Home >Economy & Finance >Metode Perhitungan PDB

Metode Perhitungan PDB

Date post:27-May-2015
Category:
View:6,466 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
Perhitungan PDB Ekonomi Makro
Transcript:
  • 1. METODE PENGHITUNGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) Indra Yuspiar,SE,Ak,M.Ak Program Doktor Managemen Bisnis Universitas Padjajaran

2. BAGIAN I PENGERTIAN PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 3. PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. 4. Keynesian Models Y = C + G + I + S + (X - I) NTBi = Kons. Rt + Kons. Pem. + PMTB + Perubahan Stok + (Ekspor Impor) PDB Sektoral = PDB Penggunaan 5. UNSUR-UNSUR POKOK DALAM PENGHITUNGAN PDB A. Output (Nilai Produksi) Output adalah nilai barang atau yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Jenis output ada 3 (tiga) macam yaitu: i. Output utama (output utama produksi), ii. Output sampingan, bukan tujuan utama produksi, dan iii. Output ikutan, output yang terjadi bersamasama/tak dapat dihindarkan dengan output utamanya. B. Biaya Antara Biaya antara adalah barang-barang dan jasa tidak tahun lama yang digunakan/habis dalam proses produksi. 6. UNSUR-UNSUR POKOK DALAM PENGHITUNGAN PDB C. Nilai Tambah c.1 Nilai Tambah Bruto (NTB) Output - Biaya Antara yang merupakan produk dari proses produksi. Produk ini terdiri atas : a. Pendapatan faktor yang terdiri dari : - Upah dan gaji sebagai balas jasa pegawai - Sewa tanah sebagai balas jasa tanah - Bunga sebagai jasa modal, dan - Keuntungan sebagai balas jasa kewirswasta b. Penyusutan barang modal yang dipakai untuk produksi c. Pajak tidak langsung neto, yakni pajak langsung dikurangi subsidi c.2. Nilai Tambah Neto (NTN). NTN = NTB - Penyusutan. 7. PDB dapat dinyatakan sebagai : a. PDB Atas Dasar Harga Berlaku (PDB adhb). nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. b. PDB Atas Dasar Harga Konstan (PDB adhk). nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun (tahun dasar) tertentu sebagai dasar dalam hal ini tahun 1993. 8. METODE PENGHITUNGAN PDB ATAS DASAR HARGA BERLAKU (PDB adhb) Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan, yaitu :1. Pendekatan produksi. 2. Pendekatan pendapatan. 3. Pendekatan pengeluaran. 9. METODE PENGHITUNGAN PDB ATAS DASAR HARGA BERLAKU (PDB adhb) 1. Menurut Pendekatan Produksi.Menghitung nilai tambah seluruh kegiatan ekonomi dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing total nilai produksi (output) tiap-tiap sektor atau subsektor.AtauOutput b,t = Produksit x Hargat NTBb,t = Outputb,t Biaya Antarab,t NTBb,t = Outputb,t x Rasio NTBoDimana : Output= Ouput/nilai produksi bruto atas dasar harga berlaku tahun t NTBb,t =Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku tahun ke t Produksit = Kuantum produksi tahun ke t Hargat = Harga produksi tahun ke t Rasio NTB = Perbandingan NTB terhadap Output (NTB/Ouput) Rasio NTBo = Rasio NTB pada tahun dasar (o) b,t 10. METODE PENGHITUNGAN PDB ATAS DASAR HARGA BERLAKU (PDB adhb) 2. Menurut Pendekatan Pendapatan.PDB Merupakan balas jasa yang diterima olehfaktorfaktor produksi.PDB = Upah & Gaji + Surplus Usaha + Penyusutan + Pajak Tak Langsung Neto. 3. Menurut Pendekatan Pengeluaran. PDB adalah penjumlahan semua komponen permintaan akhir. PDB = Konsumsi rumahtangga + Konsumsi Pemerintah + PMTB + Perubahan stok + (Ekspor - Impor). 11. METODE PENGHITUNGAN PDB ATAS DASAR HARGA KONSTAN (PDB adhk) Ada tiga metode yang dapat digunakan, yaitu : 1. Revaluasi 2. Ekstrapolasi. 3. Deflasi. 12. METODE PENGHITUNGAN PDB ATAS DASAR HARGA KONSTAN (PDB adhk) 1. Revaluasi yaitu perkalian kuantum produksi tahun yang berjalan dengan harga tahun dasar (tahun 1993) , menghasilkan langsung PDB adhk. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut : Output NTB k,tk,t= Produksit x Hargao = Output k,t x Rasio NTBo2. Ekstrapolasi yaitu dengan cara mengalikan nilai tahun dasar dengan suatu indeks kuantum dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut : Output NTB k,tk,t= Output k,o x (IKPt/100) = Output k,t x Rasio NTBo 13. METODE PENGHITUNGAN PDB ATAS DASAR HARGA KONSTAN (PDB adhk) 3. Deflasi yaitu dengan cara membagi nilai pada tahun berjalan dengan suatu indeks harga dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut : Output NTBk,tk,t= Outputb,t /(IHt /100) = Outputk,tx Rasio NTBo 14. BAGIAN II KEGUNAAN STATISTIK PENDAPATAN NASIONAL 15. Manfaat yang dapat diperoleh dari data PDB antara lain adalah : 1. PDB harga berlaku nominal menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu negara. 2. PNB harga berlaku menunjukkan pendapatan yang memungkinkan untuk dinikmati oleh penduduk suatu negara. 3. PDB harga konstan (riil) dapat digunakan untuk menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau setiap sektor dari tahun ke tahun. 4. Distribusi PDB harga berlaku menurut sektor menunjukkan struktur perekonomian atau peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu negara. Sektorsektor ekonomi yang mempunyai peran besar menunjukkan basis perekonomian suatu negara. 16. 5. PDB harga berlaku menurut penggunaan menunjukkan produk barang dan jasa digunakan untuk tujuan konsumsi, investasi dan diperdagangkan dengan pihak luar negeri. 6. Distribusi PDB menurut penggunaan menunjukkan peranan kelembagaan dalam menggunakan barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor ekonomi. 7. PDB penggunaan atas dasar harga konstan bermanfaat untuk mengukur laju pertumbuhan konsumsi, investasi dan perdagangan luar negeri. 8. PDB dan PNB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDB dan PNB per kepala atau per satu orang penduduk. 9. PDB dan PNB per kapita atas dasar harga konstan berguna untuk mengetahui pertumbuhan nyata ekonomi per kapita penduduk suatu negara. 17. BAGIAN III RUANG LINGKUP, SUMBER DATA DAN METODE PENGHITUNGAN PDB MENURUT LAPANGAN USAHA 18. 1. SEKTOR PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN 1.1. Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan 1.2. Sub Sektor Tanaman Perkebunan 1.3. Sub Sektor Peternakan dan Hasil-hasilnya 1.4. Sub Sektor Kehutanan 1.5. Sub Sektor Perikanan Jasa Pertanian 19. 1. SEKTOR PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN Secara umum metode penghitungan output dan NTB sama yaitu : NTB adhb menggunakan pendekatan produksi yaitu: Output = Produksi x Harga NTBb,tb,ttt= Outputb,t x Rasio NTBoNTB adhk menggunakan metode revaluasi yaitu: Output NTB k,tk,t= Produksit x Hargao = Output k,t x Rasio NTBoKhusus untuk sub sektor peternakan, penghitungan produksinya Produksi = Selisih Polpulasi + Pemotongan + (ekspor - impor) 20. 2. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 2.1. Sub Sektor Pertambangan Migas 2.2. Sub Sektor Pertambangan Non Migas Metode penghitungan output dan NTB sama yaitu : NTB adhb menggunakan pendekatan produksi yaitu: Output b,t = Produksit x Hargat NTBb,t = Outputb,t x Rasio NTBo NTB adhk menggunakan metode revaluasi yaitu: Output NTB k,tk,t= Produksit x Hargao = Output k,t x Rasio NTBo 21. 2. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 2.3. Sub Sektor Penggalian Metode penghitungan output dan NTB yaitu : NTB adhk menggunakan metode ekstrapolasi yaitu: Output NTB k,tk,t= Output = Outputk,o k,tx (Indeks sektor bangunant/100) x Rasio NTBoNTB adhb menggunakan pendekatan produksi yaitu: Output NTB b,tb,t= Output = Outputk,o b,tx (Indeks HPB penggaliant/100) x Rasio NTBo 22. 2. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 2.3. Sub Sektor Penggalian Khusus output dan NTB komoditi garam kasar yaitu : NTB adhk menggunakan metode ekstrapolasi yaitu: Output NTB k,tk,t= Output = Outputk,o k,tx (Indeks jumlah pendudukt/100) x Rasio NTBoNTB adhb menggunakan pendekatan produksi yaitu: Output NTB b,tb,t= Output = Outputk,o b,tx (Indeks HPB garamt/100) x Rasio NTBo 23. 3. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN 3.1. Sub Sektor Industri Pengolahan Migas Metode penghitungan output dan NTB yaitu : NTB adhb menggunakan pendekatan produksi yaitu: Output b,t = Produksit x Hargat NTBb,t = Outputb,t x Rasio NTBo NTB adhk menggunakan metode revaluasi yaitu: Output NTB k,tk,t= Produksit x Hargao = Output k,t x Rasio NTBo 24. 3. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN 3.2. Sub Sektor Industri Pengolahan Non Migas Terbagi menurut kegiatan utama yang disajikan dalam 2 digit Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI) : a. b. c.industri makanan, minuman dan tembakau (31), industri tekstil, pakaian jadi dan kulit (32), industri kayu, bambu, rotan dan perabot rumahtangga (33), d. industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan penerbitan (34), e. industri kimia dan barang dari bahan kimia, batubara, karet dan plastik (35), f. industri barang galian bukan logam kecuali minyak bumi dan batubara (36), g. industri logam dasar (37), h. industri barang dari logam, mesin dan peralatannya (38), 25. 3. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN 3.2. Sub Sektor Industri Pengolahan Non Migas Masing-masing industri pengolahan tanpa migas tersebut terbagi menurut jumlah tenaga kerjanya yaitu a). industri pengolahan tanpa migas besar sedang (tenaga kerja > 20 orang), b). industri pengolahan tanpa migas kecil (tenaga kerja 5 19 orang) dan c). industri pengolahan tanpa migas kerajinan rumah tangga (tenaga kerja kurang dari 5). 26. 3. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN 3.2. Sub Sektor Industri Pengolahan Non Migas Industri Besar Sedang (per 3 Digit KLUI) NTB adhk menggunakan metode ekstrapolasi yaitu: Output NTB k,tk,t= Output = Outputk,o k,tx (IPt/100) x Rasio NTBoNTB adhb diperoleh dengan menginflate yaitu: Output NTB b,tb,t= Output = Outputk,o b,tx (IHPBt/100) x Rasio NTBo 27. 3. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN 3.2. Sub Sektor Industri Pengolahan Non Migas Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga (IKKR) (per 3 Digit KLUI) NTB adhb menggunakan pendekatan produksi yaitu: Output b,t = TKt x Output per TKt NTBb,t = Outputb,t x Rasio NTBo NTB adhk menggunakan metode revaluasi yaitu: Output NTB k,tk,t= TKt x Output per TKo = Output k,t x Rasio NTBo 28. 4. SEKTOR LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH 4.1. Sub Sektor Listrik NTB adhb menggunakan pendekatan produksi yaitu: Output b,t = KWHt x Hargat NTB

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended