Home >Business >Modul 8 elastisitas

Modul 8 elastisitas

Date post:20-Jun-2015
Category:
View:10,911 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1. MODULEE L A S T I S I T A S P E R M I N T A A N & P E N A W A R A N SKonsep Dasar ElastisitasElastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahandi bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi,seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusikemakmuran.Dalam bidang perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untukmemahami dampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapatmengetahui dampak kenaikan pajak atau susidi terhadap pendapatan daerah, tingkatpelayanan masyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhaninvestasi, dan indikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas.Selain itu, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikanpendapatan daerah terhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu.Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakandalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesarbagi kemajuan daerah.Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu variabel terhadap perubahanvariabel lain. Sebagai contoh, elastisitas Y terhadap X mengukur berapa persenperubahan Y karena perubahan X sebesar 1 persen.Elastisitas Y terhadap X= % perubahan Y / % perubahan XUntuk memudahkan pemahaman terhadap konsep tersebut, berikut ini akan dibahasberbagai jenis elastisitas. Pembahasan elastisitas ini dijelaskan dalam konteks pasar, yaituantara permintaan dan penawaran barang. Dengan memahami konsep tersebut,Pemerintah Daerah nantinya akan mampu mengaplikasikan konsep tersebut dalampemerintahan daerah sesuai konteks yang dihadapi, baik dalam hal Pemerintah Daerahmenjadi penyedia barang dan jasa publik maupun dalam berbagai kondisi lainnya.Elastisitas Permintaan (Price Elasticity of Demand)Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yangdiakibatkan perubahan harga barang/jasa tersebut. Besar atau kecilnya tingkat perubahantersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas permintaan.Macam-macam Elastisitas PermintaanBerdasarkan nilainya, elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi lima, yaitupermintaan

2. inelastis sempurna, inelastis, elastis uniter, elastis, dan elastis sempurna.1. Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0)Permintaan inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga yang terjaditidakberpengaruh terhadap jumlah permintaan (koefisien E = 0). Sebagai contoh adalahpermintaan terhadap garam. Kondisi permintaan inelastis sempurna ini dapat dapatdigambarkan ke dalam bentuk kurva berikut (Gambar 1). Gambar 1 Kurva Permintaan Inelastis SempurnaContoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipunharganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yangtelah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akanmampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.2. Permintaan Inelastis (E < 1)Permintan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahanpermintaan. Nilai E < 1, artinya kenaikan harga sebesar 1 persen hanya diikuti penurunanjumlah yang diminta kurang dari satu persen, sebaliknya penurunan harga sebesar 1persen menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta kurang dari 1 persen. Sebagaicontoh adalah permintaan masyarakat terhadap beras atau kebutuhan pokok lainnya(Gambar 2). Gambar 2Kurva Permintaan Inelastis 3. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan.Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi berassebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya,namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jikaharga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunanharga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang).Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunanpenggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetapmembutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita jugatidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut.Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.3. Permintaan Elastis Uniter (E = 1)Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaansebanding dengan perubahanharga. Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1), artinya kenaikan hargasebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah permintaan sebesar 1 persen, dansebaliknya. Kondisi permintan elastis uniter ini ditunjukkan oleh Gambar 3.Gambar 3 Kurva Permintaan Elastis UniterContoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenispermintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidakelastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaanuniter elastis4. Permintaan Elastis (E > 1)Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga.Koefisien permintaan elastis bernilai lebih dari satu (E > 1), artinya kenaikan hargasebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah permintaan lebih dari 1 persen, dansebaliknya. Kondisi ini biasanya terjadi pada permintaan permintaan terhadap mobil danbarang mewah lainnya (Gambar 4). 4. Gambar 4Kurva Permintaan ElastisMisalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik,konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.5. Permintaan Elastis Sempurna (E = ~)Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak dipengaruhi samasekali oleh perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu X atau Q (kuantitasbarang) seperti ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 5Kurva Permintaan Elastis SempurnaContoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranyabarang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik danfungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yangberbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki hargayang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan Pyang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membelipaperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akanmembeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterimapasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata,permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipunharganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.Elastisitas Permintaan dan Total Penerimaan 5. Perhitungan elastisitas biasanya dimanfaatkan oleh pengambil keputusan yang ditujukanuntuk meningkatkan penerimaan. Secara sederhana, total penerimaan dapat didefinisikansebagai perkalian antara harga dengan kuantitas barang dan jasa yang terjual, misalnyajumlah pendapatan yang diterima sebagai hasil dari penjualan barang dan jasa. Totalpenerimaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.TR = P x QKeterangan:TR: total penerimaanP: harga outputQ: kuantitas/jumlah outputSalah satu faktor yang menentukan total penerimaan produsen adalah perubahanpermintaan. Untuk mengetahui perubahan total penerimaan terhadap perubahanpermintaan ditentukan oleh elastisitas permintaannya. Perbedaan tingkat elastisitaspermintaan akan menentukan besarnya total penerimaan.1. Permintaan ElastisKetika bentuk permintaan suatu barang adalah elastis, maka perubahan kecil dalam hargabarang tersebut akan mengakibatkan perubahan total penerimaan yang relatif lebih besar.Sebagai contoh, perusahaan melakukan kebijakan penurunan harga produknya. Jikabentuk permintaan produk tersebut adalah elastis berarti konsumen sangat responsifterhadap perubahan harga. Penurunan harga walaupun kecil akan direspon olehkonsumen dengan membeli barang tersebut dalam jumlah yang relatif banyak. Denganbentuk permintaan yang elastis, maka keputusan produsen untuk menurunkan hargaproduknya akan potensial meningkatkan total penerimaan.2. Permintaan InelastisDengan bentuk permintaan yang inelastik, perubahan harga hanya memberikan pengaruhyang kecil terhadap perubahan barang yang diminta, sehingga apabila produsenmenetapkan kenaikan harga yang cukup tinggi sekalipun, permintaan terhadap barangtersebut tidak terlalu berubah. Pada kondisi ini, produsen dapat memperoleh tambahanpenerimaan dengan menaikkan harga.3. Permintaan Elastis UniterApabila permintaan suatu barang adalah elastis uniter maka kenaikan (penurunan) hargaakan direspon secara proporsional dengan penurunan (peningkatan) jumlah yang diminta.Oleh karena itu, baik produsen melakukan peningkatan atau penurunan harga, jikaelastisitas barang adalah elastis uniter maka total penerimaannya konstan. Dengan katalain, peningkatan ataupun penurunan harga tidak merubah total penerimaan produsen. 6. Hubungan antara elastisitas permintaan terhadap total penerimaan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1Hubungan antara Elastisitas Permintaan dengan Total Penerimaan Bentuk Nilai Elastisitas Harga Dampak Kenaikan Dampak Penurunan HargaPermintaa Hargan Elastis h > 1(%Q > %P) Penerimaan menurun Penerimaan meningkat Elastisitas h = 1 (%Q = %P)Penerimaan tetap Penerimaan tetap Uniter In elastish < 1 (%Q < %P)Penerimaan meningkat Penerimaan menurun Elastisitas Penghasilan (Income Elasticity of Demand) Permintaan (pembelian) suatu barang atau jasa oleh konsumen dipengaruhi oleh perubahan penghasilan konsumen yang bersangkutan, baik dalam pengertian nominal maupun riil. Suatu konsep untuk mengukur derajat res

Embed Size (px)
Recommended