Home >Documents >Mikrokontroler MCS

Mikrokontroler MCS

Date post:11-Jul-2015
Category:
View:543 times
Download:8 times
Share this document with a friend
Transcript:

KATA PENGANTAR

Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri adalah kompetensi keahlian yang menetapkan pemrograman mikrokontroler sebagai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pemrograman dan mikrokontroler merupakan kompetensi pokok yang harus dimiliki oleh seorang teknisi elektronika. Standar kompetensi menerapkan sistem mikrokontroler merupakan standar kompetensi pokok bidang elektronika Industri. Penguasaan standar kompetensi ini sangat penting bagi teknisi elektronika industri. Teknisi elektronika di abad 21 sangat tidak memadai jika tidak mengenal pemrograman mikrokontroler. Sistem elektronika saat ini cendrung bekerja dengan program dalam sebuah mikrokontroler. Mikrokontroler adalah sistem dimana CPU, serta I/0 unit, dan memori unit bekerja secara sinkron. Kompetensi pemrograman mikrokontroler menjadi sangat penting untuk dikuasai dengan baik oleh seorang teknisi elektronika. Memprogram mikrokontroler memerlukan penguasaan arsitektur hardware dan software. Penguasaan arsitektur hardware dan software sangat membantu kelancaran pengembangan program. Dengan memahami masalah pemrograman, algoritma pemecahan masalah program, flowchart, pemilihan instruksi dan benar dan tepat seseorang dapat menulis program mikroprosesor dan mikrokontroler dengan baik. Membuat program dengan coba-coba atau trial error sudah saatnya ditinggalkan dan harus menggunakan cara-cara baru yang sistematis.

Wonosari, Juli 2011

Roni Setiawan

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN DEPAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ii iii iv vi DAFTAR TABEL...... BAB I PENJELASAN SISTEM MIKROKONTROLER A. Pengenalan Mikrokontroler 1. Pengertian Mikrokontroler. 2. B. Mikroprosesor dan Mikrokontroler 1. 2. 3. Mikrokontrole C. Konsep Mikrokontroler 1. 2. 3. 4. 5. Input/Output Mikrokontroler 6. D. Mikrokontroler AT89C51 1. 2. 3. 4. Organisasi BAB II PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER A. 30 16 18 21 23 10 11 12 12 14 15 6 6 9 1 2 vii

B. Pemrograman Mikrokontroler 1. 2. C. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Increament dan 12. Operasi Jump dan BAB III MEMBUAT PROGRAM MIKROKONTROLER A. Langkah-Langkah Pengembangan Program 1. Pendefinis 2. Alg 3. Flo 4. 73 73 76 80 Alih Data Addre Pengalamatan Eksternal MOVC (Code Memory Re PUSH Data Exchanges Opera Operasi Ro Operasi A . B 33 41 45 42 54 57 58 58 59 60 63 64 65 65 69

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1.1 : Elemen Sebuah Sistem Kendali Gambar 1.2 : Blok Diagram Mikroprosesor ..... Gambar 1.3 : Diaagram Blok Sistim Mikroprosesor... Gambar 1.4 : Diagram Mikrokontroler ................. Gambar 1.5 : Gambaran Bagian Mikrokontroler.. Gambar 1.6 : Gambar 1.7 : Blok Diagram AT89C51.............................................................. Gambar 1.8 : Susunan Pin Mikrokontroler AT89C51. Gambar 1.9 : Diagram Blok Inti Mikrokontroler AT89C51 Gambar 1.10 : Organisasi Memory AT89C51....... Gambar 1.11 : Peta Alamat Interupsi AT89C51.... Gambar 1.12 : Memory Data Internal................................................................ Gambar 1.13 : RAM Internal 128 byte Paling Baawah .................................... Gambar 1.14 : Proses Pembentukan Stack ............... 2 6 7 9 10 11 17 18 24 24 25 26 27 28 37 54 55 56 63 77 78 79 80

Gambar 2.1 : Model Editor Program assembly ................................................ Gambar 2.2 : Pola Immadiate Addressing Mode................ Gambar 2.3 : Pola Register Addressing Mode.... Gambar 2.4 : Pola Direct Addressing Mode ........ Gambar 2.5 : Pola Operasi Rotate dan Swap ................ Gambar 3.1 : Simbol Flow Direction............................. Gambar 3.2 : Simbol Processing ....................................................................... Gambar 3.3 : Input/Output Symbol .................................................................. Gambar 3.4 : Conceptual Flowchart .................................................................

Gambar 3.5 : Detail Flowchart .......................................................................... 80 Gambar 3.6 : Flowchart Menyebrang Jalan ...................................................... 81

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 : Jenis Transduser Pada Input................ Tabel 1.2 : Bus Sistem Mikroprosesor................................. Tabel 1.3 : Fungsi Khusus Port 3 AT89C51.. Tabel 1.4 : Nama dan Alamat SFR............. Tabel 2.1 : Contoh Mikrokontroler 4 bit ........................................................... Tabel 2.2 : Contoh Mikrokontroler 8 bit ........................................................... Tabel 2.3 : Contoh Mikrokontroler 16 bit ......................................................... Tabel 2.4 : Perintah Mnemonik......................... Tabel 2.5 : Contoh Program Assembly....................... Tabel 2.6 : Tipe Data Dalam Bahasa C................ Tabel 2.7 : Operator Dalam Bahasa C............................................................... Tabel 2.8 : Instruksi Mnemonik................................... Tabel 3.1 : Algoritma Menyebrang Jalan............. 3 8 19 29 31 32 33 31 36 43 44 46 75

BAB I PENJELASAN SISTEM MIKROKONTROLER

A. Pengenalan Mikrokontroler 1. Pengertian Mikrokontroler Suatu kontroler digunakan untuk mengontrol suatu proses atau aspek-aspek dari lingkungan. Satu contoh aplikasi dari mikrokontroler adalah untuk memonitor rumah kita. Ketika suhu naik kontroler membuka jendela dan sebaliknya. Pada masanya, kontroler dibangun dari komponen-komponen logika secara keseluruhan, sehingga menjadikannya besar dan berat. Setelah itu barulah dipergunakan mikrokprosesor sehingga keseluruhan kontroler masuk kedalam PCB yang cukup kecil. Hingga saat ini masih sering kita lihat kontroler yang dikendalikan oleh mikroprosesor biasa (Zilog Z80, Intel 8088, Motorola 6809, dsb). Proses pengecilan komponen terus berlangsung, semua komponen yang diperlukan guna membangun suatu kontroler dapat dikemas dalam satu keping. Maka lahirlah computer keeping tunggal (one chip

microcomputer) atau disebut juga mikrokontroler. Mikrokontrolere adalah suatu IC dengan kepadatan yang sangat tinggi, dimana semua bagian yang diperlukan untuk suatu kontroler sudah dikemas dalam satu keping, biasanya terdiri dari: CPU (Central Processing Unit) RAM (Random Access Memory) EEPROM/EPROM/PROM/ROM I/O, Serial & Parallel Timer Interupt Controller Rata-rata mikrokontroler memiliki instruksi manipulasi bit, akses ke I/O secara langsung dan mudah, dan proses interrupt yang cepat dan efisien. Dengan kata lain mikrokontroler adalah "Solusi satu Chip" yang

secara drastis mengurangi jumlah komponen dan biaya disain (harga relatif rendah).

2. Aplikasi Mikrokontroler Dengan semakin berkembangnya kehidupan manusia, teknologi akan selalu berkembang mengikuti perkembangan manusia. Salah satu contohnya adalah perkembangan sistim otomasi di pabrik/ industry. Kendali otomatis memegang peranan penting pada setiap proses dalam pabrik dan insustri. Tujuan penerapan kendali otomatis pada proses permesinan di industry adalah: Peningkatan produksivitas (kualitas & kuantitas) Peningkatan ketelitian Kemudahan pengoperasian Pengurangan keterlibatan tenaga kerja Keamanan pekerja Dengan kendali otomatis kualitas sebuah produk atau proses menjadi lebih baik, jumlah atau kuantitas produk menjadi lebih banyak dan lebih teliti, serta tenaga kerja lebih mudah bekerja dan lebih aman dari factor bahaya resiko kerja. Sebuah system kendali dapat dibagi kedalam 4 bagian yakni: Input Kontroler / pengendali Processing Output

Gambar 1.1: Element sebuah system kendali

a. Input Sinyal input biasanya dibangkitkan menggunakan sensor atau transduser. Sensor adalah sebuah piranti elektronik yang peka terhadap cahaya, suhu, frekuensi, impedansi listrik atau tingkat radiasi dan menghasilkan sinyal untuk keperluan pengukuran atau perawatan kendali. Sensor bekerja mengkonversi besaran fisik menjadi sinyal listrik. Transduser didefiniskan sebagai piranti yang bekerja menerima suatu bentuk energy dari suatu system dan memancarkan kembali ke bentuk yang berbeda pada system lain. Data yang diperoleh dari input merupakan data hasil pengukuran. Data tersebut digunakan sebagai data masukan pada kontroler dalam melakukan proses pengendalian. Bagian input dari suatu system kendali berfungsi menyalurkan informasi besaran yang diukur kebagian control. Bergantung jenis transduser atau sensor, informasi yang didapatkan dalam bentuk discontinuous on/off (binary) atau continous (analog), seperti pada table 1 berikut: Tabel 1.1: Jenis transduser pada input. Tranduser Switch Limit Switch Thermostat Thermocouple Thermistor Strain Gage Photocell Proximity Cell Mikropon b. Controller Bagian ini merupakan bagian pokok pengolah sinyal masukan dari bagian input, dan kemudian membangkitkan resultant aksi pada Besaran Terukur Gerakan/posisi Gerakan/posisi Suhu Suhu Suhu Tekanan/gerakan Cahaya Presence of objects Tekanan suara Besaran Output Tegangan biner (on/off) Tegangan biner (on/off) Tegangan Biner Perubahan Tegangan Perubahan Tegangan Perubahan resistansi Perubahan tegangan Perubahan resistasi Perubahan tegangan

plant. Berdasarkan informasi dan input, system kendali automatic mambangkitkan sinyal tanggapan untuk control plant (peralatan yang dikontrol). Ada dua cara yang dapat digunkan untuk mengendalikan peralatan yaitu: Hard-Wired Control Sistem Kendali Hard-Wired bekerja atas dasar fungsi yang tetap system ini dikenal juga dengan system diskrit. Fungsi system ini tetap dan jika diinginkan adanya perubahan fungsi harus melakukan perencanaan dan perubahan hardware (merubah rangkaian). System hard-wired kurang fleksibel karena harus selalu merubah rangkaian jika dikehendaki adanya perubahan fungsi. System semacam ini cenderung berfungsi khusus sehingga sulit diproduksi secara massal. Akibatnya harga penjualan fungsi semacam ini menjadi mahal. Programmable Control Sedangkan kendali programmable bekerja atas dasar program yang di

of 89

Embed Size (px)
Recommended