Home >Documents >Modul Penyakit Pada Tulang Belakang Dan Sumsum Tulang Belakang

Modul Penyakit Pada Tulang Belakang Dan Sumsum Tulang Belakang

Date post:02-Aug-2015
Category:
View:325 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:

Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)Definisi

Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah Penyakit degenerasi motor neuron, yang terletak pada cornu anterior medulla spinalis dan kortikal Epidemiologi 1-2 per 100.000 penduduk menderita ALS tiap tahunnya Mengenai semua ras dan etnis Bisa terjadi pada semua usia, puncak : usia 40-60 tahun Laki2 : wanita = 3 : 2

Etiologi dan Patogenesis Penyebab pasti belum diketahui, diduga : 1. Herediter 2. Neurotoksin 3. Trauma 4. Autoimun 5. Infeksi virus 6. Proses penuaan dini 7. Gangguan metabolisme Gejala-gejala ALS Disfungsi UMN Kontraktur Disartria Disfagia Dispneu siallorhea Spastisitas. Reflek tendon yang cepat atau menyebar abnormal. Adanya reflek patologis.

-

Hilangnya ketangkasan dengan kekuatan normal

Disfungsi LMN Kelemahan otot Fasikulasi. Atrofi. Kram otot Hiporefleks flasid Foot drop Kesulitan bernafas.

Gejala emosional Tertawa dan menangis involunter Depresi

Diagnosis ALS (El Escorial Federasi Dunia Neurology Kriteria Untuk Diagnosis ALS) Tanda-tanda degenerasi lower motor neuron (LMN) Tanda-tanda degenerasi upper motor neuron (UMN) Tanda-tanda penyebaran yang progresif dalam wilayah atau ke daerah lain, bersama-sama dengan tidak adanya Bukti elektrofisiologi proses penyakit lain yang mungkin menjelaskan tanda-tanda LMN dan / atau degenerasi UMN Neuroimaging bukti proses penyakit lain yang mungkin menjelaskan tanda-tanda klinis dan tanda elektrofisiologi

Diagnosis Banding Penyakit Motor Neuron Lainnya Tumor medulla spinalis

Syringomyelia Spondilitis servikalis Neuropati motorik Miopati hipertiroidi Spinal muscular atrophy Multiple entrapment neuropathies Multiple sclerosis Penyakit vaskular multifokal Sindroma post poliomielitis

Penatalaksanaan Medikamentosa Fisioterapi Terapi bicara Alat bantu pernapasan

Komplikasi Aspirasi cairan atau makanan Ketidakmampuan merawat diri sendiri Respiratory distress syndrome Pneumonia

Prognosis Pseudobulbar palsy yang cepat berkembang prognosis jelek Infeksi saluran nafas, pneumonia, aspirasi, atau asfiksia kematian 15 sampai 20 % penderita dapat bertahan hidup sampai 5 tahun sejak onset 25 % penderita dapat bertahan hingga lebih dari 5 tahun setelah diagnosis ditegakkan

Complete spinal transection Cedera medulla spinalis dapat dikategorikan menjadi dua tipe: a. Cedera medulla spinalis komplit semua fungsi atau sensasi di bawah level cedera menghilang b. Cedera medulla spinalis inkomplit Masih terdapat sebagian fungsi atau sensasi dibawah level cedera primer. Gejala klinis 1. Hilangnya semua sensasi di bawah level lesi 2. Hilangnya fungsi motorik/gerakan volunter di bawah level lesi 3. Tonus otot dan refleks mula-mula menghilang kemudian timbul kembali dan menjadi spastik Segera setelah cedera terjadi periode spinal shock, selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Selama periode ini semua refleks visceral dan somatik menghilang. Setelah periode ini berlalu, refleks timbul kembali dan otot menjadi spastik dengan refleks tendon yang meningkat. Gejala menurut level lesi Lesi setinggi S2 : inkontinensia urin et alvi Lesi setinggi T2 : gangguan pada mekanisme termoregulasi simpatis dan somatis Lesi setinggi / di bawah T1 : paraplegia Lesi setinggi C5 : kuadriplegia Lesi di atas C5 : biasanya berakibat kematian karena kelumpuhan otot-otot pernafasan

Klasifikasi Klasifikasi menurut The American Spinal Cord Injury Association - ASIA Impairment Scale A - Complete Tidak ada fungsi sensorik maupun mottorik di bawah segmen sakral terbawah (S4-S5) B - Incomplete Terdapat fungsi sensorik di bawah level neurologis dan S4-S5, tidak ada fungsi motorik di bawah level neurologis C - Incomplete Masih ada fungsi motorik di bawah level neurologis dan sebagaian besar kelompok otot utama di bawah level neurologis kekuatannya di bawah 3. D - Incomplete Masih ada fungsi motorik di bawah level neurologis dan sebagaian besar kelompok otot utama di bawah level neurologis kekuatannya 3.

E - Normal Fungsi motorik dan sensorik normal Diagnostik Terapi Imobilisasi Metilprednisolon 30 mg/kgBB dilanjutkan 5,4mg/kgBB/jam selama 23 jam berikutnya, diberikan dalam 6 jam setelah onset Pembedahan untuk koreksi alignment tulang Gejala klinis Riwayat trauma X-foto CT Scan MRI

Prognosis Penyembuhan dalam 6 bulan Pada tetraplegia inkomplit, 46% dapat berjalan setelah 1 tahun Pada paraplegia inkomplit, 76% dapat berjalan setelah 1 tahun Bila cedera komplit,

Embed Size (px)
Recommended