Home >Documents >MINGGU, 29 September file2 K E B A K T I A N U M U M G K I G U N U N G S A H A R I “Rasa Cukup...

MINGGU, 29 September file2 K E B A K T I A N U M U M G K I G U N U N G S A H A R I “Rasa Cukup...

Date post:28-Oct-2019
Category:
View:6 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • MINGGU, 29 September 2019 PK. 06.00, 08.00, 10.30 & 17.00 WIB

    “Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal”

    GEREJA KRISTEN INDONESIA Jl. Gunung Sahari IV/ 8 Jakarta Pusat

  • 2

    K E B A K T I A N U M U M G K I G U N U N G S A H A R I “Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal”

    Minggu, 29 September 2019 Pk. 06.00, 08.00 & 10.30 WIB

    Pdt. Jimmy Santoso (GKI Surya Utama) Pk. 17.00 WIB

    Pdt. Em. Meitha Sartika (GKI Delima) Sencura Morum

    I. PERHIMPUNAN 1.1. Ajakan (duduk) Pnt : Saudara-saudara rasa cukup melahirkan rasa syukur,

    dan hidup kekal adalah anugerah penuh rahmat dari Dia Sang Pemilik kehidupan. Marilah kita masuki ibadah ini dengan rasa syukur dan iman yang sungguh. Saya mengundang saudara-saudara untuk berdiri, bersama kita angkat pujian bagi Dia.

    TERPUJILAH ALLAH

    NKB. 3:1, 3

    1. Terpujilah Allah, hikmat-Nya besar; begitu kasih-Nya ‘tuk dunia cemar, sehingga dib’rilah Putra-Nya Kudus mengangkat manusia serta menebus. Refrein : Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suara-Nya. Dapatkanlah Allah demi Putra-Nya, b’ri puji pada-Nya sebab hikmat-Nya.

  • 3

    3. Tiada terukur besar hikmat-Nya; penuhlah hatiku sebab Anak-Nya. Dan amatlah k'lak hati kita senang, melihat Sang Kristus di sorga cerlang. Refrein.

    1.2. Votum & Salam PF : Pertolongan kepada kita datang dari Allah Bapa

    Pencipta langit dan bumi, yang kasih setia-Nya kekal untuk selama-lamanya

    Jmt : (menyanyikan) Amin, amin, amin. PF : Salam Sejahtera bagi saudara-saudara yang datang di

    dalam nama Tuhan. Jmt : Salam sejahtera bagi saudara juga. 1.3. Kata Pembuka (duduk) PF : Saudara-saudara yang dikasihi Kristus, Firman Tuhan

    menuliskan bagi kita demikian : “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.” (1 Korintus 1:4-6)

  • 4

    SIAPA YANG BERPEGANG NKB. 116:1, 5

    1. Siapa yang berpegang pada sabda Tuhan dan setia mematuhinya, hidupnya mulia dalam cahya baka bersekutu dengan Tuhannya. Refrein: Percayalah dan pegang sabda-Nya: hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

    5. O betapa senang hidup dalam terang beserta Tuhan di jalan-Nya, jika mau mendengar serta patuh benar dan tetap berpegang pada-Nya. Refrein.

    PERSIAPAN PERJAMUAN KUDUS 1.4. Pemeriksaan Diri Dan Pengakuan Dosa PF : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

    pada hari Minggu, tanggal 6 Oktober 2019, kita akan merayakan Perjamuan Kudus. Untuk menjadikan Perjamuan Kudus tetap bermakna bagi kehidupan imani kita, kita dipanggil untuk selalu bersedia menguji diri, sebelum kita menyambut dan ikut-serta di dalamnya. Panggilan itu kita dengar melalui firman Tuhan dalam 1 Korintus 11:28 yang mengatakan: “hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu,” maka sekarang marilah kita bersama-sama mempersiapkan diri untuk menyambut undangan Perjamuan tersebut.

  • 5

    Dalam perjamuan kudus, Kristus mengingatkan kita

    kepada anugerah pengorbanan-Nya bagi pengampunan dosa dan keselamatan kita. Kristus juga mengingatkan kita kepada beberapa panggilan-Nya atas kita dan hidup kita. 1. Panggilan untuk hidup dalam persekutuan

    dengan Kristus.

    Pada perjamuan malam terakhir, Kristus

    menghendaki kita melaksanakan perjamuan kudus

    untuk mengenang-Nya. Mengenang Kristus berarti

    mengalami kehadiran-Nya, dan menyadari secara

    pribadi, bahwa seluruh kehidupan Kristus telah

    diberikan-Nya bagi kehidupan manusia.

    Marilah kita renungkan:  Apakah kita masih mengasihi Kristus lebih dari

    siapa pun dan apa pun di dalam hidup kita?  Apakah kita masih memelihara persekutuan

    pribadi dengan Kristus dengan menyediakan waktu kita secara tetap dan rutin untuk berdoa dan membaca firman-Nya setiap hari?

     Apakah kita masih mencari dan mengutamakan kehendak-Nya, dan bukan mencari atau mengutamakan kehendak kita sendiri, atau kehendak orang-orang lain di sekitar kita, dalam segala hal yang kita lakukan?

  • 6

    2. Panggilan untuk hidup dalam persekutuan orang percaya.

    Pada perjamuan malam terakhir, Kristus memecah roti yang melambangkan tubuh-Nya, dan mengangkat cawan yang melambangkan darah- Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan Kristus dan semua orang yang menerima-Nya, sehingga menjadi satu tubuh dan satu roh.

    Marilah kita renungkan:  Apakah kita masih memelihara hidup dalam

    persekutuan orang percaya dengan ikut dan berperan-serta dalam kebaktian Minggu dan kegiatan-kegiatan gereja lainnya?

     Apakah kita telah menjadi pengikut hidup Kristus, dan bukan menjadi pemercaya Kristus saja, di dalam hidup kita setiap hari di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat?.

     Apakah kita telah hidup sebagai anggota tubuh Kristus yang saling mengasihi, saling mengampuni dan saling membangun, seorang terhadap yang lain?

    3. Panggilan untuk menjadi saksi-Nya demi keselamatan dunia. Ketika kita bersatu dengan Kristus, kita pun dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan diri, menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus, serta memberi dan memakai hidup kita demi keselamatan dunia.

  • 7

    Marilah kita renungkan:  Apakah kita telah menjadi saksi Kristus yang

    telah terlebih dulu menyaksikan hidup yang melayani dan bukan dilayani, bahkan hidup yang mengorbankan nyawa-Nya bagi kita dan dunia ini?.

     Apakah kita telah menjadi sesama dan saudara bagi sanak keluarga kita, tetangga kita, pegawai kita, dan rekan sekerja kita, khususnya yang papa, hina-dina, terlunta dan menderita?.

     Apakah kita telah berupaya untuk menghadirkan damai-sejahtera Kristus dengan menyuarakan dan memperjuangkan keadilan serta kebenaran bagi semua orang yang membutuhkannya?.

    Jika kita dengan sungguh-sungguh menjawab setiap pertanyaan itu dalam doa, kita akan sadar bahwa perjamuan kudus sesungguhnya adalah satu anugerah dan satu panggilan. Satu anugerah, karena kita adalah orang-orang berdosa yang tidak pernah sepenuhnya hidup berkenan kepada Kristus. Dan, sekaligus satu panggilan, supaya kita mau hidup baru dengan meninggalkan hidup yang tidak berkenan kepada-Nya.

    Dengan menerima anugerah-Nya dan memenuhi panggilan-Nya itu, kita menjadikan perjamuan kudus bermakna dan tidak sia-sia dalam hidup kita. Kiranya Roh Kudus menolong kita semua dalam penyiapan diri untuk merayakan Perjamuan Kudus pada tanggal 6 Oktober 2019, mendatang! Marilah kita berdoa... (PF Menaikkan Doa)

  • 8

    BILA 'KU BERDOA NKB.140 : 1, 2, 3

    1. Tuhan sambut jiwaku, bila 'ku berdoa; Dia dan 'ku bertemu, bila 'ku berdoa. Refrein : Bila 'ku berdoa, bila 'ku berdoa, Tuhan sambut jiwaku, bila 'ku berdoa.

    2. Tiada bimbang dan gentar, bila 'ku berdoa; hatiku pun bergemar, bila 'ku berdoa. Refrein.

    3. Yesus tahu dan mengerti, bila 'ku berdoa; pengampunan diberi, bila 'ku berdoa. Refrein.

    1.5. Berita Anugerah (berdiri) PF : Saudara-saudari ketika kita mengakui dosa dengan

    sungguh dihadapan Tuhan, maka pengampunan dosa dihadapan Tuhan, maka pengampunan dosa berlaku atas saudara. Dan firman Tuhan menuliskan demikian : “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran- pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya." (Roma 4 :7-8)

    Demikianlah berita anugerah dari TUHAN ! Jmt : Syukur kepada Allah !

    Jemaat saling berjabatan tangan untuk menyampaikan “Salam Damai”

  • 9

    'KU BEROLEH BERKAT NKB.196 : 1, 2, 3

    1. 'Ku beroleh berkat yang tak kunjung lenyap, yang tidak dib'ri dunia; Di relung hatiku, walau sarat beban, ada damai sejaht'ra baka. Refrein : Yesus yang selalu tinggal serta; Ia di dalamku, 'ku dalam-Nya. "Aku senantiasa menyertaimu" itulah janji-Nya kepadaku.

    2. Saat damai penuh masuk di hatiku, dunia menjadi cerah. Kesusahan lenyap, g'lap berganti terang: Yesus Tuhan, agung, mulia! Refrein.

    3. Harta yang terbesar di bejana fana kumiliki di dunia. Pada hari mulia aku dibawa-Nya Masuk sorga kekal serta-Nya Refrein.

    II. PELAYANAN FIRMAN (duduk) 2.1. Doa memohon pertolongan Roh Kudus. 2.2. Bacaan I : Pnt : Bacaan pertama diambil dari Amos 6 : 1, 4-7

    1 "Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion,

    atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang!

  • 10

    4 yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang; yang memakan anak-anak domba dari kumpulan kambing domba dan anak-anak lembu dari tengah-tengah kawanan binatang yang tambun; 5 yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya;

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended