Home >Documents >Mineral Dan Batuan Beku

Mineral Dan Batuan Beku

Date post:24-Jul-2015
Category:
View:209 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

LAPORAN MINERAL DAN BATUAN BEKU

Disusun olehKelompok III(Tiga): ABDUL BAHRUL NPM : 11301010011 DWITIYA SAPUTRA NPM : 11301010021 RAMAL NPM : 11301010025 WIYANDRIN NPM : 11301010056

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN 2012

Kata pengantar

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atasrahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan yang berjudul mineral dan batuan beku yang merupakan salah tugas dari dosen mata kuliah Rekayasa Geologi. Penulis menyadari betul bahwa baik isi maupun penyajian laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran sebagai penyempurnaan laporan ini, sehingga dikemudian hari laporan ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa/i di Universitas Borneo. Seiring dengan itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dosen yang memberikan Mata kuliah ini, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan serta rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Tarakan, 18April2012

Kelompok 3

MINERAL DAN BATUAN BEKU I. MINERAL

A. pengertian Mineral Mineraladalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineraltermasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral.Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawa anorganik biasanya tidak termasuk).Ilmuyang mempelajari mineral disebut mineralogi. B. Klasifikasi Mineral Klasifikasi mineral yang biasa digunakan adalah yang mendasarkan pada kemiripan komposisi kimia dan komposisi kristalnya. Mineral dibagi menjadi 8 ( delapan ) golongan, yaitu: a. Unsur ( native element ), yang dicirikan oleh hanya memiliki satu unsur kimia, sifat dalam umumnya mudah ditempa dan/atau dapat dipintal. b. Mineral sulfida/sulfosalt, merupakan kombinasi antara logam atau semi logam dengan belerang. c. Haloid dicirikan oleh adanya dominasi dari ion halogenida yang eloktro negative. d. Nitrat,karbonat, dan borak merupakan kombinasi antara logam semi logam dengan anion komplek. e. Sulfat,keromat,molibdat, dan tungsta dicirikan dengan kombinasi logam dengan anion sulfat,keromat,milibdat,dan tungsta. f. Fosfat,arsenat, dan vanadate. g. Silikad merupakan mineral jumlahnya meliputi 25% dari keseluruhan mineral yang dikenal atau 40% dari mineral yang umum dijumpai. h. Oksida dan hidroksida merupakan kombinasi antara oksigen atau hidroksil air dengan satu atau lebih macam logam.

C. Jenis-jenis Mineral 1. Silikat : hanya 6 dari kira-kira 2500 mineral yang melimpah, mineral-mineral utama pembentuk batuan ini atau kelompok-kelompok mineral membentuk 95% kerak bumi. a. Feldspar : merupakan kelompok mineral kristal keras yang terdiri dari silikat alumunium, kalium, natrium, kalsium dan barium. Feldspar dikelompokkan dalammineral

yangeratkaitannyadalambentukkristal,dansemuasilikataluminabaikpota s,soda,kapur,ataubaryta.Feldsparbiasaterjadidalamkristaldanmassakrist al, dikilau

vitreous,danlebihmudahhancurdalamduaarahtegaklurussatusamalain,at auhampirjadi.Biasanya memiliki

warnaputihatauhampirputih,dagingmerah,kebiruan,ataukehijauan. b. Quartz:kacayangtidakberwarnayangterbuatdarisilikahampirmurni.mine ralmengkilapkerasyangterdiridarisilikondioksidadalambentukkristal;ter dapatdalambatuansebagianbesarberadadibatupasir dangranit.Bentuksili ka,atausilikondioksida(SiO2),terjadipadakristalheksagonal,yangumum nyatidakberwarnadantransparan,tapikadangkadangjugakuning,coklat,u ngu,hijau,danwarnalain,jugadalambentukcryptocrystallinebesaryangbe rvariasidalamwarnadanderajattransparansi,yangterkadangburam. c. Amphiboleandpyroxene:Amphibolemerupakansebuahmineralumumya ngmencakupbanyakvarietasyangbervariasidalamwarnadankomposisi.I niterjadipadakristalmonoklinik,umumnyadenganberseratataustrukturko lumnar.Warnabervariasidariputihmenjadiabu abu,hijau,coklat,dan

hitam.Iniadalah silikat magnesium dan kalsium, biasanya dengan aluminium dan besi. Beberapavariasiumumadalah tremolite, aktinolit, asbestus, edenite,hornblende. Amphibolemerupakankonstituen dari batu kristalbanyak, syenite,diorite,sebagian besar varietas

trachyte,dll.Sedangkanpyroxenemerupakansalahsatu dari sekelompok umum mineral

silikatkristaldalambatuanbekudanmetamorf.Pyroxenemerupakansebua hmineralumumyang terjadidalamkristalmonoklinik, prismatik dilaminasi. hampir 90,danjugadalam dalam bentuk dengan sudut sering gelap

besaryang

Inibervariasi

warna

dariputihmenjadi

banyakvariasi hijau dan hitam, dantermasuk berbeda dalamwarna dan komposisi, sebagai diopside,malacolite,salite, coccolite, augit,dll. Itusemua adalah silikatkapurdanmagnesiumter kadang dengan

aluminadan besi. Piroksen adalahunsur resensial dari banyak batu, batuanbeku terutama dasar, basal, gabro, dll. d. Mica : merupakan salah satu dari berbagai mineral yang terdiri dari silikat hidrat dari aluminium atau kalium yang mengkristal dalam bentuk yang memungkinkan pembelahan sempurna kedalam daun yang sangat tipis yang digunakan sebagai dielektrik karena resistensi mereka terhadap listrik. e. Olivine : merupakan mineral yang terdiri dari magnesium silikat besi; sumber magnesium. 2. Nonsilikat : didefinisikan bagi beberapa zat kimia atau sifat semua anggota kelompok mineral, dengan komponen berupa ion-ion negatif atau kelompok atom. a. Carbonates : merupakan garam atau ester dari asam karbonat (berisanion CO3). b. Halides : merupakan garam dari setiap asam halogen c. Sulfides : merupakan senyawa sulfur dan beberapa unsur lain yang lebih elektropositif d. Oxides : merupakan Senyawa biner oksigen dengan atom atau radikal, atau senyawa yang dianggap sebagai biner, seperti, besioksida, etiloksida, nitrogen oksida, dll. e. Hydroxides : merupakan sebuah zat hidrat yang mengandung hidrogen dan oksigen, dibuat dan menghasilkan air dengan menggabungkan air Hidroksida dengan oksida, ini dianggap

dengan eliminasi. yang

sebagai senyawahidroksil,

menyatu

dengan elemen dasar

atau radikal, seperti, kalsium hidroksida hidroksida etil. f. Sulfates : garam atau ester asam sulfat g. Native elements :merupakan mineral yang dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja. Mineral pada kelas ini

tidak mengandung unsur lain selain unsur pembentuk utamanya. Pada umumnya sifat dalam (tenacity) mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan menjadi pipih, atau ductile yang jika ditarik akan dapat memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti semula jika dilepaskan.

D. Sifat Mineral 1. Kristal adalah sebuah benda yang homogen, berbentuk sangat geometris dan atom-atomnya tersusun dalam sebuah kisi-kisi kristal,karena bangunan kisikisi kristal tersebut berbeda-beda maka sifatnya juga berlainan. Kristal dapat terbentuk dalam alam (mineral) atau di laboratorium. Kristal artinya mempunyai bentuk yang agak setangkup (symetris) dan yang pada banyak sisinya terbatas oleh bidang datar, sehingga memberi bangin yang tersendiri sifatnya kepada mineral yang bersangkutan. Benda padat yang terdiri dari atom-atom yang tersusun rapi dikatakan mempunyai struktur kristalen. Dalam suasana yang baik benda kristalen dapat mempunyai batas bidang rata-rata & benda itu dinamakan kristal (HABLUR) & bidang rata itu disebut muka krsital.Ada 32 macam gelas kristal yang dipersatukan dalam 6 sistem kristal, yaitu: 1) REGULER, Kubus atau ISOMETRIK ketiga poros sama panjang dan berpotongan tegak lurus satu sama lain (contoh : intan, pirit, garam batu) 2) TETRAGONAL (berbintang empat) ketiga poros tegak lurus satu sama lain, dua poros sama panjang sedangkan poros ketiga berbeda (contoh chalkopirit, rutil, zircon). 3) HEKSAGONAL (berbintang enam) Hablur ini mempunyai empat poros, tiga poros sama panjang dan terletak dalam satu bidang, bersilangdengan sudut 120 derajat (60 derajat), tetapi poros ke-empat tegak lurus atas bidang itu dan panjangnya berbeda (contoh apalit, beryl, korundum). 4) ORTOROMBIS (irisan wajik) ketiga poros tidak sama panjang du poros berpotongan siku-siku dan poros ketiga memotong miring bidang kedua poros tadi (berit, belerang, topaz)

5) MONOKLIN (miring sebelah) ketiga poros tidak sama panjang, dua dari porosnya berpotongan sorong & poros ketiga tegak lurus atas kedua poros tadi (gips, muskovit, augit) 6) TRIKLIN (miring, ketiga arah) ketiga poros tidak sama panjang dan berpotongan serong satu sama lain(albit, anortit, distin) Bentuk kristal dibagi dalam 6 tata hablur yang didasarkan: perbandingan panjang poros poros hablur besarnya sudut persilangan poros poros hablur.

2. Belahan adalah kecenderungan batu permata untuk membelah kearah tertentu menyusur permukaan bidang rata, lebih spesifik lagi ia menunjukkan kearah mana ikatan-ikatan di antara atom relative lemah dan biasanya reta-retak menunjukan arah belah. Belahan ialah sifat untuk menjadi belah menurut bidang yang agak sama licinnya. 1) belahan baik sekali 2) baik 3) sedang 4) buruk 5) tidak ada belahan sama sekali. 3. Pecahan adalah kecenderungan mineral untuk terpisah-pisah dalam arah yang tidak teratur apabila mineral dikenai gaya. Perbedaan pecahan dengan belahan dapat dilihat dari sifat permukaan mineral apabila memantulkan sinar. Permukaan bidang belah akan nampak halus dan dapat memantulkan sinar seperti cermin datar, sedang bidang pecahan memantulkan sinar ke segala arah dengan tidak teratur (Danisworo, 1994). Pecahan mineral ada beberapa macam, yaitu: 1) Concoidal: bila memperhatikan gelombang yang melengkung di permukaan pecahan, seperti kenampakan kulit kerang atau pecahan botol. Contoh Kuarsa. 2) Splintery/fibrous: Bila menunjukkan gejala seperti serat, misalnya asbestos, augit, hipersten 3) Even: Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan bidang pecahan halus, contoh pada kelompok miner

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended