran. a. Pembakaran awal : Sebelum piston mencapai TMA, injector akan mengabutkan bahan bakar dan akan bercampur dengan udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi (7000-9000 C,70-90 kg/cm2)b. Pembakaran Sempurna - Karena tekanan dan temperatur yang tinggi maka bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya. Hal ini akan menimbulkan daya dorong sehingga piston akan bergerak dari TMA ke TMBPiston bergerak dari TMB ke TMA katup buang membuka karena piston bergerak ke atas maka gas sisa hasil pembakaran akan terdorong ke luar melalui katup buang 6. Perbandingan antara Motor Diesel dengan Motor Bensin Motor BensinMotor DieselBahan bakar yang digunakanBensinSolarJenis dikompresikanCampuran udara dan bensinUdara bensinSistem pembakaranMengunakan busiPembakaran sendiriTingkat perbandingan kompresiLebih rendahLebih tinggiMomen / torsi yang dihasilkan Getaran dan suara yang timbul karena proses pembakaran Harga bahan bakar yang dipakaiLebih kecilLebih besarLebih halusLebih kasarLebih mahalLebih murahTingkat harga perawatan mesinLebih murahLebih mahalyang 7. Proses Pembakaran Motor Diesel Waktu persiapan pembakaran bergantung pada faktor : tekanan dan temperatur udara pada saat bahan bakar mulai disemprotkan, gerakan udara dan bahan bakar, jenis dan derajat pengadukan bahan bakar, serta perbandingan bahan bakarudara. Jumlah bahan bakar yang disemprotkan selama periode persiapan pembakaran tidaklah merupakan faktor yang terlalu menentukan waktu persiapan pembakaran. 8. Proses Pembakaran Motor Diesel Sesudah itu, bahan bakar akan terbakar dengan cepat. Hal ini dapat dilihat pada gbr sebagai garis lurus yang menanjak Periode pembakaran ketika terjadi kenaikan tekanan yang berlangsung dengan cepat (garis tekanan yang curam dan lurus garis BC pada gambar) dinamai periode pembakaran cepat . 9. Proses Pembakaran Motor Diesel Periode pembakaran ketika masih terjadi kenaikan tekanan sampai melewati tekanan yang maksimum dalam tahap berikutnya (garis CD pada gambar), dinamai periode pembakaran terkendali terjadi proses penyempurnaan pembakaran dan pembakaran dari 10. Berdasarkan ruang bakarnya motor diesel dibagi menjadi Direct Injection Indirect Injection Main Combustion ChamberPre-Combustion ChamberWater JacketDirect InjectionIndirect Injection 11. RUANG BAKAR MOTOR DIESELMenurut Arismunandar (1994) ada 4 jenis ruang bakar yang umum digunakan yaitu : 1. ruang bakar terbuka 2. ruang bakar kamar muka 3. ruang bakar turbulen, dan 4. ruang bakar lanova 12. Disini, tugas penyemprot bahan (injector) bakar sangat berat, karena harus mengkabutkan dan menistribusikan secara merata agar terjadi pembakaran sempurna. Bahan bakar ini harus bercampur dengan udara yang dipadatkan sampai bagian terjauh, namun harus dijaga agar tidak menembus sampai silinder karena dapat merusak kualitas pelumas. Tipe ruang pembakaran ini menggunakan tekanan injektor 180300 kg/cm2 bahkan dapat mencapai 1500-2000 kg/cm2 enjin diesel besar. Ruang bakar ini lebih cocok dipergunakan pada motor diesel putaran rendah. Motor diesel putaran rendah dikatakan paling ekonomis konsumsi bahan bakarnya spesifiknya, yaitu antara 150-185 g/PS-jamRUANG BAKAR TERBUKA 13. terdiri dari dua bagian, yaitu kamar muka dan ruang bakar utama Kamar muka berupa ruang kecil (3040% volume ruang sisa) disebelah ruang bakar utama, dimana injektor ditempatkan. Menjelang 25-30 derajat sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. Pembakaran yang terjadi di kamar muka, namun karena jumlah udara dalam kamar muka terbatas maka pembakaran masih belum sempurna. adanya tekanan udara yang tinggi hasil pembakaran awal ini mendorong bahan bakar ke ruang bakar utama dengan kecepatan tinggi sehingga pembakaran lanjutan dapat dilakukan lebih sempurna. Proses ini disebut proses pengabutan kedua.RUANG BAKAR KAMAR MUKA 14. Ruang bakar tipe ini tidak membutuhkan injektor tekanan tinggi, biasanya digunakan tipe nosel pasak dengan tekanan semprot antara 85140 kg/cm2 dengan rasio kompresi berkisar antara 16-17. menguntungkan karena dapat menggunakan bahan bakar dengan viskositas lebih tinggi. Tekanan gas maksimum berkisar antara 50 - 60 kg/cm2. Dibandingkan dgn kamar terbuka, pemakaian bahan bakar spesifik 15% lebih boros, yaitu 190-220 g/PS-jam. Kerugian kalor ini disebabkan volume ruang bakarnya yang lebih besar, sehingga banyak panas yang hilang karena proses pindah panas melalui dinding ruang bakar. Pada saat dingin kadang sulit dihidupkan, sehingga perlu ditambahkan pemanas di kamar muka.RUANG BAKAR KAMAR MUKA 15. Mirip dengan kamar muka, namun bagian turbulen merupakan 80-90% dari volume sisa Udara yang ditekan pada langkah kompresi mengalami turbulensi, saat bahan bakar disemprotkan, turbulensi ini membantu proses pengkabutan bahan bakar dan pencampurannya dengan udara. Karena itu enjin dengan ruang bakar ini juga tidak memerlukan injektor dengan tekanan tinggi, umumnya antara 85-140 kg/cm2. Seperti juga ruang bakar kamar muka, enjin dengan ruang bakar ini juga memerlukan pemanas (glow plug). Turbulensi mempersingkat perioda pembakaran terkendali, sehingga ruang bakar ini sangat baik untuk motor diesel tekanan tinggi. Tekanan gas maksimum berkisar 60-70 g/cm2. Pemakaian bahan bakar spesifik pada jenis ruang bakar ini juga cukup irit, yaitu berkisar 185-210 g/ps-jam.RUANG BAKAR TURBULEN 16. Mirip dengan terbuka, perbedaan pada penempatan injektornya tidak dalam ruang lanova tetapi di sebelah luarnya. Ruang lanova terbagi dua, yaitu ruang lanova kecil dan ruang lanova besar. Sekitar 60% bahan bakar disemprotkan di ruang lanova kecil (yang volumenya hanya 10% dari ruang sisa). Pada saat bahan bakar disemprotkan, mula-mula terjadi pembakaran pada ruang lanova kecil. Kenaikan tekanan karena pembakaran ini menyebabkan campuran bahan bakar yang belum terbakar menyembur ke ruang lanova besar pada kecepatan tinggi, maka terjadi proses pencampuran yang lebih efektif dan menyebabkan arus turbulen.RUANG BAKARLANOVA 17. saat torak mulai turun dari TMA ke TMB terjadi perbedaan tekanan yang sangat besar antara ruang lanova dan ruang bakar utama, sehingga campuran bahan bakar dan udara memasuki ruang bakar utama dengan kecepatan lebih tinggi dan terjadi proses pembakaran yang lebih sempurna. Ruang bakar ini menggunakan tekanan nosel 125-130 kg/cm2, dengan sudut pancaran yang lebih kecil. Jenis ruang bakar ini cocok untuk bahan bakar dengan nilai cetan yang lebih tinggi. Perbandingan kompresi umumnya untuk enjin dengan ruang bakar jenis ini berkisar 13-15. Tekanan gas 60-100 kg/cm2. bahan bakar spesifik lebih irit dibandingkan kamar terbuka. sangat menguntungkan, terutama pada mesin diesel dengan beragam kecepatan, termasuk kecepatan tinggiRUANG BAKARLANOVA 18. DIRECT INJECTION vs.INDIRECT INJECTION kekurangan DI Kelebihan DI - efficiency bahan bakar lebih tinggi. -diterapkan pada rpm/putaran - mudah dihidupkan pada temperatur rendah. - suaranya lebih berisik. rendah. - emissi gas buangnya lebih tinggi. Disadvantage of IDI kelebihan IDI -dapat diterapkan pada putaran -memerlukan pemanasan awal saat di hidupkan pada kondisi dingin yang lebih bervariasi - emissi gas buang lebih sedikit -membutuhkan rasio kompresi yg lebih tinggi - lebih tidak berisik -efficiency bahan bakarnya lebih rendah 19. Meningkatkan Unjuk Kerja Motor Diesel1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.Untuk meningkatkan unjuk kerja motor diesel perlu diusahakan mendapatkan periode persiapan pembakaran sesingkat mungkin, antara lain dengan cara sebagai berikut : Menggunakan perbandingan kompresi yang tinggi Memperbesar tekanan dan temperatur udara masuk Memperbesar volume silinder sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh perbandingan luas dinding terhadap volume yang sekecil-kecilnya untuk mengurangi kerugian panas. Menyemprot bahan bakar pada saat yang tepat dan mengatur pemasukan jumlah bahan bakar yang sesuai dengan kondisi pembakaran Menggunakan jenis bahan bakar yang sebaik-baiknya Mengusahakan adanya gerakan udara yang turbulen untuk menyempurnakan proses pencampuran bahan bakar-udara. Menggunakan jumlah udara untuk memperbesar kemungkinan bertemunya bahan bakar dengan oksigen dari udara. 20. SISTEM COMMON RAIL MOTOR DIESEL Metode injeksi menentukan tenaga, pemakaian bahan bakar, emisi gas buang dan kebisingan diesel Kesempurnaan injeksi ditentukan dua faktor : 1) tekanan bahan bakar yang diinjeksikan; 2) juml & bentuk semprotan common rail memiliki tekanan hingga 160 Mpa dan penginjeksian dikontrol secara elektronis hingga 5 kali tiap siklus 21. Supercharger Supercharger (juga dikenal dengan b

Embed Size (px)
Recommended