Home >Documents >MODUL PRAKTIKUM STATISTIK SPSS 18 - Institut...

MODUL PRAKTIKUM STATISTIK SPSS 18 - Institut...

Date post:20-Apr-2018
Category:
View:267 times
Download:26 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • MODUL PRAKTIKUM

    STATISTIK

    &

    SPSS 18

    INSTITUT BISNIS MUHAMMADIYAH BEKASI

    2017

  • [Modul Praktikm Statistik & SPSS 18] Page

  • Kata Pengantar

    Puji Syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT,

    atas segala rahmat dan karuniaNya atas selesai modul

    praktikum Statistik dengan menggaunakan SPSS 18.

    Mudah mudah modul ini dapat dilaksanakan di

    laboratorium sehingga memberikan kemudahan dalam

    rangka pelaksanaan matakuliah ini, beberapa topik

    bahasan yang dalam dilakukan pada praktek dalam

    laboratorium.

    Akhir kata semoga modul ini dapat memberikan

    penjelasan guna mempermudah dalam pengerjaan

    bidang statistik, semoga Allah SWT selalu meridoi

    segala usaha kita. Amin

    Bekasi, 2017

    Tim Penyusun Modul Praktikum

  • [Modul Praktikm Statistik & SPSS 18] Page

    DAFTAR ISI Statistik Deskriptif 1 Pengertian Statistik Deskriptif 1 Prosedur Frekuensi 2 Output Tabel Statistik 9 Prosedur Descriptives 13 Hasil Analisis 17 Prosedur Explore 19 Pembahasan Output 21 Stream and Leaf Plots 24 Analisa Crosstabs 25 Tabel Chi-Square Test 29 BAB Lanjutan SPSS 33 Statistik Deskriftif Lanjutan 39 Regresi Linier Berganda 42 Multikolinieritas 50 Heteroskedastisitas 55 Autokorelasi 61 Normalitas Residual 66 Latihan 70 Referensi 72 Lampiran Tabel Durbin Watson 5 % 73

  • STATISTIK DESKRIPTIF

    Salah satu statistik yang secara sadar maupun tidak, sering digu- nakan dalam berbagai bidang adalah statistik deskriptif. Pada bagian ini akan dipelajari beberapa contoh kasus dalam penggu- naan statistik deskriptif.

    Pengertian Statistik Deskriptif

    Statistik deskriptif merupakan bidang ilmu statistika yang mem- pelajari cara-cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data suatu penelitian. Kegiatan yang termasuk dalam kategori tersebut adalah kegiatan collecting atau pengumpulan data, grouping atau pengelompokan data, penentuan nilai dan fungsi statistik, serta yang terakhir termasuk pembutan grafik dan gambar.

    Gambar 5.1. Menu Statistik Deskriptif

    Modul Praktikuk Statistik dan SPSS =====================1

  • [Modul Praktikm Statistik & SPSS 18] Page

    Berbagai jenis Statistik Deskriptif pada SPSS 16 dapat dilihat pada menu Analyze -> Descriptive Statistics. Pemilihan menu tersebut akan memunculkan sub-submenu yang nampak seperti ftambar 5.1 di atas. Sub-submenu tersebut antara lain analisis frekuensi, analisis deskripsi, analisis eksplorasi data, dan analisis crosstabs.

    Prosedur Frekuensi

    Prosedur FREQUENCIES memiliki kegunaan pokok untuk mela- kukan pengecekan terhadap input data. Apakah data sudah diin- putkan dengan benar. Hal ini mengingat bahwa dengan statistik frekuensi kita bisa mengetahui resume data secara umum. Seperti berapa jumlah responden laki-laki, jumlah responden perempuan, dan sebagainya.

    Selain itu, prosedur FREQUENCIES juga memiliki kegunaan untuk menyediakan informasi deskripsi data yang menggambar- kan demographic characteristics dari sampel yang diambil. Misal- nya berapa persen responden yang setuju terhadap tindakan yang dilakukan, berapa persen responden yang menolak, dan seba- gainya.

    Berikut akan dibahas contoh kasus melakukan analisa deskriptif dengan SPSS 16. Secara umum, untuk menjalankan suatu prose- dur dalam analisa statistik mengikuti langkah seperti berikut.

    Gambar 5.2. Prosedur Analisis dalam SPSS

    Modul Praktikuk Statistik dan SPSS =====================2

  • Contoh Kasus

    Tabel di bawah ini menunjukkan data yang akan dianalisa dengan statistik deskriptif. Dari tabel di bawah, field yang akan dianalisa antara lain umur, pendidikan, jenis kelamin, dan keterangan.

    Gambar 5.3. Data yang Akan Diolah

    Untuk membuat statistik deskripsi dari tabel di atas, lakukan langkah-langkah dengan program SPSS sebagai berikut:

    1. Klik menu Analyze, pilih Descriptive Statistics dan lanjutkan dengan pilihan Frequencies. Tampilan yang muncul sebagai berikut.

    Gambar 5.4. Dialog Frequencies

    Modul Praktikuk Statistik dan SPSS =====================3

  • 2. Masukkan variabel Umur, Word, dan Excel ke dalam kotak Variables untuk dianalisa.

    3. Pilih tombol Statistics untuk mengatur item-item yang akan ditampilkan dalam output seperti berikut.

    Gambar 5.5. Frequencies Statistics

    4. Berilah tanda chek point untuk memunculkan item-item

    analisa yang diinginkan. Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa terjadi pembagian kelompok Statistik. Pembagian kelompok tersebut adalah:

    a. Central tendency

    Pengukuran tendensi pusat yang meliputi mean, median, mode, dan sum.

    Mean menunjukkan rata-rata dari masing-masing variabel semua responden.

    Median menunjukkan titik tengah data, yaitu jika data diurutkan dan dibagi dua sama besar.

    Mode menunjukkan nilai yang paling sering muncul dalam suatu range statistik.

    Sum, menunjukkan total data.

    Modul Praktikuk Statistik dan SPSS =====================4

  • b. Dispersion

    Pengukuran dispersi yang meliputi standard deviation, variance, range, minimum, maximum, dan standard error of the mean.

    Standard deviasi menunjukkan despersi rata-rata dari sampel.

    Minimum menunjukkan nilai terendah dari suatu deretan data.

    Maximum menunjukkan nilai tertinggi dari suatu deretan data.

    Standard error of mean, diukur sebagai standard deviasi dibagi dengan akar dari jumlah data valid (n).

    c. Distribution

    Pengukuran distribusi yang meliputi skewness and kurtosis. Bagian ini digunakan untuk melakukan penge- cekan apakah distribusi data adalah distribusi normal.

    Ukuran skewness adalah nilai skewness dibagi dengan standard error skewness.

    Jika rasio skewness berada di antara nilai -2.00 sampai dengan 2.00, maka distribusi data adalah normal sehingga data di atas masih berdistribusi normal.

    Nilai kurtosis adalah nilai kurtosis dibagi dengan standard error-nya.

    Bahwa 95% confidence interval (C.I.) di sekitar nilai skewness and 95% confidence interval yang lain di sekitar nilai kurtosis. The 95% confidence intervals atau tingkat kepercayaan didefinisikan sebagai berikut:

    95% C.I. = skewness statistic 1.96 * (standard error of skewness), dan

    95% C. I. = kurtosis statistic 1.96 * (standard error of kurtosis).

    Modul Praktikuk Statistik dan SPSS =====================5

  • Sebagai contoh, jika skewness statistik adalah -.339 dan standard error skewness adalah .388, maka 95% confi- dence interval ditemukan sebagai 95% C. I. = skewness statistic 1.96 * (standard error of skewness).

    = -.339 1.96 * .388

    = -.339 0.761

    = (-.339 - 0.761) to (-.339 + 0.761)

    = -1.100 to 0.422

    Representasi grafik dari 95% confidence interval dari nilai skewness ini dapat ditunjukkan seperti gambar berikut.

    Gambar 5.6. 95% Confidence Interval for the Skewness Value

    Untuk kurtosisnya dapat dihitung sebagai berikut:

    95% C. I. = kurtosis statistic 1.96 * (standard

    error of kurtosis)

    = .705 1.96 * .759

    = .705 1.488

    = (.705 - 1.488) to (.705 + 1.448)

    = -0.783 to 2.193

    Representasi grafik dari 95% confidence interval dari nilai kurtosis ini dapat ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.

    Gambar 5.7. 95% Confidence Interval for the Kurtosis Value

    Modul Praktikuk Statistik dan SPSS =====================6

  • Range dari 95% confidence interval adalah dari -0.783 (through zero) sampai 2.193. Oleh karena 95% confidence interval memiliki nilai nol di dalamnya, maka dapat dika- takan bahwa the distribution has no kurtosis. Ini dapat diartikan bahwa nilai korelasi memenuhi syarat untuk sebuah normally distributed atau distribusi normal.

    d. Percentile values

    Percentile values akan menampilkan data-data secara ber- kelompok menjadi sebuah prosentase. Sebagai contoh, data yang terkelompok sebagai berikut.

    Rata-rata umur 25% di bawah 19 tahun.

    Rata-rata umur 50% di bawah 20 tahun.

    Rata-rata umur 75% di bawah 23 tahun.

    Dari opsi-opsi statistik yang telah dibahas di atas, berikan tanda check point untuk item-item analisa yang akan di- tampilkan pada output window.

    5. Setelah dipilih point-point statistik yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan, klik tombol Continue.

    6. Pilih tombol Charts untuk memilih model grafik yang ingin di- tampilkan dalam output.

    Gambar 5.8. Dialog Charts

    Modul Praktikuk Statistik dan SPSS =====================7

  • Adapun bentuk-bentuk dari sebuah grafik sebenarnya dike- lompokkan menjadi beberapa jenis, seperti:

    ftrafik Batang

    ftrafik batang menunjukkan variasi nilai dari suatu data yang ditampilkan dalam bentuk batang atau kotak. ftrafik model ini paling cocok jika digunakan untuk memvisuali- sasikan suatu perbandingan serta dapat menunjukkan nilai dengan tepat.

    ftrafik ftaris

    ftrafik garis akan menunjukkan variasi nilai suatu data dengan tampilan yang berupa garis. ftrafik baris mem- punyai beberapa kelebihan, seperti dapat menunjukkan hubungan antarnilai dengan baik dan mudah dimengerti. Kelemahannya adalah jika terlalu banyak garis akan ter- kesan rumit dan tampilan yang terkesan sangat sederhana.

    ftrafik Pie

    Seperti namanya, grafik model pie merupakan bagan yang berbentuk lingkaran yang menyerupai sebuah kue (pie). Tiap-tiap potong dari kue tersebut menunjukkan nilai prosentase dari data.

    7. Selanjutnya setelah mengatur semua pilihan, klik Continue jika ingin dilanjutkan ke langkah berikutnya.

    8. Klik OK dari kotak dialog Frequencies.

    Membac

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended